Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Jumat, 10 Desember 2010

Rintihan Al-Qur'an

Waktu engkau masih kanak-kanak...
Kau laksana kawan sejatiku
Aku kau sentuh dengan wudu’
Aku kau pegang dalam keadaan suci
Aku kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Mungkin kau menganggapku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuan
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji...

Sekarang, Aku tersimpan rapi
Hingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu.
Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan sendirian, kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, Aku engkau pendamkan…

Dulu, pagi-pagi, surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau……
Sekarang, seawall pagi sambil minum kopi...

Engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari ALLAH Azzawajalla,
Engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerja pun kadang pun engkau lupa baca pembuka surah-surahku (Bismillah).

Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati muzik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan, radiomu selalu tertuju ke stesyen radio kesukaanmu
Mengasyikkan.

Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di komputermu pun kau putar muzik kesukaanmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku...
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku

Bila malam tiba engkau tahan bersengkang mata berjam-jam di depan TV.
Menonton siaran televisyen
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekadar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu…
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama
Seingatku, hanya awal ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafaz yang tidak semerdu dulu
Engkau pun kini terangkak-rangkak ketika membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu


Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNYA
Apakah TV,radio,hiburan atau komputer dapat menolong kamu????

Yang pasti ayat-ayat ALLAH s.w.t yang ada padaku menolong mu
Itu janji Tuhanmu, ALLAH s.w.t
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu….
Dan akhirnya…
Kubur yang setia menunggu mu…
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu…

Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah “Al-Quran”, kitab sucimu


Yang sentiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah Aku kembali… bacalah Aku kembali aku setiap hari.
Kerana ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci..

Yang berasal dari ALLAH Azzawajalla
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari,lacimu…
Letakkanlah Aku selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau sentiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali…

Baca dan pelajari lagi AKU…
Setiap datangnya pagi,petang dan malam hari walau secebis ayat

Seperti dulu…Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan Aku engkau biarkan aku sendiri…
Dalam bisu dan sepi…


(Halaqah.net: Puisi@Sajak)

0 Komentarmu..:

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti