Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Senin, 11 Februari 2013

Jadi Lumpur Yang Gimana Dulu?


Jika dalam sekubang lumpur di pertambangan emas kita ambil, kemudian tinggal di usahakan sedikit agar diantara keduanya terpisah menjadi dua bagian yang berbeda, emas dan pasir...
Maka seperti yang kita tahu, hasilnya adalah butiran emas yang sangat berharga.
Apakah ini mengherankan jika hasilnya selalu saja emas-emas yang berkilauan? tentu tidak.
Karena yang namanya emas memang sudah indah dari sananya.

Inputnya sudah bagus, tinggal diasah sedikit saja outputnya pun akan menjadi sangat menakjubkan.

Lain halnya dengan lumpur.
Sesuatu yang nampak menjijikkan, tidak berguna, bahkan sering kali hanya dianggap sebagai pengotor lingkungan saja. 
Hingga akhirnya datanglah para pengrajin yang kemudian mengelola lumpur tersebut menjadi aneka hiasan gerabah, genting, juga batu bata. Dengan kualitas pembuatan yang baik, semua itu akan menjadi hal-hal yang menjanjikan, menghasilkan dan berubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan harga di pasaran.

Inilah tantangan!

Akankah kita menjadi yang terbuang dan terabaikan? maka, jadikanlah diri kita gerabah-gerabah indah yang bernilai sangat tinggi. Dengan usaha dan kerja keras yang total, kamu bahkan akan mampu mengalahkan keindahan para emas dan mengalahkan setinggi-tinggi harga jual mereka.

Sekarang, kita tidak perlu iri dengan tetangga kan? =))
Nggak ada yang nggak mungkin.
Dengan mimpi, pertimbangan prospek kedepan, strategi, juga action.
kecuali kayak kata devy (my deskmate): yang nggak mungkin ya mbangunkan "polisi tidur". hehehe

Kamis, 07 Februari 2013

Menyiapkan 1000 Sayap

Mungkin ini agaknya tidaklah masuk di akal.
tidaklah pula realistis di pikiran.
tapi siapa pula praduganya, bahwasana inilah idealisnya.

Lalu apa?
dengan kursi yang terbilang, juga poin-poin yang jauh dari level aman?

Inilah yang bisa ku iringkan dengan doa dan ikhtiar.

Menyusun helai demi helai bulu-bulu putih selembut beledu.
merangkai dengan sabar hingga teronce sepaket sayap siap kepak.
hanya ini, sebanyak-banyak rangkaian hingga akhir waktu.
menyiapkan 1000 sayap kokoh penuh harapan

tuk membantuku terbang, mengantarkanku ke penghujung senja yang kelabu.

semoga ini bukan bibit riya' maupun ujub.
tetapi sekadar menebar harapan agar tumbuh menjadi berpasang-pasang sayap berrusuk kokoh nan kuat, yang kan mengepak tangguh ke jenjang demi jenjang rangkaian pelangi masa depan.

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti