Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Senin, 21 Desember 2015

Bukan Aku

Terbaca, seseorang menulis ini : “Bila menjadi diri sendiri itu lebih indah, mengapa kekhawatiran itu masih ada di hatimu sayang?”

Ning berjaket kuning bercerita padaku beberapa hari yang lalu. Ini cerita tentang kedudukan kami dengan dua posisi bertitle serupa namun memiliki background yang berlawanan. Tentang merpati2 yang pernah kupelihara, terbang menelusuri jejakku yang melalang buana ke antah berantah nan tiada berujung. Ini tentang kami, yang kata ning jaket kuning “melawan hati nurani”.

Karena menjadi berbeda itu berat, tapi tak berarti latah yang membudaya harus diikuti. Memaksakan “ya” dan “harus” ditengah ketidakpahaman. Tidak, seharusnya tidak demikian, bahkan mr-mr pun mengajarkan keluwesan dalam bermuamalah.

Akankah berlian dan mutiara itu menggelapkan? pesta itu melalaikan? Ataukah aligator-aligator itu telah menjerumuskan? Those, what i’m scared about. You lost.

Agaknya nuri lebih mudah kurawat dibanding seekor merpati. Dengan setengah kadar harap, doaku mengarahkan kepak mereka ke peraduan cinta yang tepat. Sungguh, itu bukan aku yang meminta mereka melempar sepatu di tandon. Itu bukan aku yang membuang senyum karna sebuah sapaan. Sungguh, alur pengaderan ini jauh berbeda.

Satu hal, kuputuskan untuk tidak mengacau pun mengiyakan. Tak pernah bisa kami pungkiri, sebuah sarang semut adalah markas koloni yang terorganisir dan berkedudukan, dan kami-lah semut merah semut merah itu. Penciptaan kader adalah duplikasi visi.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Pernahkah ?

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat suatu kebaikan untuk seseorang? Itu adalah Allah yang sedang berbicara padamu dan mengetuk pintu hatimu. (Q.S 4:114, 2:195, 28:77)
.
Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang disekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati? Itu adalah Allah yang sedang rindu padamu dan ingin kau berbicara pada-Nya. (Q.S 12:86)
.
Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, kau bertemu dengannya atau kau menerima telepon darinya? Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu.
.
Tidak ada yang namanya kebetulan. (Q.S 3:190-191)
.
Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan namun sulit untuk didapatkan? Itu adalah Allah yang mengetahui dan mendengar suara batinmu yang kau taburkan sebelumnya. (Q.S 65:2-3)
.
Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan? Itu adalah saat Allah mengizinkan kau untuk diuji dan Allah ingin mendengar suara rintihan serta do'amu. Agar kau menyadari akan keberadaan-Nya..
Karena Dia tau kau sudah mulai melupakan-Nya dalam kesenangan. (Q.S 47:31, 32:21)
.
Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa Kasih dan Kuasa Allah selalu ada disaat manusia merasa dirinya tak mampu.
.
Karena Allah berkata:
"Jangan khawatir, Aku disini bersamamu." (Q.S 2:214, 2:186)

-repost remaja muslim-

Good Morning

Matahari pagi nampak tersipu dari peraduannya
mengerjap enggan namun terselip semangat yang membara disana
ingin rasanya bersegera menyapa sahabat di ufuk seberang
bercengkrama dan berbagi kebahagiaan

Meski terkadang sinarnya dicaci dan tak diharapkan,
tak mengapa..
manusia-manusia itu hanya belum memahami
keberadaan matahari adalah sebuah karunia
sinarnya hangat, menebar banyak manfaat

Mungkin kelak ketika ia tak lagi ada
kuyakin mereka kan menyesal dengan semua ketaksyukurannya
tak mengapa..
tetaplah tersenyum wahai mentari dunia

Doamu kepada Allah
Sebutlah kami diantaranya ya...



Good Morning, Tangerang.
august, 22nd 2015

Senin, 15 Juni 2015

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .


reblog dari : https://lapislazulum.wordpress.com/2013/09/27/menurutmu-kami-bahagia-terlahir-sebagai-anak-kader/

Dalam banyak diskusi dan orang orang yang kutemui, mereka selalu berharap lahir dari pasangan kader. Menurut mereka dibesarkan | pastinya akan bahagia ketika orangtuanya adalah para kader.  Ah, aneh sekali bagiku ! Justru, aku begitu kagum ketika melihat hijrahnya seseorang dan perubahannya karena murni juang ia sendiri mencari hidayah | ada yang harus sembunyi sembunyi memakai kerudung, ada yang dibiarkan saja justru orang tua nya mendukung untuk berpacaran,dll. Entahlah, berapa banyak aku, kami yang dilahirkan dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan yang juga berfikir seperti itu. Menurutmu kami bahagia ?
Bagi sebagian kami itu kebalikannya, yang ditakdirkan oleh Allah lahir dari rahim abi umi, yang sering disebut banyak orang sebagai anak kader. Ah, panggilan itu begitu menyesakkan. Karena kami dinilai dan dikenali dari abi umi kami. Kami dinilai apakah kualitas kami seperti abi umi. Setiap acara yang kami datangi selalu ada kolom khusus nama orang tua. Selalu dan selalu. Dalam setiap acara selalu berhadapan dengan pertanyaan, bagaimana abi umi ?  Menurutmu kami bahagia ?
Berapa banyak orang yang aku temui, yang aku yakin belum pernah menemuinya sebelumnya tapi mengetahui namaku. Ah, ini anaknya ***. Dikenali dari siapa orang tua kami. Di absen dan dicari berdasarkan siapa orang tua kami.  Sering ditinggalkan ketika kecil oleh abi umi dengan alasan dakwah. Di tinggal sendirian dirumah dan menghabiskan banyak waktu bersama khadimat (asisten rumah tangga). Menurutmu kami bahagia ?
Uang jajanku akan dipotong jika aku tidak berangkat mengaji *sebut halaqoh. Bahkan saat sekolah dasar seperti itu, abi umi akan selalu setia mengantarkan aku-kami jika waktu rutinan telah hadir. Menonton tv berlebihan, tidak segera sholat ketika adzan, tidak menyetorkan hafalan, tidak memakai kerudung ketika keluar rumah. Ah itu semua akan berakibat fatal – dipotongnya uang jajan. Menurutmu itu menyenangkan ?
Aku – kami dan seluruh adiku hampir menghabiskan waktu lebih banyak dengan khadimat sejak kecil hingga sekarang.  Abi umi selain bekerja di luarkota, waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, untuk mengisi ini itu – rapat ini itu – datang acara ini itu. Untuk sekedar cerita saja, harus membuat janji. Menurutmu kami bahagia ?
Adikku pernah lupa dijemput dan miskomunikasi hingga tertinggal di sekolah lebih dari 4 jam. Tapi untuk kajian abi umi G pernah lupa. Menurutmu kami bahagia ?
Kami bahagia ! Aku bahagia sepenuhnya dan bersyukur atas segala takdirNya !
Aku dan kami semua yang terlahir dari rahim rahim tarbiyah sejak dalam kandungan bersyukur dan ingin membisikkan padamu abi umi, “ Terima kasih telah lahirkan aku dari rahimmu.  Abi umi, jazakallah khairan katsir atas segalanya. “
Aku teringat, ketika dahulu kecil kami harus mengikuti aksi ini itu di terik matahari. Ketika dalam sebuah pemilu dahulu, aku pernah bertanya “ umi, ngapain sih kita pake bikin kotak makan sebanyak ini ? Kenapa G orang lain aja ? repot. Emang buat siapa sih ? “.  Dengan pelan umi jawab “ ini buat amih amih yang jaga di TPS kak. Nanti, Allah akan ngasi kakak rejeki yang banyak banget kalo kakak mau bantu umi. “ Ah, sekarang aku tau, saat itu umi diamanahi untuk menyiapkan konsumsi bagi semua saksi. Tenang saja umi, kami sekarang sudah terbiasa menghabiskan banyak uang dan itu tidak masalah. Sudah terbiasa aksi ini itu tidak peduli kulit hitam.
Aku teringat pesannya, kami dibina sejak kecil agar menjadi barisan terdepan di saat saat seperti ini. Saat dakwah abi umi dicaci dan banyak yang akan menghancurkannya, maka aku pastikan, bahwa kami akan ada di garis terdepan untuk menegakkannya dan melindunginya. Tragedi di 2013 ini, menyadarkan banyak dari kami atas apa yg sudah diperjuangkan selama ini. Aku menangis ketika seorang anak kader menangis menceritakan apa yang disampaiakn umi abinya sebelum tragedi kedholiman besar itu “ Kakak baik baik ya. Apa kakak akan baik baik saja jika abi umi ditangkap?”. Harus baik baik saja. Bahkan jika itu suami kamipun, kami harus siap ! karena itu kami dibina sejak belia.
Untuk para umi amah, yang memperjuangkan jilbab di era 80 an– yang menghadapi teror akademis universitas ataupun teror kematian. Untuk amah amah yang tertembak mati secara misterius | tidak ada barangnya yg hilang – juga tidak ternodai sedikitpun | aku ingin menyampaikan | jazakumullah khairan katsir.
Untuk para abi yang pulang larut malam namun tetap melanjutkan untuk rutinan ataupun mengisi disana sini | Yang sudah merelakan kehilangan banyak waktu bersama putra putrinya | Sungguh kau membuat putri putrimu mendambakan pendamping sepertimu. | Jazakumullah khairan katsir
Pesan ustad Hamy selalu terngiang “ Abi dan umi kalian bertemu dalam dakwah untuk menghasilkan generasi yang jauh lebih cinta dakwah. “
Dan aku pun mempercayainya “ Aku akan bertemu dengan abi, ayah dari anak anak ku di jalan ini, untuk melahirkan generasi yang jauh jauh lebih cinta dakwah. ”
Kami dibina sejak kecil agar saat ini, kami berada di garis terdepan pembelaan terhadapNya. Bersyukurlah bagi kalian yang dilahirkan dalam keluarga dakwah. Tetap bersyukurlah, bagi kalian yg tidak dilahirkan dalam kondisi ini, karena kalian telah membuat kami iri sepenuhnya.
Aku ingin | aku harap |  dan akan membuat buku yang secara khusus ku persembahkan dari himpunan tulisan seluruh putra putrimu untuk seluruh abi umi,  yang telah melahirkan generasi yang dinanti itu | mereka putra putrinya yang didoakan siang dan malam untuk mampu melanjutkan yang sudah mereka mulai. Aku bersungguh sungguh ingin menghadiahkan itu kepada seluruh abi umi, amah ami, ustadz dan ustadzah kami semua yang telah melahirkan kami dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan. Jazakumullah khairan katsir
27 September 2013
=======================================================
Entah ya, rasanya campur aduk banget bacanya...
Of course aku sangat bangga dan bahagia terlahir sebagai anak kader. Tapi ya gitu, entah bagaimana selama ini aku begitu nakal dan betingkah yang nggak nggak. Jadi ingat gimana halaqoh jaman aku SD, apapun yang dibicarakan sama amahnya cuma masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Bahkan sampai sekarang masih ababil gini. Punya pemikiran sendiri, susah diatur, ditegur, apalagi kalau pakai nada tinggi. Meledak-ledak sampai yang lihat bingung. Padahal aku juga tau betapa besar harapan yang ditumpukan ummi abi di pundak-pundak kecil kami. Dan sebenarnya aku juga punya cita-cita besar yang sering kali dalam pencapaiannya susah untuk dikomunikasikan, jadi lebih sering disalahpahaminya dari pada enggak. Percayalah, aku insyaAllah bisa jadi seperti apa yang kalian harapkan, mauku sih lebih. hehe. 

Aku percaya, cita-cita besar kaum muslimin semua pasti akan terwujud.
Sudah janji Allah kan?
Meski sekarang masih dalam barisan yang terpisah-pisah, dalam wajihah yang berrupa-rupa, juga dengan pengambilan metode yang berbeda. Aku percaya kelak semuanya perlahan akan bersatupaham, bahwa pada dasarnya tujuan kita adalah sama.

_Islam is the way of life_
ini capture dari blog miruna : http://mirunasays.blogspot.com/2015/06/jadi-harus-hormati-siapa.html

Bismillah!

Rabu, 13 Mei 2015

Lika-liku

Melalui perjalanan yang panjang ini seakan tak berujung. Menerobos celah-celah hiruk pikuk dunia tanpa bekal yang cukup, seakan rela dikorbankan cuma-cuma, bagai santapan ringan yang tak banyak memberi pengaruh bagi tubuh. Tinggal memilih, akankah aku mewarna atau justru terwarna. Entah mana yang layak untuk lebih dipertahankan. 

Lika-liku yang sia-sia.
Ketika dimasa lampau, sekarang, ataupun yang akan datang.. tak banyak membawa perubahan dan perbaikan yang berarti. Still childish and don't know what the decision is.. Acuh tak acuh meski sadar sudah terombang ambing dan terhanyut ke muara antah berantah.

Lika-liku yang tajam dan bergerigi. Siap membunuh dan merajang apa-apa menjadi seripihan apa-apa yang semakin tak dikenali. 

Semoga kali ini bisa. Tidak otoriter, menggurui, atau justru always say yes tanpa mau tau lebih lanjut. Keputusan yang tepat seharusnya menghasilkan langkah yang tepat.

Bismillah amanah..
Siap menaklukkan lika-liku yang telah menyambut didepan.
_Innallaha ma'ana_

Selasa, 21 April 2015

Baiat ELIN XXIII @cuban tengah


Salah satu tugas besar pejuang sekber akhirnya tuntas sudah kemarin minggu, 19 april 2015.
Yah, meskipun aku bukan pejuang sekber yang baik buat mereka, tapi seperti kawan-kawan elin 22 yang lain, kita merasa sangat bangga karena berhasil melampaui titik puncak ini. hmm.. ternyata ini toh yang namanya baiat.. hihihi.. ungkapan lucu ini beberapa kali terlontar dari mulut teman elin 22. Maklum, kita dulu nggak sampai di baiat. Loyalitas kita sudah nggak perlu lagi diuji dan disogok meskipun seandainya kita diminta baiat bareng elin 23.

Welcome elin 23, selamat datang di keluarga besar teknik elektro Industri dengan segala naik-turun dan tantangannya! ^^ Asal tau aja, elin itu super duper ekstra keren. Kenapa? tau jurusan industri gradenya setinggi apa? tau elektro tingkatannya sesulit apa? gimana dengan gabungan keduanya, elektro industri???

Antara nyesel dan beruntung sih jadi SC outbond. Beruntung karena aku jadi punya banyak koneksi dengan warga, juga wewenang khusus dalam berhadapan dengan adik-adiknya. Meskipun masih ada rasa bersalah karena aku adalah SC tergabut diantara delapan SC lainnya. Merasa yang terbodoh dan yang paling nggak paham konsep dibanding yang lain. hehe. Tapi senengnya bukan main waktu SC OPP, SC OB, sama KPU dikumpulkan dan diberi banyak wejangan sebelum akhirnya jaket merah kebanggaan ELIN di amanahkan ke kita sebagai pewaris tonggak estafet keluarga besar ini.

Tidak selamanya ini berakhir buruk, tidak selamanya ini menjadi sesuatu yang salah. Tinggal bagaimana pembinaan dan pembiasaan yang kita didikkan kepada generasi dibawah kita.

ELIN 22 MANTAP!!!
ELIN POWER JOSS JOSS JOSS!!!

Jumat, 03 April 2015

Kesalahan Berfikir

Awal tahun 2015 ini Indonesia banyak diramaikan oleh isu media yang beritanya terus silih berganti. Menurut penuturan beberapa orang, merupakan sesuatu yang sangat lumrah kalau ada satu berita booming dan tidak terselesaikan, maka harus dimunculkan satu berita yang lebih hot yang akan menjadi tranding topic dan menggeser posisi berita yang tak terselesaikan tersebut. Tapi karena jeda pergantiannya sangat dekat antara satu berita dengan yang lain, ditambah saya yang lebih sering melihat sosmed dibanding TV yang berjalan dinamis, hanya bisa scanning, berpikir, mengelola, merangkainya dalam otak, dan berakhir pada suatu kesimpulan.

That's it, everyone have their opinion and conclusion! so am I.

It doesn't matter kalau hanya sekedar perbedaan pendapat, kata orang perbedaan itulah yang membuat hidup jadi indah. Tapi lain halnya ketika perbedaan itu tidak dibersamai dengan sikap saling menghargai. Menghargai pendapat, menghargai perbedaan, menghargai hidup setiap orang, meredam emosi dan mencoba untuk selalu bertindak dengan bijak.

Tapi semakin kesini, peperangan semakin menjadi jadi. Perang politik, perang kekuasaan, bahkan sekalipun bukti kebenaran sudah terpampang jelas di depan mata, ego golongan masih saja dikedepankan. *sigh* Biarpun brain storming dan brain washing terjadi dimana-mana, tengok sajalah pada hati terdalammu. Dimana hal-hal yang "manusiawi" itu sering kali terpendam terlalu dalam.

Jangan terlalu membenci orang-orang yang bersebrangan dan yang bersinggungan denganmu. Jika memang kau tak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam kepala, atau usulmu tak bisa juga diterima, maka tak perlu banyak cakap lagi, kamu lah yang seharusnya membawa dirimu kesana untuk melakukannya.

Yang ditakutkan dunia saat ini adalah MUSLIM NEGARAWAN.
Lihat berapa banyak yang diturunkan, dan seakan akan dia bersalah atas kinerjanya. Melainkan dikarenakan seorang muslim negarawan memiliki misi yang lebih besar dibandingkan golongan yang ingin berkuasa. Semuanya semata-mata karena Allah akan meminta pertanggung jawabannya kelak. Dan kalian yang sangat membenci pemerintah dan selalu memilih untuk berlepas tangan, apakah kalian pikir kalian juga akan terbebas dari pertanggung jawaban atas tindakan lepas tangan tersebut? Kalian bisa berjalan tenang disitu, bisa berdakwah sebebas yang kau mau karena ada tangan-tangan yang masih berusaha memperjuangkannya di atas sana. Tapi sayang sekali terlalu banyak yang tidak melihat sedangkan media tanpa henti melalaikan penontonnya.

Manhaj A, B, C, D, dsb... It's okay. Selama dasar kita sama, ketauhidan kita sama, rukunnya juga sama, aku rasa kita bersaudara. Ya, Sesama muslim itu bersaudara. Yang lebih patut kita hadapi bersama adalah yang mengadu domba kita, yang secara kasat mata pun kita tahu mereka bukan saudara kita.

#IamTarbiyah

Senin, 30 Maret 2015

Selina goes to pacet

Sekitar pukul 14.00 siang tadi aku sampai di rumah surabaya. Dari mana? dari pacet sama teman sekelas, meskipun cuma ber14 aja. Selina (

#Flashback

Kemarin sabtu kita ada kuliah tambahan untuk mengganti jum'at depan yang tanggal merah. Paralel absen atas masuk pukul 08.00 untuk praktikum mesin listrik 2, dan paralel absen bawah mulai bergabung dengan kelas saat memasuki teori mesin listrik pukul 13.00 di laboratorium teknik sistem tenaga.

Mendadak aja ide itu muncul dari kepala teman-teman, yaitu mau bermalam di rumahku yang ada di Pesanggrahan, Kutorejo, Mojosari. Untuk tindak lanjutnya aku nyoba ngehubungi ummi lewat sms apakah beliau sedang ada di rumah, dan rupanya konfirmasi positif. Aku pun cerita tentang tujuan teman-teman dan minta izin buat nginep disana.

Kuliah selesai bukul 16.30, kitapun sholat ashar berjamaah di musholla an-nahl. Setelahnya dilanjutkan untuk briefing kelas, karna ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mereka bisa pergi ke rumahku.

Pertama, rumah itu kosong hampir setahun, sudah pasti kotornya nggak karuan. Jangan sambatan karena kita harus bersih-bersih sebelum nempati. Kedua, berangkat sore, biar sampai disana nggak malam, aku nggak mau keluar kota motoran sendiri terlalu malam. Ketiga, yang berangkat harus dibagi menjadi 2 kloter, karena sore itu masih ada pengaderan untuk 2014 yang nggak mungkin ditinggal.

Alhasil, kita langsung cus berangkat tanpa babibu lagi. Kloter 1 cuma ber 6, naik 3 motor, wina goncengan sama brenda yang dikawal 2 motor berpenumpang 4 cowok dibelakangnya. Setelah mampir-mapir ke kosan mereka secara bergilir untuk mengambil apa-apa yang harus dibawa, kita sholat maghrib, ngisi bahan bakar, dan tancap gas sampai pesanggrahan. Dan aku nekat berangkat tanpa mampir rumah, tanpa bawa baju ganti, sikat gigi, sabun, dkk. haha.. *tidak untuk di contoh, saya mungkin tidak murni perempuan*. Buat sampai disana pun kita cukup lama, sekitar 2 jam perjalanan. Kenapa? karena wina nggak hafal jalan, dan melaju kencang hanya dengan intuisi. Begitu ngerasa ada jalan yang tidak feel, aku berhenti buat nanya orang. Sempat kebablasan di salah satu lampu merah, dan sempat ngira bablas naik ke pacet padahal masih jauh dari tujuan. wkwkwk.

Di rumah yang bisa dibilang cukup besar itu, teman-teman cowok tidur di kamar tempat jemuran di lantai 2. di gelar 2 tikar panjang, di alasi seprai, trus di semprot bayfresh biar nggak apek. Sedangkan wina sama brenda tidur dikamar. hihihi... bukan salah kita, karena mereka terlalu banyak untuk tidur di kamar. Meskipun gitu syukurlah teman-temanku ini anaknya baik-baik, beberapa cukup hanif, dan yaa... keluar kampus bukan berarti betingkah, maksudku kalau di lihat dr watak jurusanku yang mayoritas gitu. Salut nih, ada yang sempat sholat malam (kata ortu sih, entah siapa), trus semuanya bangun pagi dan subuhan di masjid (kalo ini sih ada faktor sungkan sama abi. haha)



Waktu berangkat, agak ketir-ketir, tapi Bismillah aja motor supraku kuat di ajak nanjak. Tapi ternyata nyampe juga di padusan. Datang-datang langsung pada njujug warung cari yang anget-anget karena kondisi badan belum beradaptasi dengan dinginnya udara. Rupanya jalan-jalan gitu aja ngabisin duit cukup banyak -_- berpikir ulang nih untuk mengelola keuangan. hehe




Pulangnya kita kena tilang pula. Merasa sangat bodoh dan terbodohi. Surat kita lengkap, tapi ada satu kesalahan fatal yang dengan tidak sadarnya bikin kita ditilang. Masalah ambil sim kita, hmm... aku bingung sih, ini jauh bangeet dari surabaya. Hari kerja kita full banget pula kuliahnya...

Jumat, 20 Maret 2015

Mewarna dan Terwarna

Teringat kata-kata my ex komtang di kumpul angkatan terakhir, Sebenarnya aku bukan orang yang tidak merasakan hal yang sama dengannya. Hanya saja berbeda cara menyikapinya.

Ku pikir kabur tidak memberi efek apapun pada lingkungan, tapi keberadaan kita bisa jadi juga kecil kemungkinan membawa perubahan. Ada hal-hal yang memang sangat perlu kita didik dan miliki untuk bisa survive disini. Yang kami ajarkan memang sangat dekat dengan hal-hal yang kedepannya kupikir akan sangat meresahkan jika tidak disikapi dengan bijak. Tapi kami harus karena kami tahu hidup tak semudah yang dibayangkan. Mungkin aku sudah banyak melewati hal-hal semacam yang dididikkan mbak mas kami sedari kanak-kanak. Sehingga tempaan kecil tidak terlalu berefek besar. 

Beberapa bulan lalu, mbak hanif pernah minta diantar pulang. Kami bicara cukup banyak selama diperjalanan. Mbaknya sampai terheran-heran bagaimana bisa aku enjoy dilingkungan macam ini? Kalau kata mbak mei, semuanya dikembalikan kepada tujuan awal. That's why I always try my best.

Kini yang aku takutkan adalah terwarnai, karena ada satu kesalahan berpikir yang sudah mendarah daging disni. Mengenai loyal, goal utama kita. Aku lihat, hanya beberapa orang yang telah bertindak cerdas dan bijak dalam pencapaiannya.

Mewarnai dengan sesuatu yang bersifat tunggal itu mengkhawatirkan arogansi yang terlampau tinggi. Memang, itu salah satu yang sangat kita banggakan. Tapi aku nggak akan tinggal diam untuk membiarkan adik-adikku terwarnai dalam satu warna saja. Kecuali aku mau duniawi akan memenuhi setiap pembuluh yang menjalar ditubuh mereka.

Amanah terhadap amanah itu jauh lebih penting, tanpa bermaksud menomorduakan ini.


Jangan mengira aku anak gadis yang tersenyum manis dan bertindak anggun layaknya seorang putri. Semua pemikiranku sering kutuang selama di sekber. Tapi merupakan kesalahanku karena pada akhirnya tidak banyak yang bisa dipertahankan.

Maaf Elin 22, khususnya para pejuang sekber... 
Aku tidak bermaksud gabut atau menghilang tanpa jejak.
Aku hanya "bukan robot", dan hati-hati "senggol bacok"... haha. aku cukup rapuh dalam hal itu.

Don't worry,
Kebencianku tidak akan mengalahkan kecintaanku^^

Kamis, 19 Maret 2015

Sabtu Ceria, good bye.

Last week is our last moment.
even though we already heard that since several weeks ago, maybe we haven't admit it.
it's very first speechless time. no words any more.

but, thanks for all.
I'll miss you so much than I ever thought.

atashi wa anata no tottemo daisuki...
bye

Sabtu, 14 Maret 2015

Bussiness Plan Competition & Seminar Entrepreneur


Yang muda yang berwirausaha!!!
Sohib blogger tau? Salah satu kriteria dari negara maju adalah minimal 2 % dari penduduknya bermata percaharian sebagai wirausahawan. Sedangkan di Indonesia masih mencapai sekitar 1,5 % saja. Hal ini menggambarkan kemandirian penduduk dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi bangsanya. Jangan hanya bisa jadi masyarakat konsumtif, tapi juga solutif.

Semakin banyak wirausahawan, maka lapangan pekerjaan semakin banyak pula. Bayangkan berapa banyak beban hidup yang kamu ringankan gara-gara lapangan pekerjaan yang kita buat.

Aku sering dapat cerita tentang salah satu warung yang berhasil menjadikan kompleksnya produktif. Mulanya itu hanyalah warung yang menjual nasi rawon. Tapi krupuk yang dijajakan di warung tersebut di stok dari salah satu tetangga, begitu pula minuman seperti sinom dkk. Rasanya memang enak katanya, akibatnya lambat laun warung tersebut semakin ramai hingga parkiran tak lagi mampu menampung. Ia pun mengajak kerjasama tetangga2 untuk menjadikan halaman rumah mereka sebagai lahan parkir. Hasil yang didapat pun dibagi sesuai dengan perjanjian. Begitu seterusnya hingga warung tersebut cukup dikenal hingga ke kota-kota besar. Dari mulanya satu warung nasi rawon, kini hampir semua orang di kompleks tersebut ikut terlibat. Daerah itu pun masyarakatnya jadi produktif dan sejahtera.

So, jangan jadi orang yang mengemis kerja ke perusahaan-perusahaan saja. Meskipun sudah kerja, tak ada salahnya berwirausaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan meringankan beban negara.

Yuk belajar disini untuk dapatkan basic-basic dalam ber wirausaha.

SEMINAR ENTREPRENEUR NASIONAL
with special speaker : TEUKU WISNU

Catat!!!
22 maret 2015
08.00
di Hall D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

GOLDEN TICKET : 50k - OTS 55k
REGULER TICKET : 35k - OTS 40k
cp : 085640015691

mau masang stand bazaar?? bisa bisa bisa
50k untuk PENS dan 75k untuk luar PENS
cp : 083830397564

Dapet SERTIFIKAT juga DOORPRIZE SBPC

bersama para finalis "Sahada Bussiness Plan Competiton 2015"
dapat sertifikat dan doorprize SBPC.


Datang datang datang!!!

Selasa, 24 Februari 2015

They are collected :o

Biar nggak bingung, koleksi dari hanania hijab aku kumpulkan jadi satu dan kubikin sub page sendiri.. Jadi, teman-teman yang lagi nyari jilbab berbahan hycon, shiffon, atau cotton, yang flow, enak, adem, seratnya rapat dan insyaAllah nggak terawang bisa lihat disini ^-^

cantik cantik cantik

http://hariansizhonniwa.blogspot.com/p/hanania-hijab.html

Ayuk Cantikkan dirimu dihadapan ALLAH :)
Dress For ALLAH
Dress With Hanania Hijab

Kesederhanaan Indah Para Muslimah

Senin, 16 Februari 2015

Once again, two of us tied

Happy Wedding... Rosyida and Rosyadi :'D

Ah, senangnya melihat satu lagi keluarga kita yang salin terjalin. Keluarga kita, saudara kamu. Dulu teman, sekarang saudara. kyaa~ Semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah di jalan dakwah. Kita akan memperbanyak generasi GK. haha.

Nikahnya anak Garuda Keadilan itu...
Kata nurul kayak main-main, nggak kayak bowoan. Nggak perlu muluk-muluk, pakaian yang super duper indah, kado yang besar nan mewah, atau apalah.. Apalagi semua tamunya saling sinambung ria. Hampir semuanya kenal, berasa reonian TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, teman komunitas, organisasi, semua ada. Big hug for you two~

Inilah, satu misi satu visi...
we are GK!!



Akadnya di masjid asrama haji, jam 07.00
farah, shabrina, nggak tau, mb.izzah, mb.raisa, wida, nggak tau, mb.lathifa, mb.ritsa

Sayang bangeeeet, wina nggak tau ada sesi foto ini. katanya jam 12an, aku pulang jam segituan. nyesel, tapi mau gimana. Emang nggak pernah jodoh buat ikutan foto. Padahal ini GKJ lho, ada yang dari malang juga. It's okay.. kapan kapan aja pas ada yang nikah lagi =D



Mbak fikri sama teman-teman GK ngalam aja bela-belain datang ke surabaya. DEMI ini.
Lihat tuh, wina pakai setelan anak skripsi. hehe.. karena tujuan awalnya bukan ke manten. Tapi lihat, enjoy banget, nggak perlu muluk-muluk ataupun ngerasa aneh karena saltum.

Hehe.. itu wina fiah sama arina narsis, dengan kedok background manten. Bahkan organ di hall C ini jadi ajang karaokean sama akhwat-akhwat. hihihi..

FYI, gedung ikhwan di hall D, jadi kami berasa bebas dan leluasa mau ngapain aja. Mulai dari sumbang lagu, karaokean, groofie, sampai selfie bareng pengantin di atas singgasana. Waktu aku tanya, kata ummi, meminimalisir ikhtilat. Berhubung tamunya familiar semua, Nggak ada yang ngerasa aneh. emang ini yang bener. Awalnya aku ngerasa aneh sih, gimana kalau yang datang teman si perempuan, tapi di alaki-laki? pastinya dia harus masuk ke hall D yang mana dia nggak kenal dengan di pengantin laki-laki. (y)



Ini kado dari wina, fiah, annisa, nurul, sama arina.
sederhana kan? semoga bermakna {}


That's it, nikahnya salah satu anak GK. bertemu karena satu hobi : fotografi.
bentar doang, eh proposal datang. hehe.

Barakallah ukhtina wa akhina :*
Best whishes for you

Senin, 05 Januari 2015

HAPPY UAS


Semoga di hari pertama UAS ini, diberi kemudahan dalam mengerjakannya. Bisa lancar, kalau ada kesulitan semoga Allah bersedia memberi petunjuk atas kesalahan yang aku perbuat. Semoga IP semester ini sampai 3.5 ya... Eh, itu buat takaran seorang wina yang nyasar udah hebat loh :3

Bismillah...

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti