Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Minggu, 12 Agustus 2012

Datang dari hati, Jadi pemimpin yang peduli! (^o^)9


"SAY NO TO GALAU!!!"

Sejak jum'at tanggal 10 lalu hingga hari ini, 12 Agustus 2012, aku mengikuti sebuah acara yang sangat istimewa meskipun mulanya ragu dan berawal dari paksaan orang tua. Tapi.. yaa.. gue emang harus bilang WOW gitu deh :)) 

tampak peserta sedang mengantri untuk daftar ulang

Acara "Tunas Indonesia 2012" ini di adakan oleh beastudi Etos dan Dompet Dhuafa yang dilaksanakan serempak di 4 kota besar yakni Jakarta, Medan, Jogja, dan Surabaya. Bertempat di asrama haji sukolilo Surabaya, Hall C (aula utama) dan D2 (tempat penginapan)... Tapi yang paling penting adalah.. *jeng-jeng*..
Alhamdulillah gratiss tiss tiiisss =))

Seharusnya hari itu angkatanku di berangkatkan untuk pondok Ramadhan di pondok pesantren Assalafi Al-Fitrah di daerah kedinding. Tapi, saya tak di ijinkan orang tua gitu, eh, malah di suruh ikut ini. Jadilah aku satu-satunya anak dari SMA Negeri 2 Surabaya. Waktu datang, aku sudah menyiapkan mental untuk tetap "stay cool", sambil bawa novel dan cadangan beberapa amunisi supaya menututup kedok seseorang yang sedang dilanda kebingungan karena kesendiriannya._. haha *alay mode: on*

Aku mendaftarkan diri ketika memasuki pukul 10 pagi, kupikir sudah sangat terlambat. Tapi begitu sms mas Iklil (cp), Alhamdulillah ternyata masih bisa. Tapi dasar anak sanguin, entah bagaimana bisa begitu santainya padahal sudah memasuki H-3 jam. Dresscode kita adalah seragam putih abu-abu, yang pada hakekatnya baru saja ku kucek beberapa puluh menit setelah pendaftaranku dinyatakan sukses. *omg!*. Akhirnya nuraniku tergerak untuk prepare barang setelah ditegur sang Ummi, dan barulah aku merasa "bingung", bahwa ini waktu yang sungguh sangat mepet dari pukul satu siang. Alhasil, h-15 menit, aku masih setrika baju dengan sedikit santai *hanya sedikit* dan mulai kalang kabut karena sudah mau setengah 2 tapi aku bahkan belum mandi dan ganti baju. -oke.. ini di skip aja.. wkwk-

Sampai di sana sekitar pukul set3 siang, dan.. *jeng-jeng*.. masih sepi! Alamak! Setelah daftar ulang, aku pun bertanya pada si mbak panitia, eh, ternyata mulainya memang masih bada Ashar-,-. Okelah, saatnya ku keluarkan jurus stay cool ala Wina. Haha.. Sebenarnya dalam hati ini di penuhi tanda tanya dalam banyak hal. Tapi, satu: tebar senyum dan tidak kikuk, dua: pede aja bin es-ka-es-de alias sok kenal sok dekat, aku pun mulai ngobrol dan kenalan sana sini. Yang banyak itu peserta dari SMKN 1 Surabaya dan Madrasah Aliyah Maskumambang Gresik. Ada pula yang dari SMAN 1 Driyorejo Gresik, SMAIT Al-Uswah Sby, SMKN 10 Sby, SMA Trimurti, SMK Ipiems, SMAN 7 Sby, dll. Yang pasti, orang pertama yang mengajakku bicara bernama Fitri dari MA Maskumambang :D

Peserta akhwat saat meneriakkan jargon

Kami dibagi menjadi beberapa kamar yang maing-masingnya ada 7 anak. Di kamarku ada Fitri (nggak nyangka kita sekamar), Nona, Titin, Rida, Rizka, juga Aisyah. Nah, 4 orang di baris terdepan itu Wina and the gank :))

Jargon yang harus kita teriakkan banyak banget. Karna pembicara satu dan yang lain di malam awal, masing-masing meneriakkan satu, yang pada akhirnya di teriakkan semua bergantian selama 3 hari itu.. melatih konsentrasi dan ingatan kali ^-^

>> Apa kabar semua?
Alhamdulillah, Luar biasa, ALLAHU AKBAR!!! <ini sudah biasa dan selalu ini>
>> Apa kabar Tunas Indonesia?
Datang dari hati, jadi pemimpin yang peduli!
>> Tunas Indonesiaaa....
Berkontribusi, Berkarya, untuk Indonesia!
>> Siapa Kalian???
Siswa Peduli! <di hari terakhir di ubah> Pelajar peduli! 

Dua orang dari kanan : Wina
Tanda tangan dan tanda partisipasi untuk saling menyemangati dalam membangun Indonesia

Di sana, kami di beri banyak sekali bekal untuk di tuang dalam kehidupan nyata. Agar kami, sebagai tunas Indonesia, dapat tumbuh dan berkembang dengan membawa pembanggunan dan membanggakan Indonesia. Ternyata, pendidikan karakter yang selama ini di sekolahku sering di lakukan namun ku anggap remeh, baru kusadari betapa pentingnya itu. Bagaimana besarnya harapan Indonesia tertumpu pada kami sebagai generasi muda yang mereka yakin kita mampu memba kemajuan dan perubahan.

Selama ini, banyak sekali anak-anak desa yang telah sukses di kota enggan untuk kembali dan mengabdi atau menerapkan ilmunya untuk pembangunan wilayah yang belum tersentuh banyak oleh pendidikan. Banyak pula yang sekolah hingga ke luar negri namun memilih untuk menetap disana, bekerja dan enggan kembali lagi ke Indonesia. PADAHAL KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI??

Begitu banyak fakta yang membutuhkan segenap perhatian kita. Meskipun kau merasa memiliki banyak sekali urusan yang penting, merasa sangat sibuk dan tak ada waktu untuk mengurus hal-hal seperti ini... Tapi satu hal, hidup kita tiada memiliki arti jika keberadaan kita tidak membawa manfaat bagi sesama. 

Kami ditekankan dan dididik pada Sosiopreuner, atau sosial enterpreuner. 
Contoh: Ada sesorang yang memulai usaha sebagai seorang wirausaha. Ia bermula dari nol, dan mengembangkan semunya berakar dari dirinya. Mungkin usahanya pada akhirnya berhasil dan menggurita, namun yang di dapat, sepenuhnya akan kembali pada sang usahawan tadi.

Tapi sosiopreuner berbeda. Ini adalah satu program kita sebagai wirausaha dimana keberadaan kita akan membawa manfaat besar dan kemajuan bagi sesama.
Contoh: Mulanya seseorang itu membukan sebuah rumah makan,  orang itu pun memperkerjakan tetangga dan orang-orang di sekitar situ sebagai karyawannya. (1, mengurangi jumlah pengangguran). Kemudian tetangganya yang lain ia pesan untuk membuatkan satu menu yang kemudian ia borong dan di jual di rumah makan itu (2, ia telah mencoba untuk berbagi hasil). RM itu semakin besar, maka ia meminta pada tetangga sebelah untuk lahannya digunakan sebagai parkiran dan uangnya dibagi hasil (3, membantu perekonomian rumah tangga lain). Setelah sedemikian maju, RM itu membutuhkan pasokan daging ayam dalam jumlah besar. Dari pada kulak di luar, ia pun mengusulkan pada warga kompleknya untuk membuat peternakan ayam yang hasilnya akan ia beli untuk RM-nya.. dan terus demikian. "Mungkin hasilnya tidak sebera besar yang di dapat wirausahawan tersebut, tapi ia sangat membantu mensejahterakan masyarakat wilayah itu dalam perekonomian dan juga yang lain"


Inilah kami, Tunas Indonesia 2012 dari Surabaya :)
Semoga dengan ini, kami telah siap terjun ke tengah masyarakat untuk melaksanakan pembangunan.
Hari itu, aku benar-benar OPTIMIS dengan mimpi ku, menjadi seorang arsitek dunia. Akan ku bangun Indonesia menjadi negara yang tertata dan berpendidikan maju. Memiliki generasi berpemikiran terbuka, revolusioner dan kreatif dalam menciptakan Masyarakat Madani. Aku percaya, di tahun 2030 nanti, seperti yyang sudah di perkirakan, Indpnesia akan menduduki 7 besar "Negara Maju di Dunia \(^O^)/ Ganbatte ne!

0 Komentarmu..:

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti