Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Kamis, 17 Februari 2011

Kepompong dan Kupu-kupu

Alangkah Syahdu menjadi kepompong
Bekarya dalam diam, Bertahan dalam kesempitan..
Tetapi bila tiba waktu menjadi kupu-kupu,
Tak ada pilihan lain selain terbang menari.
Melantun kebaikan diantara bunga,
Menebar keindahan pada dunia.


Dan kupu-kupu tak pernah tau warna sayap mereka..
Tapi orang selalu tau betapa indahnya mereka.
Seperti juga engkau tidak tahu betapa indahnya dirimu.
Tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu dimataNya..


Ketika engkau tunduk dalam dan patuh dalam tuntunannya,
Ridha atas takdirnya,
Tersenyum dalam musibah,
Tegar dalam ujian,
Dan teguh dalam pendirian.

9 Komentarmu..:

MUHAMMAD RIDWAN mengatakan...

maksih atas tulisannya,
udah bisa buat aku tersenyum pagi ini..... :)

Budiman As'ady mengatakan...

smoga tetap semangat dek, keep hamasah!!!

*selamat datang Dalam Dekapan Ukhuwah,
mari bersama bergiat dalam mentaati Allah dan Rosulullah...

hasbuloh mengatakan...

Allah selalu datang dari pintu manapun yang Dia inginkan. pintu musibah=sabar, pintu rezeki=syukur, dan pintu-pintu lainnya..

nice post ^^

BeDa mengatakan...

Membaca puisi ini langsung ingat buku yang pernah saya baca: Dalam Dekapan Ukhuwah

Salam ukhuwah

Wina Zhonniwa mengatakan...

Inilah indahnya ukhuwah islamiah..

Jazakumullah Khoiron Katsiro.. :))
Keep Hamasah, Keep Istiqomah,
Ganbatte selalu :D

abuazm mengatakan...

ukhuwah islamiyah ?
wah... bahan yang bagus untuk dibikin artikel... sangat menginspirasi.. hahaha :D

Wina Zhonniwa mengatakan...

Bas: Itukan tema waktu ada ust.Sallim A. Fillah..
hahaa.. tapi bolehlah.. Monggoo.. :DD

abuazm mengatakan...

wina : iya waktu ramadhan kemarin... hohohho... masih bikin tentang syahadt muhammadar rasulullah... setelah itu baru ukhuwah Islamiyah... semoga bisa.. amin. :D

Teens Club mengatakan...

Wah, Indahnya ukhuwah islamiah?? in memoriam.. Jadi keinget nih..
yah, semoga silaturrahim kita selalu terjaga. Amin.. ^_^

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti