Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Sabtu, 18 Februari 2012

Pindang satu ton

Hari ini kita sekelas dihukum. eits, bukan karena kita nakal lho ya. tapi karena jam ke 3 dan 4 kita ada ulangan, sejak aku datang semua anak dikelas sudah pada sibuk belajar. Naasnya, guru yang membimbing olah raga kelas ini terkenal paling strict gitu. Begitu bel masuk bunyi, kita sudh siap-siap turun untuk olah raga. Tapi merapikan buku tidak secepat yang diperkirakan, dan do'a pun mulai melantun melalui speaker. Tak mungkin dilanjutkan, kita berhenti untuk baca do'a dikelas.

Aku sudah tau tabiatnya sang guru dan sudah menebak kalau kita pasti kena marah. "Turun sebelum bel, dan do'a dilapangan" begitu yang selalu dikatakan. Ternyata, cuma 3 orang yang sudah turun dari awal, dan bisa dipastikan cuma mereka yang bebas.

Dan tau hukumannya apa???
Jadi pindang beralaskan paving dan beratap langit. Tidur terlentang berjajar di tengah lapangan dari nomer satu sampai tiga puluh dua. Awalnya kita bingung, ini ngapain? karena malunya dilihatin kelas lain yang lagi olah raga juga kelihatannya kita geje, ngapaiiinn gitu? Tapi lama-lama, cuek deh. Lumayan bisa leyeh-leyeh bentar. Karena pagi itu awan nggak berbentuk dan hampir rata sama biru langit, aku jadi nggak bisa menghayal seperti yang biasa kulakukan di loteng rumah. Dan dimulailah cerita dan obrolan dari mulut kita. Yang paling aneh adalah waktu ngomongin kenampakan kita kalau dilihat dari lantai tiga. kayak apa ya? teman kanan kiriku mulai menyuarakan bayangan yang ada di kepalanya. Seketika aja kita ketawa ngakak waktu mbayangin apa yang diomongin setiap anak. Apalagi 80% dari kita sudah memakai nama dada. Jadilah lengkap tersajinya kami sebagai pindang terberat di dunia. Kta teman kananku, "Ntar kalau mau beli tinggal milih dari atas. Mau yang mana, ayo dipilih-dipilih." teruuuus, sampai aku mikirin beratnya tiap anak dan menyimpulkan kalau berat kita adalah lebih dari 1 ton.

Sayang karena itu jam pertama, selain 2 kelas lain yang olah raga, nggak ada anak lain yang berkeliaran di lapangan. Nggak ada fotonya deh._.


 Nah, mirip itu yang di atas. bedanya itu waktu LDKSII dan jumlahnya 54 kalo nggak salah. Trus nggak di lapangan dan cuma di aula. Gokiiill :))

Hukumannya belum selesai. Dari keadaan tidur itu kita harus sit up 50 kali dan dihitung bareng-bareng. Tapi alhamdulillah karena cuman sit up, kita mah kuat-kuat aja. Awalnya aku juga nggak capek sama sekali, mungkin cuma agak tegang aja otot perutnya, jadi ya gitu. Setelah itu kami pun boleh berdiri dan digiring ke luar gerbang sekolah. Yup, bisa ditebak kalau kita pasti lari. Entah kali ini macam gimana. Oh god, ternyata tes lari. yang perempuan dalam waktu 13 menit harus sudah mengelilingi SMA komplek sebanyak 2kali, dan yang anak laki-laki harus 2 putaran dalam 11 menit. Jujur aja aku seneng banget sama yang namanya lari, entah kenapa. Tapi apa lagi yang bisa diandalkan untuk dapet nilai bagus buatku. Voli, jago servant doang. Basket ngandalin lari, sepak bola cuma jadi penghalau sama ngejar. Yah, intinya aku cuma bisa lari. 

Kali waktu mulai lari setengah putaran, kok sudah kerasa capek banget ya. Aku pikir mungkin nggak kuat kalau harus dua kali. Tapi alhamdulillah lagi karena aku lagi fit (musim batuk pilek) jadi lebih bisa dikuat-kuatin. Satu setengah putaran, anak-anak mulai tertinggal. Pokoknya prinsipku itu jangan berhenti yang penting konstan. Tapi kok sendiri? eh, aku denger suara sepatu seseorang di belakangku. #gleg! ternyata si anak SKP yang ngejar aku. (disini aku berharap jangan sampai dia njajari langkahku) eh, bukannya apa, tapi yaa "himitsu" dong! dia mulai nyamai langkah, dan akhirnya aku berhenti lari dan mulai jalan. Tapi dia malah berhenti di depan nungguin (grrrr! >.<). Apalah daya, aku kembali lari dan melewati dia untuk lari semakin cepat tanpa henti. Di depan SMAN 9, aku mulai jalan karena sendirian. Eeh, si Gomin lari nyusul dan teriak "ayo huwaynaaa, semangaat!" sambil ngelewati dan terus lari. Karena aku gampang dipancing moodnya, langsung aja aku ikut lari ngekor dibelakangnya. Selain mumpung ada teman, kalau lihat orang semangat rasanya kenapa harus lemes? Dan syukurlah dia nggak berhenti, aku jadi sampai di gerbang sekiar menit ke 10 atau 11. perempuan pertama dan anak ke 5 (mungkin) yang sampai di sekolah. Huaa, capek, tapi seneng karena berhasil. Dimenit hampir ke dua belas, Anak-anak laki mulai datang, tapi mereka terlambat. Juga 2 anak perempuan yyang lebih dari 13 menit. Dan tau apa??? mereka harus bisa lari dua putaran lagi dengan waktu: cowok 15 menit, cewek 17 menit. Oh no! aku mungkin bakal pingsan (#plak! lebay)

<Itulah pengalaman aku dapat hukuman tergila (maksudnya pol "gak jelas"nya). Soalnya kalau paling menyengsarakan sih enggak. Olah raga sering lebih dan lebih-lebih sadis dari itu>

Oke, sekian. Tetep sehat, tetep semangat, supaya bisa tetep nulis lagi. Dadaaaah

2 Komentarmu..:

Syifa Azz mengatakan...

yg nghukumnya pengertian ya.. tau aja biar bisa sekalian tidur. hihii

Wina Zhonniwa mengatakan...

haha.. iya mbak. malah kakakku ketawa trus bilang "lumayan, udah tidur, terus sit up. sekalian biar pada langsing :))"

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti