Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Sabtu, 07 Januari 2012

Waktu Bagaikan Pedang

“ الوَقْتُ كَالسَّيْفِ ”




Waktu muda, bagi sebagian orang adalah waktu untuk bersantai, masa untuk bersenang-senang dan menikmati hidup. Bahkan ada sebuah ungkapan yang mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.” Benarkah? Bahkan tanpa amalan sholeh? Sungguh hal ini dapat kita katakan “sangatlah mustahil”. Sebab, jalan menuju segala impian adalah usaha yang keras serta do’a yang mengiringi.

Allah SWT. Berfirman:

وَءَاتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّار
Artinya: Dan Dia (Allah) telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya, sungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Ibrahim :34)

Namun, seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata: Rosulullah SAW Bersabda: ”dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)

Dikatakan dalam sebuah Syair Arab, الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَب (waktu itu lebih berharga daripada emas). Sebegitu pentingnya kita diperintahkan untuk menghargai waktu hingga Allah mengatakannya berkali-kali, termasuk dalam (QS. Al-‘Ashr:1-3) “Demi Massa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasihati dalam kebenaran serta saling menasehati dalam kesabaran.” 

Di akhirat, harta tak lagi berlaku dan teman takkan ada yang membantu, melainkan mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing selama masa hidupnya, dan setiap amal akan mendapatkan balasannya meskipun sekecil biji sawi. “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (QS. Al-Qiyamah:14-15). ”Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS an-Nuur:24). 

Sekarang, bagaimana langkah yang kita ambil untuk mengumpulkan bekal yang cukup? Sungguh, telah tersedia di hadapan kita sebanyak-banyak peluang yang dapat kita gali informasinya untuk dipelajari. Ada berbagai ladang, Contohnya: Bermacam buku yang dapat kita baca, koneksi Internet yang tak terbatas, para guru tempat bertanya, majelis-majelis ilmu, serta teman-teman yang akan membantu kita selamat dunia dan akhirat.

Ingat, kendali pemanfaatan waktu ada di tangan kita. Apabila kita tidak bijaksana dalam memanfaatkannya, kita akan binasa karena penyesalan atas waktu yang tersia-siakan. Seperti kata sebuah pepatah : 

 الوَقْتُ كَالسَّيْفِ إِذَا لَـمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ   
(waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya maka dia akan memotongmu). Sedangkan masih ada akhirat yang menanti di depan kita dengan dua pilihan: Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai atau neraka yang panasnya 7x lipat api di dunia.

7 Komentarmu..:

Syifa Azz mengatakan...

harus bisa menggenggam waktu bener2 yaa.. hmm..

Insan Robbani mengatakan...

subhanallah...
blognya cantik banget adik...
postingannya sangat berkwalitas..
insya Allah kakak akan sering singgah disini...

Wina Zhonniwa mengatakan...

@Kak Syifa Azz : Betul banget mbak. Setiap waktu rasanya jadi penyesalan karena tidak banyak kemajuan yang berhasil kubuat :(

Wina Zhonniwa mengatakan...

@Kak Insan Rabbani: Wah,trimakasih mas. Itu nemu templatenya juga kebetulan._. hehe

Alhamdulillah kalau bermanfaat :D
semoga bisa tetap istiqomah dalam jalan dakwah ini...

Muhammad Scilta Riska mengatakan...

Time is Not Money..

http://muhammadscilta.blogspot.com/2013/04/time-is-not-money.html

#Blogwalking..

Takashi Takamatsu mengatakan...

I agree! Time is not money! Well, we get a work and get money for us to use the money for a good deed like donate money to orphaneges or donate to mosque. That's what money use. We should use the time to do 'Ibadah' for Allah. Allah give us a lot of time so we should not waste it.

venol unair mengatakan...

Terima Kasih postingannya bagus sekali...

feedback yah http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id/

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti