Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Minggu, 19 Februari 2012

Dakwah itu panjang, Sayang

.:: Kepada kalian, saudara-saudariku, adik-adikku, yang terlahir dari rahim mujahidah dakwah. yang dibina mula-mula di madrasah cinta oleh dua aktivis dakwah yang dulunya juga pernah melalui masa-masa kalian hari ini. kini saatnya kalian meneruskan langkah mulia mereka ::.

-juga bagi kalian yang telah Allah limpahkan rahmat mahabesar untuk berada di jalan ini bukan melalu perantara orang tua. semoga dari rumah yang akan kalian bangun nanti, semakin bertambahan madrasah-madrasah peradaban yang akan mencerahkan manusia, dunia, dan isinya.-

-----------------------------------------------------------------------------------------

Dakwah itu Panjang, Sayang.


Puluhan tahun yang lalu
Aku mengenal jalan dakwah ini
Dengan segala asa, secercah harapan kuraih
Dengan bismillah, segala rintang kuterjang
Dengan bismillah, aku iyakan ketika laki-laki shalih mengucap ijab qabul untukku
Bahkan ketika ijasah dokter masih jauuuh tergantung di angan-angan

Dakwah itu panjang Sayang ……
Hari demi hari kami rajut kehagiaan
Hari demi hari semakin kurasa gerak jantung dan tendangan kakimu di perutku
Hari demi hari semakin kuat mual dan muntahku
Hari demi hari aku kuatkan diriku
Kutolak cemooh semua orang, kasak kusuk semua orang, tuh mahasiswi kedokteran sudah punya anak, nrecel lagi,huh mau jadi apa dia
Kuteriakkan dengan pada mereka : kulahirkan karunia Allah buat dakwah, kulahirkan anak generasi Qur’an, kulahirkan anak penerus estafet asaku, agar tidak ada lagi keputus asaan
Karena engkau telah kunadzarkan untuk dakwah sejak dalam kandungan
Karena kamulah Sayang……aku kuat sampai sekarang

Dakwah itu panjang Sayang
Sekarang belasan tahun berlalu
Kusadari betapa semakin besar fitnah menghadang asaku
Semua mengepungku…..karir, kesibukan, internet, narkoba, pergaulan bebas sahabat-sahabatmu dan itu membuat peranku sebagai ibumu semakin tersisih
Engkau sudah bisa menolak ketika kuajak acara dakwah
Engkau sudah pintar dengan segala alasan untuk tidak dekat dengan dakwah
Sementara… rambutku semakin memutih, tulangku semakin linu, mataku semakin rabun, tenagaku semakin menipis……

Sementara kita semakin malu menyebut sebagai orang Indonesia
Yang menjadi budak di negeri orang, tapi menjadi koruptor di negeri sendiri
Wahai….masih adakah asa kusampirkan pada pundakmu Anakku Sayang
Kudengar bisikan malaikat untukku dan untukmu : Dakwah itu panjang Sayang
Wala taiasu…..jangan putus asa, itu firman Allah untuk kita….

Dengan tarbiyah akan kuraih asaku kembali
Dengan liqo-liqo rutinmu kutitipkan harapanku kembali
Dengan bimbingan murobi engkau melihat jendela dunia sebenarnya
Bahwa bangsamu, negaramu, Indonesiamu, sedang terpuruk jatuh…..

Engkaulah semangat itu
Engkaulah penyelamat bangsa
Engkaulah penerus estafet dakwah ini
Ijinkan dengan semakin keriputnya kulitku
Kutitipkan, kuamanahkan semua ini padamu…..

Dakwah itu panjang Sayang…..
Tidak hanya panjang, tapi juga berliku…. dan terjal berbatu
Sepanjang umur kami sampai mau berakhirpun….. kemenangan itu juga belum teraih
Engkaulah harapan itu….
Peganglah dakwah, perjuangkan dakwah, niscaya hidupmu akan mulia
Tinggikan dakwah, muliakan dakwah, niscaya jannah menunggumu
Sungguh….. harapan itu hanya ada padamu

----------------------------------------------------------------------------------------

Puisi yang dibacakan dalam acara yang diperuntukkan bagi para Wader (wanak kader) :) 

4 Komentarmu..:

Aasiyah Humnah mengatakan...

Subhanallah, saya jadi semangaat... :D
jazakillahu khaiir mbak :D

Aulia Wahyu Maulidya mengatakan...

Hamasah win \(^-^)/

Syifa Azz mengatakan...

moga kita istoqomah menjalankan tali dakwah ini ya :)

Wina Zhonniwa mengatakan...

Aamiin.. Semoga harapan ummi dan abi bisa terwujud. terima kasih atas segala ilmu dan pengorbanan kalian shingga kami semua bisa berdiri disini dan menjadi orang yang insyaAllah akan senantiasa melanjutkan perjalanan dakwah ini :)

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti