Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label Perasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perasaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .


reblog dari : https://lapislazulum.wordpress.com/2013/09/27/menurutmu-kami-bahagia-terlahir-sebagai-anak-kader/

Dalam banyak diskusi dan orang orang yang kutemui, mereka selalu berharap lahir dari pasangan kader. Menurut mereka dibesarkan | pastinya akan bahagia ketika orangtuanya adalah para kader.  Ah, aneh sekali bagiku ! Justru, aku begitu kagum ketika melihat hijrahnya seseorang dan perubahannya karena murni juang ia sendiri mencari hidayah | ada yang harus sembunyi sembunyi memakai kerudung, ada yang dibiarkan saja justru orang tua nya mendukung untuk berpacaran,dll. Entahlah, berapa banyak aku, kami yang dilahirkan dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan yang juga berfikir seperti itu. Menurutmu kami bahagia ?
Bagi sebagian kami itu kebalikannya, yang ditakdirkan oleh Allah lahir dari rahim abi umi, yang sering disebut banyak orang sebagai anak kader. Ah, panggilan itu begitu menyesakkan. Karena kami dinilai dan dikenali dari abi umi kami. Kami dinilai apakah kualitas kami seperti abi umi. Setiap acara yang kami datangi selalu ada kolom khusus nama orang tua. Selalu dan selalu. Dalam setiap acara selalu berhadapan dengan pertanyaan, bagaimana abi umi ?  Menurutmu kami bahagia ?
Berapa banyak orang yang aku temui, yang aku yakin belum pernah menemuinya sebelumnya tapi mengetahui namaku. Ah, ini anaknya ***. Dikenali dari siapa orang tua kami. Di absen dan dicari berdasarkan siapa orang tua kami.  Sering ditinggalkan ketika kecil oleh abi umi dengan alasan dakwah. Di tinggal sendirian dirumah dan menghabiskan banyak waktu bersama khadimat (asisten rumah tangga). Menurutmu kami bahagia ?
Uang jajanku akan dipotong jika aku tidak berangkat mengaji *sebut halaqoh. Bahkan saat sekolah dasar seperti itu, abi umi akan selalu setia mengantarkan aku-kami jika waktu rutinan telah hadir. Menonton tv berlebihan, tidak segera sholat ketika adzan, tidak menyetorkan hafalan, tidak memakai kerudung ketika keluar rumah. Ah itu semua akan berakibat fatal – dipotongnya uang jajan. Menurutmu itu menyenangkan ?
Aku – kami dan seluruh adiku hampir menghabiskan waktu lebih banyak dengan khadimat sejak kecil hingga sekarang.  Abi umi selain bekerja di luarkota, waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, untuk mengisi ini itu – rapat ini itu – datang acara ini itu. Untuk sekedar cerita saja, harus membuat janji. Menurutmu kami bahagia ?
Adikku pernah lupa dijemput dan miskomunikasi hingga tertinggal di sekolah lebih dari 4 jam. Tapi untuk kajian abi umi G pernah lupa. Menurutmu kami bahagia ?
Kami bahagia ! Aku bahagia sepenuhnya dan bersyukur atas segala takdirNya !
Aku dan kami semua yang terlahir dari rahim rahim tarbiyah sejak dalam kandungan bersyukur dan ingin membisikkan padamu abi umi, “ Terima kasih telah lahirkan aku dari rahimmu.  Abi umi, jazakallah khairan katsir atas segalanya. “
Aku teringat, ketika dahulu kecil kami harus mengikuti aksi ini itu di terik matahari. Ketika dalam sebuah pemilu dahulu, aku pernah bertanya “ umi, ngapain sih kita pake bikin kotak makan sebanyak ini ? Kenapa G orang lain aja ? repot. Emang buat siapa sih ? “.  Dengan pelan umi jawab “ ini buat amih amih yang jaga di TPS kak. Nanti, Allah akan ngasi kakak rejeki yang banyak banget kalo kakak mau bantu umi. “ Ah, sekarang aku tau, saat itu umi diamanahi untuk menyiapkan konsumsi bagi semua saksi. Tenang saja umi, kami sekarang sudah terbiasa menghabiskan banyak uang dan itu tidak masalah. Sudah terbiasa aksi ini itu tidak peduli kulit hitam.
Aku teringat pesannya, kami dibina sejak kecil agar menjadi barisan terdepan di saat saat seperti ini. Saat dakwah abi umi dicaci dan banyak yang akan menghancurkannya, maka aku pastikan, bahwa kami akan ada di garis terdepan untuk menegakkannya dan melindunginya. Tragedi di 2013 ini, menyadarkan banyak dari kami atas apa yg sudah diperjuangkan selama ini. Aku menangis ketika seorang anak kader menangis menceritakan apa yang disampaiakn umi abinya sebelum tragedi kedholiman besar itu “ Kakak baik baik ya. Apa kakak akan baik baik saja jika abi umi ditangkap?”. Harus baik baik saja. Bahkan jika itu suami kamipun, kami harus siap ! karena itu kami dibina sejak belia.
Untuk para umi amah, yang memperjuangkan jilbab di era 80 an– yang menghadapi teror akademis universitas ataupun teror kematian. Untuk amah amah yang tertembak mati secara misterius | tidak ada barangnya yg hilang – juga tidak ternodai sedikitpun | aku ingin menyampaikan | jazakumullah khairan katsir.
Untuk para abi yang pulang larut malam namun tetap melanjutkan untuk rutinan ataupun mengisi disana sini | Yang sudah merelakan kehilangan banyak waktu bersama putra putrinya | Sungguh kau membuat putri putrimu mendambakan pendamping sepertimu. | Jazakumullah khairan katsir
Pesan ustad Hamy selalu terngiang “ Abi dan umi kalian bertemu dalam dakwah untuk menghasilkan generasi yang jauh lebih cinta dakwah. “
Dan aku pun mempercayainya “ Aku akan bertemu dengan abi, ayah dari anak anak ku di jalan ini, untuk melahirkan generasi yang jauh jauh lebih cinta dakwah. ”
Kami dibina sejak kecil agar saat ini, kami berada di garis terdepan pembelaan terhadapNya. Bersyukurlah bagi kalian yang dilahirkan dalam keluarga dakwah. Tetap bersyukurlah, bagi kalian yg tidak dilahirkan dalam kondisi ini, karena kalian telah membuat kami iri sepenuhnya.
Aku ingin | aku harap |  dan akan membuat buku yang secara khusus ku persembahkan dari himpunan tulisan seluruh putra putrimu untuk seluruh abi umi,  yang telah melahirkan generasi yang dinanti itu | mereka putra putrinya yang didoakan siang dan malam untuk mampu melanjutkan yang sudah mereka mulai. Aku bersungguh sungguh ingin menghadiahkan itu kepada seluruh abi umi, amah ami, ustadz dan ustadzah kami semua yang telah melahirkan kami dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan. Jazakumullah khairan katsir
27 September 2013
=======================================================
Entah ya, rasanya campur aduk banget bacanya...
Of course aku sangat bangga dan bahagia terlahir sebagai anak kader. Tapi ya gitu, entah bagaimana selama ini aku begitu nakal dan betingkah yang nggak nggak. Jadi ingat gimana halaqoh jaman aku SD, apapun yang dibicarakan sama amahnya cuma masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Bahkan sampai sekarang masih ababil gini. Punya pemikiran sendiri, susah diatur, ditegur, apalagi kalau pakai nada tinggi. Meledak-ledak sampai yang lihat bingung. Padahal aku juga tau betapa besar harapan yang ditumpukan ummi abi di pundak-pundak kecil kami. Dan sebenarnya aku juga punya cita-cita besar yang sering kali dalam pencapaiannya susah untuk dikomunikasikan, jadi lebih sering disalahpahaminya dari pada enggak. Percayalah, aku insyaAllah bisa jadi seperti apa yang kalian harapkan, mauku sih lebih. hehe. 

Aku percaya, cita-cita besar kaum muslimin semua pasti akan terwujud.
Sudah janji Allah kan?
Meski sekarang masih dalam barisan yang terpisah-pisah, dalam wajihah yang berrupa-rupa, juga dengan pengambilan metode yang berbeda. Aku percaya kelak semuanya perlahan akan bersatupaham, bahwa pada dasarnya tujuan kita adalah sama.

_Islam is the way of life_
ini capture dari blog miruna : http://mirunasays.blogspot.com/2015/06/jadi-harus-hormati-siapa.html

Bismillah!

Kamis, 01 Mei 2014

rindu menulis

Menulis.. menulis... menulis...
hanya ingin selalu menulis.
melampiaskan segala emosi rasa rupa dalam melodi kata tak bernada.
merindu emosi-emosi yang berkecamuk dalam setiap derap jemari gemulainya.

Saat simphony tak lagi terdengar merdu.
saat lantunan nyanyian alam tak lagi menggoda.
saat dunia terasa seakan kertas kosong tanpa rupa.
seakan kehampaan mengisi ruang-ruang di udara.

menulis... menulis.. menulis...
hanya merindu baris-baris kebodohan yang terurai dalam harmoni.
menguak masa-masa silam penuh tawa dan duka.
menyibak tabir kehidupan yang buram akan kebenaran.

kala mentari tak kunjung bersua.
kala sinar bintang tak lagi menjadi penuntun arah.
hanya ingin menulis.
dan menulis akan menjadi penawar semuanya.


---
terima kasih untuk mbak masku yang ada di rumah lebah kuning dan hijau
aku teramat sayang kalian
Jadikan Rhabitah pengikatnya..Jadikan doa ekspresi rindu.. semoga kita bersua di syurga

Rabu, 26 Februari 2014

Hanya demi yang disini



Ketika bunga bermekaran
Kupu-kupu indah dengan sayap mungilnya mengepak dengan ceria
Bermain dan tertawa nyaring berpesta ria diatas para nona-nona berkelopak
Pun pula matahari yang tak pernah segan dan malu menunjukkan sulur semangatnya
Menyorot kuat, mencipta berkas-berkas cahaya yang meramaikan pesta raya para tuan bersayap
Hanya berbahagia
Menertawakan kejadian-kejadian menakjubkan dihadapan alam raya
Hingga tak disangkal, pelangi indah bak pintalan benang-benang sutra halus terbentang dengan anggunnya diujung horizon sana
Jauh, tak lain hanyalah seberkas warna-warna permata bersinarkan cahaya sang surya

Hanya demi yang disini
yang perutnya tergelitik geli seakan burung-burung pipit bersiulan didalamnya
Mengajak sang empunya menyanyi riang
Mendendangkan ringan not-not rumit yang saling bersimpul dan bersinggungan

Hanya demi yang disini
yang tak henti mengucap tasbih, tahmid, dan tahlil atas semua karunia
Merayu sang empu hingga tak henti terkembangkan raut indahnya
Bahagia dengan semua yang ada

Hanya demi yang disini
Agar senantiasa tercurahkan rasa terimakasihnya kepada yang disana
Dia


Kamis, 07 Februari 2013

Menyiapkan 1000 Sayap

Mungkin ini agaknya tidaklah masuk di akal.
tidaklah pula realistis di pikiran.
tapi siapa pula praduganya, bahwasana inilah idealisnya.

Lalu apa?
dengan kursi yang terbilang, juga poin-poin yang jauh dari level aman?

Inilah yang bisa ku iringkan dengan doa dan ikhtiar.

Menyusun helai demi helai bulu-bulu putih selembut beledu.
merangkai dengan sabar hingga teronce sepaket sayap siap kepak.
hanya ini, sebanyak-banyak rangkaian hingga akhir waktu.
menyiapkan 1000 sayap kokoh penuh harapan

tuk membantuku terbang, mengantarkanku ke penghujung senja yang kelabu.

semoga ini bukan bibit riya' maupun ujub.
tetapi sekadar menebar harapan agar tumbuh menjadi berpasang-pasang sayap berrusuk kokoh nan kuat, yang kan mengepak tangguh ke jenjang demi jenjang rangkaian pelangi masa depan.

Minggu, 02 Desember 2012

Bisikan tanpa rupa

Suara ini memang tak akan terdengar oleh siapa pun, aku tahu. meskipun jauh di dalamnya banyak teriakan-teriakan yang sangat ingin kulontarkan agar mereka semua tahu. Sesuatu yang introvert dalam ke-ekstrovertannya. Aku memang tak tahu, tak tahu dunia macam apa yang di inginkan jeritan-jeritan itu. Aku hanya mencoba untuk mendengarkan, menerjemahkan, dan mempelajarinya.

Tapi untuk kesekian kalinya, tangan-tangan tak bertanggung jawab ini justru berusaha mati-matian membungkam suara-suara itu. Berusaha mematikan potensi dan energinya, yang aku tahu seharusnya mereka bisa berkembang pesat menjadi besar, menjadi sebuah kekuatan mega dahsyat yang bahkan mungkin mampu membantu meluluh lantakkan dunia ini dalam keteraturan.

kenapa tega sekali membiarkan teriakan itu menjerit pilu?
membiarkan yang disini meneteskan bulir-bulir perjuangannya, sedang melihat tangan-tangan ini terus menerus mencekcokinya dengan segala kehendak mereka. Aku sedih, tentu saja~

Khususnya kemarin..
mungkin itu hari terburuk yang pernah ada... Seseorang yang tampak salah dalam segala hal, dalam segala posisi, dalam segala keadaan, bahkan dalam setiap situasi dan tempat.
Lagi-lagi jeritan itu hanya bisa terisak dalam diam, yang hanya mampu terurai dalam bait-bait permohonan serta lembaran-lembarannya. Sekali saja, atau berulang kali.. aku tetap tak mengerti, kalian apa lagi.

Sudahlah, tak mengapa...
lagipula energi ini tak akan bisa di padamkan. Tepat sebagaimana hukum kekekalan energi berlangsung. Ia terlalu kuat untuk bisa dihancurkan. Aku yang akan memanfaatkannya jika mereka tak mau.

Hanya.. dan kecuali satu.
seonggok daging disini tak lagi bisa percaya, kecuali pada yang dua disini.

Selasa, 06 Maret 2012

Surprise!!!

Tanggal 3 maret jatuh pada hari sabtu. Disini aku bersyukur karena nggak ada kesempatan bagi anak-anak buat ngerjain, nyiram, atau minta traktiran ke aku karena sekolah libur kecuali yang ada ekstrakulikuler. Tapi karena teman sebangkuku ulang tahun tanggal 1 maret, sabtu lalu rasanya ada yang mengganjal. Entah kenapa, diam dirumah dan menghayaltidak menjadi hari untuk istirahat tapi justru meresahkan.

Minggunya aku sangat sibuk dengan kegiatan keluarga juga target menghabiskan novel perahu kertas, hingga semua itu terlupakan begitu saja.

Hari ini, suasana hati sudah kembali normal. Tapi rupanya ingatan dan momen ultahku ini masih menempel di ingatan teman-teman. Jadilah sedikit kejar-kejaran untuk nangkap aku >.<

SURPRISE #1
Waktu sudah pukul 06.20 saat aku sampai di parkiran sekolah. Tapi kondisi sepeda motor disini sangat mengherankan dengan sedikitnya jumlah dan kerenggangan barisannya. Ah, biarlah mungkin itu tak seharusnya perlu dipirkan. Dengan santai, aku pun melenggang menuju kelas yang berada di lantai 2, dan disana hampir seluruh anak kelas masih berada diluar dan tak satu pun meletakkan tasnya. Ada apa ini? tanyaku pada salah seorang. Waduh, baunyaa.... "Bau apa ini?" tanyaku dengan raut mengernyit. Usut punya usut, ternyata itu bau susu kedelai yang basi karena di tinggal di kolong meja >.< Baunya yang basi sangat dan sangat menyengat. Dengan perjuangan penuh, 2 anak laki-laki mengangkat meja sumber bau dan memanggil cleaning service. Kami pun di beri sebotol pewangi dan alat kebersihan nlainnya. Semua cendela dibuka, kedua pintu di blak total nggak peduli dengan AC yang tentu aja nggak ngefek. Tak lama kemudia, Tentri sama Maya datang membawa sebuah parfum semprot dari lab.Sosial. Dengan mencari seadaanya di tembok, parfum itu pun digantung dan remote-nya dibawa anak lain untuk di tekan setiap periode tertentu. Jadilah kelas paling bau nggak enak dan paling wangi sepanjang koridor.

SURPRISE #2
Tanpa ada yang mengucapkan ucapan ulang tahun, aku biasa saja tidak terlalu memperdulikan itu. Tiba-tiba ayu noleh ke belakang dan nanya "kalian nggak heran aku sama sekali nggak ngucapin?" ternyata "TARAAA!" Ratih dan Ayu langsung menghambur meluk kita (Aku dan Tentri) dari belakang. "Happy Birthday sayaang" dan kita melihat dua amplop yang sama satu tentri satu aku. Tapi kadoku dalam kotak kecil seperti cincin dan tentri semacam paper bag. Aku dapat dua bros lucuu :3 dan tentri dapat bando kereen b^^d. Wah, mereka tau sekali selera kita :3 coo cwiit.. :)) hahahaa


SURPRISE #3
Dulu aku pernah janji untuk mentraktir Power Rangers Ninja ke mie pitik di jalan slamet. Dan datanglah hari itu, aku wajib menepatinya. Tentri ngajak pergi ke Grand City, namun sayangnya sudah ada janji. Baru bel, 3 rangers sudah cengengesan di depan kelas dengan tampang gila. "He, jangan ngeliat kayak gitu lah" pintaku. Tapi entah Tities seperti menahan sesuatu yang lucu. Oke deh, kita semua pun turun dan ke depan UKS setelah menemaniku mengembalikan parfum lab.sosial. Rinai hujan turun dengan rintik-rintik, teduh dan menenangkan seperti yang kusuka. Akhirnya ke 5 ninja rangers pun berangkat dengan jalan kaki. Sesampai disana, aku bertemu dengan segerombolan Nasa (kelasku saat kelas X), ku tebak itu adalah traktiran dari Astri yang berulang tahun kemarin 2 Maret. Setelah saling menyapa, kita pun mencari sebuah meja dan segera kupesankan mie pitik ori untuk semua rangers. Sebelum makanan pesanan kita datang, Maya mengeluarkan sebuah bungkusan pink, full of pink (seperti jabatanku sebagai Ranger Pink ^^). Apa ya? aku pun menebak-nebak isinya. Dan tau?? sama sekali di luar dugaan, aku dapat buku soal dan pembahasan Olimpiade Matematika.. huaaaa \(^O^)/ aku senang sekaliiii =))

Uniknya ya : Kita para ranger hampir mengoleksi penuh semua serinya
Dengan kedudukan masing, sesuai olimpiade yang di tekuni, Tities punya yang versi Biologi. Amanda punya versi astronomi, Karina punya versi kimia, dan aku punya versi Matematika. Kecuali evi maya yang nggak ada, karna dia juga anggota matematika :D

SURPRISE #4
Setelah kunjungan SMAN 1 Bogor beberapa minggu yang lalu, tiba-tiba sang Bendahara umum osisnya terdampar di blog-ku entah gimana ceritanya. Dan semua yang buram sekarang menjadi jelas. Aku sudah tau dibagian mana diantara kami yang tersambung, meski melalui dunia maya. Biarlah, yang penting persaudaraan kita nggak boleh putus :)

Senyum lebar rasanya enggan terlepas dari raut wajah ini. Terima Kasih teman-teman semuaa :D

Dannn... Ada yang berminat memberiku SURPRISE ke 5? =))

Senin, 06 Februari 2012

Karena Kami Sepadan ( ' 3')


SEPADAN bisa diartikan sebagai setara alias memiliki tingkatan yang sama. Itu lah yang kami rasakan disini untuk tidak di anak tiri-kan. Kami semua hanyalah anak-anak istimewa yang memiliki jalan dan pemikiran sedikit lebih unik dari kebanyakan. 

Jika OASIS (ia1), SEATTLE (ia3), EUFORIA (1a4), FAMILY (ia5), JURASSIC PARK (ia6), ESSENCE (ia7), SPARTAN (ia8), dan dua kelas is (Ilmu Sosial) memiliki nama-nama keren untuk sebutan kelas mereka, kami juga sempat berdebat keras untuk memilih nama yang sesuai. Akhirnya, jadilah SEPADAN dengan kepanjangan Sebelas IPA Dua Teladan yang jika dipanjangkan lagi menjadi -Sebelas IPA Dua Telah Melewati Dua Bulan- (-,-)". Ada sedikit rahasia yang di sensor disini --'

Anak IPS meneriakkan "VIVALA SOCIALE"
Anak IPA menyorakkan "VIVALA SCIENCE"
Dan saat bersatu kami semua membahanakan "VIVA SMADA" tiga kali.
Tapi... Sepadan Menggemparkan dunia dengan "VIVA EL GRACIAS" nya.

Mulanya, aku juga merasa kurang senang dengan keberadaan kami yang disatukan. Benar-benar tidak cocok dengan pergaulan dan lingkunganku yang biasa. Hampir setiap hari kejengkelanku tak berujung karena onar mereka yang sering kelewatan. Hingga pada hari itu, tanggal 16 Agustus 2011. Aku sudah kehabisan kesabaran, mereka tak satupun peduli dengan apa yang akan kami tampilkan kelak pada perayaan hari pahlawan. Dengan usul seadanya dan debat yang hampir tidak berujung, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil alih semuanya. Dari masukan dan rangkaian kata-kata yang ku tangkap, aku pun mencari teks perjuangan bung tomo saat mengusir penjajah di Surabaya lengkap dengan lirik lagu "gebyar-gebyar". Di hari H, aku masih sibuk nggunting ini itu dan membagi tugas dengan "Sepadan". Akhirnya, aku lah yang maju di hadapan khalayak beserta dua anak cowok yang salah satunya harus kulatih dengan sedikit paksaan demi kelancaran pembacaan orasi kami. Dan tak disangka-sangka, Sepadan di akui dan dinyatakan sebagai juara satu penampilan tk. kelas sebelas ^-^.

Di kelas ini juga, aku banyak mendapatkan pelajaran baru. Waktu kelas sepuluh, aku sangat hati-hati saat berkumpul dengan anak-anak cowok karena aku tahu hukum ikhtilat dan akibat dari pengalaman saat SMP yang tidak mengenakkan. Tapi di Sepadan aku tidak bisa lagi mengandalkan siapa pun, hingga membuat diriku berinisiatif dan berharap bisa jadi penerang bagi kelasku. Itu memang harapan yang kupikir sangat impossible dan mungkin terlampau sombong. Setelah dilanda kegundahan dan galau berkepanjangan, aku tetap nggak tahu apa yang harus ku perbuat untuk itu semua. Sekarang... Ini agak mengejutkan buat diriku waktu menyadari kalau di Sepadanlah aku bisa berteman dengan semua tipe orang. Bahkan sering kali aku jadi korban bullying dan guyonan anak-anak cowok. Sebenernya aku dalam hati ketir-ketir sendiri takut kelewat batas, takut melanggar hijab, dan takut-takut yang lain. Tapi apalah daya diri yang lemah ini masih berharap bisa merangkul mereka dalah dekapan ukhuwah sehingga tak ada pilihan kecuali aku bisa dekat dengan mereka :') 

Setengah tahun sudah berlalu, aku cukup terlatih dengan kesabaranku disini. Disini aku merasa naif atau entahlah, karena selalu tersenyum dan tak pernah marah pada mereka. Tapi di rumah, kenapa aku nggak bisa seperti itu sewaktu adikku membuat sedikit onar, khususnya dengan rak buku-ku?. Aku teringat masa-masa aku begitu ngebosi di SD, mengatur dan memastikan semuanya dibawah kendaliku. Tapi menghadapi Sepadan membuatku sayang dan mengerti, mereka semua hanyalah anak-anak yang kebanyakan karena kurang kasih sayang, kurang pengertian, dan sebenarnya mereka semua itu tertekan dengan kondisi saat ini.

Saat salah satu SPARTAN bertandang mengunjungiku, ia mendapatiku mengenakan headphone yang bukan kebiasaanku. Ia pun menegurku, "Tumben?" sambil menunjuk kepalaku. Aku hanya tertawa menanggapinya. Karena sebenarnya aku hanya tetap nggak tahan dengan sound sistem kelas yang memutar lagu ajeb-ajeb, komplit sama anak-anak di kursi belakang yang main poker dan teriakan misuh-misuhnya yang sahut-sahutan.   Tapi detik demi detik yang bergulir membuatku sedikit memahami mereka. Kadang-kadang aku jadi tersenyum sedih saat melihat raut yang biasanya tak nampak, ekspresi frustasi waktu ada yang mengeluh karena tidak memahami fisika sedikitpun, atau curcol yang terlontar tiba2. 

Hari ini, aku duduk bertiga sebangku. Biasanya, aku nggak pernah mau duduk selain dimeja paling depan dengan alasan nggak konsen. Saat itu, di deret terdepan yang duduk adalah 2 anak cowok, dan aku di deret kedua. Sesekali mereka bercanda dan mengajak kami (me n my deskmate) bicara ataupun tanya-tanya. Tiba-tiba si mr.G berkata, "Ternyata aku baru nyadar kalau selama ini salah pergaulan". aku pun tertawa, "Nyadar??" guyonku merasa lucu dengan ucapannya. si mr.A yang disebelahnya juga nanggapi dengan pengakuan yang sama. Tapi setelah itu sebelahnya menyahuti "Mendinglah aku jadi brrrmm brmm (read: trek2an n balapan liar) ketimbang dadi freak". Astaghfirullah... Akhirnya akupun melanjutkan pengerjaan fisika-ku karena pandangan sang ibunda guru telah mengarah pada kami. Belum ada 5 menit, si mr.G terlihat sangat frustasi sambil menjambak2 rambutnya. "Gae opo seh iki? mbare'an yo gak kanggo ae lho engkok!".  Beberapa obrolan bisik2 pun mengalir. Yang aku ingat adalah saat aku bertanya ke ms.R "Terus, apa cita-cita mu? mimpimu?". Dia hanya tertawa2 dan mencandainya ingin jadi orang kaya, "eh, tapi gampang nek iku. Garek golek bojo sing sugih!"... hmmm, aku tercenung untuk kesekian kalinya. Aku percaya, setiap pengorbanan itu nggak ada yang sia-sia, begitu pula dengan ini. Yah, memang sudah bukan hal aneh saat mendengar beberapa anak berkata seperti itu. Begitulah Sepadan. 

Berjuta lamunan sudah terlewati buatku. "Begitu banyak kesamaan di antara mereka semua. Pantaslah kami di satukan, berlawanan 180 derajat dengan SPARTAN yang keseluruhan juga setipe. Sekarang, apa berarti aku juga sama? berarti aku juga mengasihani diriku? Apa sebenarnya ada tujuan lain dengan memasukkanku kesana?" hmph -,- Ada dua orang lagi yang semodel sama aku. Mereka study oriented, hobi baca dan nggak suka ngobus di tengah pelajaran, juga pusat guyonan dan keganjenan >_< Zzz..

Logo Sepadan itu sangatlah berarti jika saja kami semua mampu memahami dan menyerap arti yang tersirat di dalamnya. Selogannya "hart arbeiten, um erfolg zu erzielen" yang berarti "bekerja keras untuk mencapai keberhasilan". Mungkin terlalu banyak kekecewaan yang mereka dapat sehingga tak mampu mempercayai lagi kata2, motivasi, maupun sugesti.
Kata sebangku-ku, " Hidup tidaklah semudah perkataan Mario Teguh"

Padahal buatku, nomer satu adalah Niat dan kemauan, nomer dua adalah percaya dan yakin.

Minggu, 27 November 2011

Muhammad Taha Al-Junayd

(maaf, postingan ini cuma curhatanku aja. Maaf juga kalau jadinya bener-bener seperti dunia hanya milikku. Karena buku diaryku sudah penuh untuk di tulis lagi. upss. )

Tistaa.. (my diary named)

Akhirnyaa, aku benar-benar menemukan sosok yang sangat aku idolakan saat ini setelah Nabi Muhammad, tis. Sudah lama, kalau ada pelajaran bahasa Indonesia yang menugaskan untuk mencari data idola kita aku selalu ngawur. Siapa lah yang aku kenal ku jadikan idola di bukuku.

Aku cuma tahu, tilawah dengan nada palestina itu sangaat merdu. Yang selalu ku tunggu adalah saat radio sham 93,8 menyetel murrotal dengan lagu itu. Kalau bukan, selalu langsung kumatikan. Aku ingat, waktu itu SKI ngadakan rujakan pulang sekolah. Yang ikhwan jum'atan dan yang akhwat motongin buah di takmir masjid (biasanya markas ikhwan). Aku nyalakan radio lewat hape ku yang sederhana. Volume ku setel full waktu lantunan tartil ku dengar sangat menyentuh. Nggak lama, sampai aku terlelap di sofanya. Dan bener-bener kaget waktu semua akhwat kecuali seorang sudah keluar semua dan mas Kodir sama beberapa ikhwan masuk. Sambil  gelagapan, aku sadar kalau radioku masih nyala yang menggema di seantero ruangan kecil itu. Tanpa pikir panjang, aku langsung lari keluar tanpa peduli dengan yang lain.

Suatu siang, kakakku baru saja datang dari acaranya. Ia langsung bilang ke aku kalau dia punya juz 29 dan 30 rekaman suara merdu itu. Nama qori'nya adalah Muhammad Taha Al-Junayd. Subhanallah :) huaaa.. Tistaa, aku beneran seneeeng buanget bukan main. Aku baru tauu.. :')

Aku nge-fans banget sama suaranya yang halus, ringan, dan nggak pernah bikin bosan. Waktu suasana hatiku buruk, yang bisa menenangkan cuma suara ini :') pengantar tidur yang membuatku terlelap dan mimpi indah juga suara ini :') Sering kali, entah kenapa aku selalu ingin nangis waktu mendengarnya. 

Hari ini, aku seharian sendiri di rumah. Siapa lagi yang menemaniku kalau bukan suara ini? :3
selama ini nggak pernah berpikir apapun selain mendengar dan nyari rekaman lengkapnya. Tapi tiba-tiba aku jadi penasaran waktu lagi nyari murottal yang lain dan melihat rekaman videonya. Ternyata di youtube ada. Nggak habis pikir ya, kayak bukan aku aja. Biasanya, kalo aku suka dengan sesuatu, pasti semua yang berhubungan dengan itu langsung aku selidiki. Kecuali ini, pertama kalinya. 

trus tadi ya tis, sambil ngerjakan pe-er fisika, aku pun mulai searching foto-fotonya. Ternyata yang kulihat hanya itu dan itu lagi. Aku jadi benar-benar penasaran. Akhirnya ku coba searching biodatanya, dan.......  

Aku semakin penasaran. Bagaimana nama seterkenal dia identitasnya hampir tidak ada di internet??!?!!. Bahkan sesorang dalam blognya menuliskan mungkin ada yang menemukan video atau gambarnya yang utuh tolong di share, karna semua yang dia miliki, anak itu selalu menunduk dan wajahnya selalu hanya terlihat sebagian.

Entah bagaimana, aku selalu menilai bacaan al-qur'an seseorang yang ku dengar di mana saja. Pastinya hanya dalam hati. Belum pernah ku dengar temanku atau bahkan guru-guruku yang ngajinya paling enak, seringan dia kalau membaca, makhrojnya, tajwidnya. Meskipun mungkin seperti kata kakakku, ada sedikit bacaan yang agak tawallud.

hanya ini... sedikit info yang bisa ku simpulkan... 
Nama lengkapnya muhammad Saleh Ibrahim Al Junayd dari Manama Bahrain, Palestina. ia sudah dibiasakan dan selalu didengarkan murottal sejak masih dalam kandungan. Ia sering sekali menjadi imam di masjid-masjid bahkan saat usianya masih sangat muda. Lahir tahun 1994. Sekarang bararti ia sudah remaja dan beranjak dewasa. Umurnya mungkin satu atau dua tahun diatas ku, sekitar 17 atau 18 tahun. 

Subhanallah... Betapa Allah menciptakan kesempurnaan yang berbeda pada setiap makhluknya :')







Ini ada link yang bisa jadi refrensi untuk murrotalnya ^

Sebenernya banyak link yang ada. tapi kebanyakan terbagi-bagi tidak seperti yang di atas. Tapi itu nggak lengkap suratnnya. Sayang sekali =/

Senin, 31 Oktober 2011

Ingin ku tengok benakku



Pada cermin besar yang bertengger manis di permukaan pintu rak baju itu, aku hanya melihat sesosok gadis yang mirip diriku, tak ada yang lain. Ketengok apa yang ada di belakangnya, dan ia mengikuti jatuhnya arah pandangku. Ku tatap ia lekat-lekat, dan ia pun membalas tanpa ragu. Berani sekali dia!, pikirku dalam hati. Ku amati setiap lekuk yang terlukis diwajahnya, tak lagi peduli akan pandangan yang menghujamku semakin tajam.

Tapi tak ku temukan apa pun. Tak ada apa pun disana.

Aku bertanya-tanya dalam hati, apa kiranya yang saat itu tengah terpikirkan oleh bayangan dalam cermin itu? apakah terdapat banyak kebimbangan disana? apa yang ia inginkan? apa ia juga punya mimpi besar yang sama seperti diriku? apa yang akan ia perbuat seandainya ia di posisiku?

Tak satu pun tanda tanya besar itu terjawab.

Hanya otakku yang kurasa mulai tergambari tanpa henti, oleh butir-butir pertanyaan yang terus mengalir, membuatku pening, membuatku semakin susah berpikir dalam keruwetan yang menjadi-jadi.

Sekali lagi ku pandangi ia dalam diam yang semakin mencekam.

Aku melihatnya semakin mirip denganku. Atau bahkan sama? serupa? yah, mungkin saja. Kini pikiranku semakin kacau tak karuan. Bukan tak mungkin itu hanya fatamorgana.

Andai aku bisa membaca pikirannya, andai aku bisa mengerti arah pandangnya, andai aku bisa menafsirkan setiap benak terdalamnya berkata.....

Aneh. Aku merasa tersindir. Aku mulai merasa khawatir benakku terbaca. Oleh siapa? 

Antara sadar dan tidak.... aku merasa semua pertanyaan itu justru terlontar balik, meluncur kencang hanya tertuju untukku, menuntut sebuah jawaban yang ku harap segera kutemukan sebelum peluru itu jatuh meluluh lantakkan diriku.



Selasa, 14 Juni 2011

Sibuk Lagi? oh, nooo....

Yah, jadi pusing sendiri gini ini... pengen sih iya, tapi kalau berharap dapet.. Ah, kayaknya terima kasih.. Agendaku sudah penuh. Tapi ternyata.. Apa boleh buat???


Seluruh kegiatan Teens Club tentu nggak berhenti. Acara-acara yang pastinya seru terus diadakan, dan rutinitas ini sudah jadi makanan sehari-hari, bolak-balik sana-sini. Survey ini-suvey itu. Cari dana. Publikasi. Yah, rasa lelah memang nggak kerasa kalau dijalani dengan hati yang ringan.. =D Menjelang proker ke-5 angkatan 2010, kesibukan yang lumayan sudah menanti di depan mata..


Waah,, tapi kalo yang ini aku nggak sabar banget menantinya. Karena  kali ini kita berniat untuk rihlah.. yaayy.. \(^o^)/  meskipun nggak keluar kota. Tadi sore aku dan Izzah berhasil menemukan satu taman yang, Subhanallah indahnyaa.. Asri nan sunyi. Wah cucok deh untuk yang lagi mencari kedamaian.  Kita kan mau masak-masak dan lomba-lomba disana.. jadi kalau terlalu rame ntar kan ya malu gitu.. 
Hahahaa..  (#plak! epe toh!)


Belum lagi lomba-lomba Acsent yang mulai terbengkalai.. Ya Rabbi...


Fiuh! kini osis akan mulai menyesuaikan diri dengan hidupku yang padat ini dan mengisi relung-relung nan celah sempit yang tersisa. Dan ini akan menjadi amanah yang sangat besar ke... (entahlah) dalam setahun ini..
Semoga aku bisa TAWAZZUN untuk melalui semuanya..
Ngg.. Jadi mikir2, aspek apa yang dilihat dari aku? kurasa tak ada yang istimewa..  -_- repot2 dibikin repot. Hhh.. yasudahlah. sekarang, semuanya tinggal dibawa enjoy aja.. lumayan nambah temen.. hehe


Senin - Selasa - Rabu - Kamis - Jum'at - Sabtu - minggu - Senin - Selasa - Rabu - Kamis - Jum'at - Sabtu


Tak pernah lagi duduk manis dan noton tipi di rumah dengan leha-leha..
Agenda internetan nyaris nggak dapat waktu.. 

Keep Hamasaah \(^o^)/ \(~_^)/

Rabu, 01 Juni 2011

Jadi tetangga emang repoot pisan.. x)

Wah, bingung nih mau nyesuaikan perasaan. hari ini banyak banget kejadian menyedihkan. aduh, bikin stress banget. mana pula uas-nya kacau.. eeh, anak-anak ini sempat2nya nggudoi nih orang yang lagi BM.. haha.. lumayan berhasil kayaknya.. wkwkwkk.. (mesam-mesem dewe)


Masak ya, tadi kan ada remed fisika :'(  trus tau-tau ada honda ke sekolah. Yaa, as usual, pasti promosi DBL. nah, anak-anak tapi tetep nggak bisa pulang karena masih ada yang di tunggu-tunggu tapi nggak di tempel-tempel. yaitu hasil nilai mat sama pkn. Hehe, selain itu emang gerbangnya di gembok biar ada yang nonton tuh atraksi di lapangan. Akhirnya kita semua ke lantai 3 masjid As-Salam Smada, trus sholat dhuhur.


Selesai sholat, semuanya pada berdiri di beranda, hadap ke arah smala. Mulai deh, semua pada saling mojokin.. hehe, pasti adaaa aja yang di tunjuk2 sama anak di bawah. Dan mereka neriakin satu nama.. ********** di cari winaa.. OMG! kumat. cekcok nggak merubah ke adaan. bilang aku muna lah, salting, ewh, ngemengepe sih? hoho.. dari pada ketiban malu, mending aku nurunin kepala deh dari sana. >_< Hahaa.. nggak nyangka dan kaget, teriakan ini di respon. ada anak 2 perempuan, ngelambai-lambai ke kita.. dadah-dadah.. Ya Rabbi.. siapa pula itu? mane keliatan?? penasaran, aku pun membranikan diri ngintip. ah, nggak kenal. Santai kalo gitu. dengan santainya, aku berdiri.. dan Dowewengg!! ada anak cowok? pakai jaket, dan ikutan ikutan dadah ke kita. emang sih nggak jelas itu siapa. Tapi kayaknya aku jadi tau.. Siapa lagi coba?? Tidaaakk... ah, mangkelno ini anak-anak... xP.. seribu kali tingkah konyolku gara-gara anak2 ini, jadi konangan dia, dan dia malah ketawa-ketiwi. Zzzz.. weleeh, mau taruh dimana nih muka? tapi aku jadi berhasil ngakak-ngakak.. hahahaa..


Belum juga satu kelar, anak di sebelahku yang cerewetnya ampun-ampunan ini malah ngganti nyebut satu nama lagi. Aaaaarghh.. tidaakk, lebih baik aku pergi aja deh dari situ. Lapangan smada aja daah.. =D

Minggu, 15 Mei 2011

Tetes Air

teruntuk aku..
tetesan itu telah mengajarkanku
akan arti beratnya sebuah amanah
pentingnya sebuah pengorbanan
aku sadar
tak pernah memegangmu ketika kau jatuh
tak pernah merangkulmu ketika kau runtuh

bukan sebuah keengganan
terlebih sebuah pukulan berat bagiku
sehingga tak bisa ku ucapkan perkataan untuk menenangkanmu
tak bisa ku dekapkan tubuhku untuk merangkulmu
membagi peluhmu, bebanmu di pundakku

maaf
selama ini hanya bisa menunggumu menumpahkan segala isi hatimu
hanya bisa mendengar keluh kesahmu tanpa berucap sepatah kata pun
karena saat itu
yang kulihat hanyalah dirimu, dengan bebanmu
kemana aku selama ini tak menyadari itu
sekali lagi
maaf

hanya ingin berucap
izinkan aku membantumu menopangnya sebagian
walau ku tahu ku tak mampu berbuat banyak untuh menahan air itu
jatuh



-Almira Qattrunnada Qurratu'ain-

Kamis, 28 April 2011

Dalam Dekapan Ukhuwah

Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan diatas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
Wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali :
“Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
Menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia

Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
Dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani
Sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji

(Salim A Fillah)

Bila hatiku berbicara :(

Galau..
Mengapa hal ini mendera hatiku begitu lama?
Menyayat dan menggoreskan jejak-jejak lukanya.


Tak sempat pula kubiarkan tuk mengering sempurna,
pisau itu kembali menghujam dalam..
membuatku terhimpit kesakitan akan sesaknya bernafas..


Tak ada darah segar yang mengalir,
Tak pula lalat-lalat hinggap peduli..
Dunia ini hampa dirasa,
mengabaikan luka itu menganga lebar hingga membusuk nyata.

Jumat, 18 Maret 2011

What does it mean? Friend??

A friend cannot be considered a friend until he is tested in three occasions:
- In time of need
- Behind your back
- and After your death

Sabtu, 19 Februari 2011

Pejuang mimpi

Bukan aku yang menyongsong pagi…
atau malah terbitkan matahari…
aku hanya sang pemimpi..
bermimpi…
merajut hari demi hari…
melayani indahnya matahari pagi…
ditemani secangkir kopi…
lirih-lirih…
meringkih..
merintih…
risih…
tapi aku tersenyum lirih…
meski hati ini perih…
ooh tidak, hati ini tak perih…
hanya tertusuk sedikit duri…
yaa ini…
bisanya begini ini.. 

Rabu, 19 Januari 2011

Tragedy in 2011

Banyak hal yang tak terduga terjadi.
Hal yang menggembirakan sekaligus yang sangat menyedihkan
Dan kini, dunia sudah membawa satu kabar buruk padaku.
Pada apa yang menimpa seorang saudariku.


Kemarin dulu, kau berhasil membuatku bangga padamu.
Membuatku tersenyum melihatmu tampil cantik dengan tudung itu.
Hingga beberapa saat lamanya...
Kau semakin membuatku kagum akan pesatnya kemajuan yang kauperlihatkan.
"Duhai saudariku, elok nian parasmu. Tampak kian menawan dengan penampilan barumu kini. Hanya decak kagum serta pujian yang mampu kuucap atas kesempurnaan ciptaan Allahu Rabbi


Hari ini, ku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat hasil tindakanmu.
Perilaku yang jauh lebih membuatku sedih dari sebelum ku mulai mengenalmu.
"Ku tak mengerti, wahai saudariku yang jelita.. Ku tak habis pikir dengan langkah yang kau jejaki kini. Ku tak jua paham, dunia macam apa yang mulai memudarkan pandanganmu?"


Apa hanya demikian?? Hanya karena obsesimu yang bahkan keberadaannya hanya dalam anganmu. Dengan kemungkinan yang teramat kecil dan kau baru akan dapat mencapainya. 


Tidakkah kau tahu? Kerugian yang teramat besar yang akan kau terima cuma-cuma. Bahkan tanpa imbalan apapun. Hanya dosa-dosa seberat dzarrah yang semakin menggunung tanpa kau hiraukan. Apa kau mengerti akan akhirat yang doski pilih sebagai tempat akhirnya untuk berlabuh? 


Ku mohon... kembalilah.
Ku mohon... bangunlah dari alam dunia mimpimu, saudariku.
Pikirkanlah ulang keputusanmu matang-matang.sebelum kau menemui penyesalan yang selalu datang terlambat apalagi "tepat waktu"?.


Keputusan berada dalam genggamanmu, saudariku.
Pahamilah betapa hidup ini tidak selancar aliran air. 
Ada kalanya, saat segala keinginan kita tak dapat terkabulkan.karna memang tak mendapat ridho-Nya.


Sekali lagi, kembalilah saudariku... kembalilah,, kembalilah.

Minggu, 26 Desember 2010

Happy Mother's Day

Waduwh.. aku terlambat nih mostingin ini. :s
Sebenernya hari ibu itu kan jatuh pada tanggal 22 Desember kemarin.
Tapi yah, nggak apa deh.
Lebih baik terlambatkan? Dari pada enggak sama sekali.

Untuk hal ini, of course aku mau ngucapin selamat hari ibu untuk semuanya..
Khusunya untuk ummi-ku tercinta doong.. 

Terima kasih ummi-ku...
untuk semua pengorbanan dan kasih sayang yang engkau berikan pada anakmu ini..


You're my hero..
                You're my friend..
You're my leader..
                                  And  
You're my every thing

Thank You so much :)

Semoga Allah selalu melindungimu dan kelak menempatkanmu di surga tertinggi. Amien

Rabu, 15 Desember 2010

Happy Anniversary HEARD!!

Waah,, nggak kerasa, setahun sudah sejak HEARD resmi di ciptakan..
Muncul tepat tanggal 15 Desember tahun 2009 di kelas 9d SpenZong... Jadi kangen.. :(

Haii teman-temaann, ingat nggak kalian klo tepat tanggal ini Viqqi nggambar kita di papan tulis dengan rupa kartun lucu.. Gambarnya itu kita lagi lihat bintang jatuh..(ouwh.. Coo Cweet). Yang di sampingnya juga ada gmbar para penguni 9d yang lain.. and para best couple.. hehe

Kalian Ingat?? Oo.. I wish!

ngg.. Gimana kabar kalian kawanku tersayang??
Sudah setengah tahun kita berpisah. Dan belum sekalipun kita ketemu lagii.. Hiks. :(
Mudah-mudahan, suatu hari nanti kita semua akan di pertemukan dengan membawa kesuksesan masing-masing.. Selamat berjuang temanku tercinta :) Good Luck.

Kalian jangan putus komunikasi yaa..
Mau curhat?? silahkan aja. Telingaku selalu terbuka lebar untuk kalian semuaa... 



WinEri DisAlNi
Wina Zhonniwa
Eriko Agnita
Dista Saskita
Nur Alvy
Rini J. Clara

Wish You all the best, guys... I Love you so Much.. :)

Jadi inget satu kutipan SURAT SAHABAT yang pernah ku dapat dari seseorang..

"Surat Sahabat"
Dear Sahabat...
Aku tau, aku hanya orang kesekian dari banyak orang yang menyayangimu, tapi aku ingin menjadi orang pertama yang berada di sampingmu saat kau kehilangan arah.
Sahabat...
Jika waktuku tak banyak untukmu, ku ingin setiap detak jantungku terdengar olehmu. Karna itu merupakan pertanda bahwa diriku masih ada untukmu.
Sahabat...
Jika lidahku pernah menjadi penyayat hatimu, aku hanya ingin mengungkap maaf dan seulas senyuman termanis darimu.
Dan Aku hanya ingin kau menjadi sahabatku.
Sampai nanti, sampai aku dan kamu tertidur lelap dibawah timbunan tanah.

Jumat, 10 Desember 2010

Hantarkan Aku ke Sana

Pelbagai perasaan memenuhi dada ini…
Bersama rasa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang yang bergelumang dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbal`alamiin…

Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kukuhkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…

Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridhao-Mu…
Syariat ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM

Duhai Allah yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhoi dan kabulkanlah…

Amin Ya Allah, ya Rabbal`alamiin…

(Halaqah.net: Koleksi puisi, sajak, dan syair)

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters