Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Selasa, 28 Februari 2012

Resensi : The Queen Must Die


Judul : The Queen Must Die (Gadis Penjelajah Waktu)
Penulis : K.A.S. Quinn
Tipe : Novel Terjemahan asal Britain
Penerbit : Metamind (Creative imprint of tiga serangkai)
Tahun terbit : 2011
Halaman : 329 halaman
Ukuran buku : 20 x 13.5 x 2 cm


Katie Berger Jones Burg
"Aide Memoire"


"Persahabatan, Cinta, dan Kesetiaan. Aku sudah banyak menghabiskan waktu dalam hal ini di banyak dunia. Semuanya sudah terbakar habis dalam diriku. Tapi, aku bisa menemukan kualitas ini pada orang-orang lain dan aku salut telah menemukannya pada dirimu. Persahabatanmu dengan Katie yang begitu tulus, kau bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan dia membawa kejahatan atau kebaikan. Cintamu kepada adikmu, memberimu kesabaran dalan menghadapi penyakitnya. Baginya, kau adalah tonik paling hebat dibandingkan obat-obatan lain yang mereka berikan kepadanya. Kesetiaanmu terhadap ibumu, Sang Ratu, begitu besar sehingga kau rela mempertaruhkan hidupmu untuk menyelamatkannya. Sayang sekali kau tidak mewarisi takhta sebagai ratu. Padahal kau lebih siap untuk memimpin negerimu." Ucap DuQuelle seraya tersenyum. Senyum yang tulus.

Cerita dalam novel ini penuh dengan fakta dan rekaan fantasi. Sebuah kisah mengenai seorang gadis NewYork abad 21 yang mengalami perjalanan waktu ke abad 18, dan jatuh tepat di kolong sofa di salah satu bangsal anak istana Buckingham pada zaman kekuasaan Ratu Victoria. Katie memiliki hobi membaca yang berlebihan. Hingga pada saat itu, Katie baru saja selesai menuliskan perjalanan hidupnya hari ini pada sebuah buku diary, kemudian ia melanjutkannya dengan membaca kisah-kisah kerajaan victoria beserta surat-surat dan kisah bersejarah di dalamnya. Kemudian ia pun jatuh tertidur dan bangun di masa baru yang lain.

Dikisahkan, ada tiga anak penjelajah waktu, yakni sang pembawa kedamain, sang pembawa kedamaian dan kerusakan, juga sang pembawa kehancuran akhir dunia. Ketiganya saling di perebutkan untuk di temukan bagi para sekelompok orang yang ingin melakukan perubahan dunia. Ada yang ingin melindungi, namun ada pula yang berniat membunuh mereka. Tak di pungkiri lagi bahwa anggota kerajaan juga semakin terancam.

Namun akhirnya, melalui kolong sofa itu pula Katie berhasil pulang ke abad 21 setelah berbulan-bulan bersembunyi dan menyamar dalam kehidupan istana.

-------------O-------------

Kisah kekuasaan Victoria sangatlah melegenda dan selalu berhasil menarik perhatian penduduk manca negara. Kebesaran negara Inggris semakin tersohor pada masa itu. Ia memiliki putri yang bernama Alice (seperti dalam cerita), iuga pangeran Leopod yang mengidap hemofilia. Demikan halnya kebenaran mengenai Joseph Paxton yang merancang dan mendirikan Istana Kristal atau lebih dikenal sebagai Panen Raya yang hingga kini tetap ramai dikunjungi wisatawan dunia.

Sabtu, 25 Februari 2012

STUBA dari SMA Negeri 1 Bogor ke SMA Negeri 2 Surabaya

STUBA atau STUDI BANDING hari ini berhasil menyisakan suasana ceria di Smada. Melihat suasana perpisahan yang begitu mengharukan, akrab dan penuh kekeluargaan seakan teman lama yang baru dipertemukan kembali karena terpisah oleh jarak dan ruang. Hampir keseluruhan dari kami berdiri di atas terotoar yang ada di halaman gerbang utama Smasa hanya untuk mengucapkan salam perpisahan dan mengantarkan setiap laju bus yang mereka tumpangi dengan lambaian tangan.

  
Sebelumnya, kabar mengenai rencana kunjungan ini sudah kami dengar cukup lama, mungkin satu bulan yang lalu. Hanya saja sejauh itu kami tidak menindaklanjuti sejak rapat pertama hingga hari rabu tanggal 21 kemarin. Alhasil, persiapan yang kami lakukan pun mendadak dilakukan sepulang sekolah. Dari membersihkan kesekretariatan, mengganti karpet, mencari banner, menentukan pertunjukan yang akan di tampilkan, juga rencana-rencana lainnya.

Tapi Alhamdulillah, semuanya hari ini berjalan dengan lancar. Smada tetap menjalani rutinitas KBM-nya seperti biasa, namun kabar kedatangan SMA Negeri 1 Bogor sudah menyebar hingga seantero sekolah sehingga cukup ramai menjadi topik hangat perbincangan antar siswa. Keputrian untuk Akhwat SKI pun tetap berjalan layaknya pada jum'at-jum'at sebelumnya. Hingga se-usai sholat jum'at, panggilan bagi para osis-mpk dikumandangkan melalui speaker kelas, menyebabkan materi keputrian kami terpotong dan harus di selesaikan saat itu juga (Karena cukup banyak di antara kami adalah sasaran dari panggilan tersebut).

Dengan sedikit terburu waktu, para akhwat SKI ini segera menuju masjid unttuk menunaikan sholat dhuhurnya dengan santai dan tenang. Begitu pula diriku yang tetap santai sampai akhirnya Tities menergurku dan memintaku untuk meletakkan tas kami semua di takmir masjid As-Salam Smada. Rupanya bis tumpangan sahabat jauh kami itu sudah nyaris sampai, sedangkan kita belum bersiap sama sekali untuk menyambut kedatangan mereka. Aku dan Tities harus lari untuk segera berkumpul dengan osis-mpk yang lain, tapi melihat mereka telah mengenakan slayer membuat kami pun kembali harus berlari ke lantai dua untuk absen dan mengambil slayer juga di salah satu mpk.

Tak lama kemudian, ketua MPK Smada masuk lapangan, menandakan rombongan Smansa Bogor sudah berada dibelakangnya. Dengan barisan mendadak, para tuan rumah segera membentuk jalan bagi mereka di sepanjang tepian area menuju tangga ke aula di lantai dua.

Huaa, banyak banget mereka. Barisan yang datang seakan nggak ada habisnya, nggak nyangka kalau bakal seramai ini kunjungannya. Aku ketika itu berdiri di tengah belokan tangga bersama sang ketua MPK, Vita disampingku. Benakku langsung saja sibuk mengomentari mereka, dan yang pertama kulihat adalah "Wah, mereka kok kinclong-kinclong? sedangkan anak smada kelihatan kusam semua". Bahkan teman-teman yang biasanya ku anggap kulitnya putih jadi terlihat gosong semua. Apalagi matahari Jum'at di Smada selalu panas dan terik.


"Mbak, Surabaya memang panas sekali ya?" tanya seorang guru dari Smansa Bogor. Aku pun hanya tersenyum menjawabnya, maklum saja karena dari kota hujan ke kota kemarau ya beginilah rasanya. Haha. "Panas pak, harusnya kita bawa AC aja tadi" Gurau salah satu cowok. Bahkan ada yang bercanda dan bilang gini "eh, kamu kan arab. Pasti udah biasa dengan yang kayak gini". Kebanyakan yang melintas lapangan sampai harus menutup diri mereka dengan jas atau jaket yang mereka bawa. Hoho, kebanyangkan seberapa teriknya hari itu? AC di aula sudah nggak terlalu berimbas =D

Setelah pembukaan, kami saling menunjukkan ciri khas maupun kebanggaan dari masing-masing sekolah. Pertama, Smada menanpilkan sebuah Tari Tradisional yang kemudian dilanjutkan oleh Paduan Suara dari SYS (Smada Youth Singer), setelah itu Tari Saman dari smansa, Akustik Smansa, dan Tari Yosakoi Smada dari ekskul Sakura (Self Jepang). Acara dilanjutkan dengan sparing basket antara Basket Smada dengan Basket Smansa. Sebelum kami semua berangkat kelapangan, seluruh ketua ekstrakulikuler Smada diminta maju ke depan. Kami semua di pasangkan dengan ekskul masing-masing yang serupa, ketika perwakilan SKI'2 di panggil oleh MC Smada, Ketua DKM Ar-Rahmah pun dipanggil oleh salah satu MPK smansa. Wah, pokoknya kayak penemuan dua insan untuk menjalin sebuah persahabatan gitu. Sampai waktu ketua ekskulnya mulai satu cowok satu cewek, temanku ada yang celetuk di belakangku "kok koyok ajang golek jodoh ngene!". Dan naas-nya, di Smansa nggak ada ekskul pelajaran kayak di Smada, Jadilah aku dan para sekbid 9 yang lain kebingungan. Akhirnya kita diminta gabung sama KIR juga.

Mulanya, setiap ekskul diminta untuk mengeluarkan 2 atau 3 perwakilan. Karena IMO begini kondisinya, adikku pun dengan meminta maaf ku suruh pulang saja :( Karna perwakilan KIR dari sana cuma ada dua, masak kita 3 x 6 berarti 18 orang? ckckckk.. Dua orang yang kenalan sama aku namanya Destina (a) dan Reiza (i). Wah, eman sekali aku nggak nanya nama lengkap mereka dan nggak minta identitas mereka. Tapi Reiza yang minta data kita, jadi tergantung dia deh mau ngehub dulu kapan. Karena kita sharing sambil nonton basket, akhirnya si Destin mutusin untuk nonton basket sambil ngobrol dengan adik kelas. Dan jadilah kayak para cewek yang ngerubung satu cowok. btw, setelah nanya ke Reiza, ternyata rombongan mereka itu 3 bis sekitar 120 orang. waa kayak ungsian aja, hehe. Setelah itu kami pun mengajaknya masuk sekolah untuk berkeliling dan melihat-lihat bangunan smadabaya. Dan tibalah kita semua di masjid as-salam dan memutuskan untuk sholat ashar di masjid. Begitu lewat lapangan, sudah bisa di tebak ke arah mana pandangan dan siulan sepenjuru lapangan tertuju, tak terhindarkan lagi momen si Reiza untuk di soraki teman-temannya. haha. Waktu di masjid aku juga ngobrol sebentar sama tim jurnalis, yang dari smansa namanya Iffah sama... *ups, lupa!*. Begitu sudah turun lagi ke lapangan, semua pada tuker2an nomer hape dan saling foto. Destin entah dimana, jadilah Reiza di tengah yang paling cantik foto dengan kita, kanannya 2cewek, kirinya 2cewek. Kali ini fotonya ada di mereka >.< trus aku juga foto sama iffah juga, ini pakai kamera anak fotografi Smada =3

Jam sudah menunjukkan pukul setegah lima. Artinyaa... Mereka harus pulang. Aaa, sebentar banget! kurang lamaa... Masih pengen kenalan sama yang lain-lain juga. Yah, semoga kita bisa mengadakan kunjungan balik ke sana dan tetap melanjutkan silaturrahmi ini. VIVA SMADA - VIVA SMADA - VIVA SMADA !!!

Minggu, 19 Februari 2012

Dakwah itu panjang, Sayang

.:: Kepada kalian, saudara-saudariku, adik-adikku, yang terlahir dari rahim mujahidah dakwah. yang dibina mula-mula di madrasah cinta oleh dua aktivis dakwah yang dulunya juga pernah melalui masa-masa kalian hari ini. kini saatnya kalian meneruskan langkah mulia mereka ::.

-juga bagi kalian yang telah Allah limpahkan rahmat mahabesar untuk berada di jalan ini bukan melalu perantara orang tua. semoga dari rumah yang akan kalian bangun nanti, semakin bertambahan madrasah-madrasah peradaban yang akan mencerahkan manusia, dunia, dan isinya.-

-----------------------------------------------------------------------------------------

Dakwah itu Panjang, Sayang.


Puluhan tahun yang lalu
Aku mengenal jalan dakwah ini
Dengan segala asa, secercah harapan kuraih
Dengan bismillah, segala rintang kuterjang
Dengan bismillah, aku iyakan ketika laki-laki shalih mengucap ijab qabul untukku
Bahkan ketika ijasah dokter masih jauuuh tergantung di angan-angan

Dakwah itu panjang Sayang ……
Hari demi hari kami rajut kehagiaan
Hari demi hari semakin kurasa gerak jantung dan tendangan kakimu di perutku
Hari demi hari semakin kuat mual dan muntahku
Hari demi hari aku kuatkan diriku
Kutolak cemooh semua orang, kasak kusuk semua orang, tuh mahasiswi kedokteran sudah punya anak, nrecel lagi,huh mau jadi apa dia
Kuteriakkan dengan pada mereka : kulahirkan karunia Allah buat dakwah, kulahirkan anak generasi Qur’an, kulahirkan anak penerus estafet asaku, agar tidak ada lagi keputus asaan
Karena engkau telah kunadzarkan untuk dakwah sejak dalam kandungan
Karena kamulah Sayang……aku kuat sampai sekarang

Dakwah itu panjang Sayang
Sekarang belasan tahun berlalu
Kusadari betapa semakin besar fitnah menghadang asaku
Semua mengepungku…..karir, kesibukan, internet, narkoba, pergaulan bebas sahabat-sahabatmu dan itu membuat peranku sebagai ibumu semakin tersisih
Engkau sudah bisa menolak ketika kuajak acara dakwah
Engkau sudah pintar dengan segala alasan untuk tidak dekat dengan dakwah
Sementara… rambutku semakin memutih, tulangku semakin linu, mataku semakin rabun, tenagaku semakin menipis……

Sementara kita semakin malu menyebut sebagai orang Indonesia
Yang menjadi budak di negeri orang, tapi menjadi koruptor di negeri sendiri
Wahai….masih adakah asa kusampirkan pada pundakmu Anakku Sayang
Kudengar bisikan malaikat untukku dan untukmu : Dakwah itu panjang Sayang
Wala taiasu…..jangan putus asa, itu firman Allah untuk kita….

Dengan tarbiyah akan kuraih asaku kembali
Dengan liqo-liqo rutinmu kutitipkan harapanku kembali
Dengan bimbingan murobi engkau melihat jendela dunia sebenarnya
Bahwa bangsamu, negaramu, Indonesiamu, sedang terpuruk jatuh…..

Engkaulah semangat itu
Engkaulah penyelamat bangsa
Engkaulah penerus estafet dakwah ini
Ijinkan dengan semakin keriputnya kulitku
Kutitipkan, kuamanahkan semua ini padamu…..

Dakwah itu panjang Sayang…..
Tidak hanya panjang, tapi juga berliku…. dan terjal berbatu
Sepanjang umur kami sampai mau berakhirpun….. kemenangan itu juga belum teraih
Engkaulah harapan itu….
Peganglah dakwah, perjuangkan dakwah, niscaya hidupmu akan mulia
Tinggikan dakwah, muliakan dakwah, niscaya jannah menunggumu
Sungguh….. harapan itu hanya ada padamu

----------------------------------------------------------------------------------------

Puisi yang dibacakan dalam acara yang diperuntukkan bagi para Wader (wanak kader) :) 

Sabtu, 18 Februari 2012

Pindang satu ton

Hari ini kita sekelas dihukum. eits, bukan karena kita nakal lho ya. tapi karena jam ke 3 dan 4 kita ada ulangan, sejak aku datang semua anak dikelas sudah pada sibuk belajar. Naasnya, guru yang membimbing olah raga kelas ini terkenal paling strict gitu. Begitu bel masuk bunyi, kita sudh siap-siap turun untuk olah raga. Tapi merapikan buku tidak secepat yang diperkirakan, dan do'a pun mulai melantun melalui speaker. Tak mungkin dilanjutkan, kita berhenti untuk baca do'a dikelas.

Aku sudah tau tabiatnya sang guru dan sudah menebak kalau kita pasti kena marah. "Turun sebelum bel, dan do'a dilapangan" begitu yang selalu dikatakan. Ternyata, cuma 3 orang yang sudah turun dari awal, dan bisa dipastikan cuma mereka yang bebas.

Dan tau hukumannya apa???
Jadi pindang beralaskan paving dan beratap langit. Tidur terlentang berjajar di tengah lapangan dari nomer satu sampai tiga puluh dua. Awalnya kita bingung, ini ngapain? karena malunya dilihatin kelas lain yang lagi olah raga juga kelihatannya kita geje, ngapaiiinn gitu? Tapi lama-lama, cuek deh. Lumayan bisa leyeh-leyeh bentar. Karena pagi itu awan nggak berbentuk dan hampir rata sama biru langit, aku jadi nggak bisa menghayal seperti yang biasa kulakukan di loteng rumah. Dan dimulailah cerita dan obrolan dari mulut kita. Yang paling aneh adalah waktu ngomongin kenampakan kita kalau dilihat dari lantai tiga. kayak apa ya? teman kanan kiriku mulai menyuarakan bayangan yang ada di kepalanya. Seketika aja kita ketawa ngakak waktu mbayangin apa yang diomongin setiap anak. Apalagi 80% dari kita sudah memakai nama dada. Jadilah lengkap tersajinya kami sebagai pindang terberat di dunia. Kta teman kananku, "Ntar kalau mau beli tinggal milih dari atas. Mau yang mana, ayo dipilih-dipilih." teruuuus, sampai aku mikirin beratnya tiap anak dan menyimpulkan kalau berat kita adalah lebih dari 1 ton.

Sayang karena itu jam pertama, selain 2 kelas lain yang olah raga, nggak ada anak lain yang berkeliaran di lapangan. Nggak ada fotonya deh._.


 Nah, mirip itu yang di atas. bedanya itu waktu LDKSII dan jumlahnya 54 kalo nggak salah. Trus nggak di lapangan dan cuma di aula. Gokiiill :))

Hukumannya belum selesai. Dari keadaan tidur itu kita harus sit up 50 kali dan dihitung bareng-bareng. Tapi alhamdulillah karena cuman sit up, kita mah kuat-kuat aja. Awalnya aku juga nggak capek sama sekali, mungkin cuma agak tegang aja otot perutnya, jadi ya gitu. Setelah itu kami pun boleh berdiri dan digiring ke luar gerbang sekolah. Yup, bisa ditebak kalau kita pasti lari. Entah kali ini macam gimana. Oh god, ternyata tes lari. yang perempuan dalam waktu 13 menit harus sudah mengelilingi SMA komplek sebanyak 2kali, dan yang anak laki-laki harus 2 putaran dalam 11 menit. Jujur aja aku seneng banget sama yang namanya lari, entah kenapa. Tapi apa lagi yang bisa diandalkan untuk dapet nilai bagus buatku. Voli, jago servant doang. Basket ngandalin lari, sepak bola cuma jadi penghalau sama ngejar. Yah, intinya aku cuma bisa lari. 

Kali waktu mulai lari setengah putaran, kok sudah kerasa capek banget ya. Aku pikir mungkin nggak kuat kalau harus dua kali. Tapi alhamdulillah lagi karena aku lagi fit (musim batuk pilek) jadi lebih bisa dikuat-kuatin. Satu setengah putaran, anak-anak mulai tertinggal. Pokoknya prinsipku itu jangan berhenti yang penting konstan. Tapi kok sendiri? eh, aku denger suara sepatu seseorang di belakangku. #gleg! ternyata si anak SKP yang ngejar aku. (disini aku berharap jangan sampai dia njajari langkahku) eh, bukannya apa, tapi yaa "himitsu" dong! dia mulai nyamai langkah, dan akhirnya aku berhenti lari dan mulai jalan. Tapi dia malah berhenti di depan nungguin (grrrr! >.<). Apalah daya, aku kembali lari dan melewati dia untuk lari semakin cepat tanpa henti. Di depan SMAN 9, aku mulai jalan karena sendirian. Eeh, si Gomin lari nyusul dan teriak "ayo huwaynaaa, semangaat!" sambil ngelewati dan terus lari. Karena aku gampang dipancing moodnya, langsung aja aku ikut lari ngekor dibelakangnya. Selain mumpung ada teman, kalau lihat orang semangat rasanya kenapa harus lemes? Dan syukurlah dia nggak berhenti, aku jadi sampai di gerbang sekiar menit ke 10 atau 11. perempuan pertama dan anak ke 5 (mungkin) yang sampai di sekolah. Huaa, capek, tapi seneng karena berhasil. Dimenit hampir ke dua belas, Anak-anak laki mulai datang, tapi mereka terlambat. Juga 2 anak perempuan yyang lebih dari 13 menit. Dan tau apa??? mereka harus bisa lari dua putaran lagi dengan waktu: cowok 15 menit, cewek 17 menit. Oh no! aku mungkin bakal pingsan (#plak! lebay)

<Itulah pengalaman aku dapat hukuman tergila (maksudnya pol "gak jelas"nya). Soalnya kalau paling menyengsarakan sih enggak. Olah raga sering lebih dan lebih-lebih sadis dari itu>

Oke, sekian. Tetep sehat, tetep semangat, supaya bisa tetep nulis lagi. Dadaaaah

Minggu, 12 Februari 2012

Glow in the dark


Waktu terus saja meluncur deras, lagi dan lagi
begitu saja terlangkahi, menanggalkan ragam pola tinta-tinta pena yang tercecer
noda hitam yang berkerak mungkin tak lagi bisa di kerat
terlalu pekat, terlalu tebal, dan terlalu-terlalu yang lain.

Adakah sedikit saja sisa ruang yang tak bernoda disana?
mungkin setetes deterjen bisa menjadi glow in the dark
let me to make a chance..
draw it again and make a picture with more colours
karna hening itu kembali menyeruak keluar dari kolongnya
but it's only like a sense of contemplation. maybe!

meskipun...
ah, mengapa hati ini selalu dilanda rasa ragu.
kemana jiwa-jiwa bersayap yang kulihat 4 tahun yang lalu?

I hope I can. be a glow in the dark and give a little light inside.
I'll fly away... to pick up my heart

-I hope, I'm glow in the dark-

Selasa, 07 Februari 2012

Proyektor berlayar catur

Sekarang pukul satu siang... Waktunya pelajaran Kesenian. Saatnya bagi kita untuk menggambar perspektif. Tapiii, seperti dalam postinganku yang sebelumnya, anak kelasku ini emang nakal. Kita sama sekali nggak nyiapin kerts gambar.. Dan Alhasil, sang guru yang baik hati dengan rela harus membelikan kami sejumlah kertas gambar di luar sekolah. Daaann, yaayyy. Jawabannya adalah jam kosong. hahahaa...


Itulah gambar yang bakalan kita buat. Selama guruku keluar, beliaunya nunjuk satu anak untuk jadi operator. Dan dalam PPT itu ternyata sudah lengkap sama tata cara pembuatannya. Satu lagi nih ulah kita, sang guru melarang keras bagi kita untuk ngopi PPT-nya. tapi tanpa sepengetahuannya, teman-teman satu persatu menancapkan flashdisknya di laptop sang guru. Mmm... yaa dengan sejujurnya harus ku akui, kalau aku adalah orang kedua yang melakukan itu. ._.v uppss..



Gambarnya ruet bangeeet.. dan kali ini kita bener-bener harus ngukur setiap detailnya dengan penggaris. Nggak kayak sebelumnya yang penuh dengan ilmu kira-kira. Huft.. Kalo diliat sekilas cuma kayak coretan-coretan yang nggak jelas bentuknya. Kayak papan catur cuyy.. haha.. Tapi aku seneng sama pelajan ini, gimana enggak kalau cita-citaku memang pengen jadi arsitek. :))

Oke deh, kayaknya bentar lagi sang guru datang. sudah hampir satu jam pelajaran berlalu gitu aja, dan bisa dipastikan tugas ini nggak akan selesai hari ini.  see yaa

Senin, 06 Februari 2012

Karena Kami Sepadan ( ' 3')


SEPADAN bisa diartikan sebagai setara alias memiliki tingkatan yang sama. Itu lah yang kami rasakan disini untuk tidak di anak tiri-kan. Kami semua hanyalah anak-anak istimewa yang memiliki jalan dan pemikiran sedikit lebih unik dari kebanyakan. 

Jika OASIS (ia1), SEATTLE (ia3), EUFORIA (1a4), FAMILY (ia5), JURASSIC PARK (ia6), ESSENCE (ia7), SPARTAN (ia8), dan dua kelas is (Ilmu Sosial) memiliki nama-nama keren untuk sebutan kelas mereka, kami juga sempat berdebat keras untuk memilih nama yang sesuai. Akhirnya, jadilah SEPADAN dengan kepanjangan Sebelas IPA Dua Teladan yang jika dipanjangkan lagi menjadi -Sebelas IPA Dua Telah Melewati Dua Bulan- (-,-)". Ada sedikit rahasia yang di sensor disini --'

Anak IPS meneriakkan "VIVALA SOCIALE"
Anak IPA menyorakkan "VIVALA SCIENCE"
Dan saat bersatu kami semua membahanakan "VIVA SMADA" tiga kali.
Tapi... Sepadan Menggemparkan dunia dengan "VIVA EL GRACIAS" nya.

Mulanya, aku juga merasa kurang senang dengan keberadaan kami yang disatukan. Benar-benar tidak cocok dengan pergaulan dan lingkunganku yang biasa. Hampir setiap hari kejengkelanku tak berujung karena onar mereka yang sering kelewatan. Hingga pada hari itu, tanggal 16 Agustus 2011. Aku sudah kehabisan kesabaran, mereka tak satupun peduli dengan apa yang akan kami tampilkan kelak pada perayaan hari pahlawan. Dengan usul seadanya dan debat yang hampir tidak berujung, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil alih semuanya. Dari masukan dan rangkaian kata-kata yang ku tangkap, aku pun mencari teks perjuangan bung tomo saat mengusir penjajah di Surabaya lengkap dengan lirik lagu "gebyar-gebyar". Di hari H, aku masih sibuk nggunting ini itu dan membagi tugas dengan "Sepadan". Akhirnya, aku lah yang maju di hadapan khalayak beserta dua anak cowok yang salah satunya harus kulatih dengan sedikit paksaan demi kelancaran pembacaan orasi kami. Dan tak disangka-sangka, Sepadan di akui dan dinyatakan sebagai juara satu penampilan tk. kelas sebelas ^-^.

Di kelas ini juga, aku banyak mendapatkan pelajaran baru. Waktu kelas sepuluh, aku sangat hati-hati saat berkumpul dengan anak-anak cowok karena aku tahu hukum ikhtilat dan akibat dari pengalaman saat SMP yang tidak mengenakkan. Tapi di Sepadan aku tidak bisa lagi mengandalkan siapa pun, hingga membuat diriku berinisiatif dan berharap bisa jadi penerang bagi kelasku. Itu memang harapan yang kupikir sangat impossible dan mungkin terlampau sombong. Setelah dilanda kegundahan dan galau berkepanjangan, aku tetap nggak tahu apa yang harus ku perbuat untuk itu semua. Sekarang... Ini agak mengejutkan buat diriku waktu menyadari kalau di Sepadanlah aku bisa berteman dengan semua tipe orang. Bahkan sering kali aku jadi korban bullying dan guyonan anak-anak cowok. Sebenernya aku dalam hati ketir-ketir sendiri takut kelewat batas, takut melanggar hijab, dan takut-takut yang lain. Tapi apalah daya diri yang lemah ini masih berharap bisa merangkul mereka dalah dekapan ukhuwah sehingga tak ada pilihan kecuali aku bisa dekat dengan mereka :') 

Setengah tahun sudah berlalu, aku cukup terlatih dengan kesabaranku disini. Disini aku merasa naif atau entahlah, karena selalu tersenyum dan tak pernah marah pada mereka. Tapi di rumah, kenapa aku nggak bisa seperti itu sewaktu adikku membuat sedikit onar, khususnya dengan rak buku-ku?. Aku teringat masa-masa aku begitu ngebosi di SD, mengatur dan memastikan semuanya dibawah kendaliku. Tapi menghadapi Sepadan membuatku sayang dan mengerti, mereka semua hanyalah anak-anak yang kebanyakan karena kurang kasih sayang, kurang pengertian, dan sebenarnya mereka semua itu tertekan dengan kondisi saat ini.

Saat salah satu SPARTAN bertandang mengunjungiku, ia mendapatiku mengenakan headphone yang bukan kebiasaanku. Ia pun menegurku, "Tumben?" sambil menunjuk kepalaku. Aku hanya tertawa menanggapinya. Karena sebenarnya aku hanya tetap nggak tahan dengan sound sistem kelas yang memutar lagu ajeb-ajeb, komplit sama anak-anak di kursi belakang yang main poker dan teriakan misuh-misuhnya yang sahut-sahutan.   Tapi detik demi detik yang bergulir membuatku sedikit memahami mereka. Kadang-kadang aku jadi tersenyum sedih saat melihat raut yang biasanya tak nampak, ekspresi frustasi waktu ada yang mengeluh karena tidak memahami fisika sedikitpun, atau curcol yang terlontar tiba2. 

Hari ini, aku duduk bertiga sebangku. Biasanya, aku nggak pernah mau duduk selain dimeja paling depan dengan alasan nggak konsen. Saat itu, di deret terdepan yang duduk adalah 2 anak cowok, dan aku di deret kedua. Sesekali mereka bercanda dan mengajak kami (me n my deskmate) bicara ataupun tanya-tanya. Tiba-tiba si mr.G berkata, "Ternyata aku baru nyadar kalau selama ini salah pergaulan". aku pun tertawa, "Nyadar??" guyonku merasa lucu dengan ucapannya. si mr.A yang disebelahnya juga nanggapi dengan pengakuan yang sama. Tapi setelah itu sebelahnya menyahuti "Mendinglah aku jadi brrrmm brmm (read: trek2an n balapan liar) ketimbang dadi freak". Astaghfirullah... Akhirnya akupun melanjutkan pengerjaan fisika-ku karena pandangan sang ibunda guru telah mengarah pada kami. Belum ada 5 menit, si mr.G terlihat sangat frustasi sambil menjambak2 rambutnya. "Gae opo seh iki? mbare'an yo gak kanggo ae lho engkok!".  Beberapa obrolan bisik2 pun mengalir. Yang aku ingat adalah saat aku bertanya ke ms.R "Terus, apa cita-cita mu? mimpimu?". Dia hanya tertawa2 dan mencandainya ingin jadi orang kaya, "eh, tapi gampang nek iku. Garek golek bojo sing sugih!"... hmmm, aku tercenung untuk kesekian kalinya. Aku percaya, setiap pengorbanan itu nggak ada yang sia-sia, begitu pula dengan ini. Yah, memang sudah bukan hal aneh saat mendengar beberapa anak berkata seperti itu. Begitulah Sepadan. 

Berjuta lamunan sudah terlewati buatku. "Begitu banyak kesamaan di antara mereka semua. Pantaslah kami di satukan, berlawanan 180 derajat dengan SPARTAN yang keseluruhan juga setipe. Sekarang, apa berarti aku juga sama? berarti aku juga mengasihani diriku? Apa sebenarnya ada tujuan lain dengan memasukkanku kesana?" hmph -,- Ada dua orang lagi yang semodel sama aku. Mereka study oriented, hobi baca dan nggak suka ngobus di tengah pelajaran, juga pusat guyonan dan keganjenan >_< Zzz..

Logo Sepadan itu sangatlah berarti jika saja kami semua mampu memahami dan menyerap arti yang tersirat di dalamnya. Selogannya "hart arbeiten, um erfolg zu erzielen" yang berarti "bekerja keras untuk mencapai keberhasilan". Mungkin terlalu banyak kekecewaan yang mereka dapat sehingga tak mampu mempercayai lagi kata2, motivasi, maupun sugesti.
Kata sebangku-ku, " Hidup tidaklah semudah perkataan Mario Teguh"

Padahal buatku, nomer satu adalah Niat dan kemauan, nomer dua adalah percaya dan yakin.

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti