Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Kamis, 05 Desember 2013

Malam Berselimut

Dunia seakan berakhir disini, ketika mentari telah mengadu ke peradabannya.
Seluruh kegiatan seperti ingin ditutup begitu saja, membuatnya berlalu seperti dihembuskan angin kencang yang lewat secara bersamaan.
Hanya sekedar berharap, pergilah kau jauh-jauh dan biarkan malamku kembali tak berselimut.

Inilah yang membedakannya dengan duniamu...
Ketika malammu tetaplah benderang bersinarkan rembulan yang elok nan permai.
Ketika kau sujud kepada tuhanmu dalam-dalam, mengharapkan secercah saja cahaya Illahi melintas dan mengangkut seluruh mimpi serta harapan yang kau tumpukan pada umatmu.
Juga ketika otakmu tak pernah berhenti bekerja demi memikirkan kelanjutan dakwah ini.
yah.. Inilah,
Seperti ini kukira, jalanan yang tentram berlandaskan hukum-hukum yang telah terlukiskan dengan jelas tanpa ada selubung yang membuatnya buram dan nampak abu-abu.

Sekali lagi aku harus meneriakkannya dengan lidahku yg kelu tuk berucap.
Malangnya duhai malamku...
Bertaburkan rinai-rinai hujan, tapi tak satupun yang melihat keindahannya selain selimut mendung yang gelap dan suram tanpa celah.

Haruskah ku akui semua kemunafikan ini?
Dengan segenap rinduku pada bintang kecil yang sinarnya kandas jikalau dua malaikat malamku berhenti berucapkan matra-mantra ajaibnya.
Dengan seluruh rasa maluku yang telah hilang entah kemana.
Dan dengan semuanya, semuanya...
Ketika dengan egoisnya malamku hanya sebatas mengintip diri yang semakin berlubang.
Yang entah masih bisa diperbaiki atau kah sudah terlalu rongsok?

Sungguh..
Jikalau kau izinkan, bolehkan aku menatapmu dengan iri?
Iri karena malammu yang indah terawat, bertaburkan keberkahan serta naungan cinta kasih-Nya.
Iri karena malammu begitu lengang dan damai sehingga kau selalu memiliki cukup waktu untuk memperbaiki setiap mili mikro celah yang ada

Malamku buanglah selimut ini..
Buanglah jauh-jauh...
Karna aku juga ingin malamku benderang bermandikan cahaya bulan.

Hasil melekan pukul 2:33 a.m.
setelah nunggu fd anak D3A yg ngopi mathlab a
sambil memikirkan mereka yg masih luntang lantung
hingga malam kembali habis

Allah, give me more power, please... :'-)

0 Komentarmu..:

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti