Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Selasa, 05 Juli 2011

Seminggu penuh arti

Waah, akhirnya ada waktu untuk sekedar duduk dirumah. Meskipun cuma berdua sama adek, karena yang lain masih pergi.. =D


Mulai seminggu yang lalu yaa.. 


tanggal 26 Juni lalu, aku ke Mojokerto.. Rumah nenek dari ummi. Hari itu, aku nggak bisa bener-bener menikmati karena masih ada tanggungan. Yah, yang pasti bisa ketemu saudara disana sudah menghibur banget.. rencana jalan-jalan pun nggak jadi. Apalagi foto-foto.. hehe. sebenarnya banyak, tapi ada di kamera kholah. Tanggal 28 pagi, kami sekeluarga pun pulang ke Surabaya..


Tanggal 28, tepatnya hari selasa, aku harus melelui ORAL TEST di YPIA.. Alhamdulillah berjalan lancar. Meskipun nilai akhirnya cuma 71, aku naik ke "High Intermediate I" lhoo.. =D


Tanggal 29, ada Harganas. kalo ini yang ngadain saudara seiman tercinta. Family day nya diadakan di Kenpark atau kenjeran Park b^^d Fiuh, banyak kejadian seruu.. meskipun ada juga yang nggak enak di hati..


Tanggal 30 Juni ada rapat penjurusan di sekolah. Aku berharap masuk IPA.. tapi nilaiku jatuh satu, sehingga harus dapat pertimbangan dan melalui tes lagi. Ini lah yang bikin aku merasa ada tanggungan.. >_<
yang bikin aku teringat-ingat adalah karena jasa seorang wali murid yang membuat kami semua selamat. Beliau berargumen kayak gini..
Kemarin, saya dengar ada jurusan bahasa. Tapi karena hanya 3 orang yang mendaftar, akhirnya kelas itu di tiadakan. Itu ah kan?? oke. Sekarang kami ber-28, sudah cukup dan memenuhi apabila dibentuk satu kelas IPA. Bukannya itu juga sah seandainya kelas IPS hanya ada satu? tentu itu sah. Saya menyekolahkan anak saya disini karena bagus, tapi kalo nyatanya hanya akan membunuh cita-cita anak kami, tentu saya sangat menyesal sudah mendaftarkan disini. Mengapa tidak di sekolah pinggiran saja tapi anak kami bisa tetap belajar sesuai keinginannya??


Hari jum'at pagi.. tanggal 1 JULI, aku.. kakak.. n seorang adik harus packing. karena setelah jum'atan nanti kami akan diantar menuju DPD Jatim untuk berangkat.

Subhanallah.. Inilah puncak kegembiraan yang aku rasakan. 4 garnisun kami tumpangi ke villa di Cuban Talun, Malang. Lokasi kami BERADA DI ATAS AWAN.. Kabut gelap, yang bahkan jarak 5 meter aja sudah sangat susah dilihat. Dzikir terus menerus dilantunkan, karena lerengnya teramat curam. Sedangkan kami salah jalan dan harus memutar di puncak jalanan yang miring.

Hari-hari yang penuh arti. Kami pergi ke air terjun, bukan pada sungai atau pun curahan terakhirnya. Melainkan turunan pertama yang suara jatuhnya seperti gong yang ditabuh keras-keras. DEBLUMM.. Airnya pun bukan sekedar cipratan, tapi benar2 kayak hujan dereees sampai baju kita basah kuyup. Alangkah indahnya ciptaan Allah, mungkin kalo aku kepleset sedikit saja, tamatlah riwayat kita. Sayangnya banyak sampah di atas sana. Ah, manusia..
Hari terakhir, kita semua diajak  RAFTING.. Tak kiranya bakal naik perahu karet kayak biasanya.. ternyata..
Kita bener beraung jeram, tapi yang ini naik ban besaar banget, perorangnya. Air terjunnya kecil-kecil, tapi lumayan curam dan bikin kelagepan. 
Disini aku bikin satu masalah.. hahahaa.. as usuall, aku minta pake rok. padahal peraturannya pakai celana.  Awalnya, roknya dinaikin selutut. tapi begitu turun kesungai n naik ban, lansung tak turunin lagi.. Nakal-nakal-nakal.. xP tapi aku buktikan dong, biarpun masnya mau nangis karena aku nggak mau nurut.. Aku sama sekali nggak kecantol. Jatuh atau terbalik aja kagak.. Kadang malah aku turun ditengah sungai sama Diba Dilla dengan alasan mau sampai finish. Kita lama-lamain kecantol batu biar nggak jalan.. hahaa..  Aku yang memulainya, akhirnya mbak-mbak panitia yang awalnya gk jadi naik juga ikutan pakai  rok ajjah.  ^_^


Pengeeen banget jadi Backpacker.. 

Hal yang paling nggak ku suka adalah dianggap lemah. Jangan dikira anak cewek nggak kuat. Pengen gitu bisa ikutan hiking ke gunung, tapi nggak boleh. Yang tanggal 2, ikhwannya ada jurit malam.. Akhwatnya?? Khawatirlah, dinginlah, bahaya, ntar gini ntar gitu. Ah, dibeda2in.. >.<

0 Komentarmu..:

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti