Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Abu - abu

Besok besar mau jadi apa? Duluu sekali pertanyaan itu kerap di lontarkan. Hingga kini pertanyaan itu pun berkembang seiring meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti yang diduga karna jawaban selalu dalam satu tema bidang.

Hingga satu statement yang menjadi titik balik semuanya.

Menjadi salah satu anak flash, cucu ironman, dan majikan bold. Tapi kalau ditanya, besok lulus mau jadi apa? Jawabmu “abu-abu”. Memang bukan jalan yang salah karena cita-cita besar yang terselip disini menjadikannya layak untuk diperjuangkan. Cuma belum menemukan caranya menuju kesana.

Someone said, “hakekatnya orang multi talent itu orang bingung”. Iya, Abu-abu sampai bisa memutuskan mau jadi putih atau hitam.

Selasa, 02 Juli 2013

List : being tawazzun

Lagi-lagi, tidak bisa hanya sekedar novel, lagi.
Harus yang lebih wow.
Buku-buku tebal yang jauh lebih bermutu.

Maybe, it should be taken in a longer age:
Eragon, The secret of the immortal Nicholas Flamel, Tinten blut, Digital fortress, Blood promise, Spirit bound, Tunnels, etc...

And others...

Be Patient...

Cause I've written too many list, it must be done!
In Syaa Allah.

But it still need to upgrade.
In order to make it more tawazzun.

I will.

for
World and Hereafter

Kamis, 07 Februari 2013

Menyiapkan 1000 Sayap

Mungkin ini agaknya tidaklah masuk di akal.
tidaklah pula realistis di pikiran.
tapi siapa pula praduganya, bahwasana inilah idealisnya.

Lalu apa?
dengan kursi yang terbilang, juga poin-poin yang jauh dari level aman?

Inilah yang bisa ku iringkan dengan doa dan ikhtiar.

Menyusun helai demi helai bulu-bulu putih selembut beledu.
merangkai dengan sabar hingga teronce sepaket sayap siap kepak.
hanya ini, sebanyak-banyak rangkaian hingga akhir waktu.
menyiapkan 1000 sayap kokoh penuh harapan

tuk membantuku terbang, mengantarkanku ke penghujung senja yang kelabu.

semoga ini bukan bibit riya' maupun ujub.
tetapi sekadar menebar harapan agar tumbuh menjadi berpasang-pasang sayap berrusuk kokoh nan kuat, yang kan mengepak tangguh ke jenjang demi jenjang rangkaian pelangi masa depan.

Sabtu, 08 Desember 2012

Rinai dalam bingkai jendela

Disini sepi...
benar-benar sunyi yang mencekam...
kecuali para guntur yang terus menggelegar tanpa toleran...

Aku tahu,
rintihan kecil ini mungkin akan pecah tak lama lagi
menatap semesta kosong, hanya dengan sore-nya yang kelabu
tanpa rona merah, pun tanpa segerat mentari keemasannya.
Sesekali, senyumku terkembang sendu,
mengingat perjuangan yang berharga tinggi
dengan segumpal besar harapan dan seuntai rinai-rinai rindu.

Senja pengobat rindu itu kini tak lagi ada...
Meski dengan penantian panjang penuh harap,
aku tahu ia harus melalui semua samudera dan benua untuk bisa hadir di sini.

Tak mengapa...
luapan rindu dari langit ini akan memupuskan semuanya
ketika hujan dalam bingkai jendela kembali ku pandang dalam keterpanaan.
Menghapuskan kegundahan,
dan membawa sebuah dunia impian ke dalam pelukan.
Yang dengan keharmonisannya,
akan membawaku berlarian jauh hingga ke puncak khatulistiwa,
juga membimbingku dengan sepenuh kasihnya.

Dari balik bingkai ini...
aku akan memperjuangkan semuanya dengan segenap kemampuanku
meski dalam kesendirian yang menyedihkan,
meski dalam rindu yang menghimpit kalbu.

Dengan kedua bola mata yang memandang rinai-rinai hujan ini...
ku simpan tekad kuat.
Aku akan merasakan riak-riak hujan pemupus rindu itu dengan jemariku,
aku akan mendekapnya kuat bahkan dengan setiap jengkal yang ku mampu.
Dengan berbekal senyum sendu,
tanpa terlupa...
sepaket rinai dalam bingkai jendela.



Kamis, 15 November 2012

Kepahlawanan sejati

Suasana Upacara Hari Pahlawan @Smada 2012

Masa-masa kelam beberapa puluh tahun silam telah tergantikan oleh banyak kegembiraan...
Listrik masuk hingga pelosok, buku-buku obral berceceran, medali-medali emas terus tergiring masuk, bahkan pendidikan gratis pun tak lagi menjadi langka.

Apakah kemerdekaan ini nyata?
Aku kira begitu.. ketika media menggemborkan keberhasilan sebuah buih yang mendarat di atas rambut sikat, ketika masyarakat terkompori dengan mimpi-mimpi manis yang dibawa seekor kucing dalam karung, ketika lembaran rupiah beterbangan mengatasnamakan kedermawanan, atau pun ketika nasionalisme dan cinta tanah air terus dielu-elukan seantero negeri.

Lama aku melihat fatamorgana ini dengan berselimutkan kabut putih..
Tidur pulas terbuai mimpi indah yang pada hakekatnya hanyalah sebuah selimut tebal dengan ribuan untai wol rajut, berbordir benang emas dan bertepikan beludru lembut. 

Sesekali aku memang mencoba bangun, menggeliat, dan membuka mata.. tapi lagi-lagi tak sekalipun pertanyaan-pertanyaan ini terlontar kepermukaan ketika buaian angin sepoi kembali terhembus, menidurkan otakku yang penasaran...

Hari itu para penjaga tak lagi terjaga...
Hari itulah kubuka mata, ku bangun mimpi-mimpi masa depan negara ini...

Sebuah negara maju dengan aparat-aparat yang amanah, hakim yang adil, transparansi wakil rakyat, ekonomi kreatif yang jujur-bersih dan setara dengan dunia, bahkan aku ingin presiden yang rela mati demi melindungi kesejahteraan rakyatnya, yang sederhana dan merakyat (tanpa iring-iringan saat mengadakan kunjungan atau saat bepergian), yang turun tangan langsung saat melihat sebuah pertikaian di antara warganya, yang senantiasa memikirkan kesejahteraan rakyat dan menyamaratakan andil suara serta perlakuan kepada seluruh warganya di seluruh pelosok negeri, karena pemimpin itu melayani bukannya di layani.

Mungkinkah semua mimpi ini akan terealisasi?
Aku harap, suatu hari nanti. Tak lagi sekedar harapan semu.

Semoga kami menjadi generasi yang tidak melanjutkan generasi politik abu-abu jaman ini, tidak sekedar meneriakkan cinta tanah air padahal aslinya hanya cinta keluarga, tidak KKN, tidak berpihak pada uang,  juga tidak mengajarkan (pembodohan) segala aspek yang pada dasarnya bisa menjadikan sesuatu yang baru dan inovatif.

sebagian petugas upacara hari pahlawan
kharis , azis, bayu, didar, nanda, zizi, putri {paskibraka}
Chia, Adel, elok {pengibar}
Aul{protokol},  wina{do'a}, ezy{UUD'45}, nurul{ajudan}


Passion (IPA ROLAS SIJI MOVE ON)
mode narsis: On



Pawai keliling komplek wijaya kusuma bersama semua penduduk smada
Kelas 12: mbecak, sepeda kebo, nyanyi, & aksi gila lainnya


Totalitas drama kolosal mengenai kepahlawanan arek-arek suroboyo oleh siswa-siswi SMADA yang di dominasi oleh kelas 12 (wajib cuy!)

Petinggi Belanda by: Passion (12 IPA1)
Abdullah (Presiden) dan Reza (istri presiden)
dengan 3 paspampres
Presiden di sambut meriah oleh rakyat by: 12 IPA2

Trio princess dari Belanda dan para kapten prajurit
yang menindas para pribumi 
Akhir peperangan by:Slytherin (12 IPA3)

kronologi tewasnya AWS Mallaby by: Passion (P1)

Senin, 30 Agustus 2010

Mimpi Aneh, 2007

Pada hari itu, aku pergi berlibur ke sebuah desa di areal pegunungan. Ketika tiba di puncaknya, aku melihat ada sebuah rumah yang gedhee banget. Ternyata itu adalah 2 rumah yang gandeng jadi satu. Tentu dengan satu atap, satu halaman, hanya saja terdapat dua pintu berbeda yang saling bersebrangan. Saat itu, aku belum tahu rumah siapa itu. Namun, ada sebuah gagasan yang muncul tiba-tiba dalam kepalaku. Tring!! (lampu terang menyala). Yang membuatku tau, bahwa itu adalah rumah keluarga Askar dan Ulin tinggal (teman TK-ku). Setelah itu, aku pergi ke sekolah Ulin dan mendapati Anisa Putri Sita di sana (teman SMP-ku).

Sepulang sekolah, aku di ajak jalan-jalan sama Abi. Hingga akhirnya sampai di sebuah deretan warung (yang ku kenal sbg warung2 di pasar keputih). Aku agak heran saat melihat tenda-tenda yang begitu familiar di mataku. Hanya saja, ukurannya jauh lebih kecil dari yang aku tau. Aku yakin, se yakin-yakinnya kalau aku nggak akan muat untuk masuk ke warung itu. Tapi, ketika aku berjalan mendekati pintunya, betapa terkejutnya aku saat mendapati warung minum teh di depanku berubah menjadi extra large.

Esoknya, entah bagaimana.. Aku sekarang sedang naik sepeda motor yang setirnya berada di belakang. Dan aku nggak mengendarainya seorang diri. Hingga akhirnya, perjalananan di akhiri ketika aku di hadapkan dengan sebuah rumah. Di terasnya, ada mbak Hanna, Askar, sama Akrom n ummu hamaz yang sedang mengobrol dengan asyiknya. Kita Cenglu,alias gonceng telu sama iffah n Citra (temen SMP-ku). Yang nyetir Citra, dan aku berada di goncengan paling belakang. Kita heboh sendiri. Karena, aku sibuk teriak2 “belok kanan.. kiri dikit.. awas.. minggir..” untuk memperingatkan Citra dan memberinya aba-aba saat motornya melaju.. Mundur. (hahaha.. aneh banget emang!! :DD)

Kita pun kesasar.. Tersesat… nggak tau jalan. Hingga akhirnya, kita sampai di pinggir tebing yang di tepinya nongol sebuah atap rumah. Dan di tepinya terdapat tangga spiral menurun yang terbuat dari besi. Kami pun menitinya dengan hati-hati. Ternyata, tangga ini berujung di sebuah rumah. Tepatnya di lantai 2. Aku pun berniat numpang kamar mandinya. Tiba-tiba, saat aku keluar, Citra sama Iffah sudah nggak ada. Malah diganti dengan keberadaannya Askar, Akrom, sama Mushab.

Haha.. beneran deh.. Sumpah.. gak nyuambuung..Poll…. hahahahaaa..

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters