Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Kamis, 08 November 2012

Ikhlas vs Kepercayaan

Gadis itu mengeluarkan semua uangnya yang berjumlah Rp 20.000,00 yang terdiri atas pecahan 10rb-an, 5 rb, dan sisanya seribu. pinginnya sih dimasukin dompet. Tapi, karena dompetnya masih ada di dalam tas, ia pun menunduk lagi, mengaduk-aduk isi tas, mencari dompetnya.

Setelah dompetnya ketemu, ia kaget, "Lhoh, uang Rp 10.000-ku ke mana? AKu yakin banget tadi ngelihat ada uang warna ungu itu..." 

Wajahnya pucat. Ia bingung. Hari Senin masih 4 hari lagi. Tinggal itulah sisa uangnya. Ia langsung terbayang bensin dan pulsanya yang habis. "Pasti nggak boleh minta lagi,"

tapi ia terus berpositif thinking.

Di sebelahnya, duduklah sahabatnya. Yang juga ikutan panik melihatnya bingung. "Kamu cari apa, sih?"

"Uangku 10 rb... Duh, di mana ya? Perasaan, aku tadi naruh uang Rp 10.000, 00 di sini..." kata gadis itu sambil mengecek ke sekitar tempat duduk dan tasnya. Nihil.

Hatinya berkata, ya udahlah, pasrahkan saja... Pasti ada ganti yang lebih baik, kok.

Tiba-tiba, sahabatnya bertanya, "Kamu, percaya sama orang nggak?"

"Ya, tergantung sih. Kalo aku udah kenal banget dan tahu watak orang itu seperti apa, atau aku nggak kenal orang itu sama sekali, aku nggak percaya2 amat sama dia. Tapi kalo orang itu biasa aja, dan kenalnya dengan aku pun sebatas kenal, aku percaya."

Sahabatnya itu, tersenyum2 sendiri, "Kamu biasa positive thinking sama orang, nggak?"

"Tergantung, sih. Kalo lagi mood baik, every person is kind. Kalo lagi jelek, ugh, bisa jadi jelek semuanya."

"Terus, sekarang, moodmu apa?" tambah lama, sahabatnya itu makin aneh pertanyaannya.

"Setengah-setengah," bingung lebih tepatnya.

"Hahahahahaha. Kasihan aku sama kamu. Nih, kukembaliin uangnya. Kenapa nggak curiga sama aku sih, kan cuma aku yang di sebelahmu..."

kata sahabatnya itu sambil mengipas-ngipaskan uang 10 ribu ke hadapannya.


Moral value: Bahkan, sahabat pun bisa keterlaluan, tapi tetaplah positive thinking. ^_^




Wrote by : Anisa Rochma Sari / Smalabaya
(muup ye kagak ijin '_'v)

0 Komentarmu..:

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti