Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

Akankah saya tak ikut lagi aksi bela islam 212 ???

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia..

Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya..

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 saya juga,, jgn kalian tanya2 soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang2 respek pada saya, temanpun aku banyak...tiap kotak sumbangan aku isi..

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sdh bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi jakarta... Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada,, saya tak mau terbawa2 arus seperti teman2 kantor yg tiba2 juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari2 sensasi... paling juga mau selfie2..

Sampai satu saat....

,sore ini dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki, saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih2, rompi hitam dan hanya beralas sendal,, muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah2 itu.. mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yg mau melintas, tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh2 atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal2an.... Ini aneh, biasanya kalau sdh bertemu orang ramai2 di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif.... Sore ini, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah2 dan baju putih mereka yg basah terkena gerimis,...

Papasan berlalu, aku setel radio lain...ada berita,, rombongan peserta aksi jalan kaki dari ciamis dan kota2 lain sudah memasuki kota, ada nama jalan yg mrk lalui... Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu... Aku tertegun...

Lama aku diam ,, otakku serasa terkunci, analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yg sesuai dengan pemikiranku, apa yg membuat mereka rela melakukan itu semua?? Apa kira2?.. aku makin sibuk berfikir.... Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka2 ikhlas itu.... Apa mereka ada tujuan2 politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.... Apakah orang2 dgn tujuan politik yang gerakkan mereka itu?.. aku hitung2, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi,, berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu... Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi krn nilainya sangatlah besar....

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga... Terlihat di pinggir2 jalan anak2 sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue2 warung ke mereka, sepertinya itu dr uang jajan mereka yg tak seberapa.... Aku terdiam makin dalam... Ya Allah....kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini??? Kenapa hanya hal2jelek yang mau aku lihat tentang agamaku... Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku??

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar...aku lihat sendal2 jepit lusuh banyak sekali berbaris...aku ambil wudhu...

Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer,, muka mereka lelah sekali, mereka duduk,, ada yg minum, ada yg rebahan, dan lebih banyak yg lagi baca Quran...  Hmmm

Aku sholat sendiri,, tak lama punggungku dicolek dr belakang, tanda minta aku jd imam, aku cium aroma tubuh2 dan baju basah dari belakang.... Aku takbir sujud,, ada lagi yang mencolek,. Nahh....Kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa... hatiku bergetar sekali, aku sujud cukup lama, mereka juga diam... Aku bangkit duduk,, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.... Ya Allah... Aku tak pantas jadi imam mereka,. Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka.... Bagiku agama hanya hal2 manis, tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya , in style ..bla bla bla,... Walau ada hinaan ke agamaku aku harus ttp elegan, berfikiran terbuka...  Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah, kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka?? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku??....

Hanya 3 rakaat aku imami mereka,, hatiku luluh ya Allah.... mataku merah nahan haru... Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu tapi tetap senyum.. agak malu2 aku peluk dia, dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali... Ini bisa jadi dia anakku juga,. Apa yg telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini?? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh... dia demam sedikit aku panik... Aku nangis dalam hati.... di baju putihnya ada tulisan nama sekolah,. smp ciamis... Ratusan kilo dari sini.... kakinnya bengkak karena berjalan sejak dari rumah, dia cerita bapaknya tak bs ikut krn sakit dan hanya hidup dr membecak, bapaknya mau bawa becak ke jakarta bantu nanti kalau ada yg capek, tapi dia larang... Aku dipermalukan berulang2 di masjid ini... Aku sudah tak kuat ya Allah... Mereka bangkit, ambil tas2 dan kresek putih dr sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid,, rasa2nya melihat punggung2 putih itu hipang dr pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yg menuju syurga... Kali ini aku yg norak,, aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat,, air mataku keluar lagi.... kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian..

Sudah jam 5an,, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini...miting dgn klien sptnya batal... aku mikir lagi soal ke islamanku, soal komitmenku ke Allah, Allah yg telah ciptakan aku, yg memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini.... dimana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini??? Ada dimana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?...

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi,. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yg telah lepas dalam benakku selama ini... Ada satu kata,. Sederhana sekali tanpa bumbu2... Ikhlas dalam bela agama itu memamg nyata ada...

Aku mampir di minimarket,, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap... Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional.... Ini kebangganku yg pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali... Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalanMu yang lurus, yg lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati....

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara2ku yang sebenarnya,. Orang2 yang sangat ikhlas membela Mu... Besok, tak ada jarak mereka denganMu ya Allah... Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yg basah kuyup hari ini....tak ada penggargaan dr manusia yg kuharap, hanya ingin Kau terima sujudku... Mohon Kau terima dengan sangat... Bismilahirahmanirahiim....

(1 Desember 2016 , Ditjeriteratakan oleh Joni A Koto, Arsitek, Urban planner.. alumni ITB 93)

Jumat, 03 April 2015

Kesalahan Berfikir

Awal tahun 2015 ini Indonesia banyak diramaikan oleh isu media yang beritanya terus silih berganti. Menurut penuturan beberapa orang, merupakan sesuatu yang sangat lumrah kalau ada satu berita booming dan tidak terselesaikan, maka harus dimunculkan satu berita yang lebih hot yang akan menjadi tranding topic dan menggeser posisi berita yang tak terselesaikan tersebut. Tapi karena jeda pergantiannya sangat dekat antara satu berita dengan yang lain, ditambah saya yang lebih sering melihat sosmed dibanding TV yang berjalan dinamis, hanya bisa scanning, berpikir, mengelola, merangkainya dalam otak, dan berakhir pada suatu kesimpulan.

That's it, everyone have their opinion and conclusion! so am I.

It doesn't matter kalau hanya sekedar perbedaan pendapat, kata orang perbedaan itulah yang membuat hidup jadi indah. Tapi lain halnya ketika perbedaan itu tidak dibersamai dengan sikap saling menghargai. Menghargai pendapat, menghargai perbedaan, menghargai hidup setiap orang, meredam emosi dan mencoba untuk selalu bertindak dengan bijak.

Tapi semakin kesini, peperangan semakin menjadi jadi. Perang politik, perang kekuasaan, bahkan sekalipun bukti kebenaran sudah terpampang jelas di depan mata, ego golongan masih saja dikedepankan. *sigh* Biarpun brain storming dan brain washing terjadi dimana-mana, tengok sajalah pada hati terdalammu. Dimana hal-hal yang "manusiawi" itu sering kali terpendam terlalu dalam.

Jangan terlalu membenci orang-orang yang bersebrangan dan yang bersinggungan denganmu. Jika memang kau tak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam kepala, atau usulmu tak bisa juga diterima, maka tak perlu banyak cakap lagi, kamu lah yang seharusnya membawa dirimu kesana untuk melakukannya.

Yang ditakutkan dunia saat ini adalah MUSLIM NEGARAWAN.
Lihat berapa banyak yang diturunkan, dan seakan akan dia bersalah atas kinerjanya. Melainkan dikarenakan seorang muslim negarawan memiliki misi yang lebih besar dibandingkan golongan yang ingin berkuasa. Semuanya semata-mata karena Allah akan meminta pertanggung jawabannya kelak. Dan kalian yang sangat membenci pemerintah dan selalu memilih untuk berlepas tangan, apakah kalian pikir kalian juga akan terbebas dari pertanggung jawaban atas tindakan lepas tangan tersebut? Kalian bisa berjalan tenang disitu, bisa berdakwah sebebas yang kau mau karena ada tangan-tangan yang masih berusaha memperjuangkannya di atas sana. Tapi sayang sekali terlalu banyak yang tidak melihat sedangkan media tanpa henti melalaikan penontonnya.

Manhaj A, B, C, D, dsb... It's okay. Selama dasar kita sama, ketauhidan kita sama, rukunnya juga sama, aku rasa kita bersaudara. Ya, Sesama muslim itu bersaudara. Yang lebih patut kita hadapi bersama adalah yang mengadu domba kita, yang secara kasat mata pun kita tahu mereka bukan saudara kita.

#IamTarbiyah

Jumat, 28 Juni 2013

Hidayah dari Allah

Mungkin teman dekat kita, mungkin juga yang lainnya. 
Hidayah ini rahasia Allah. 
Siapa pula yang bisa memaksakan seseorang untuk mengerti apalagi mengikuti sesuatu yang sudah lebih dulu kita pelajari dan pahami. 
Seperti pula iman ini, iman tentang indahnya berislam.

Banyak contohnya.
Tentang orang-orang yang begitu memuji hingga meneliti perihal islam, perihal Al-Qur'an.
Tapi berapa banyak yang merasa perlu untuk mengimaninya selain memahaminya sebagai sebuah keajaiban dalam kehidupan.
Atau mungkin seorang non-muslim yang selalu dikelilingi oleh orang-orang islam setiap harinya.
Berapa banyak yang merasa tergoda untuk mendalami, melainkan sekedar mencoba saling mengerti dan membiarkan besarnya perbedaan itu apa adanya.
Atau... Orang yang sudah berislam.
Apakah sudah merasa yakin benar bahwa "islam"mu itu benar?
Sudahkah sesuai Al-Qur'an dan Al-Hadist?
Karena ini semua bukan sekedar tentang kepercayaan, kebiasaan, tradisi kedaerahan yang sudah berjalan turun-temurun, atau pun yang lainnya.

Karena hidayah itulah pembedanya.
Sebuah hadiah besar yang Allah persembahkan bagi orang-orang yang dicintainya.
Bahkan kalaupun kita memaksakan seseorang untuk belajar islam dan Allah belum menurunkan hidayahnya, sampai meninggal pun semuanya tak akan menghasilkan apa-apa.
Bukan berarti kita membiarkan semuanya berlalu begitu saja.
Tapi justru... 
KITA WAJIB MENCARINYA!
juga bertugas untuk mengajarkannya pada orang-orang yang kita sayangi.

Hidayah itu...
Ibaratnya sebuah oase.
Yang memberi kesejukan dan ketentraman dalam hidup bahkan ditengah padang gersang.

Hidayah..
Yang seringkali tak mampu kita capai dengan logika dan rasionalitas seorang manusia.
Bahkan manusia paling cerdas pun tak akan mampu menemukan ujung dari sebuah hidayah dan keimanan, kecuali Allah sepenuhnya yang Maha Tahu.

Terkadang apa yang kita percayai memang tak masuk akal.
Maka dari itu, berhati-hati lah kau akan terperdaya karena ketidaktahuanmu.
Semuanya bisa terjadi.
Dikiranya ini adalah sebuah hidayah, tapi bisa jadi itu adalah jalan yang membuatmu semakin jauh.
Semakin tersesat dari islam yang haq.

Jadi...
Satu hal mendasar yang bisa kita jadikan landasan adalah dengan berdo'a.
Memohonlah...
Memohonlah kepada Allah.
Memohon untuk selalu menaungi kita dengan hidayah-Nya, tidak dari bisikan yang lain.
Memohon untuk senantiasa menaungi kita dengan rahmatnya.
Juga memohon untuk tak pernah melepas kita dari cengkraman lindungan dan kasihnya.

Ayooo! Buatlah target journeymu.
Dan.. sampai jumpa kelak.
Semoga kita dapat bersua di surga Allah.

Minggu, 31 Maret 2013

Shelly

-bukan Shelly, tapi cantik kayak shelly-

Weteng tresno jalaran soko kulino, sudah patah kukira.
Just at first sight, Shelly.

Sempat terpikir..
Bukankah sebelumnya kamu sudah sama yang lain?
Duduk bersama temanku itu.
Minta gendong, pegang balon, juga sudah ambil foto beberapa jepretan.

Tapi kenapa...
Kenapa tiba-tiba saja kamu menghampiriku,
lalu kau ulurkan kedua tangan mungilmu ke arahku yang hanya duduk tanpa minat.

Sungguh, kalau bukan karena Shelly sore itu,
mungkin hari itu akan berlalu dengan sama saja seperti hari-hari lalu.
Temanku selalu menggoda, karena adikku sudah banyak.
Jadi, tak ada yang istimewa dengan melihat anak-anak mungil yang sesungguhnya tampak menggemaskan itu.
Aku hanya tak biasa berakting seperti temanku yang lain.

Terima Kasih, Shelly
Aku merasa istimewa.
Ini adalah first time aku merasa jealous because of someone *Alah opo se*
Kayaknya Shelly bisa baca pikiranku yaa.. hayoo!

Shelly sangat pendiam.
Kalau sama yang lain, dia nggak mau bicara.
Tapi aku senang sekali karena Shelly banyaak banget cerita dengan suara lirihnya.
Kalau anak lain minta shelly ikut, dia malah bersandar dalam-dalam.
Cuma menjawab sepata dua patah kata, atau hanya geleng2 kepala.

Aku tergelak keras karena ceplosan Anthony yang ada disebelah kananku:
"Harus bisa naklukin yang ini. hmm, susah. Nggak kayak cewek pada umumnya"
Ah, papa Anthony kan sudah ku ajak kenalan sama Shelly.
Dan Ilham yang di kiriku sedang main korek juga sudah mencoba.

Shelly suka ciki, tapi setelah itu harus minum susu.
Itu yang di ajari ibu, kata Shelly.

Shelly pintar, tapi sayangnya tidak banyak yang mengajarkan ilmu-ilmu itu ke dia.
Dia sekolah TK, tentu saja.
Aku langsung ingat sama adikku, Alhan.
Yang super cerdas itu =))

Aku jadi teringat baju e24 pink ukuran no.1 yang ku masukkan kotak,
seandainya aku tahu, itu buat Shelly pasti cocok.

Semoga jadi anak shalihah.
Semoga Shelly selalu diberi lingkungan yang baik.
Aku selalu berdoa dari sini buat Shelly.

Shelly sayang, cepat sembuh yaa...
Kita semua (passion) insyaAllah datang lagi seperti yang kalian mau, nanti setelah ujian.
Kita akan bagi-bagi kebahagiaan karena kita sudah di terima di PTN.

Sabtu, 08 September 2012

My Tarbiyah club


Tau Tarbiyah kan teman? yak! bener banget! Tarbiyah itu artinya pendidikan.
Tapi maksudku disini adalah tentang pendidikan dalam Halaqoh anak alias kelompok liqo' ku

Teman-teman liqo'ku ini sudah seperti saudara sendiri. Saudara seperjuangan, dan saudara yang kedekatannya melebihi ikatan darah dalam saudara kandung. Sebahagian dari mereka adalah teman-teman sejak di TKIT Al-Uswah, dan alhamdulillah masih kompak sampai sekarang.

Sekarang kita semua sudah SMA. Bahkan satu diantara kita sudah melanjutkan ke jenjang kuliah, dan sedang sibuk Ospek, karena dia *Alhamdulillah* berhasil di terima di FKG Unair =D (dia aksel, mamen!). 

Sudah sekitar 9 tahun aku berada dalam kelompok liqo' ini, yang dibentuk sejak kita kelas 4 SD. Yah, meskipun anggotanya semakin silih berganti masuk dan keluar. Beberapa kali kita di minta berpencar atau di pisah dan di pindahkan kelompok, tapi kita nggak mau di pisah-_-. Sekarang jumlah total kita kalau nggak salah ber-14 *saya lupa* hehe.

Dulu, halaqoh ini rutin jalan setiap satu minggu sekali yang dikemudian hari frekuensi ini semakin lebar rentangnya. Mungkin karena aktifitas kita yang semakin banyak di jenjang yang lebih tinggi seperti ini. Sekarang, sebulan sekali bisa kumpul halaqoh itu sudah Alhamdulillah, cukup langka kalau rutin seminggu sekali kita bisa berkumpul, itu pun hampir selalu tidak lengkap. Semoga kita bisa tetap istiqomah dan memasukkan ke dalam salah satu perioritas kita :)

Dan Besok minggu, Murobbi ku yang ke 10, KE SEPULUH teman, akan melangsungkan akad nikah di Lamongan, Jawa Timur. Mulanya kita berniat datang dan berangkat ke sana naik kereta komuter atau bis kota, tapi karena takut tepar dan hari senin banyak ulangan, alhasil rencana itu pun dibatalkan. Sedangkan esok pagi halaqoh kembali di langsungkan dengan murobbiyah kami yang ke sembilan.

Aku sering banget nulis nama-nama murobbi liqo' ku..
karena pasti akan merasa sangat bersalah kalau sampai melupakan mereka yang sudah menjadi pembimbing, pendengar cerita dan curhatan kita, juga pendidik kami hingga bisa jadi pribadi yang seperti ini..
Untuk my beloved murobbiyah: Amah Fibri, Amah Heksa, Amah Sinta, Amah Erlina, Amah Erlin, Amah Fatim, Amah Windi, Amah Nanda, Amah Marini, dan Amah Kiswah... Semoga ini semua akan menjadi amal jariyah untuk antunna. Kita selalu mendoakan yang terbaik untuk kehidupan dunia-akhirat kalian.. Semuanya yang sudah menempuh hidup baru dalam keluarga barunya, semoga aku bisa bertemu dengan kalian dan adek2nya suatu saat nanti.

Satukan kekuatan, eratkan genggaman tangan kita. InsyaAllah kita akan menjadi generasi pemimpin yang saling membangun di masa depan :D Love you, gals!

cc: Teman plek sepanjang masa

Sabtu, 26 Mei 2012

Catatan Ukhuwah Bidadari


Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, engkau senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana
Engkau selalu siap siaga membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu

Saat diri ini futur, dering smsmu di sepertiga malam menjadi obat penentram jiwa..
Saat salah satu hati benar2 membeku, kata ‘Assalamualaikum’ menjadi penyejuk hati, itu katamu..
Saat suatu masalah memuncak, saling diam ternyata membawa muhasabah diri..
Karena saling diam tidak selamanya menunjukkan kebencian..

Dan jika ingin menangis, menangislah..
Menangis adalah ungkapan jiwa dari hati yg sekarat..
Menangis tidak selamanya bahwa kita cengeng dan lemah
Menangis adalah adalah salah satu terapi mujarab bahwa kita masih punya hati..

Ukhtifillah..
Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama
Namun, persaudaraan yang kita jalin, sungguh melebihi dari persaudaraan kandung…
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan karena melihat pintar atau bodohnya aku
Bukan karena melihat cantik dan jeleknya diriku
bukan karena melihat kaya atau miskinnya keluargaku..
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya karena satu alasan….
Yaa… Fillah..karena Allah…
Dalam jalinan ukhuwah seiman dan seakidah..

Ukhtifillah…
Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segudang masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah masamku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan:
“ukhti, senyum dulu dong…”
Walaupun bibir ini teramat sulit untuk tersenyum di saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia karena engkau senantiasa menghiburku..

Ukhtifillah…
Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasehatiku jika berbuat kesalahan
Pun janganlah engkau marah jika aku menasehatimu
Semua kita lakukan demi perbaikan diri

Untuk menjadi muslimah yang benar2 kaffah dan tertarbiyah
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…

Ukhtifillah…
Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…bertahta diatas berlian..
Karena sungguh..ku mencintaimu karena alloh….

Ukhti, Masih ingatkah sabda Rasulullah: " Pada hari kiamat kelak akan ada suatu kaum yg wajahnya bersinar bagai purnama. Dia bertahta diatas mimbar-mimbar bertabur berlian yg gemerlap. Orang2pun iri padanya. Padahal dia bukan Nabi dan bukan pula orang yg mati syahid..".

Seorang sahabat bertanya," siapakah orang itu ya Rasulullah..?"
Rasulullah menjawab," Yaitu orang2 yang sewaktu didunia saling mencintai karena Allah. Mereka terdiri dari beragam suku dan bangsa. Mereka bertemu karenaNYA dan berpisah juga karenaNYA ( HR.Tabrani dan dishahihkan oleh Muslim )

Semoga qt senantiasa saling melengkapi dan berlomba berlari mengejar keridhoanNya bersama.. :))

from : mbak Nuzulida Alfisyahr

Kamis, 01 Desember 2011

Siluet memesona



Teringat satu hari yang lalu...
Siluet memesona.
Saat semuanya menjadi terang, segalanya menjadi ringan.
Tanpa kata, tanpa suara, hanya sekedar sorotan cahaya.

Kala senja semakin gelap, duniaku menjadi kelabu.
Tak seorang pun memedulikanku, kecuali lukisan-lukisan kaca itu.
Ku simpan suara, hanya langkah dalam diam di samping para seniman dengan cat kayu dan thinner.

Deg.
kau berlalu dengan tangan ternoda, bukan hal biasa.
Sungguh, dalam sirat yang kusembunyikan itu ada siluet memesona.
Bukan biasa, bukan biasa, itu sangat tidak lah biasa.

Ku berpaling ke rumah Sang Maha Kuasa.
Hanya tak ingin ku nodai lagi.

"Winaa.. peluk akuu.." ku dengar Dissa berteriak seraya merentangkan tangannya.
Satu alisku tertarik ke atas. Heran.
Hanya dengan senyuman, pun ku balas ia.
Aku tau!
Tanpa kata, tanpa suara, hanya sekedar sorotan cahaya.
Aku tersipu.

Kau.

Kau?
Detak jantungku serasa melambat.

Khumaira' menampakkan wajahnya, seraya tertawa untuk menyembunyikannya.
Memendam dalam, mengubur siluet memesona.
Tidak, nyaris tak sanggup kecuali secuil.

Hanya siluet memesona :')

Kamis, 03 Februari 2011

Love??


Ukhti.. tahukah engkau??


 Cinta adalah kekuatan yg mampu...



mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
                                              Atau..
mengubah musibah jadi muhibah

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia 
Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. 
hanya tanah-nyalah yang berlain-lainan menerimanya

Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Oleh karena-nya Ukhti.. janganlah kita jatuh ke dalam CINTA.
Tapi bangunlah cinta itu dengan ketaqwaan. Karena ketika kehilangan cinta duniawi,  kau akan yakin yang kau cari adalah cinta dan Ridha Allah, bukan cinta yang yang sementara.

Yukz, bersama kita memperindah akhlaq!

Met jadi   -Queen of Muslimah-   Ukhtii.. ^_^

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters