Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Abu - abu

Besok besar mau jadi apa? Duluu sekali pertanyaan itu kerap di lontarkan. Hingga kini pertanyaan itu pun berkembang seiring meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti yang diduga karna jawaban selalu dalam satu tema bidang.

Hingga satu statement yang menjadi titik balik semuanya.

Menjadi salah satu anak flash, cucu ironman, dan majikan bold. Tapi kalau ditanya, besok lulus mau jadi apa? Jawabmu “abu-abu”. Memang bukan jalan yang salah karena cita-cita besar yang terselip disini menjadikannya layak untuk diperjuangkan. Cuma belum menemukan caranya menuju kesana.

Someone said, “hakekatnya orang multi talent itu orang bingung”. Iya, Abu-abu sampai bisa memutuskan mau jadi putih atau hitam.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Good Morning

Matahari pagi nampak tersipu dari peraduannya
mengerjap enggan namun terselip semangat yang membara disana
ingin rasanya bersegera menyapa sahabat di ufuk seberang
bercengkrama dan berbagi kebahagiaan

Meski terkadang sinarnya dicaci dan tak diharapkan,
tak mengapa..
manusia-manusia itu hanya belum memahami
keberadaan matahari adalah sebuah karunia
sinarnya hangat, menebar banyak manfaat

Mungkin kelak ketika ia tak lagi ada
kuyakin mereka kan menyesal dengan semua ketaksyukurannya
tak mengapa..
tetaplah tersenyum wahai mentari dunia

Doamu kepada Allah
Sebutlah kami diantaranya ya...



Good Morning, Tangerang.
august, 22nd 2015

Senin, 15 Juni 2015

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .


reblog dari : https://lapislazulum.wordpress.com/2013/09/27/menurutmu-kami-bahagia-terlahir-sebagai-anak-kader/

Dalam banyak diskusi dan orang orang yang kutemui, mereka selalu berharap lahir dari pasangan kader. Menurut mereka dibesarkan | pastinya akan bahagia ketika orangtuanya adalah para kader.  Ah, aneh sekali bagiku ! Justru, aku begitu kagum ketika melihat hijrahnya seseorang dan perubahannya karena murni juang ia sendiri mencari hidayah | ada yang harus sembunyi sembunyi memakai kerudung, ada yang dibiarkan saja justru orang tua nya mendukung untuk berpacaran,dll. Entahlah, berapa banyak aku, kami yang dilahirkan dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan yang juga berfikir seperti itu. Menurutmu kami bahagia ?
Bagi sebagian kami itu kebalikannya, yang ditakdirkan oleh Allah lahir dari rahim abi umi, yang sering disebut banyak orang sebagai anak kader. Ah, panggilan itu begitu menyesakkan. Karena kami dinilai dan dikenali dari abi umi kami. Kami dinilai apakah kualitas kami seperti abi umi. Setiap acara yang kami datangi selalu ada kolom khusus nama orang tua. Selalu dan selalu. Dalam setiap acara selalu berhadapan dengan pertanyaan, bagaimana abi umi ?  Menurutmu kami bahagia ?
Berapa banyak orang yang aku temui, yang aku yakin belum pernah menemuinya sebelumnya tapi mengetahui namaku. Ah, ini anaknya ***. Dikenali dari siapa orang tua kami. Di absen dan dicari berdasarkan siapa orang tua kami.  Sering ditinggalkan ketika kecil oleh abi umi dengan alasan dakwah. Di tinggal sendirian dirumah dan menghabiskan banyak waktu bersama khadimat (asisten rumah tangga). Menurutmu kami bahagia ?
Uang jajanku akan dipotong jika aku tidak berangkat mengaji *sebut halaqoh. Bahkan saat sekolah dasar seperti itu, abi umi akan selalu setia mengantarkan aku-kami jika waktu rutinan telah hadir. Menonton tv berlebihan, tidak segera sholat ketika adzan, tidak menyetorkan hafalan, tidak memakai kerudung ketika keluar rumah. Ah itu semua akan berakibat fatal – dipotongnya uang jajan. Menurutmu itu menyenangkan ?
Aku – kami dan seluruh adiku hampir menghabiskan waktu lebih banyak dengan khadimat sejak kecil hingga sekarang.  Abi umi selain bekerja di luarkota, waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, untuk mengisi ini itu – rapat ini itu – datang acara ini itu. Untuk sekedar cerita saja, harus membuat janji. Menurutmu kami bahagia ?
Adikku pernah lupa dijemput dan miskomunikasi hingga tertinggal di sekolah lebih dari 4 jam. Tapi untuk kajian abi umi G pernah lupa. Menurutmu kami bahagia ?
Kami bahagia ! Aku bahagia sepenuhnya dan bersyukur atas segala takdirNya !
Aku dan kami semua yang terlahir dari rahim rahim tarbiyah sejak dalam kandungan bersyukur dan ingin membisikkan padamu abi umi, “ Terima kasih telah lahirkan aku dari rahimmu.  Abi umi, jazakallah khairan katsir atas segalanya. “
Aku teringat, ketika dahulu kecil kami harus mengikuti aksi ini itu di terik matahari. Ketika dalam sebuah pemilu dahulu, aku pernah bertanya “ umi, ngapain sih kita pake bikin kotak makan sebanyak ini ? Kenapa G orang lain aja ? repot. Emang buat siapa sih ? “.  Dengan pelan umi jawab “ ini buat amih amih yang jaga di TPS kak. Nanti, Allah akan ngasi kakak rejeki yang banyak banget kalo kakak mau bantu umi. “ Ah, sekarang aku tau, saat itu umi diamanahi untuk menyiapkan konsumsi bagi semua saksi. Tenang saja umi, kami sekarang sudah terbiasa menghabiskan banyak uang dan itu tidak masalah. Sudah terbiasa aksi ini itu tidak peduli kulit hitam.
Aku teringat pesannya, kami dibina sejak kecil agar menjadi barisan terdepan di saat saat seperti ini. Saat dakwah abi umi dicaci dan banyak yang akan menghancurkannya, maka aku pastikan, bahwa kami akan ada di garis terdepan untuk menegakkannya dan melindunginya. Tragedi di 2013 ini, menyadarkan banyak dari kami atas apa yg sudah diperjuangkan selama ini. Aku menangis ketika seorang anak kader menangis menceritakan apa yang disampaiakn umi abinya sebelum tragedi kedholiman besar itu “ Kakak baik baik ya. Apa kakak akan baik baik saja jika abi umi ditangkap?”. Harus baik baik saja. Bahkan jika itu suami kamipun, kami harus siap ! karena itu kami dibina sejak belia.
Untuk para umi amah, yang memperjuangkan jilbab di era 80 an– yang menghadapi teror akademis universitas ataupun teror kematian. Untuk amah amah yang tertembak mati secara misterius | tidak ada barangnya yg hilang – juga tidak ternodai sedikitpun | aku ingin menyampaikan | jazakumullah khairan katsir.
Untuk para abi yang pulang larut malam namun tetap melanjutkan untuk rutinan ataupun mengisi disana sini | Yang sudah merelakan kehilangan banyak waktu bersama putra putrinya | Sungguh kau membuat putri putrimu mendambakan pendamping sepertimu. | Jazakumullah khairan katsir
Pesan ustad Hamy selalu terngiang “ Abi dan umi kalian bertemu dalam dakwah untuk menghasilkan generasi yang jauh lebih cinta dakwah. “
Dan aku pun mempercayainya “ Aku akan bertemu dengan abi, ayah dari anak anak ku di jalan ini, untuk melahirkan generasi yang jauh jauh lebih cinta dakwah. ”
Kami dibina sejak kecil agar saat ini, kami berada di garis terdepan pembelaan terhadapNya. Bersyukurlah bagi kalian yang dilahirkan dalam keluarga dakwah. Tetap bersyukurlah, bagi kalian yg tidak dilahirkan dalam kondisi ini, karena kalian telah membuat kami iri sepenuhnya.
Aku ingin | aku harap |  dan akan membuat buku yang secara khusus ku persembahkan dari himpunan tulisan seluruh putra putrimu untuk seluruh abi umi,  yang telah melahirkan generasi yang dinanti itu | mereka putra putrinya yang didoakan siang dan malam untuk mampu melanjutkan yang sudah mereka mulai. Aku bersungguh sungguh ingin menghadiahkan itu kepada seluruh abi umi, amah ami, ustadz dan ustadzah kami semua yang telah melahirkan kami dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan. Jazakumullah khairan katsir
27 September 2013
=======================================================
Entah ya, rasanya campur aduk banget bacanya...
Of course aku sangat bangga dan bahagia terlahir sebagai anak kader. Tapi ya gitu, entah bagaimana selama ini aku begitu nakal dan betingkah yang nggak nggak. Jadi ingat gimana halaqoh jaman aku SD, apapun yang dibicarakan sama amahnya cuma masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Bahkan sampai sekarang masih ababil gini. Punya pemikiran sendiri, susah diatur, ditegur, apalagi kalau pakai nada tinggi. Meledak-ledak sampai yang lihat bingung. Padahal aku juga tau betapa besar harapan yang ditumpukan ummi abi di pundak-pundak kecil kami. Dan sebenarnya aku juga punya cita-cita besar yang sering kali dalam pencapaiannya susah untuk dikomunikasikan, jadi lebih sering disalahpahaminya dari pada enggak. Percayalah, aku insyaAllah bisa jadi seperti apa yang kalian harapkan, mauku sih lebih. hehe. 

Aku percaya, cita-cita besar kaum muslimin semua pasti akan terwujud.
Sudah janji Allah kan?
Meski sekarang masih dalam barisan yang terpisah-pisah, dalam wajihah yang berrupa-rupa, juga dengan pengambilan metode yang berbeda. Aku percaya kelak semuanya perlahan akan bersatupaham, bahwa pada dasarnya tujuan kita adalah sama.

_Islam is the way of life_
ini capture dari blog miruna : http://mirunasays.blogspot.com/2015/06/jadi-harus-hormati-siapa.html

Bismillah!

Rabu, 13 Mei 2015

Lika-liku

Melalui perjalanan yang panjang ini seakan tak berujung. Menerobos celah-celah hiruk pikuk dunia tanpa bekal yang cukup, seakan rela dikorbankan cuma-cuma, bagai santapan ringan yang tak banyak memberi pengaruh bagi tubuh. Tinggal memilih, akankah aku mewarna atau justru terwarna. Entah mana yang layak untuk lebih dipertahankan. 

Lika-liku yang sia-sia.
Ketika dimasa lampau, sekarang, ataupun yang akan datang.. tak banyak membawa perubahan dan perbaikan yang berarti. Still childish and don't know what the decision is.. Acuh tak acuh meski sadar sudah terombang ambing dan terhanyut ke muara antah berantah.

Lika-liku yang tajam dan bergerigi. Siap membunuh dan merajang apa-apa menjadi seripihan apa-apa yang semakin tak dikenali. 

Semoga kali ini bisa. Tidak otoriter, menggurui, atau justru always say yes tanpa mau tau lebih lanjut. Keputusan yang tepat seharusnya menghasilkan langkah yang tepat.

Bismillah amanah..
Siap menaklukkan lika-liku yang telah menyambut didepan.
_Innallaha ma'ana_

Selasa, 21 April 2015

Baiat ELIN XXIII @cuban tengah


Salah satu tugas besar pejuang sekber akhirnya tuntas sudah kemarin minggu, 19 april 2015.
Yah, meskipun aku bukan pejuang sekber yang baik buat mereka, tapi seperti kawan-kawan elin 22 yang lain, kita merasa sangat bangga karena berhasil melampaui titik puncak ini. hmm.. ternyata ini toh yang namanya baiat.. hihihi.. ungkapan lucu ini beberapa kali terlontar dari mulut teman elin 22. Maklum, kita dulu nggak sampai di baiat. Loyalitas kita sudah nggak perlu lagi diuji dan disogok meskipun seandainya kita diminta baiat bareng elin 23.

Welcome elin 23, selamat datang di keluarga besar teknik elektro Industri dengan segala naik-turun dan tantangannya! ^^ Asal tau aja, elin itu super duper ekstra keren. Kenapa? tau jurusan industri gradenya setinggi apa? tau elektro tingkatannya sesulit apa? gimana dengan gabungan keduanya, elektro industri???

Antara nyesel dan beruntung sih jadi SC outbond. Beruntung karena aku jadi punya banyak koneksi dengan warga, juga wewenang khusus dalam berhadapan dengan adik-adiknya. Meskipun masih ada rasa bersalah karena aku adalah SC tergabut diantara delapan SC lainnya. Merasa yang terbodoh dan yang paling nggak paham konsep dibanding yang lain. hehe. Tapi senengnya bukan main waktu SC OPP, SC OB, sama KPU dikumpulkan dan diberi banyak wejangan sebelum akhirnya jaket merah kebanggaan ELIN di amanahkan ke kita sebagai pewaris tonggak estafet keluarga besar ini.

Tidak selamanya ini berakhir buruk, tidak selamanya ini menjadi sesuatu yang salah. Tinggal bagaimana pembinaan dan pembiasaan yang kita didikkan kepada generasi dibawah kita.

ELIN 22 MANTAP!!!
ELIN POWER JOSS JOSS JOSS!!!

Senin, 30 Maret 2015

Selina goes to pacet

Sekitar pukul 14.00 siang tadi aku sampai di rumah surabaya. Dari mana? dari pacet sama teman sekelas, meskipun cuma ber14 aja. Selina (

#Flashback

Kemarin sabtu kita ada kuliah tambahan untuk mengganti jum'at depan yang tanggal merah. Paralel absen atas masuk pukul 08.00 untuk praktikum mesin listrik 2, dan paralel absen bawah mulai bergabung dengan kelas saat memasuki teori mesin listrik pukul 13.00 di laboratorium teknik sistem tenaga.

Mendadak aja ide itu muncul dari kepala teman-teman, yaitu mau bermalam di rumahku yang ada di Pesanggrahan, Kutorejo, Mojosari. Untuk tindak lanjutnya aku nyoba ngehubungi ummi lewat sms apakah beliau sedang ada di rumah, dan rupanya konfirmasi positif. Aku pun cerita tentang tujuan teman-teman dan minta izin buat nginep disana.

Kuliah selesai bukul 16.30, kitapun sholat ashar berjamaah di musholla an-nahl. Setelahnya dilanjutkan untuk briefing kelas, karna ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mereka bisa pergi ke rumahku.

Pertama, rumah itu kosong hampir setahun, sudah pasti kotornya nggak karuan. Jangan sambatan karena kita harus bersih-bersih sebelum nempati. Kedua, berangkat sore, biar sampai disana nggak malam, aku nggak mau keluar kota motoran sendiri terlalu malam. Ketiga, yang berangkat harus dibagi menjadi 2 kloter, karena sore itu masih ada pengaderan untuk 2014 yang nggak mungkin ditinggal.

Alhasil, kita langsung cus berangkat tanpa babibu lagi. Kloter 1 cuma ber 6, naik 3 motor, wina goncengan sama brenda yang dikawal 2 motor berpenumpang 4 cowok dibelakangnya. Setelah mampir-mapir ke kosan mereka secara bergilir untuk mengambil apa-apa yang harus dibawa, kita sholat maghrib, ngisi bahan bakar, dan tancap gas sampai pesanggrahan. Dan aku nekat berangkat tanpa mampir rumah, tanpa bawa baju ganti, sikat gigi, sabun, dkk. haha.. *tidak untuk di contoh, saya mungkin tidak murni perempuan*. Buat sampai disana pun kita cukup lama, sekitar 2 jam perjalanan. Kenapa? karena wina nggak hafal jalan, dan melaju kencang hanya dengan intuisi. Begitu ngerasa ada jalan yang tidak feel, aku berhenti buat nanya orang. Sempat kebablasan di salah satu lampu merah, dan sempat ngira bablas naik ke pacet padahal masih jauh dari tujuan. wkwkwk.

Di rumah yang bisa dibilang cukup besar itu, teman-teman cowok tidur di kamar tempat jemuran di lantai 2. di gelar 2 tikar panjang, di alasi seprai, trus di semprot bayfresh biar nggak apek. Sedangkan wina sama brenda tidur dikamar. hihihi... bukan salah kita, karena mereka terlalu banyak untuk tidur di kamar. Meskipun gitu syukurlah teman-temanku ini anaknya baik-baik, beberapa cukup hanif, dan yaa... keluar kampus bukan berarti betingkah, maksudku kalau di lihat dr watak jurusanku yang mayoritas gitu. Salut nih, ada yang sempat sholat malam (kata ortu sih, entah siapa), trus semuanya bangun pagi dan subuhan di masjid (kalo ini sih ada faktor sungkan sama abi. haha)



Waktu berangkat, agak ketir-ketir, tapi Bismillah aja motor supraku kuat di ajak nanjak. Tapi ternyata nyampe juga di padusan. Datang-datang langsung pada njujug warung cari yang anget-anget karena kondisi badan belum beradaptasi dengan dinginnya udara. Rupanya jalan-jalan gitu aja ngabisin duit cukup banyak -_- berpikir ulang nih untuk mengelola keuangan. hehe




Pulangnya kita kena tilang pula. Merasa sangat bodoh dan terbodohi. Surat kita lengkap, tapi ada satu kesalahan fatal yang dengan tidak sadarnya bikin kita ditilang. Masalah ambil sim kita, hmm... aku bingung sih, ini jauh bangeet dari surabaya. Hari kerja kita full banget pula kuliahnya...

Jumat, 20 Maret 2015

Mewarna dan Terwarna

Teringat kata-kata my ex komtang di kumpul angkatan terakhir, Sebenarnya aku bukan orang yang tidak merasakan hal yang sama dengannya. Hanya saja berbeda cara menyikapinya.

Ku pikir kabur tidak memberi efek apapun pada lingkungan, tapi keberadaan kita bisa jadi juga kecil kemungkinan membawa perubahan. Ada hal-hal yang memang sangat perlu kita didik dan miliki untuk bisa survive disini. Yang kami ajarkan memang sangat dekat dengan hal-hal yang kedepannya kupikir akan sangat meresahkan jika tidak disikapi dengan bijak. Tapi kami harus karena kami tahu hidup tak semudah yang dibayangkan. Mungkin aku sudah banyak melewati hal-hal semacam yang dididikkan mbak mas kami sedari kanak-kanak. Sehingga tempaan kecil tidak terlalu berefek besar. 

Beberapa bulan lalu, mbak hanif pernah minta diantar pulang. Kami bicara cukup banyak selama diperjalanan. Mbaknya sampai terheran-heran bagaimana bisa aku enjoy dilingkungan macam ini? Kalau kata mbak mei, semuanya dikembalikan kepada tujuan awal. That's why I always try my best.

Kini yang aku takutkan adalah terwarnai, karena ada satu kesalahan berpikir yang sudah mendarah daging disni. Mengenai loyal, goal utama kita. Aku lihat, hanya beberapa orang yang telah bertindak cerdas dan bijak dalam pencapaiannya.

Mewarnai dengan sesuatu yang bersifat tunggal itu mengkhawatirkan arogansi yang terlampau tinggi. Memang, itu salah satu yang sangat kita banggakan. Tapi aku nggak akan tinggal diam untuk membiarkan adik-adikku terwarnai dalam satu warna saja. Kecuali aku mau duniawi akan memenuhi setiap pembuluh yang menjalar ditubuh mereka.

Amanah terhadap amanah itu jauh lebih penting, tanpa bermaksud menomorduakan ini.


Jangan mengira aku anak gadis yang tersenyum manis dan bertindak anggun layaknya seorang putri. Semua pemikiranku sering kutuang selama di sekber. Tapi merupakan kesalahanku karena pada akhirnya tidak banyak yang bisa dipertahankan.

Maaf Elin 22, khususnya para pejuang sekber... 
Aku tidak bermaksud gabut atau menghilang tanpa jejak.
Aku hanya "bukan robot", dan hati-hati "senggol bacok"... haha. aku cukup rapuh dalam hal itu.

Don't worry,
Kebencianku tidak akan mengalahkan kecintaanku^^

Jumat, 31 Oktober 2014

yang Pahit itu pilihan -_-

Es Krim itu manis...
Keju itu asin...
Yogurt itu asam...

ketiganya enak, ketiganya aku suka.
Sering kali, kita di haruskan memilih salah satu diantara ketiga yang enak itu.
Padahal satu keputusan dapat memberi lebih banyak kesusahan.
Aku hanya merasa, inilah perjuangan untuk bisa mendapatkan yang kupilih.

Kalau kamu yang melihat, mungkin kamu akan merasa sangsi.
Kenapa tidak memilih yang lain, yang direstui berbagai pihak, toh sama-sama kusuka.
Bahwa aku hanya mempersulit diri untuk sesuatu yang tidak perlu.
Iya, seharusnya sesederhana itu.

But, nein!
Ketika pilihan itu jatuh pada keju, aku memang menginginkannya.
Tapi adakah faktor lain yang mendorongku ke arah pilihan itu?
Adakah kau memikirkannya juga?

Once time,
Si A melarangku memakan keju karena aku sudah cukup gemuk.
Lalu, apa berarti yogurt juga tidak membawa dampak yang lain bagiku?
bukan itu hey point pentingnya!
well, kau tau..
Aku sedang tidak memiliki kepentingan untuk memilih yogurt, apalagi es krim.
Selain itu, es krim lebih banyak yang suka bukan?
So, biarlah mereka saja yang memakannya.
Sedangkan keju?
ada yang belum pernah coba, ada pula yang semula tak suka.
Itulah point pentingnya!
Karena aku tokoh utama disini, maka pilihanku akan memberi dampak bukan saja pada pribadiku, tetapi pada kepentingan yang lebih kuat bagi yang lain.

That's it!
That's why I'm getting crazy by these things.
And no matter what the decision is, they won't give me any chance.
How bitter it is, right?
Nein Es Krim, nor keju, and yogurt neither.

pilihan itu lah yang pahit (kebanyakan) =)
karena setiap pilihan selalu melahirkan presepsi yang berbeda dr yang melihatnya


Sabtu, 25 Oktober 2014

Maaf ya bapak...

Sudah setahun ya pak?
Setahun sejak judgement itu terjadi.
Setengah semester sejak huruf terjelek itu keluar, nggak papa :)

Maafkan saya ya pak, kemarin saya tau sesuatu telah terjadi dalam benak bapak
entah itu muncul sejak malam bersama adik-adik, ataukan hal lain
mungkin bapak sudah mendengar tentang kiprah saya?
atau bapak masih penasaran tentang saya yang berbeda?
Saya hanya bisa meminta maaf

Maafkan saya ya pak, mungkin setelah kejadian terakhir saya sudah kehilangan keberanian, tidak seperti dulu-dulu ketika masalah belum banyak sowan ke saya.
Ketika kepribadian saya belum terrevolusi ulang seperti sekarang
Saya bahkan pernah ada niat utuk mengiyakan ke rumah bapak bersama mas
Tapi rupanya bukan jalannya kesana

Maafkan saya bapak,
saya sama sekali tidak punya maksud seperti yang bapak pikirkan
sama seperti saat di awal teman-teman menegur untuk sesuatu yang tidak mereka ketahui
dan maafkan ya pak, karena ini sudah menjadi komitmen saya

Sayang sekali bapak bukan teman-teman yang selalu disekeliling saya
bukan orang-orang yang akhirnya mengerti untuk menghargai
bukan pula orang-orang yang memang faham dengan jalan yang saya ambil
ataupun seseorang yang senang melihat dari sudut pandang yang berbeda

Ini semua semata-mata karena tidak ada yang lebih saya mampu daripada berusaha untuk kuat dalam komitmen ini kepada yang disana. Karena sementara ini, ya inilah yang menjaga saya.

pra UTS gasal tahun kedua
fighting! ^^/
*aku tau yang baca ini pasti langsung tring mengarah kemana*
hahaha.. biarlah orang berpresepsi :v

Selasa, 30 September 2014

Surat Rahasia

Tadi pagi, wina dan teman-teman SC mau syuro' untuk intan 1 ceritanya.
Tapi Ilham di sms nggak bales, apalagi Agam.
eeh, usut punya usut, smsku pending, dia capek nunggu di sekret sampai ketiduran.
Alhasil ya gitu deh.

Nah, pas mau bahas sama akhwat disitu, aku buka buku catatan hijauku yang ada tulisannya "#YukKitaMentoring".. dan.. jeng jeng.. SURPRISE!!!

disana, dihalaman tengah. Penuh.
tau apa? berbait-bait puisi yang begitu misterius.
di awali dengan nama lengkapku yang "FIX" salah dalam penulisannya..
*btw, bikin aku ketawa, isinya lucu*
dan karna ini buku bukan buku pribadi, ya kertasnya tak gradak aja. disimpen kok tenang aja.

Yang aku heran, tulisan itu lumayan panjang, berarti buku ini pernah dipinjem seseorang cukup lama tanpa sepengetahuanku dan kembali tanpa sepengetahuanku juga. Nulis namaku aja salah, siapa hayo? trus sama fontnya yang nggak biasa.

Suayang poll wes sama kamu juga
Hahaha :3

*Yesss!!! Satu lagi koleksi utk album kenangan lifetime ku*


Jumat, 26 September 2014

Mellow

Semakin kemari, semakin banyak berubah.
Sebagaimana bertambahnya tugas, amanah yang terus menggunung, amalan yang semakin terbengkalai, belum lagi pusing dengan KP dimana dan sama siapa. ah, apalah ini semua~

Ketika mellow semakin mellow..
Melankolis ini semakin menjadi-jadi, meminta segala hal haruslah perfect.
Koleris yang tek pernah ingin kalah pun melunjak tinggi tinggi.
Lalu, bagaimana dengan si plegmatis yang kian hari kian tak nampak?
hmm.. Hanya saja semoga sang sanguinis tak ikut andil dalam kebringasan ini.
Sebab dia harus berjalan ringan melewati semuanya, tersenyum manis disela-sela harinya, pun pula menyapa manusia-manusia yang berlalu lalang dijalanan.

well, kata mbak-mbakku..
Sebenarnya yang menjadi masalah adalah karena lemahnya imanku.
Amal yaumi dan mendekat sama Allah menjadi kunci paling penting disini, bahasa mudahnya "agar Allah memiliki alasan untuk membantuku"

hmm.. Aku rasa gitu.

Sakitnya tuh disini *nunjuk kepala*
#Curhat_mode: ON =p

Kamis, 01 Mei 2014

rindu menulis

Menulis.. menulis... menulis...
hanya ingin selalu menulis.
melampiaskan segala emosi rasa rupa dalam melodi kata tak bernada.
merindu emosi-emosi yang berkecamuk dalam setiap derap jemari gemulainya.

Saat simphony tak lagi terdengar merdu.
saat lantunan nyanyian alam tak lagi menggoda.
saat dunia terasa seakan kertas kosong tanpa rupa.
seakan kehampaan mengisi ruang-ruang di udara.

menulis... menulis.. menulis...
hanya merindu baris-baris kebodohan yang terurai dalam harmoni.
menguak masa-masa silam penuh tawa dan duka.
menyibak tabir kehidupan yang buram akan kebenaran.

kala mentari tak kunjung bersua.
kala sinar bintang tak lagi menjadi penuntun arah.
hanya ingin menulis.
dan menulis akan menjadi penawar semuanya.


---
terima kasih untuk mbak masku yang ada di rumah lebah kuning dan hijau
aku teramat sayang kalian
Jadikan Rhabitah pengikatnya..Jadikan doa ekspresi rindu.. semoga kita bersua di syurga

Sabtu, 25 Januari 2014

Coretan usang

Untuk ke seribu kalinya aku meminta harapan ini.

Tolong jaga dengan kehati-hatian ekstra ya Allah.
Kalau memang bukan punyanya atau calon punyanya, ya jangan dikasiin.
Aku lo nggak papa. Malah resah kalau gini ini.
Kalau memang wasiatnya tertulis beda, ya bedakan aja it's okay.

Aku disini banyak bingung, galau, dan bimbang.
takut mbablas ngaku-ngaku, takut nggak bisa lepas lah.
Takut salah bertingkah.

ya wes lah pokoknya gak nyaman aja u,u

Selasa, 05 November 2013

Berlian di tengah berbatuan

Lihat!
Apakah benar itu sebuah berlian?
Ataukah justru hanya sebuah halusinasi yang berkedok dalam rupa berlian?
Bisa jadi. Mungkin itu tak lain hanyalah secuil kaca yang terterpa sinar matahari.
Benda indah yang akan segera saja melukai tanganmu tatkala kau merengkuhnya.

Yah, semuanya memang mungkin.
Selagi bebatuan tajam nan hitam itu masihlah menjadi lingkungannya
Itu akan tampak seperti sebuah berlian yang elok nan berkilauan.

Mungkin juga tidak...

Iya, Mulanya memang iya.

Oh, setidaknya itu dulu pernah menjadi berlian.
Inilah akibat alam yang tak terjaga ke orisinalannya.

Tapi.. Aku tau, pasti ada sekeping kemurnian didalamnya.
Ia hanya terkubur terlalu dalam tanpa ada yang memperdulikan.

Bolehkah ku menyapanya?

Hai. Apa kabar berlian cantikku?
Masihkah kau setangguh intan seperti yang selalu ku tahu?
Masihkah kau setegar baja yang mampu menjadi tameng lingkunganmu?
Masihkah kau seanggun bunga-bunga ditaman seperti yang di ajarkan oleh penciptamu?

Masihkah? Masihkah?

Semoga kamu kuat berlian sayangku.
Kamu mungkin terhimpit di antara bebatuan yang kasar itu,
Tapi aku yakin kamu akan bisa memurnikan kembali semuanya.

Keep Istiqomah ya berlian cantik.
Aku tunggu ketika kamu sudah kembali cantik, berkilau indah, murni berasal darimu.


1:39 a.m
05 November 2013
Di tepi tempat tidur ditemani tugas bahan dan piranti
Juga galauan teman di FB dan twitter
*eh, gk taunya aku juga
*sekali lagi ini gara2 kamus baru yg penuh cowok

Selasa, 21 Mei 2013

Mari Berteman

Hidup di dunia, kita perlu teman
Bahkan kalau bisa buat saja banyak-banyak teman sepenjuru dunia
Suatu hari nanti, mungkin saja beberapa dari mereka bisa jadi relasimu
Apa saja
ya bisnis, ya komunitas

Tapi adakalanya kita tak mampu se iya se pemikiran
Karena pola pikir dan sudut pandang manusia yang berbeda-beda.
Mungkin juga ada pertentangan
atau hal-hal yang berhubungan dengan perbedaan keyakinan tentang sesuatu
Sekali lagi, setiap orang punya pendapatnya masing-masing

Hanya saja,
Apa karena begitu kita jadi boleh bermusuhan
Saling merasa asing dan begitu saja memutuskan ikatan teman?

Kalau aku suka keju
Dan kamu justru membenci keju,
Lantas, apa kamu juga akan membenciku sebagai pecinta keju yang kau benci?

Semoga tidak

Kita berteman untuk saling berbagi
boleh ilmu, pengalaman, pemahaman, juga pemikiran
Namanya sharing
Kalau sependapat, kita bisa jalan beriringan
Alhamdulillah jikalau itu hidayah yang dia dapat melalui kita, aku, kamu
poin plus-plus
atau justru kita yang semakin cerdas dan berwawasan karena punya teman seperti mereka

Asal teman yang di pilih baik
kita tahu teman ini bukan teman yang menjerumuskan

#SetengahIsiSetengahKosong

Wajib punya pondasi yang kuat, tapi sebaiknya bukan beton
Orang keras kepala, lebih sering dimenangkan egonya sendiri.
Juga sediakan ruang untuk pembangunan dan perkembangan yang lain
Semoga kita mampu memilih dan memilah kebenaran

just...
lets make a friend =D

*Nyindir wina, biar nggak gampang su'udhon --" *

Selasa, 30 April 2013

Panorama ITS


Seperti layaknya kota-kota besar pada umumnya, keadaan malam hari di kota Surabaya tak pernah terpisah dengan segala panorama lampu dan kelap-kelip aneka hiasan jalan yang begitu meriah. Cobalah melihatnya dari ketinggian, indah memang. Karena rupanya, kota tak begitu bersahabat dengan kondisi gelap. Bisa jadi justru ada kejadian-kejadian yang tak semestinya, kejahatan dan lain sebagainya.

Dulu jalan-jalan di kampus ITS rata-rata gelap. Entah karena apa sebagian jalan memang tak diberi tiang-tiang lampu jalan. Yaa jadinya, as you know, tak banyak teman yang berani ku ajak jalan-jalan disana saat malam hari. Ah, Cukup banyak rumor buruk yang ku yakin ketakbenarannya. Justru pemandangan pedesaan dan pegunungan adalah favoritku, setidaknya mirip seperti itu. Kukira gelap itulah pelengkapnya. Bintang dan bulan jadi terlihat jelas seakan-akan berhamburan di atas kepalaku. Kunang-kunang pun dengan tenangnya beterbangan bahkan di teras-teras rumah penduduk tanpa sungkan. Soal takut? kenapa kamu berpikir yang aneh-aneh? lihatlah langit. Ia akan mampu mengobati ketakutanmu.

Sekarang memang sudah lebih baik karena ada banyak lampu, meskipun orang bilang tetap saja tergolong gelap dan masih takut keliling di ITS saat malam hari. Padahal bintang sudah nggak terlihat sebanyak dan sejelas dulu. Jarang sekali ku temui kunang-kunang saat ini meski hanya sekedar beterbangan di kompleks-kompleks rumah. Ah, ini polusi cahaya. Hanya saja, kita memang tidak pernah tau apa yang sedang bersembunyi dibalik kegelapan tersebut, makanya diperlukan banyak lampu untuk penerangan...

Tentang hal-hal yang dulu ku takuti dengan tak jelas, ternyata ITS  membuat semua itu akrab. Seperti pohon beringin, kalau ada kesempatan aku selalu main dibawahnya sambil ngepang akar-akarnya, tak ada yang aneh. Atau kamboja yang bunganya cantik dan harum juga biasa aja. Ada buah majapahit yang aku juga baru tau waktu jalan-jalan di ITS. Dan banyak banget yang aku pelajari cuma dari lingkungan ITS dan jalan-jalan disana. Hmm... Apalagi sebentar lagi kuliah disitu :O

Betapa asyiknya kalau di depan rumahmu ada sawah luas dan kita bisa jalan-jalan di pematangnya setiap pagi atau kapan pun yang kau mau. Malamnya bisa tiduran di loteng dan menikmati langit malam yang bertabur milyaran bintang. Paginya dibangunkan oleh kokokan ayam dan cicit burung seperti yang selalu terjadi di pohon kemuning yang ada di teras rumahku. hehe..

oke deh, nanti tinggal kurancang rumah masa depanku mau punya suasana kayak apa jadinya. :D

Minggu, 31 Maret 2013

Shelly

-bukan Shelly, tapi cantik kayak shelly-

Weteng tresno jalaran soko kulino, sudah patah kukira.
Just at first sight, Shelly.

Sempat terpikir..
Bukankah sebelumnya kamu sudah sama yang lain?
Duduk bersama temanku itu.
Minta gendong, pegang balon, juga sudah ambil foto beberapa jepretan.

Tapi kenapa...
Kenapa tiba-tiba saja kamu menghampiriku,
lalu kau ulurkan kedua tangan mungilmu ke arahku yang hanya duduk tanpa minat.

Sungguh, kalau bukan karena Shelly sore itu,
mungkin hari itu akan berlalu dengan sama saja seperti hari-hari lalu.
Temanku selalu menggoda, karena adikku sudah banyak.
Jadi, tak ada yang istimewa dengan melihat anak-anak mungil yang sesungguhnya tampak menggemaskan itu.
Aku hanya tak biasa berakting seperti temanku yang lain.

Terima Kasih, Shelly
Aku merasa istimewa.
Ini adalah first time aku merasa jealous because of someone *Alah opo se*
Kayaknya Shelly bisa baca pikiranku yaa.. hayoo!

Shelly sangat pendiam.
Kalau sama yang lain, dia nggak mau bicara.
Tapi aku senang sekali karena Shelly banyaak banget cerita dengan suara lirihnya.
Kalau anak lain minta shelly ikut, dia malah bersandar dalam-dalam.
Cuma menjawab sepata dua patah kata, atau hanya geleng2 kepala.

Aku tergelak keras karena ceplosan Anthony yang ada disebelah kananku:
"Harus bisa naklukin yang ini. hmm, susah. Nggak kayak cewek pada umumnya"
Ah, papa Anthony kan sudah ku ajak kenalan sama Shelly.
Dan Ilham yang di kiriku sedang main korek juga sudah mencoba.

Shelly suka ciki, tapi setelah itu harus minum susu.
Itu yang di ajari ibu, kata Shelly.

Shelly pintar, tapi sayangnya tidak banyak yang mengajarkan ilmu-ilmu itu ke dia.
Dia sekolah TK, tentu saja.
Aku langsung ingat sama adikku, Alhan.
Yang super cerdas itu =))

Aku jadi teringat baju e24 pink ukuran no.1 yang ku masukkan kotak,
seandainya aku tahu, itu buat Shelly pasti cocok.

Semoga jadi anak shalihah.
Semoga Shelly selalu diberi lingkungan yang baik.
Aku selalu berdoa dari sini buat Shelly.

Shelly sayang, cepat sembuh yaa...
Kita semua (passion) insyaAllah datang lagi seperti yang kalian mau, nanti setelah ujian.
Kita akan bagi-bagi kebahagiaan karena kita sudah di terima di PTN.

Minggu, 02 Desember 2012

Virus

Sudah tak ingat sejak kapan ini semua berlangsung. ah, itu memang kejadian beberapa bulan lalu yang sejak itu, mungkin bahkan hingga hari ini pun bukan sesuatu yang terlalu ku perhatikan. Tapi.. sepenggal kisah 2 Tsuru (origami bentuk burung) membuat sesuatu itu menelusup kembali. Mungkin bukan.. Ini tak lagi sekedar tentang beberapa bulan lalu, tapi 4 tahun lalu. Ini bukan kisah yang ingin selalu ku ingat, tapi cukup untuk membuatku selalu teringat. Bukan trauma, hanya sebuah kewaspadaan. Ini virus!

Aku ingat tahun itu kita sama-sama anggota sandal jepit. *Lihat, bahkan baru menulis ini saja bulu kudukku serasa berdiri semua*. Karena sejak itu, semuanya memang tak lagi sama meski topeng yang terpasang tetaplah raut yang sama. mulanya semua berjalan seperti biasa.. setiap ada sms, aku selalu tergopoh-gopoh untuk membukanya, menunggu-nunggu bahasan apalagi yang akan kau lontarkan sehingga membuatku tertawa. Kiki yang membuatku penasaran. Yang bahasannya sering kali membuatku jengkel setengah mati. Hingga pada akhirnya statement-statement itu membuatku curiga kau memang salah satu sandal jepit itu. Dan seperti pada endingnya yang buruk, semua itu berujung pada kehancuran seluruh jaringan komunikasi diantara kita.

Mungkin kau melihat ini sesuatu yang baik-baik saja. Ya, karena lagi-lagi semua arsip ini merupakan dokumen negara yang bersifat rahasia :))

Selanjutnya secara berurutan, kejadian seperti ini tak pernah sepi menerjang.
Mungkin kalian tahu dimana aku bisa menemukan anti virus untuk virus jenis ini?
Seperti sebelumnya, tak pernah jauh dari itu... Aku selalu bergetar ketakutan ketika mereka berdatangan.

Dan.. Hari ini aku baca tsuru for you. Aku tahu itu terlihat sangat jahat, dan menyedihkan.
Tapi... seseorang yang lain disana....

hm...
mungkin juga tidak.
atau mungkin karna itu juga aku.

Bisikan tanpa rupa

Suara ini memang tak akan terdengar oleh siapa pun, aku tahu. meskipun jauh di dalamnya banyak teriakan-teriakan yang sangat ingin kulontarkan agar mereka semua tahu. Sesuatu yang introvert dalam ke-ekstrovertannya. Aku memang tak tahu, tak tahu dunia macam apa yang di inginkan jeritan-jeritan itu. Aku hanya mencoba untuk mendengarkan, menerjemahkan, dan mempelajarinya.

Tapi untuk kesekian kalinya, tangan-tangan tak bertanggung jawab ini justru berusaha mati-matian membungkam suara-suara itu. Berusaha mematikan potensi dan energinya, yang aku tahu seharusnya mereka bisa berkembang pesat menjadi besar, menjadi sebuah kekuatan mega dahsyat yang bahkan mungkin mampu membantu meluluh lantakkan dunia ini dalam keteraturan.

kenapa tega sekali membiarkan teriakan itu menjerit pilu?
membiarkan yang disini meneteskan bulir-bulir perjuangannya, sedang melihat tangan-tangan ini terus menerus mencekcokinya dengan segala kehendak mereka. Aku sedih, tentu saja~

Khususnya kemarin..
mungkin itu hari terburuk yang pernah ada... Seseorang yang tampak salah dalam segala hal, dalam segala posisi, dalam segala keadaan, bahkan dalam setiap situasi dan tempat.
Lagi-lagi jeritan itu hanya bisa terisak dalam diam, yang hanya mampu terurai dalam bait-bait permohonan serta lembaran-lembarannya. Sekali saja, atau berulang kali.. aku tetap tak mengerti, kalian apa lagi.

Sudahlah, tak mengapa...
lagipula energi ini tak akan bisa di padamkan. Tepat sebagaimana hukum kekekalan energi berlangsung. Ia terlalu kuat untuk bisa dihancurkan. Aku yang akan memanfaatkannya jika mereka tak mau.

Hanya.. dan kecuali satu.
seonggok daging disini tak lagi bisa percaya, kecuali pada yang dua disini.

Kamis, 15 November 2012

Kepahlawanan sejati

Suasana Upacara Hari Pahlawan @Smada 2012

Masa-masa kelam beberapa puluh tahun silam telah tergantikan oleh banyak kegembiraan...
Listrik masuk hingga pelosok, buku-buku obral berceceran, medali-medali emas terus tergiring masuk, bahkan pendidikan gratis pun tak lagi menjadi langka.

Apakah kemerdekaan ini nyata?
Aku kira begitu.. ketika media menggemborkan keberhasilan sebuah buih yang mendarat di atas rambut sikat, ketika masyarakat terkompori dengan mimpi-mimpi manis yang dibawa seekor kucing dalam karung, ketika lembaran rupiah beterbangan mengatasnamakan kedermawanan, atau pun ketika nasionalisme dan cinta tanah air terus dielu-elukan seantero negeri.

Lama aku melihat fatamorgana ini dengan berselimutkan kabut putih..
Tidur pulas terbuai mimpi indah yang pada hakekatnya hanyalah sebuah selimut tebal dengan ribuan untai wol rajut, berbordir benang emas dan bertepikan beludru lembut. 

Sesekali aku memang mencoba bangun, menggeliat, dan membuka mata.. tapi lagi-lagi tak sekalipun pertanyaan-pertanyaan ini terlontar kepermukaan ketika buaian angin sepoi kembali terhembus, menidurkan otakku yang penasaran...

Hari itu para penjaga tak lagi terjaga...
Hari itulah kubuka mata, ku bangun mimpi-mimpi masa depan negara ini...

Sebuah negara maju dengan aparat-aparat yang amanah, hakim yang adil, transparansi wakil rakyat, ekonomi kreatif yang jujur-bersih dan setara dengan dunia, bahkan aku ingin presiden yang rela mati demi melindungi kesejahteraan rakyatnya, yang sederhana dan merakyat (tanpa iring-iringan saat mengadakan kunjungan atau saat bepergian), yang turun tangan langsung saat melihat sebuah pertikaian di antara warganya, yang senantiasa memikirkan kesejahteraan rakyat dan menyamaratakan andil suara serta perlakuan kepada seluruh warganya di seluruh pelosok negeri, karena pemimpin itu melayani bukannya di layani.

Mungkinkah semua mimpi ini akan terealisasi?
Aku harap, suatu hari nanti. Tak lagi sekedar harapan semu.

Semoga kami menjadi generasi yang tidak melanjutkan generasi politik abu-abu jaman ini, tidak sekedar meneriakkan cinta tanah air padahal aslinya hanya cinta keluarga, tidak KKN, tidak berpihak pada uang,  juga tidak mengajarkan (pembodohan) segala aspek yang pada dasarnya bisa menjadikan sesuatu yang baru dan inovatif.

sebagian petugas upacara hari pahlawan
kharis , azis, bayu, didar, nanda, zizi, putri {paskibraka}
Chia, Adel, elok {pengibar}
Aul{protokol},  wina{do'a}, ezy{UUD'45}, nurul{ajudan}


Passion (IPA ROLAS SIJI MOVE ON)
mode narsis: On



Pawai keliling komplek wijaya kusuma bersama semua penduduk smada
Kelas 12: mbecak, sepeda kebo, nyanyi, & aksi gila lainnya


Totalitas drama kolosal mengenai kepahlawanan arek-arek suroboyo oleh siswa-siswi SMADA yang di dominasi oleh kelas 12 (wajib cuy!)

Petinggi Belanda by: Passion (12 IPA1)
Abdullah (Presiden) dan Reza (istri presiden)
dengan 3 paspampres
Presiden di sambut meriah oleh rakyat by: 12 IPA2

Trio princess dari Belanda dan para kapten prajurit
yang menindas para pribumi 
Akhir peperangan by:Slytherin (12 IPA3)

kronologi tewasnya AWS Mallaby by: Passion (P1)

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters