Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Minggu, 18 November 2012

Untukmu Palestina tercinta {}



  • dari Mas Yoga:

    Untuk saudara-saudara kami di Palestina.... bergembiralah... Allah membuka kesempatan yang lebar bagi kalian untuk syahid di sana... semoga Allah merahmati perjuangan kalian....

    Untuk Israel, saya tidak akan mendoakan kehancuran bagi kalian, semoga Allah membuka pintu rahmat dan anugerahNya bagi kalian, semoga Allah membukakan mata dan hati kalian untuk kembali dalam fitrah Islam, semoga Allah melahirkan dari rahim-rahim kalian generasi masa depan yang akan mengucapkan laa ilaha ilallah muhammadar rasulullah....

  • dari Mbak Ritsa
    GAZA will never defeated,
    Israel will be Deleted..


  • dari Minha:
Yaa Allah.. Lindungilah saudara-saudara kami di palestina dari kekejaman tentara Zionis Israel. Kirimkanlah bala tentara-Mu untuk melawan kedzoliman Israel. Allahu Akbar!!!
"Kemenangan akan tetap milik mereka orang-orang yang dipenuhi oleh cahaya Keimanan" 
#Pray for Palestine (˘ʃƪ˘)
Allahummanshur ikhwaanan almujaahidiina fii Ghaza wa fii kulli makaan. Yaa Rabbal Mustadh'afiin, yaa Rabbal 'Arsyil 'Adzim...



Pesan Mbak Fahima untuk ikhwahfillah 

ketika tahun baru hijriah baru lewat beberapa jam, sholat subuh warga palestina harus disertai dengan sholat jenazah..

Sekarang ketika kita meminta prayforgaza pada orang disekitar kita, mereka mengatakan 'untuk apa ? Negeri sendiri masih kacau'
Perlukah kita merasakan berada diposisi yang sama dengan mereka untuk bisa saling mendoakan ?

  • dari Mas Hakim:
satu syuhada syahid, dua syuhada syahid,nevermind.
Allah SWT akan menyiapkan 10 mujahid berikutnya...
satu orang tak peduli palestina, dua orang tak peduli saudaranya..
nevermind.
saya peduli, banyak teman saya peduli. Allah SWT peduli.
Allah akan mempedulikan siapa yang mempedulikan apa yang ia pedulikan.
begitu pula sebaliknya.


#prayforgaza

Kamis, 15 November 2012

Kepahlawanan sejati

Suasana Upacara Hari Pahlawan @Smada 2012

Masa-masa kelam beberapa puluh tahun silam telah tergantikan oleh banyak kegembiraan...
Listrik masuk hingga pelosok, buku-buku obral berceceran, medali-medali emas terus tergiring masuk, bahkan pendidikan gratis pun tak lagi menjadi langka.

Apakah kemerdekaan ini nyata?
Aku kira begitu.. ketika media menggemborkan keberhasilan sebuah buih yang mendarat di atas rambut sikat, ketika masyarakat terkompori dengan mimpi-mimpi manis yang dibawa seekor kucing dalam karung, ketika lembaran rupiah beterbangan mengatasnamakan kedermawanan, atau pun ketika nasionalisme dan cinta tanah air terus dielu-elukan seantero negeri.

Lama aku melihat fatamorgana ini dengan berselimutkan kabut putih..
Tidur pulas terbuai mimpi indah yang pada hakekatnya hanyalah sebuah selimut tebal dengan ribuan untai wol rajut, berbordir benang emas dan bertepikan beludru lembut. 

Sesekali aku memang mencoba bangun, menggeliat, dan membuka mata.. tapi lagi-lagi tak sekalipun pertanyaan-pertanyaan ini terlontar kepermukaan ketika buaian angin sepoi kembali terhembus, menidurkan otakku yang penasaran...

Hari itu para penjaga tak lagi terjaga...
Hari itulah kubuka mata, ku bangun mimpi-mimpi masa depan negara ini...

Sebuah negara maju dengan aparat-aparat yang amanah, hakim yang adil, transparansi wakil rakyat, ekonomi kreatif yang jujur-bersih dan setara dengan dunia, bahkan aku ingin presiden yang rela mati demi melindungi kesejahteraan rakyatnya, yang sederhana dan merakyat (tanpa iring-iringan saat mengadakan kunjungan atau saat bepergian), yang turun tangan langsung saat melihat sebuah pertikaian di antara warganya, yang senantiasa memikirkan kesejahteraan rakyat dan menyamaratakan andil suara serta perlakuan kepada seluruh warganya di seluruh pelosok negeri, karena pemimpin itu melayani bukannya di layani.

Mungkinkah semua mimpi ini akan terealisasi?
Aku harap, suatu hari nanti. Tak lagi sekedar harapan semu.

Semoga kami menjadi generasi yang tidak melanjutkan generasi politik abu-abu jaman ini, tidak sekedar meneriakkan cinta tanah air padahal aslinya hanya cinta keluarga, tidak KKN, tidak berpihak pada uang,  juga tidak mengajarkan (pembodohan) segala aspek yang pada dasarnya bisa menjadikan sesuatu yang baru dan inovatif.

sebagian petugas upacara hari pahlawan
kharis , azis, bayu, didar, nanda, zizi, putri {paskibraka}
Chia, Adel, elok {pengibar}
Aul{protokol},  wina{do'a}, ezy{UUD'45}, nurul{ajudan}


Passion (IPA ROLAS SIJI MOVE ON)
mode narsis: On



Pawai keliling komplek wijaya kusuma bersama semua penduduk smada
Kelas 12: mbecak, sepeda kebo, nyanyi, & aksi gila lainnya


Totalitas drama kolosal mengenai kepahlawanan arek-arek suroboyo oleh siswa-siswi SMADA yang di dominasi oleh kelas 12 (wajib cuy!)

Petinggi Belanda by: Passion (12 IPA1)
Abdullah (Presiden) dan Reza (istri presiden)
dengan 3 paspampres
Presiden di sambut meriah oleh rakyat by: 12 IPA2

Trio princess dari Belanda dan para kapten prajurit
yang menindas para pribumi 
Akhir peperangan by:Slytherin (12 IPA3)

kronologi tewasnya AWS Mallaby by: Passion (P1)

Kamis, 08 November 2012

Ikhlas vs Kepercayaan

Gadis itu mengeluarkan semua uangnya yang berjumlah Rp 20.000,00 yang terdiri atas pecahan 10rb-an, 5 rb, dan sisanya seribu. pinginnya sih dimasukin dompet. Tapi, karena dompetnya masih ada di dalam tas, ia pun menunduk lagi, mengaduk-aduk isi tas, mencari dompetnya.

Setelah dompetnya ketemu, ia kaget, "Lhoh, uang Rp 10.000-ku ke mana? AKu yakin banget tadi ngelihat ada uang warna ungu itu..." 

Wajahnya pucat. Ia bingung. Hari Senin masih 4 hari lagi. Tinggal itulah sisa uangnya. Ia langsung terbayang bensin dan pulsanya yang habis. "Pasti nggak boleh minta lagi,"

tapi ia terus berpositif thinking.

Di sebelahnya, duduklah sahabatnya. Yang juga ikutan panik melihatnya bingung. "Kamu cari apa, sih?"

"Uangku 10 rb... Duh, di mana ya? Perasaan, aku tadi naruh uang Rp 10.000, 00 di sini..." kata gadis itu sambil mengecek ke sekitar tempat duduk dan tasnya. Nihil.

Hatinya berkata, ya udahlah, pasrahkan saja... Pasti ada ganti yang lebih baik, kok.

Tiba-tiba, sahabatnya bertanya, "Kamu, percaya sama orang nggak?"

"Ya, tergantung sih. Kalo aku udah kenal banget dan tahu watak orang itu seperti apa, atau aku nggak kenal orang itu sama sekali, aku nggak percaya2 amat sama dia. Tapi kalo orang itu biasa aja, dan kenalnya dengan aku pun sebatas kenal, aku percaya."

Sahabatnya itu, tersenyum2 sendiri, "Kamu biasa positive thinking sama orang, nggak?"

"Tergantung, sih. Kalo lagi mood baik, every person is kind. Kalo lagi jelek, ugh, bisa jadi jelek semuanya."

"Terus, sekarang, moodmu apa?" tambah lama, sahabatnya itu makin aneh pertanyaannya.

"Setengah-setengah," bingung lebih tepatnya.

"Hahahahahaha. Kasihan aku sama kamu. Nih, kukembaliin uangnya. Kenapa nggak curiga sama aku sih, kan cuma aku yang di sebelahmu..."

kata sahabatnya itu sambil mengipas-ngipaskan uang 10 ribu ke hadapannya.


Moral value: Bahkan, sahabat pun bisa keterlaluan, tapi tetaplah positive thinking. ^_^




Wrote by : Anisa Rochma Sari / Smalabaya
(muup ye kagak ijin '_'v)

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti