Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Minggu, 22 Juli 2012

Harmoni berdelapan


Angka delapan itu melambangkan cinta. 
Cinta yang senantiasa terjaga dan terhubung, yang tiada perpecahan di tengahnya. Seperti sebuah pernyataan cinta "I love you". delapan huruf yang terangkai simple ini mungkin sederhana namun sarat makna.

********
Delapan cinta dalam Delapan bintang masa depan

********



Kami berdelapan, sebuah pasukan besar dalam dunia mini kami. Sebuah kesempurnaan ikatan yang tak akan terputus oleh waktu dan masa, juga ikatan yang InsyaAllah langgeng dunia-akhirat.

Domisiliku adalah dua, yakni 8 di akar pangkat tiga.
Posisi ini tentu saja menempatkanku pada tahap "sikap kebijaksanaan tinggi" yang seharusnya sudah bisa kuemban dari dulu. Tapi entah bagaimana, ini semua baru kusadari dalam beberapa moment ini. Jika kau tak memahaminya, angka dua mungkin terlihat cukup berbeban. Namun sungguh, posisi masing-masing adalah yang terbaik untuk semuanya. Mungkin begitu pula lah untuk kami berdelapan...


Teringat saat dua hari lalu..
Ummi dan Abi kala itu sedang ke luar kota, Kediri tepatnya. Perjalanan sana sini yang memakan waktu itu menyebabkan waktu habis sedangkan hari semakin gelap. Namun kita tetap di pantau dan di koordinir untuk melakukan ini dan itu via telepon genggam.

Akhirnya begitu memasuki waktu buka puasa, sms kembali berdentingan. Kendali pun sempurna di pegang oleh nomor satu.
"Ayoo, cepat semua ndang mandi. Nanti biar waktu adzan tinggal makan trus kita berangkat!"
Sedang yang lain satu per satu mulai bertanya gimana dan bagaimana cara kita berangkat ke masjid untuk mengikuti sholat Tarawih berjamaah. Jalan kaki sebenarnya bisa tentu saja, tapi sepertinya tidak memungkinkan untuk kondisi delapan ini.

Selesai buka puasa dan merapikan semua peralatan yang sebelumnya kami gunakan, kita pun bersiap keluar meninggalkan rumah tanpa penghuni. Alhasil, di putuskanlah nomor satu, dua, dan tiga untuk membawa masing-masing satu sepeda motor dan membonceng ke lima anggota lainnya.

Balapan kecil pun terjadi... Asik sekali rasanya jikalau kalian melihatnya dari sisi yang mengetahui segalanya. Ah, itu terlalu impossible.

Delapan ini sungguh membahagiakan.
Mungkin 50% waktu kami, di saat kebersamaan itu lebih banyak habis untuk bertengkar dan saling teriak. Terkadang justru tak ada sama sekali sela-sela damai dan rukun. Setiap saat di penuhi keributan. Makan ini berebut, melakukan ini itu pun berebut. Tapi, seperti kata pepatah "pertengkaran terkadang justru mendekatkan" Yah, asal kita menyikapinya dengan bijak, masalah hanya akan membuat hidup kita semakin berwarna.

Semoga delapan di tambah dua ini menjadi kholifah fil ardhi yang membawa karunia dan kesempurnaan cinta bagi sesama. Karna hidup ini tiada bermakna jika kita tidak menjadi manfaat bagi yang lain :)

because... "LIFE IS NEVER FLAT" ^-^9


Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban Yaa Ramadhan


Ramadhan sudah tinggal se-jengkal lagi lho... Kalian sudah menyiapkan target apa saja nih teman-teman?
Seperti moment special lainnya, kita tak mungkin menghadirinya dengan tampilan biasa-biasa saja bukan? So, harus ada perencanaan yang matang nih selagi ada kesempatan mendapat pahala dengan harga obralan.

Jangan ditanya, kenapa kok kita harus ada persiapan? setiap hari aja ada moment special, yakni sholat 5 waktu. Setiap seminggu sekali pun ada, yakni hari jum'at. Apalagi setahun ini, momen besar sepanjang satu bulan, jangan di sia-sia kan begitu saja ya teman. Bahkan ini nggak sekedar kesenangan sesaat seperti saat hari ulang tahun seseorang yang sebenarnya justru memperingati hari berkurangnya umur hidup dan umur kesempatan mencari pahala. Tetapi ini moment obral pahala rek, untuk bekal sepanjang hidup pula. Dunia akhirat meen!

Jadi, apa aja yang bisa mulai di siapkan?

Pertama, seperti kata my Murobbi, temukan ibadah andalanmu. Yang rutin paling kamu gemari dari pada yang lain. Ini bukan berarti benci atau nggak suka sama ibadah yang lain ya, hanya saja kalau sudah ada yang di andalkan, kamu bisa melakukannya dengan ringan secara rutin. Contoh: target tadarus sehari 2 juz, kalau sudah biasa itu jadi tantangan kecil. Kalau nggak terbiasa, boro-boro dua juz, satu juz aja sudah alhamdulillah *upss ^^v*

Selain itu coba dirinci amalan-amalan lain yang nggak biasa kita lakukan di hari biasa. Misal menetapkan target untuk sholat dhuha satu minggu X kali, atau sholat malam sekian kali, atau rajin-rajin sodaqoh-infaq gitu. Karna meskipun tidurnya orang yang berpuasa itu sudah berpahala, kenapa nggak sambil melakukan kegiatan yang bermanfaat aja? Pasti yang bisa kita raih jadi berlipat ganda.

Yang terakhir, semua target bukan hanya jadi melulu target. Tapi harus kalian perjuangkan untuk di khatamkan semua target tadi. So, be Istiqomah ya rek :D

Dan secara keseluruhan, Ramadhan ini kesempatan untuk kita mengembalikan kesucian diri dari kesalahan-kesalahan satu tahun yang lalu. TAPI jangan coba-coba dengan santainya kembali melenceng dan melanjutkan bermaksiat setelah di sucikan. Apalah arti semua itu jika akhirnya hanya akan terhapus dengan sia-sia? Iya kalau kita masih punya waktu untuk bertobat, tapi umur manusia siapa tahu?

Umur yang paling berarti dan dinilai adalah umur di saat-saat terakhir. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan hari terakhir itu, kita sudah seharusnya dengan sadar diri senantiasa menjaga umur kita untuk tetap memiliki akhir yang baik kapan itu. Lakukan kebaikan selalu yaa *bukan menurut baiknya dirimu, tetapi baik menurut Allah, Rasulullah, Al-Qur'an, dan As-Sunnah-Nya*

Pokoknya ikutin dan patuhi rambu-rambu yang benar, kita semua pasti tidak akan tersesat :))

Akhirul kalam, Wina minta maaf sama teman-teman kalau selama ini sering berkata kasar dan melakukan perbuatan yang menyakitkan hati. Wina juga minta maaf kalau sering mengecewakan, juga kalau aja janji2 yang terlupakan, atau khilaf yang terlewatkan begitu saja. Oiyaa, kalau merasa Wina punya hutang sama kalian, tagih aja aku langsung. Seharusnya aku nggak melupakannya, tapi kalau memang ada hutang yang terlupa, aku mohon sama kalian untuk meng-ikhlaskan semuanya ya.

"Taqobbalallahu minna wa minkum siamana wa siamakum minal 'a'idin wal fa'izin. 
Mohon maaf lahir dan batin :)"

-Wina Zhonniwa-

Kamis, 05 Juli 2012

Camping di GUARDIAN JUNGLE WONOSALAM

Assalamu'alaikum semua =D
jumpa lagi bersama wina zhonniwa dalam Wisata Alam Indonesia, calon bakpacker dunia..
haha, Aamiin ("|'-'|")

Tanggal 2 Juni 2012
Setelah sholat subuh, aku beserta dua adikku semakin terburu-buru memeriksa checklist untuk dibawa. Khususnya aku sendiri yang memang baru nyiapin malamnya, dan baru setengah pula. tambah kalang kabut deh. Akhirnya, pukul setengah 6an Nia sama adiknya (Iqbal) datang untuk berangkat bersama dan menitipkan sepeda motornya dirumah. Kita semua pun berangkat untuk kumpul di depan KUA, sebelah timur masjid Al-Akbar Surabaya. Disana sudah banyak anak yang berkumpul dan saling berbincang-bincang satu sama lain.

Ada sekitar 10 garnisun yang terjajar rapi di depan pagar masjid siap untuk kami tumpangi menuju lokasi perkemahan. Daftar peserta pun dibacakan, dan setelah kami tanda tangan, semua peserta masuk ke truk masing-masing sesuai dengan hasil pembagian dari panitia.

Pagi itu jalanan sepi nyaris tak ada kendaraan yang terlihat berlalu lalang. Akhirnya, perjalanan kami ke wonosalam, Jombang, Jawa Timur berjalan cukup singkat hanya sekitar 2 jam saja.

Sesampainya di halaman utama guardian jungle, dekat front office, semua barang bawaan peserta diturunkan. dan kami pun ber-istirahat sebentar sebelum akhirnya sholat bersama jamak qoshor dhuhur dan ashar, terus dilanjutkan dengan makan siaang =D *lapeerrr* Yang SD dikumpulkan sendiri dengan para ustadz dan ustadzah. Sedangkan kami pun di bagi kelompok yang masing-masing terdiri atas 6-8 orang, dengan dibacakan masing-masing PK yang mendampingi selama kegiatan. Akhwatnya terbagi menjadi 10 kelompok, dan yang ikhwan menjadi 9 kelompok.



Disitulah petualangan kita di mulai ^-^

Kami semua mengangkat ransel, carier, atau pun koper dan semua barang bawaan kita untuk turun memasuki hutan guardian. Jalanan yang tersusun atas batu-batu itu mungkin berjarak hingga 1 km atau lebih hingga kami tiba di lapangan utama area camp untuk smp-sma. Setelah berbaris, dilakukan pengarahan terpusat mengenai kondisi di sekitar situ. Barak ikhwan di tingkat dua, sedangkan barak akhwat ada di lantai 3. maksud lantai atau tingkatan itu adalah berupa lahan bekas terasering yang bertingkat-tingkat.

Aku sebagai koord kelompok 6 yang terdiri atas wina-rifda-rahma-afifah-vindi-ana-(dan)shalihah mengambil tempat tidur berderet-deret di ujung barak terdalam. Disitu kondisinya benar-benar gelap, jadi kita harus menyalakan senter saat ingin mengambil sesuatu. Bahkan di pagi pertama, ada laba-laba yang masuk menyusup dari bawah. Aku takut banget, itu mirip laba-laba yang kalo dirumah kita anggap beracun. Semua tas kita letakkan di atas rumput, karena terpalnya nyaris nggak muat untuk kita semua tiduri, ber 70 lebih.

Dihari kedua, kita semua sudah ganti pakaian olahraga dan berkumpul di lapangan untuk melakukan senam pemanasan sebelum akhirnya sarapan bersama kelompok dengan menu pecel. Cara makannya unik dan nggak biasa. Semua nasi bungkus kita harus disusun sedemikian rupa sampai terdempet semua, trus nasinya di tengahkan jadi satu. omg! langsung nggak kolu makan aku, nasinya kelihatan banyaak banget. alhasil, kelompokku sampai pada pingin mutah termasuk aku yang nggak kuat untuk menerima sesuap nasi lasi, dan dengan terpaksa semua nasi kita satukan di satu kertas dan di bungkus lagi *pssst*. Ya, biasanya kalau ada acara yang nginep-nginep aku lebih sering makan satu porsi berdua dari pada sendirian. Itu lah yang akhirnya selalu ku lakukan di sesi makan berikut dan berikutnya.


Hari itu acara kita adalah outbound sambil jelajah alam. Yang akhwat memulai rute perjalanan sesuai angka kelompoknya, seperti aku yang memulai dari pos 6 karena kelompok 6. Kemudian secara clockwise kepos 7 dan seterusnya. Sedangkan yang ikhwan memutar secara counterclockwise berhitung mundur ke angka yang semakin kecil. Jadi di setiap po itus, kita tanding sama kelompok ikhwan. Yang paling berkenang itu waktu sampai di pos pipa bocor. Kelompok yang kami temui adalah kelompok 7, kelompoknya Ulin.

"mas, udah ya mas. bau ini!" teriak salah satu dari mereka.
"Bau apa? nggak bau apa-apa gini lho." kata mas mu' (penjaga pos itu)
"Bau sapiiii" teriak anak yang lain.
Terjadi cekcok sedikit, dan akhirnya mereka pun pergi setelah mendapat tanda bintang ke pos selanjutnya dengan baju dan badan bau lebus binatang. Ini lah giliran kita untuk nyebur. Aku beserta tim ketemu kelompoknya Ali sama Iqbal di situ. Dan sumpah, airnya semakin keruh dan semakin keruh. Warnanya jadi kuning kecoklatan, dengan bau khas sapiii ~.~ bau banget pokoknya. Tapi akhirnya kami nyemplung juga mau nggak mau. Tapi sial banget sih, penjaganya itu mas hakim sama mas muamar, dan asli itu orang-orang iseng. Aku ambil bagian di atas, yang bertugas untuk nuangin air ke pipa yang tinggi banget sampai kita harus menjejak batu dan mengguyur badan sendiri karena berusaha menggapai mulut pipa. Semua lubang berusaha teman-teman tutup, tapi bocor terus dan semua semakin basah dan bau! Mas Hakim malah orasi di tengah kedua kelompok. Dan dia mangkeliiiin, nyuru teman-teman untuk nyiram aku, ntar di kasih "plus 10 poin" katanya. Akhirnya aku pindah posisi ke bawah tukeran sama anak lain untuk nutup lubang. Sukses sudah aku mandi air comberan yang bau kotoran sapi, waktu salah satu jari temanku mleset airnya nyemprot aku dan aku yang kelagepan juga menutup lubangnya dengan tidak tepat. Huaaa, airnya nyemprot mukaku langsung! Kata mas faizal "kapan lagi mandi pakai air surga" hahahaa.. tidak papa, yang penting hepiii =))

Mulanya Rahma ngancam mas nya mau disiram air. Akhirnya dia nyiram mas mu' kena selutut mungkin, trus ngejar mas hakim yang akhirnya bikin mereka ber2 lari keatas bukit. Bodohnya ya, kita kan belum dikasih bintang dan keplek kelomponya masih dibawa mas Hakim. Akhirnya, kita mengalah dan air yang kita bawa dalam baskom dibuang di tanah. Kepleknya diambil sama Ridho dari bawah tebing. Ternyata oh ternyata, mas Hakim kena siraaam ~(^.^)~ hahaha. Dengar-dengar sih, ada yang mau nyiram Dida tapi di lesi dan mas Hakim melintas di belakangnya langsung Byuurr! Padahal mas mu' udah teriak teriak katanya itu baju satu-satunya.. haha.. biarin, kita nggak ambil pusing mau apa kek. ^-^v

Aku dan beberapa anak langsung menuju kamar mandi wilayah SD dan antri bareng mereka :)) *merasa muda* asiknya disana, mandi itu ada waktunya. Ustadzahnya pada koar-koar "5 menit! maksimal 10 menit". Dan begitu giliranku, aku langsung naruh jam tangan di dinding dan ngebut sebisa mungkin. Padahal harus ngilangin bau sapi dan membilas baju sama kaos kaki yang warnanya gak rupa baju lagi. 12 menit pas aku keluar kamar mandi. Hebat! rekor baru, biasanya aku bisa satu jam di kamar mandi. Apalagi kondisinya dingin banget airnya kayak di Jombang itu.

Sorenya, kita mulai nyiapkan satu pertunjukan untuk waktu -Happenind Art-. Mendekati maghrib, kelompokku memutuskan untuk wudhu duluan sebelum ngantri panjang. Begitu mau sholat, anak2 ngomongin tentang jam tangan. OMG! aku ninggalkan jam ku di kamar mandi 10 menit lalu, dan begitu tak cari sambil lari-lari jamnya sudah hilang :'(( Aku langsung bingung semua tak senteri tapi nggak ada. Langsung kulaporkan ke setiap panitia yang kutemui "ada yang nemukan jam tangan ripcurl pink?" Dan sampai sekarang aku nggak tau nasibnya.. padahal itu jam kesayanganku~ Dengan berat hati, kucoba untuk diikhlaskan saja. Semoga bermanfaat ditangan yang lain, jam pink pemberian sahabatku semasa SD '-'

Bulan purnama bersinar terang dan terlihat besar banget di kegelapan hutan. Ayyamulbidh :)

Malam itu happening art dengan tema "kembali ke keshalihan kita", yang ikhwan berada di lapangan menghadap api unggun besar, yang akhwat di dalam barak utama yang terbuka.  aku berperan jadi Ibu yang jahat dan hobi mabuk. Aku nggak nyangka begitu menjiwai nya. Padahal sumpah, aku gemetaran bahkan sebelum tampil. Tanganku dingin nggak karuan, aku mesti takut untuk public speaking biarpun semua orang bilang aku ini kepedean._.

Senangnya jadi orang yang mudah akrab sama siapa aja *kalo nggak mau dibilang hobi SKSD x_x*
Lucunya itu aku ngobrol panjang lebar sama anak SD waktu ngantri mandi dan nimpali ucapan-ucapan anak2 yang ada di depanku. Ternyata setelah dikasiih tau adik SD tadi, itu adiknya Ali namanya Aida dan adiknya Abdullah namanya Hanifah :O Dan nama adik SD tadi aku lupa -,- parah banget ya.

Pulangnya, waktu sarapan aku ngelirik kiri kanan kok pada ngumpul sama kelompoknya. Sedangkan kelompokku jauh disana dan aku selalu ngambil baris jauh terdepan. Akhirnya, aku ijin gabung sama kelompok dekat situ nggak peduli kenal apa enggak. Dan cerita banyaaak sampai aku berhasil nebak-nebak nama mereka :3 wkwkwkk..

Pagi itu aku tracking sama mbak ela (akibat dia manggil aku mbak dan ngaku-ngaku anak kelas 3 smp, panggil aja balik dengan sebutan mbak elo), ana, afifah, putri, ziehah dan fira. Mendaki naik turun gunung dan justru bukan packing atau mandi persiapan pulang. haha. kita sudah niat dari awal, nggak mandi dan nggak usah ganti yaa... Dan kita mulai menuruni sawah melalui tebing dengan seluncuran dan tangan nggenggam rumput-rumput. Dengan hati-hati kita meniti pematang sawah dan foto dengan berbagai pose ^-^v


Dan pukul 9 tibalah saat kita pulang. kita langsung lari ke barak dan terbirit-birit packing ala kadarnya dan masukin barang-barang dengan sedikit maksa. Inilah beban terberatnya, karna bawa beban perlengkapan di pundak dan harus berangkat ndaki ke atas lagi. Eee, baru kita ngos-ngosan diatas, ada panitia ikhwan yang naik ke atas dan minta semua peserta turun ke pendopo utama sekitar 50 meter dari situ. hhh, turun lagi.

4 Juni 2012
Dann, kita pulaaang.... Aku naik garnisun bareng kelompok 7 dan 8 di paling belakang. kapok deh, niatnya biar nggak mabuk malah makan asap knalpot yang item bangeet -_-

trus di masjid agung ada yang teriak sambil dadah dadah, "Mbak Winaaa".



Seorang anak kecil yang aku yakin salah satu peserta SD, entahlah pernah aku lihat dimana. Kubalas lambaiannya dengan tak kalah ceria, tapi dalam hati "siapa ya?" setelah aku nanya-nanya ke anak barulah aku sadar, itu adiknya Ali -lagi- namanya Hamidah. dia kok tau namaku? aku aja nggak ingat kapan ngobrol sama dia :)) *efek SKSD kebangetan* maaf yaa... ^-^v

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti