Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Senin, 11 Januari 2016

Abu - abu

Besok besar mau jadi apa? Duluu sekali pertanyaan itu kerap di lontarkan. Hingga kini pertanyaan itu pun berkembang seiring meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti yang diduga karna jawaban selalu dalam satu tema bidang.

Hingga satu statement yang menjadi titik balik semuanya.

Menjadi salah satu anak flash, cucu ironman, dan majikan bold. Tapi kalau ditanya, besok lulus mau jadi apa? Jawabmu “abu-abu”. Memang bukan jalan yang salah karena cita-cita besar yang terselip disini menjadikannya layak untuk diperjuangkan. Cuma belum menemukan caranya menuju kesana.

Someone said, “hakekatnya orang multi talent itu orang bingung”. Iya, Abu-abu sampai bisa memutuskan mau jadi putih atau hitam.

Senin, 21 Desember 2015

Bukan Aku

Terbaca, seseorang menulis ini : “Bila menjadi diri sendiri itu lebih indah, mengapa kekhawatiran itu masih ada di hatimu sayang?”

Ning berjaket kuning bercerita padaku beberapa hari yang lalu. Ini cerita tentang kedudukan kami dengan dua posisi bertitle serupa namun memiliki background yang berlawanan. Tentang merpati2 yang pernah kupelihara, terbang menelusuri jejakku yang melalang buana ke antah berantah nan tiada berujung. Ini tentang kami, yang kata ning jaket kuning “melawan hati nurani”.

Karena menjadi berbeda itu berat, tapi tak berarti latah yang membudaya harus diikuti. Memaksakan “ya” dan “harus” ditengah ketidakpahaman. Tidak, seharusnya tidak demikian, bahkan mr-mr pun mengajarkan keluwesan dalam bermuamalah.

Akankah berlian dan mutiara itu menggelapkan? pesta itu melalaikan? Ataukah aligator-aligator itu telah menjerumuskan? Those, what i’m scared about. You lost.

Agaknya nuri lebih mudah kurawat dibanding seekor merpati. Dengan setengah kadar harap, doaku mengarahkan kepak mereka ke peraduan cinta yang tepat. Sungguh, itu bukan aku yang meminta mereka melempar sepatu di tandon. Itu bukan aku yang membuang senyum karna sebuah sapaan. Sungguh, alur pengaderan ini jauh berbeda.

Satu hal, kuputuskan untuk tidak mengacau pun mengiyakan. Tak pernah bisa kami pungkiri, sebuah sarang semut adalah markas koloni yang terorganisir dan berkedudukan, dan kami-lah semut merah semut merah itu. Penciptaan kader adalah duplikasi visi.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Pernahkah ?

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat suatu kebaikan untuk seseorang? Itu adalah Allah yang sedang berbicara padamu dan mengetuk pintu hatimu. (Q.S 4:114, 2:195, 28:77)
.
Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang disekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati? Itu adalah Allah yang sedang rindu padamu dan ingin kau berbicara pada-Nya. (Q.S 12:86)
.
Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, kau bertemu dengannya atau kau menerima telepon darinya? Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu.
.
Tidak ada yang namanya kebetulan. (Q.S 3:190-191)
.
Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan namun sulit untuk didapatkan? Itu adalah Allah yang mengetahui dan mendengar suara batinmu yang kau taburkan sebelumnya. (Q.S 65:2-3)
.
Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan? Itu adalah saat Allah mengizinkan kau untuk diuji dan Allah ingin mendengar suara rintihan serta do'amu. Agar kau menyadari akan keberadaan-Nya..
Karena Dia tau kau sudah mulai melupakan-Nya dalam kesenangan. (Q.S 47:31, 32:21)
.
Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa Kasih dan Kuasa Allah selalu ada disaat manusia merasa dirinya tak mampu.
.
Karena Allah berkata:
"Jangan khawatir, Aku disini bersamamu." (Q.S 2:214, 2:186)

-repost remaja muslim-

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti