Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Jumat, 31 Oktober 2014

yang Pahit itu pilihan -_-

Es Krim itu manis...
Keju itu asin...
Yogurt itu asam...

ketiganya enak, ketiganya aku suka.
Sering kali, kita di haruskan memilih salah satu diantara ketiga yang enak itu.
Padahal satu keputusan dapat memberi lebih banyak kesusahan.
Aku hanya merasa, inilah perjuangan untuk bisa mendapatkan yang kupilih.

Kalau kamu yang melihat, mungkin kamu akan merasa sangsi.
Kenapa tidak memilih yang lain, yang direstui berbagai pihak, toh sama-sama kusuka.
Bahwa aku hanya mempersulit diri untuk sesuatu yang tidak perlu.
Iya, seharusnya sesederhana itu.

But, nein!
Ketika pilihan itu jatuh pada keju, aku memang menginginkannya.
Tapi adakah faktor lain yang mendorongku ke arah pilihan itu?
Adakah kau memikirkannya juga?

Once time,
Si A melarangku memakan keju karena aku sudah cukup gemuk.
Lalu, apa berarti yogurt juga tidak membawa dampak yang lain bagiku?
bukan itu hey point pentingnya!
well, kau tau..
Aku sedang tidak memiliki kepentingan untuk memilih yogurt, apalagi es krim.
Selain itu, es krim lebih banyak yang suka bukan?
So, biarlah mereka saja yang memakannya.
Sedangkan keju?
ada yang belum pernah coba, ada pula yang semula tak suka.
Itulah point pentingnya!
Karena aku tokoh utama disini, maka pilihanku akan memberi dampak bukan saja pada pribadiku, tetapi pada kepentingan yang lebih kuat bagi yang lain.

That's it!
That's why I'm getting crazy by these things.
And no matter what the decision is, they won't give me any chance.
How bitter it is, right?
Nein Es Krim, nor keju, and yogurt neither.

pilihan itu lah yang pahit (kebanyakan) =)
karena setiap pilihan selalu melahirkan presepsi yang berbeda dr yang melihatnya


2 Komentarmu..:

siti muryani mengatakan...

setiap pilihan selalu melahirkan presepsi yang berbeda dari yg melihatnya...

anda benar saudariku wina... namun tidak SELALU...
manusia-manusia yg sehati dan seiman akan senantiasa menyelaraskan cara pandang mereka krn muara yang dituju hanya satu... yaitu Allah...
WallahuA'lam bisshowab

Wina Zhonniwa mengatakan...

itu dia, satu visi.
mungkin orang yg menyusahanku ini belum mengarah ke visi yg sama dg yg ku maksud :D

hehe.. matur nuwun mbak siti muryani ^^

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti