Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Jumat, 20 Maret 2015

Mewarna dan Terwarna

Teringat kata-kata my ex komtang di kumpul angkatan terakhir, Sebenarnya aku bukan orang yang tidak merasakan hal yang sama dengannya. Hanya saja berbeda cara menyikapinya.

Ku pikir kabur tidak memberi efek apapun pada lingkungan, tapi keberadaan kita bisa jadi juga kecil kemungkinan membawa perubahan. Ada hal-hal yang memang sangat perlu kita didik dan miliki untuk bisa survive disini. Yang kami ajarkan memang sangat dekat dengan hal-hal yang kedepannya kupikir akan sangat meresahkan jika tidak disikapi dengan bijak. Tapi kami harus karena kami tahu hidup tak semudah yang dibayangkan. Mungkin aku sudah banyak melewati hal-hal semacam yang dididikkan mbak mas kami sedari kanak-kanak. Sehingga tempaan kecil tidak terlalu berefek besar. 

Beberapa bulan lalu, mbak hanif pernah minta diantar pulang. Kami bicara cukup banyak selama diperjalanan. Mbaknya sampai terheran-heran bagaimana bisa aku enjoy dilingkungan macam ini? Kalau kata mbak mei, semuanya dikembalikan kepada tujuan awal. That's why I always try my best.

Kini yang aku takutkan adalah terwarnai, karena ada satu kesalahan berpikir yang sudah mendarah daging disni. Mengenai loyal, goal utama kita. Aku lihat, hanya beberapa orang yang telah bertindak cerdas dan bijak dalam pencapaiannya.

Mewarnai dengan sesuatu yang bersifat tunggal itu mengkhawatirkan arogansi yang terlampau tinggi. Memang, itu salah satu yang sangat kita banggakan. Tapi aku nggak akan tinggal diam untuk membiarkan adik-adikku terwarnai dalam satu warna saja. Kecuali aku mau duniawi akan memenuhi setiap pembuluh yang menjalar ditubuh mereka.

Amanah terhadap amanah itu jauh lebih penting, tanpa bermaksud menomorduakan ini.


Jangan mengira aku anak gadis yang tersenyum manis dan bertindak anggun layaknya seorang putri. Semua pemikiranku sering kutuang selama di sekber. Tapi merupakan kesalahanku karena pada akhirnya tidak banyak yang bisa dipertahankan.

Maaf Elin 22, khususnya para pejuang sekber... 
Aku tidak bermaksud gabut atau menghilang tanpa jejak.
Aku hanya "bukan robot", dan hati-hati "senggol bacok"... haha. aku cukup rapuh dalam hal itu.

Don't worry,
Kebencianku tidak akan mengalahkan kecintaanku^^

0 Komentarmu..:

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti