Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Selasa, 21 April 2015

Baiat ELIN XXIII @cuban tengah


Salah satu tugas besar pejuang sekber akhirnya tuntas sudah kemarin minggu, 19 april 2015.
Yah, meskipun aku bukan pejuang sekber yang baik buat mereka, tapi seperti kawan-kawan elin 22 yang lain, kita merasa sangat bangga karena berhasil melampaui titik puncak ini. hmm.. ternyata ini toh yang namanya baiat.. hihihi.. ungkapan lucu ini beberapa kali terlontar dari mulut teman elin 22. Maklum, kita dulu nggak sampai di baiat. Loyalitas kita sudah nggak perlu lagi diuji dan disogok meskipun seandainya kita diminta baiat bareng elin 23.

Welcome elin 23, selamat datang di keluarga besar teknik elektro Industri dengan segala naik-turun dan tantangannya! ^^ Asal tau aja, elin itu super duper ekstra keren. Kenapa? tau jurusan industri gradenya setinggi apa? tau elektro tingkatannya sesulit apa? gimana dengan gabungan keduanya, elektro industri???

Antara nyesel dan beruntung sih jadi SC outbond. Beruntung karena aku jadi punya banyak koneksi dengan warga, juga wewenang khusus dalam berhadapan dengan adik-adiknya. Meskipun masih ada rasa bersalah karena aku adalah SC tergabut diantara delapan SC lainnya. Merasa yang terbodoh dan yang paling nggak paham konsep dibanding yang lain. hehe. Tapi senengnya bukan main waktu SC OPP, SC OB, sama KPU dikumpulkan dan diberi banyak wejangan sebelum akhirnya jaket merah kebanggaan ELIN di amanahkan ke kita sebagai pewaris tonggak estafet keluarga besar ini.

Tidak selamanya ini berakhir buruk, tidak selamanya ini menjadi sesuatu yang salah. Tinggal bagaimana pembinaan dan pembiasaan yang kita didikkan kepada generasi dibawah kita.

ELIN 22 MANTAP!!!
ELIN POWER JOSS JOSS JOSS!!!

Jumat, 03 April 2015

Kesalahan Berfikir

Awal tahun 2015 ini Indonesia banyak diramaikan oleh isu media yang beritanya terus silih berganti. Menurut penuturan beberapa orang, merupakan sesuatu yang sangat lumrah kalau ada satu berita booming dan tidak terselesaikan, maka harus dimunculkan satu berita yang lebih hot yang akan menjadi tranding topic dan menggeser posisi berita yang tak terselesaikan tersebut. Tapi karena jeda pergantiannya sangat dekat antara satu berita dengan yang lain, ditambah saya yang lebih sering melihat sosmed dibanding TV yang berjalan dinamis, hanya bisa scanning, berpikir, mengelola, merangkainya dalam otak, dan berakhir pada suatu kesimpulan.

That's it, everyone have their opinion and conclusion! so am I.

It doesn't matter kalau hanya sekedar perbedaan pendapat, kata orang perbedaan itulah yang membuat hidup jadi indah. Tapi lain halnya ketika perbedaan itu tidak dibersamai dengan sikap saling menghargai. Menghargai pendapat, menghargai perbedaan, menghargai hidup setiap orang, meredam emosi dan mencoba untuk selalu bertindak dengan bijak.

Tapi semakin kesini, peperangan semakin menjadi jadi. Perang politik, perang kekuasaan, bahkan sekalipun bukti kebenaran sudah terpampang jelas di depan mata, ego golongan masih saja dikedepankan. *sigh* Biarpun brain storming dan brain washing terjadi dimana-mana, tengok sajalah pada hati terdalammu. Dimana hal-hal yang "manusiawi" itu sering kali terpendam terlalu dalam.

Jangan terlalu membenci orang-orang yang bersebrangan dan yang bersinggungan denganmu. Jika memang kau tak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam kepala, atau usulmu tak bisa juga diterima, maka tak perlu banyak cakap lagi, kamu lah yang seharusnya membawa dirimu kesana untuk melakukannya.

Yang ditakutkan dunia saat ini adalah MUSLIM NEGARAWAN.
Lihat berapa banyak yang diturunkan, dan seakan akan dia bersalah atas kinerjanya. Melainkan dikarenakan seorang muslim negarawan memiliki misi yang lebih besar dibandingkan golongan yang ingin berkuasa. Semuanya semata-mata karena Allah akan meminta pertanggung jawabannya kelak. Dan kalian yang sangat membenci pemerintah dan selalu memilih untuk berlepas tangan, apakah kalian pikir kalian juga akan terbebas dari pertanggung jawaban atas tindakan lepas tangan tersebut? Kalian bisa berjalan tenang disitu, bisa berdakwah sebebas yang kau mau karena ada tangan-tangan yang masih berusaha memperjuangkannya di atas sana. Tapi sayang sekali terlalu banyak yang tidak melihat sedangkan media tanpa henti melalaikan penontonnya.

Manhaj A, B, C, D, dsb... It's okay. Selama dasar kita sama, ketauhidan kita sama, rukunnya juga sama, aku rasa kita bersaudara. Ya, Sesama muslim itu bersaudara. Yang lebih patut kita hadapi bersama adalah yang mengadu domba kita, yang secara kasat mata pun kita tahu mereka bukan saudara kita.

#IamTarbiyah

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti