Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

Hanya demi yang disini



Ketika bunga bermekaran
Kupu-kupu indah dengan sayap mungilnya mengepak dengan ceria
Bermain dan tertawa nyaring berpesta ria diatas para nona-nona berkelopak
Pun pula matahari yang tak pernah segan dan malu menunjukkan sulur semangatnya
Menyorot kuat, mencipta berkas-berkas cahaya yang meramaikan pesta raya para tuan bersayap
Hanya berbahagia
Menertawakan kejadian-kejadian menakjubkan dihadapan alam raya
Hingga tak disangkal, pelangi indah bak pintalan benang-benang sutra halus terbentang dengan anggunnya diujung horizon sana
Jauh, tak lain hanyalah seberkas warna-warna permata bersinarkan cahaya sang surya

Hanya demi yang disini
yang perutnya tergelitik geli seakan burung-burung pipit bersiulan didalamnya
Mengajak sang empunya menyanyi riang
Mendendangkan ringan not-not rumit yang saling bersimpul dan bersinggungan

Hanya demi yang disini
yang tak henti mengucap tasbih, tahmid, dan tahlil atas semua karunia
Merayu sang empu hingga tak henti terkembangkan raut indahnya
Bahagia dengan semua yang ada

Hanya demi yang disini
Agar senantiasa tercurahkan rasa terimakasihnya kepada yang disana
Dia


Rabu, 02 Januari 2013

Senja yang kusuka

Aku suka senja
dia yang tenang selalu terlihat bijaksana.
nampak sendu dengan rona kemerahannya.
Mengingatkanku pada harmonisnya hidup hanya dengan memandangnya.

Aku suka senja
dia yang ceria dengan bertorehkan ribuan warna.
Berpadu dan membahu, membangun prisma-prisma berpendar indah.
Menegurku untuk tak lupa bertasbih atas segala kebahagiaan ini.

tapi aku tak suka senja
yang segera saja tertelan malam tanpa perlawanan,
ke dalam gelapnya ke-ghaib-an.

Setidaknya itu menjagaku untuk selalu ingat akan hidup yang tak selamanya

Terima kasih senja
                               Terima kasih Allah :)

Sabtu, 08 Desember 2012

Rinai dalam bingkai jendela

Disini sepi...
benar-benar sunyi yang mencekam...
kecuali para guntur yang terus menggelegar tanpa toleran...

Aku tahu,
rintihan kecil ini mungkin akan pecah tak lama lagi
menatap semesta kosong, hanya dengan sore-nya yang kelabu
tanpa rona merah, pun tanpa segerat mentari keemasannya.
Sesekali, senyumku terkembang sendu,
mengingat perjuangan yang berharga tinggi
dengan segumpal besar harapan dan seuntai rinai-rinai rindu.

Senja pengobat rindu itu kini tak lagi ada...
Meski dengan penantian panjang penuh harap,
aku tahu ia harus melalui semua samudera dan benua untuk bisa hadir di sini.

Tak mengapa...
luapan rindu dari langit ini akan memupuskan semuanya
ketika hujan dalam bingkai jendela kembali ku pandang dalam keterpanaan.
Menghapuskan kegundahan,
dan membawa sebuah dunia impian ke dalam pelukan.
Yang dengan keharmonisannya,
akan membawaku berlarian jauh hingga ke puncak khatulistiwa,
juga membimbingku dengan sepenuh kasihnya.

Dari balik bingkai ini...
aku akan memperjuangkan semuanya dengan segenap kemampuanku
meski dalam kesendirian yang menyedihkan,
meski dalam rindu yang menghimpit kalbu.

Dengan kedua bola mata yang memandang rinai-rinai hujan ini...
ku simpan tekad kuat.
Aku akan merasakan riak-riak hujan pemupus rindu itu dengan jemariku,
aku akan mendekapnya kuat bahkan dengan setiap jengkal yang ku mampu.
Dengan berbekal senyum sendu,
tanpa terlupa...
sepaket rinai dalam bingkai jendela.



Senin, 21 Mei 2012

bintang kepada bulan


Malam ini, bintang-bintang kecil nampak tersenyum malu-malu
kilau mungil dalam balutan langit kelam penuh misteri
sunyi nan damai, terhanyut dalam harmoni sebuah symphony merdu
Saat ketentraman hadir dalam ilusi nyata
menghantar mimpi-mimpi penuh warna dalam asa
mengusik kesedihan hingga membawanya tiada di jumpa

Kesendirian tak lagi mencekam
menghanyutkanku dalam larutan bait-bait rindu
Ketika sebuah renungan menyusup lembut ke dalam kalbu
mencuci segala noda tak luput pula sejumput debu

Dalam kesunyian panjang yang seakan tak berujung tiada tara
kesadaran utuh menyanggah malam teruntuk siang
menjaganya hingga tak lagi tergelepar tanpa daya
menyanggah segala gundah dan kebimbangan tak berbayang
mengaduk pikiran-pikiran padat seakan tak lagi tersedia secelah pun ruang

Alangkah syahdu berdiam dalam kepompong
tanpa tekanan tanpa paksaan
hanya demi secuil kepastian dalam benderang sinar bulan
menanti esok...
Esok yang tak lagi sama tanpa secercah pun keraguan.



Sabtu, 03 Maret 2012

New Age, sweet 17




Tak terasa waktu bergulir begitu cepatnya
Hingga serpihan-serpihan kecil sekali lagi kembali terbaikan
Puzzle yang tersusun memang belum (bahkan jauh) dari sempurna
Hanya ku yakini kemampuan diri untuk menambal segala lubang itu
Bersabarlah, ini masih dalam proses pencarian bertahap
Tapi sabar.. Sabar saja semuanya

Aku tahu ini baru, meski tidak benar-benar baru
Hanya angka. Seperti tahun-tahun lalu
Sungguh, tak lebih dari itu!
Melainkan do'a dan harapan yang semakin besar melambung
Permohonan perlindungan dari setan-setan kegelapan
Juga segala bentuk eksperimennya

Kumohon pahamilah posisi ini
Aku bukan lagi aku
Tapi aku tahu, aku akan kembali jadi aku
Di umur baru, umur ke 17
Bersabarlah, karena aku berusaha untuk tawazzun :)
Hanya itu.

~ (03 03 3003) ~

Minggu, 12 Februari 2012

Glow in the dark


Waktu terus saja meluncur deras, lagi dan lagi
begitu saja terlangkahi, menanggalkan ragam pola tinta-tinta pena yang tercecer
noda hitam yang berkerak mungkin tak lagi bisa di kerat
terlalu pekat, terlalu tebal, dan terlalu-terlalu yang lain.

Adakah sedikit saja sisa ruang yang tak bernoda disana?
mungkin setetes deterjen bisa menjadi glow in the dark
let me to make a chance..
draw it again and make a picture with more colours
karna hening itu kembali menyeruak keluar dari kolongnya
but it's only like a sense of contemplation. maybe!

meskipun...
ah, mengapa hati ini selalu dilanda rasa ragu.
kemana jiwa-jiwa bersayap yang kulihat 4 tahun yang lalu?

I hope I can. be a glow in the dark and give a little light inside.
I'll fly away... to pick up my heart

-I hope, I'm glow in the dark-

Senin, 19 Desember 2011

Truth or dare


Bola hijau plastik melambung tinggi
menebar kekalutan dalam detak-detak yang berkejaran
menampis udara penuh harap
seakan memungkinkan tuk berubah haluan

hap!
Bola hijau plastik melambung tinggi 
dewi fortuna berdiri disisi
tangkupan tepat nan akurat
berharap banyak dengan debaran kencang
hingga angin-angin meniupnya ke dunia

TRUTH or DARE?

petuah mematikan terungkap
menyingkap kekalutan dalam derai tawa
satu lagi telah ada
korban dari tirai yang tersingkap

satu kata yang mungkin tanpa makna
satu kalimat tak menjadikan berkesinambung
kecuali memilih 
meski rona-rona semu tersenyum lembut

Minggu, 11 Desember 2011

Rapuh


Detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang, suka dan duka, tangis dan tawa,
tergores abstrak bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi hadir bagai teman sejati
Diantara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepada-Mu yang terindah dalam hidupku

Meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia dan berpaling dari Mu,
Namun ku yakin tiadalah lain..
Cinta dan Jiwa yang tertunduk tulus hanya pada yang satu.

Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dadaku berharap hanya diri-Mu..
Yaa Allahu Rabbal 'Alamin...

Kamis, 01 Desember 2011

Siluet memesona



Teringat satu hari yang lalu...
Siluet memesona.
Saat semuanya menjadi terang, segalanya menjadi ringan.
Tanpa kata, tanpa suara, hanya sekedar sorotan cahaya.

Kala senja semakin gelap, duniaku menjadi kelabu.
Tak seorang pun memedulikanku, kecuali lukisan-lukisan kaca itu.
Ku simpan suara, hanya langkah dalam diam di samping para seniman dengan cat kayu dan thinner.

Deg.
kau berlalu dengan tangan ternoda, bukan hal biasa.
Sungguh, dalam sirat yang kusembunyikan itu ada siluet memesona.
Bukan biasa, bukan biasa, itu sangat tidak lah biasa.

Ku berpaling ke rumah Sang Maha Kuasa.
Hanya tak ingin ku nodai lagi.

"Winaa.. peluk akuu.." ku dengar Dissa berteriak seraya merentangkan tangannya.
Satu alisku tertarik ke atas. Heran.
Hanya dengan senyuman, pun ku balas ia.
Aku tau!
Tanpa kata, tanpa suara, hanya sekedar sorotan cahaya.
Aku tersipu.

Kau.

Kau?
Detak jantungku serasa melambat.

Khumaira' menampakkan wajahnya, seraya tertawa untuk menyembunyikannya.
Memendam dalam, mengubur siluet memesona.
Tidak, nyaris tak sanggup kecuali secuil.

Hanya siluet memesona :')

Sabtu, 19 November 2011

Jalan Cinta para Pejuang

wahai diri…
tak bosan bosan aku mengingatkanmu, bahwa kita masih dalam perjalanan panjang……
jalan para pejuang dan para pujangga peradaban nan mulia. jalan peperangan panjang para kesatria yang miliki kekuatan ruhiyah dan kemurnian ibadah. jalan tak bertepi hingga menapak tamantaman syurga. hingga syahid menjadi akhir dari segala….
apa kau letih kawan? kau lelah?
aku pun iya

tapi, lupakanlah!
tak ada waktu untuk berkesah
teruslah bergerak, berhentilah mengeluh
pegang erat pundakku dan saling menguatkan ketika mulai terjatuh
hancurkan thagutthagut yang merupa dalam hati. memenggal setiap leherleher berhala yang bersemedi di jiwa. menerjang belantara hawa nafsu yang kian meraja dan setan yang terus menggoda…
dan doa-doa yang kita titipkan dalam sujud-sujud panjang. juga mimpi-mimpi yang kita rangkai di langit-langit malam bersama milyaran bintang. tak hanya sekadar merasa bisa, tapi juga bisa merasa. sejarah masih mencari aktoraktor baru untuk menuntaskan skenario abadi ini…
tidakkah kau ingin ikut mengambil bagian? menapak jejak-jejak kesholehan. menggenggam kuat dua pusaka yang telah diwariskan: alQuran al-Karim dan sunnah Rasul yang mulia. juga surat yang dituliskan dengan dua warna: hitam pena para ulama dan merah darah para syuhada’….
wahai Rabb,

sampaikanlah salamku padanya,
pada mereka yang dulu berteriak lantang: Hayya Bil Jihad!!
pada mereka yang dulu merangkulku erat dan menasehatiku agar tak jatuh.
sampaikanlah salamku padanya,
pada mereka yang dulu berjanji untuk selalu bersama dakwah.
pada mereka yang dulu mengajariku arti perjuangan dan makna keikhlasan.

kembalilah!!

kembalilah pada bingkai garis keteladanan yang mulia…
kembalilah pada barisan Ghuroba’ yang mencintai Allah dan Allahpun mencintaiNya.
berapa banyak lagi tamparan yang kau butuhkan untuk menyadarkanmu? tidakkah kau lihat fitnah bertebaran membolak balikkan haq dan batil dalam seketika. juga bumi yang semakin renta. semua manusia sedang menanti kedatangannya. saatnya hampir tiba. umat telah memanggil-manggil jiwamu. Islam telah menantimu menuju puncak kejayaan…..


from : tarbiyahislamiyah.net

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters