Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

Akankah saya tak ikut lagi aksi bela islam 212 ???

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia..

Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya..

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 saya juga,, jgn kalian tanya2 soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang2 respek pada saya, temanpun aku banyak...tiap kotak sumbangan aku isi..

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sdh bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi jakarta... Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada,, saya tak mau terbawa2 arus seperti teman2 kantor yg tiba2 juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari2 sensasi... paling juga mau selfie2..

Sampai satu saat....

,sore ini dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki, saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih2, rompi hitam dan hanya beralas sendal,, muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah2 itu.. mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yg mau melintas, tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh2 atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal2an.... Ini aneh, biasanya kalau sdh bertemu orang ramai2 di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif.... Sore ini, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah2 dan baju putih mereka yg basah terkena gerimis,...

Papasan berlalu, aku setel radio lain...ada berita,, rombongan peserta aksi jalan kaki dari ciamis dan kota2 lain sudah memasuki kota, ada nama jalan yg mrk lalui... Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu... Aku tertegun...

Lama aku diam ,, otakku serasa terkunci, analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yg sesuai dengan pemikiranku, apa yg membuat mereka rela melakukan itu semua?? Apa kira2?.. aku makin sibuk berfikir.... Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka2 ikhlas itu.... Apa mereka ada tujuan2 politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.... Apakah orang2 dgn tujuan politik yang gerakkan mereka itu?.. aku hitung2, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi,, berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu... Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi krn nilainya sangatlah besar....

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga... Terlihat di pinggir2 jalan anak2 sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue2 warung ke mereka, sepertinya itu dr uang jajan mereka yg tak seberapa.... Aku terdiam makin dalam... Ya Allah....kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini??? Kenapa hanya hal2jelek yang mau aku lihat tentang agamaku... Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku??

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar...aku lihat sendal2 jepit lusuh banyak sekali berbaris...aku ambil wudhu...

Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer,, muka mereka lelah sekali, mereka duduk,, ada yg minum, ada yg rebahan, dan lebih banyak yg lagi baca Quran...  Hmmm

Aku sholat sendiri,, tak lama punggungku dicolek dr belakang, tanda minta aku jd imam, aku cium aroma tubuh2 dan baju basah dari belakang.... Aku takbir sujud,, ada lagi yang mencolek,. Nahh....Kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa... hatiku bergetar sekali, aku sujud cukup lama, mereka juga diam... Aku bangkit duduk,, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.... Ya Allah... Aku tak pantas jadi imam mereka,. Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka.... Bagiku agama hanya hal2 manis, tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya , in style ..bla bla bla,... Walau ada hinaan ke agamaku aku harus ttp elegan, berfikiran terbuka...  Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah, kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka?? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku??....

Hanya 3 rakaat aku imami mereka,, hatiku luluh ya Allah.... mataku merah nahan haru... Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu tapi tetap senyum.. agak malu2 aku peluk dia, dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali... Ini bisa jadi dia anakku juga,. Apa yg telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini?? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh... dia demam sedikit aku panik... Aku nangis dalam hati.... di baju putihnya ada tulisan nama sekolah,. smp ciamis... Ratusan kilo dari sini.... kakinnya bengkak karena berjalan sejak dari rumah, dia cerita bapaknya tak bs ikut krn sakit dan hanya hidup dr membecak, bapaknya mau bawa becak ke jakarta bantu nanti kalau ada yg capek, tapi dia larang... Aku dipermalukan berulang2 di masjid ini... Aku sudah tak kuat ya Allah... Mereka bangkit, ambil tas2 dan kresek putih dr sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid,, rasa2nya melihat punggung2 putih itu hipang dr pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yg menuju syurga... Kali ini aku yg norak,, aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat,, air mataku keluar lagi.... kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian..

Sudah jam 5an,, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini...miting dgn klien sptnya batal... aku mikir lagi soal ke islamanku, soal komitmenku ke Allah, Allah yg telah ciptakan aku, yg memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini.... dimana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini??? Ada dimana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?...

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi,. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yg telah lepas dalam benakku selama ini... Ada satu kata,. Sederhana sekali tanpa bumbu2... Ikhlas dalam bela agama itu memamg nyata ada...

Aku mampir di minimarket,, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap... Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional.... Ini kebangganku yg pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali... Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalanMu yang lurus, yg lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati....

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara2ku yang sebenarnya,. Orang2 yang sangat ikhlas membela Mu... Besok, tak ada jarak mereka denganMu ya Allah... Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yg basah kuyup hari ini....tak ada penggargaan dr manusia yg kuharap, hanya ingin Kau terima sujudku... Mohon Kau terima dengan sangat... Bismilahirahmanirahiim....

(1 Desember 2016 , Ditjeriteratakan oleh Joni A Koto, Arsitek, Urban planner.. alumni ITB 93)

Senin, 15 Juni 2015

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .


reblog dari : https://lapislazulum.wordpress.com/2013/09/27/menurutmu-kami-bahagia-terlahir-sebagai-anak-kader/

Dalam banyak diskusi dan orang orang yang kutemui, mereka selalu berharap lahir dari pasangan kader. Menurut mereka dibesarkan | pastinya akan bahagia ketika orangtuanya adalah para kader.  Ah, aneh sekali bagiku ! Justru, aku begitu kagum ketika melihat hijrahnya seseorang dan perubahannya karena murni juang ia sendiri mencari hidayah | ada yang harus sembunyi sembunyi memakai kerudung, ada yang dibiarkan saja justru orang tua nya mendukung untuk berpacaran,dll. Entahlah, berapa banyak aku, kami yang dilahirkan dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan yang juga berfikir seperti itu. Menurutmu kami bahagia ?
Bagi sebagian kami itu kebalikannya, yang ditakdirkan oleh Allah lahir dari rahim abi umi, yang sering disebut banyak orang sebagai anak kader. Ah, panggilan itu begitu menyesakkan. Karena kami dinilai dan dikenali dari abi umi kami. Kami dinilai apakah kualitas kami seperti abi umi. Setiap acara yang kami datangi selalu ada kolom khusus nama orang tua. Selalu dan selalu. Dalam setiap acara selalu berhadapan dengan pertanyaan, bagaimana abi umi ?  Menurutmu kami bahagia ?
Berapa banyak orang yang aku temui, yang aku yakin belum pernah menemuinya sebelumnya tapi mengetahui namaku. Ah, ini anaknya ***. Dikenali dari siapa orang tua kami. Di absen dan dicari berdasarkan siapa orang tua kami.  Sering ditinggalkan ketika kecil oleh abi umi dengan alasan dakwah. Di tinggal sendirian dirumah dan menghabiskan banyak waktu bersama khadimat (asisten rumah tangga). Menurutmu kami bahagia ?
Uang jajanku akan dipotong jika aku tidak berangkat mengaji *sebut halaqoh. Bahkan saat sekolah dasar seperti itu, abi umi akan selalu setia mengantarkan aku-kami jika waktu rutinan telah hadir. Menonton tv berlebihan, tidak segera sholat ketika adzan, tidak menyetorkan hafalan, tidak memakai kerudung ketika keluar rumah. Ah itu semua akan berakibat fatal – dipotongnya uang jajan. Menurutmu itu menyenangkan ?
Aku – kami dan seluruh adiku hampir menghabiskan waktu lebih banyak dengan khadimat sejak kecil hingga sekarang.  Abi umi selain bekerja di luarkota, waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, untuk mengisi ini itu – rapat ini itu – datang acara ini itu. Untuk sekedar cerita saja, harus membuat janji. Menurutmu kami bahagia ?
Adikku pernah lupa dijemput dan miskomunikasi hingga tertinggal di sekolah lebih dari 4 jam. Tapi untuk kajian abi umi G pernah lupa. Menurutmu kami bahagia ?
Kami bahagia ! Aku bahagia sepenuhnya dan bersyukur atas segala takdirNya !
Aku dan kami semua yang terlahir dari rahim rahim tarbiyah sejak dalam kandungan bersyukur dan ingin membisikkan padamu abi umi, “ Terima kasih telah lahirkan aku dari rahimmu.  Abi umi, jazakallah khairan katsir atas segalanya. “
Aku teringat, ketika dahulu kecil kami harus mengikuti aksi ini itu di terik matahari. Ketika dalam sebuah pemilu dahulu, aku pernah bertanya “ umi, ngapain sih kita pake bikin kotak makan sebanyak ini ? Kenapa G orang lain aja ? repot. Emang buat siapa sih ? “.  Dengan pelan umi jawab “ ini buat amih amih yang jaga di TPS kak. Nanti, Allah akan ngasi kakak rejeki yang banyak banget kalo kakak mau bantu umi. “ Ah, sekarang aku tau, saat itu umi diamanahi untuk menyiapkan konsumsi bagi semua saksi. Tenang saja umi, kami sekarang sudah terbiasa menghabiskan banyak uang dan itu tidak masalah. Sudah terbiasa aksi ini itu tidak peduli kulit hitam.
Aku teringat pesannya, kami dibina sejak kecil agar menjadi barisan terdepan di saat saat seperti ini. Saat dakwah abi umi dicaci dan banyak yang akan menghancurkannya, maka aku pastikan, bahwa kami akan ada di garis terdepan untuk menegakkannya dan melindunginya. Tragedi di 2013 ini, menyadarkan banyak dari kami atas apa yg sudah diperjuangkan selama ini. Aku menangis ketika seorang anak kader menangis menceritakan apa yang disampaiakn umi abinya sebelum tragedi kedholiman besar itu “ Kakak baik baik ya. Apa kakak akan baik baik saja jika abi umi ditangkap?”. Harus baik baik saja. Bahkan jika itu suami kamipun, kami harus siap ! karena itu kami dibina sejak belia.
Untuk para umi amah, yang memperjuangkan jilbab di era 80 an– yang menghadapi teror akademis universitas ataupun teror kematian. Untuk amah amah yang tertembak mati secara misterius | tidak ada barangnya yg hilang – juga tidak ternodai sedikitpun | aku ingin menyampaikan | jazakumullah khairan katsir.
Untuk para abi yang pulang larut malam namun tetap melanjutkan untuk rutinan ataupun mengisi disana sini | Yang sudah merelakan kehilangan banyak waktu bersama putra putrinya | Sungguh kau membuat putri putrimu mendambakan pendamping sepertimu. | Jazakumullah khairan katsir
Pesan ustad Hamy selalu terngiang “ Abi dan umi kalian bertemu dalam dakwah untuk menghasilkan generasi yang jauh lebih cinta dakwah. “
Dan aku pun mempercayainya “ Aku akan bertemu dengan abi, ayah dari anak anak ku di jalan ini, untuk melahirkan generasi yang jauh jauh lebih cinta dakwah. ”
Kami dibina sejak kecil agar saat ini, kami berada di garis terdepan pembelaan terhadapNya. Bersyukurlah bagi kalian yang dilahirkan dalam keluarga dakwah. Tetap bersyukurlah, bagi kalian yg tidak dilahirkan dalam kondisi ini, karena kalian telah membuat kami iri sepenuhnya.
Aku ingin | aku harap |  dan akan membuat buku yang secara khusus ku persembahkan dari himpunan tulisan seluruh putra putrimu untuk seluruh abi umi,  yang telah melahirkan generasi yang dinanti itu | mereka putra putrinya yang didoakan siang dan malam untuk mampu melanjutkan yang sudah mereka mulai. Aku bersungguh sungguh ingin menghadiahkan itu kepada seluruh abi umi, amah ami, ustadz dan ustadzah kami semua yang telah melahirkan kami dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan. Jazakumullah khairan katsir
27 September 2013
=======================================================
Entah ya, rasanya campur aduk banget bacanya...
Of course aku sangat bangga dan bahagia terlahir sebagai anak kader. Tapi ya gitu, entah bagaimana selama ini aku begitu nakal dan betingkah yang nggak nggak. Jadi ingat gimana halaqoh jaman aku SD, apapun yang dibicarakan sama amahnya cuma masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Bahkan sampai sekarang masih ababil gini. Punya pemikiran sendiri, susah diatur, ditegur, apalagi kalau pakai nada tinggi. Meledak-ledak sampai yang lihat bingung. Padahal aku juga tau betapa besar harapan yang ditumpukan ummi abi di pundak-pundak kecil kami. Dan sebenarnya aku juga punya cita-cita besar yang sering kali dalam pencapaiannya susah untuk dikomunikasikan, jadi lebih sering disalahpahaminya dari pada enggak. Percayalah, aku insyaAllah bisa jadi seperti apa yang kalian harapkan, mauku sih lebih. hehe. 

Aku percaya, cita-cita besar kaum muslimin semua pasti akan terwujud.
Sudah janji Allah kan?
Meski sekarang masih dalam barisan yang terpisah-pisah, dalam wajihah yang berrupa-rupa, juga dengan pengambilan metode yang berbeda. Aku percaya kelak semuanya perlahan akan bersatupaham, bahwa pada dasarnya tujuan kita adalah sama.

_Islam is the way of life_
ini capture dari blog miruna : http://mirunasays.blogspot.com/2015/06/jadi-harus-hormati-siapa.html

Bismillah!

Rabu, 13 Mei 2015

Lika-liku

Melalui perjalanan yang panjang ini seakan tak berujung. Menerobos celah-celah hiruk pikuk dunia tanpa bekal yang cukup, seakan rela dikorbankan cuma-cuma, bagai santapan ringan yang tak banyak memberi pengaruh bagi tubuh. Tinggal memilih, akankah aku mewarna atau justru terwarna. Entah mana yang layak untuk lebih dipertahankan. 

Lika-liku yang sia-sia.
Ketika dimasa lampau, sekarang, ataupun yang akan datang.. tak banyak membawa perubahan dan perbaikan yang berarti. Still childish and don't know what the decision is.. Acuh tak acuh meski sadar sudah terombang ambing dan terhanyut ke muara antah berantah.

Lika-liku yang tajam dan bergerigi. Siap membunuh dan merajang apa-apa menjadi seripihan apa-apa yang semakin tak dikenali. 

Semoga kali ini bisa. Tidak otoriter, menggurui, atau justru always say yes tanpa mau tau lebih lanjut. Keputusan yang tepat seharusnya menghasilkan langkah yang tepat.

Bismillah amanah..
Siap menaklukkan lika-liku yang telah menyambut didepan.
_Innallaha ma'ana_

Selasa, 21 April 2015

Baiat ELIN XXIII @cuban tengah


Salah satu tugas besar pejuang sekber akhirnya tuntas sudah kemarin minggu, 19 april 2015.
Yah, meskipun aku bukan pejuang sekber yang baik buat mereka, tapi seperti kawan-kawan elin 22 yang lain, kita merasa sangat bangga karena berhasil melampaui titik puncak ini. hmm.. ternyata ini toh yang namanya baiat.. hihihi.. ungkapan lucu ini beberapa kali terlontar dari mulut teman elin 22. Maklum, kita dulu nggak sampai di baiat. Loyalitas kita sudah nggak perlu lagi diuji dan disogok meskipun seandainya kita diminta baiat bareng elin 23.

Welcome elin 23, selamat datang di keluarga besar teknik elektro Industri dengan segala naik-turun dan tantangannya! ^^ Asal tau aja, elin itu super duper ekstra keren. Kenapa? tau jurusan industri gradenya setinggi apa? tau elektro tingkatannya sesulit apa? gimana dengan gabungan keduanya, elektro industri???

Antara nyesel dan beruntung sih jadi SC outbond. Beruntung karena aku jadi punya banyak koneksi dengan warga, juga wewenang khusus dalam berhadapan dengan adik-adiknya. Meskipun masih ada rasa bersalah karena aku adalah SC tergabut diantara delapan SC lainnya. Merasa yang terbodoh dan yang paling nggak paham konsep dibanding yang lain. hehe. Tapi senengnya bukan main waktu SC OPP, SC OB, sama KPU dikumpulkan dan diberi banyak wejangan sebelum akhirnya jaket merah kebanggaan ELIN di amanahkan ke kita sebagai pewaris tonggak estafet keluarga besar ini.

Tidak selamanya ini berakhir buruk, tidak selamanya ini menjadi sesuatu yang salah. Tinggal bagaimana pembinaan dan pembiasaan yang kita didikkan kepada generasi dibawah kita.

ELIN 22 MANTAP!!!
ELIN POWER JOSS JOSS JOSS!!!

Jumat, 03 April 2015

Kesalahan Berfikir

Awal tahun 2015 ini Indonesia banyak diramaikan oleh isu media yang beritanya terus silih berganti. Menurut penuturan beberapa orang, merupakan sesuatu yang sangat lumrah kalau ada satu berita booming dan tidak terselesaikan, maka harus dimunculkan satu berita yang lebih hot yang akan menjadi tranding topic dan menggeser posisi berita yang tak terselesaikan tersebut. Tapi karena jeda pergantiannya sangat dekat antara satu berita dengan yang lain, ditambah saya yang lebih sering melihat sosmed dibanding TV yang berjalan dinamis, hanya bisa scanning, berpikir, mengelola, merangkainya dalam otak, dan berakhir pada suatu kesimpulan.

That's it, everyone have their opinion and conclusion! so am I.

It doesn't matter kalau hanya sekedar perbedaan pendapat, kata orang perbedaan itulah yang membuat hidup jadi indah. Tapi lain halnya ketika perbedaan itu tidak dibersamai dengan sikap saling menghargai. Menghargai pendapat, menghargai perbedaan, menghargai hidup setiap orang, meredam emosi dan mencoba untuk selalu bertindak dengan bijak.

Tapi semakin kesini, peperangan semakin menjadi jadi. Perang politik, perang kekuasaan, bahkan sekalipun bukti kebenaran sudah terpampang jelas di depan mata, ego golongan masih saja dikedepankan. *sigh* Biarpun brain storming dan brain washing terjadi dimana-mana, tengok sajalah pada hati terdalammu. Dimana hal-hal yang "manusiawi" itu sering kali terpendam terlalu dalam.

Jangan terlalu membenci orang-orang yang bersebrangan dan yang bersinggungan denganmu. Jika memang kau tak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam kepala, atau usulmu tak bisa juga diterima, maka tak perlu banyak cakap lagi, kamu lah yang seharusnya membawa dirimu kesana untuk melakukannya.

Yang ditakutkan dunia saat ini adalah MUSLIM NEGARAWAN.
Lihat berapa banyak yang diturunkan, dan seakan akan dia bersalah atas kinerjanya. Melainkan dikarenakan seorang muslim negarawan memiliki misi yang lebih besar dibandingkan golongan yang ingin berkuasa. Semuanya semata-mata karena Allah akan meminta pertanggung jawabannya kelak. Dan kalian yang sangat membenci pemerintah dan selalu memilih untuk berlepas tangan, apakah kalian pikir kalian juga akan terbebas dari pertanggung jawaban atas tindakan lepas tangan tersebut? Kalian bisa berjalan tenang disitu, bisa berdakwah sebebas yang kau mau karena ada tangan-tangan yang masih berusaha memperjuangkannya di atas sana. Tapi sayang sekali terlalu banyak yang tidak melihat sedangkan media tanpa henti melalaikan penontonnya.

Manhaj A, B, C, D, dsb... It's okay. Selama dasar kita sama, ketauhidan kita sama, rukunnya juga sama, aku rasa kita bersaudara. Ya, Sesama muslim itu bersaudara. Yang lebih patut kita hadapi bersama adalah yang mengadu domba kita, yang secara kasat mata pun kita tahu mereka bukan saudara kita.

#IamTarbiyah

Sabtu, 25 Oktober 2014

Maaf ya bapak...

Sudah setahun ya pak?
Setahun sejak judgement itu terjadi.
Setengah semester sejak huruf terjelek itu keluar, nggak papa :)

Maafkan saya ya pak, kemarin saya tau sesuatu telah terjadi dalam benak bapak
entah itu muncul sejak malam bersama adik-adik, ataukan hal lain
mungkin bapak sudah mendengar tentang kiprah saya?
atau bapak masih penasaran tentang saya yang berbeda?
Saya hanya bisa meminta maaf

Maafkan saya ya pak, mungkin setelah kejadian terakhir saya sudah kehilangan keberanian, tidak seperti dulu-dulu ketika masalah belum banyak sowan ke saya.
Ketika kepribadian saya belum terrevolusi ulang seperti sekarang
Saya bahkan pernah ada niat utuk mengiyakan ke rumah bapak bersama mas
Tapi rupanya bukan jalannya kesana

Maafkan saya bapak,
saya sama sekali tidak punya maksud seperti yang bapak pikirkan
sama seperti saat di awal teman-teman menegur untuk sesuatu yang tidak mereka ketahui
dan maafkan ya pak, karena ini sudah menjadi komitmen saya

Sayang sekali bapak bukan teman-teman yang selalu disekeliling saya
bukan orang-orang yang akhirnya mengerti untuk menghargai
bukan pula orang-orang yang memang faham dengan jalan yang saya ambil
ataupun seseorang yang senang melihat dari sudut pandang yang berbeda

Ini semua semata-mata karena tidak ada yang lebih saya mampu daripada berusaha untuk kuat dalam komitmen ini kepada yang disana. Karena sementara ini, ya inilah yang menjaga saya.

pra UTS gasal tahun kedua
fighting! ^^/
*aku tau yang baca ini pasti langsung tring mengarah kemana*
hahaha.. biarlah orang berpresepsi :v

Selasa, 05 Maret 2013

Welcome Maret


" Sepandai-pandainya menyimpan bangkai
baunya pasti akan tercium juga "

Eh, sakjane nggak gini juga sih peribahasanya. tapi maknanya memper-memper boleh juga. hehe.

Tepat 2 hari lalu adalah hari rahasiaku. Apalagi kalau bukan hari kelahiran seorang wina yang kalau dilihat-lihat tambah habis aja umurnya. Sebulan yang lalu, hal-hal rahasia ini secara serentak ku privatkan dan ku edit sedemikian rupa, supaya yaa... antara untuk menjaga keamanan sama sekaligus tempat sembunyi yang oke punya.

Eee, nggak taunya jumat lalu biodata yang mau diisikan ke buku kenangan masih beredar di kelas. Ada yang memang pengen nambahin sesuatu, tapi ada juga yang cuma untuk dibaca-baca iseng, macam kalau saya yang megang. Ditambah teriakan Eta dan woro-woro beberapa anak, bagus, langsung pada tahu semua deh.

Aku tahu kalau ulang tahun bukan untuk dirayakan. Bisa dibilang memang nggak boleh, soalnya ya ngapain? itukan bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Udah tambah tua, umur tambah habis, kesempatan tambah dikit, dan amal yauminya masih gitu-gitu aja-standard._. Tapi, untuk pertama kalinya memprivatkan hal begini, rasanya seperti ada yang hilang. Yah, ini cuma butuh melapangkan dada aja. Sampai jam 1 malam aku masih blogging, dan tanpa sadar masih menunggu sesuatu, sepi. 

Tiba-tiba *drrrtt* *1message* 
"Assalamu'alaikum wina zhonniwa, hari ini adlh miladmu. Semoga sisa usianya dipenuhi keberkahan dan manfaat.Aamiin.  
*enter*  
WWW.ABATASA.COM"
Hah? radak mikir dan sedikit cegek. Karena sms pertama datangnya dari KOMPUTER. sekali lagi, KOM-PU-TER guys! hahahahaa... itu satu celah yang nggak kepikiran. Tapi setelah ketawa aku langsung lega banget dan setelah itu kuputuskan untuk berangkat tidur, karena senin harus sekolah.

Di sekolah juga biasa. Nggak rame, karena khususnya facebook adalah sumber utama untuk info begituan. Lah, tapi si Reza dengan isengnya malakin aku. Di tambah lagi waktu Rani sang adek crepes datang sama dagangannya, jadilah rame karena teriak-teriak minta pada dibeliin.

Sebelumnya, secara kebetulan Aisyah datang ke kelas dan ngasih selembar amplop dengan tulisan wina-p1 di pojok atas. "apa ini?" "gaji daf" katanya sambil nyerahkan buku tanda terima biar aku nandatangani. Waktu tak buka.. O_O wuih, biru-biru, satu.. dua..tiga... langsung jingkrak-jingkrak kesenengen karena nggak duga. Pulangnya ditambah dari ummi satu lembar.

Ah, Oh, mm. Ternyata itu uang kiriman biar tak bagikan sama yang lain toh. Hebat. Pas banget. Jadilah sekarang ludes seketika. Okelah, tidak papa.. Aku seneeeng buanget kok bisa bagi-bagi sama orang-orang disekitarku.

Rasanya beda banget. Ini bukan karena miladku. Karena aku pun rasanya sudah lupa dengan itu. Ini karena pertama kalinya aku bisa ngasih sebanyak itu untuk orang lain, untuk Passion. Ya Allah, coba aku bisa sering-sering kayak gitu :)) eh, nggak deh, ini semacam hura-hura juga kayaknya.

Selamat datang Maret
cc: 1maret Tentri, 2maret Astri, 11maret elok, 23maret Eta, 25maret Soso, 30maret Reggy, dkk.

Dengan rasa syukur yang tiada habisnya, dengan niat infaq + syukuran kelas 3, dengan segala perasaan yang campur aduk, dengan tekad + mimpi, semoga ini hanya menebar sayap-sayap baru supaya diperingan jalankami, dimudahkan dalam setiap ujian yang ada, dikuatkan mental kami menghadapi segala kemungkinan, dan dipertunjukkan rencana terindah dari Allah, InsyaAllah =)

あたし わ あなた の とっても だいすき。ありがとう ございます みんなさん。

Senin, 11 Februari 2013

Jadi Lumpur Yang Gimana Dulu?


Jika dalam sekubang lumpur di pertambangan emas kita ambil, kemudian tinggal di usahakan sedikit agar diantara keduanya terpisah menjadi dua bagian yang berbeda, emas dan pasir...
Maka seperti yang kita tahu, hasilnya adalah butiran emas yang sangat berharga.
Apakah ini mengherankan jika hasilnya selalu saja emas-emas yang berkilauan? tentu tidak.
Karena yang namanya emas memang sudah indah dari sananya.

Inputnya sudah bagus, tinggal diasah sedikit saja outputnya pun akan menjadi sangat menakjubkan.

Lain halnya dengan lumpur.
Sesuatu yang nampak menjijikkan, tidak berguna, bahkan sering kali hanya dianggap sebagai pengotor lingkungan saja. 
Hingga akhirnya datanglah para pengrajin yang kemudian mengelola lumpur tersebut menjadi aneka hiasan gerabah, genting, juga batu bata. Dengan kualitas pembuatan yang baik, semua itu akan menjadi hal-hal yang menjanjikan, menghasilkan dan berubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan harga di pasaran.

Inilah tantangan!

Akankah kita menjadi yang terbuang dan terabaikan? maka, jadikanlah diri kita gerabah-gerabah indah yang bernilai sangat tinggi. Dengan usaha dan kerja keras yang total, kamu bahkan akan mampu mengalahkan keindahan para emas dan mengalahkan setinggi-tinggi harga jual mereka.

Sekarang, kita tidak perlu iri dengan tetangga kan? =))
Nggak ada yang nggak mungkin.
Dengan mimpi, pertimbangan prospek kedepan, strategi, juga action.
kecuali kayak kata devy (my deskmate): yang nggak mungkin ya mbangunkan "polisi tidur". hehehe

Sabtu, 08 Desember 2012

Rinai dalam bingkai jendela

Disini sepi...
benar-benar sunyi yang mencekam...
kecuali para guntur yang terus menggelegar tanpa toleran...

Aku tahu,
rintihan kecil ini mungkin akan pecah tak lama lagi
menatap semesta kosong, hanya dengan sore-nya yang kelabu
tanpa rona merah, pun tanpa segerat mentari keemasannya.
Sesekali, senyumku terkembang sendu,
mengingat perjuangan yang berharga tinggi
dengan segumpal besar harapan dan seuntai rinai-rinai rindu.

Senja pengobat rindu itu kini tak lagi ada...
Meski dengan penantian panjang penuh harap,
aku tahu ia harus melalui semua samudera dan benua untuk bisa hadir di sini.

Tak mengapa...
luapan rindu dari langit ini akan memupuskan semuanya
ketika hujan dalam bingkai jendela kembali ku pandang dalam keterpanaan.
Menghapuskan kegundahan,
dan membawa sebuah dunia impian ke dalam pelukan.
Yang dengan keharmonisannya,
akan membawaku berlarian jauh hingga ke puncak khatulistiwa,
juga membimbingku dengan sepenuh kasihnya.

Dari balik bingkai ini...
aku akan memperjuangkan semuanya dengan segenap kemampuanku
meski dalam kesendirian yang menyedihkan,
meski dalam rindu yang menghimpit kalbu.

Dengan kedua bola mata yang memandang rinai-rinai hujan ini...
ku simpan tekad kuat.
Aku akan merasakan riak-riak hujan pemupus rindu itu dengan jemariku,
aku akan mendekapnya kuat bahkan dengan setiap jengkal yang ku mampu.
Dengan berbekal senyum sendu,
tanpa terlupa...
sepaket rinai dalam bingkai jendela.



Selasa, 05 Juni 2012

Become Architect :)

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Untuk tujuan kuliah tahun depan, aku sudah dapat satu yang insyaAllah lumayan manteb, yakni jurusan Arsitek di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya. Hanya saja, aku belum bisa menentukan untuk pilihan ke dua-nya :( karena jurusan yang aku minati itu rata-rata gradenya tinggi. Yah, semoga satu itu cukup untuk seterusnya.

Semuanyaa, bantu do'a yaa biar tahun depan Wina diterima jadi mahasiswa baru disana. Arsitek desain interior.

Selain itu, wina juga punya cita-cita untuk bisa melanjutkan S2-nya dengan beasiswa kuliah arsitek di Prancis. Sedikit mengkhayal memang. Tapi.. mimpi adalah kunci. Jadi, siapa tahu =D Semoga segala hambatan dan rintangan menjadi dipermudah untukku menuju ke sana. Aamiin ya Allah.

Jumat, 01 Juni 2012

Great! I have a new job =D

Holaa semuaa.. Teman-teman yang ada di Surabaya, Indonesia, maupun yang ada di langit dan di penjuru duniaa...

Wina lagi senang sekali. ehm, Alhamdulillah :)
kenapa? karena akhirnya aku dapat kerjaan yang lumayan menghasilkan. Kalian tau apa itu? yap, pastinya dong!  Menggambar. yuhuu.. ~(^O^)~

Ini bermula dari anak-anak yang malas amat sama pelajaran kesenian, dan wina adalah orang pertama yang menuntaskan semua tugas dari tugas I sampai VI sejak minggu terakhir pelajaran. Tapi hampir 50% dari sepadan (read: ipa2) belum nyelesaikan bahkan dari tugas dua. mulanya, aku hanya membantu mereka, satu persatu tugasnya ku selesaikan dengan senang hati. Kemuadian, karena aku sudah kelelahan dan nyerah, tangan nggak kuat lagi, permintaan mereka tak tolak. Gantian deh, anak-anak minta tolong ke temanku yang pintar nggambar, namanya ayu.

"Tarif reek! kalau mahak, pasang tarif dong. Ada harga ada rupa!" katanya seraya melanjutkan kerjaannya yang juga belum kelar-kelar. ~Tring~ Wina juga mau dong. "Teman-temaan, wina juga pasang tarif. Ada harga ada rupa, kata Ayu" haha.. aku pun foto copy dan mulai menerima job. Satu gambar baik batik maupun perspektif seharga 10.000,- tanpa warna. Kalau dia minta di warnai, nambah 10.000,- lagi. n_n

Eits, tapi nggak gitu amat kok, aku pasang tarifnya lihat-lihat, mana yang kiranya dompetnya tebel baru tak minta. Tapi kalau anaknya sudah berusaha tapi masih saja gagal *ehm, nggak bilang jelek yah* pasti aku mau aja bantuin dengan sepenuh hati. Syaratnya, dia itu orang yang baik. haha #yang jahat macam apa nih?.
Yah, pokoknya itu hukum timbal balik ala wina.

Hargaku ini paling murah lho di kelas. Dan hari ini, bahkan sebangku-ku ikutan melayanani mewarnai, padahal dia nolak terus, dan alhamdulillah dia dapat 25.000 :) sedangkan ratih sudah.. emmm, aku yakin diatas 50.000. Ayu? yah nggak usah di tanya, lebih dari 150.000, pasti! dia paling mahaaal satu sekolaah =))

Okelah, yang penting aku senang bisa ada pemasukan lagi. Mengingat sejak kelas 1 SD aku sudah hobi main jual-jualan dan bertransaksi uang, jadi kemarin waktu SMA berhenti, aku langsung beralih jual pulsa. Biar hampir nggak ada untung, enak ajaa gitu. sekarang? kerja serabutan deh, yang penting hepiii =D

Tapi mulai hari ini, aku vakum dulu soalnya besok senin sudah UKK. Saatnya bekerja keras untuk NAIK KELAS dan SNMPTN tahun depan dan UNAS dan JURUSAN ARSITEK ITS pastinya (9.^O^)9 Semangaat!!!

Minggu, 27 November 2011

Siapakah prajurit yang paling tangguh?




Ali bin Abi Thalib RA terkenal sebagai sahabat yang pandai dalam memberikan opini. Beberapa sahabat ada yang ingin mengujinya, mereka menyelenggarakan suatu forum diskusi. Mereka membahas topik sekitar masalah : "Mahluk manakah yang paling kuat?"

Setiap orang yang hadir mengemukakan pendapatnya, tetapi belum tercapai kesepakatan atau titik temu. Tak Lama kemudian Ali RA datang. Mereka bertanya :"Wahai abul hasan, manakah dari prajurit Allah yang paling kuat?".

"Prajurit Allah yang paling tangguh ada sepuluh", jawab ali. "Gunung dan bukit - bukit yang tinggi, tetapi besi dapat menghancurkannya. Jadi besi lebih kuat dari bukit dan gunung. Api dapat melelehkan besi, namun air dapat memadamkan kobarannya. Awan yang difungsikan antara langit dan bumi membawa air. Angin dapat memecah awan. Manusia dapat mengalahkan angin dengan menutup tubuhnya. Manusia dikalahkan oleh mabuk yang dapat menyesatkan akal pikirannya, namun mabuk bisa diredam oleh tidur. Tidur kalah oleh kesedihan hati. Jadi prajurit Allah yang paling tangguh adalah sedih hati".

Jika Anda ingin merenungkan masalahnya dengan logika berpikir yang wajar, maka pusatkanlah renungan itu pada masalah sedih hati. Sedih hati dapat mengeksploitasi jiwa manusia dan mencabik-cabik daya dan potensinya, karena itulah orang yang tenggelam dalam rasa sedih yang berlaru-larut, dia tidak dapat menilai musibah yang menimpanya sebagai suatu pelajaran, karena dia akan selalu prihatin dan khawatir musibah lainnya akan datang kembali. 

Hanya keimanan yang dapat mengusir kesedihan hati, sekaligus mencabutnya dari manusia. Seharusnya orang yang beriman tak perlu bersedih hati jika menghadapi musibah yang disebabkan oleh ulahnya sendiri, karena hal itu merupakan pelajaran baginya. Jika dia dapat mengambil pelajaran dari kegagalan itu, maka dia akan mendapat pelajaran yang sangat berguna, yang dapat menolongnya untuk merealisasikan mimpinya..


Asy Sya'rawi, M Mutawalli. 1990. Jiwa dan Semangat Islam. Jakarta : Gema Insani Press

Sabtu, 08 Oktober 2011

Teens Club Proudly Present


LDK-TC
"Latihan Dasar Kepemimpinan Teens Club"


caranya, ketik : LDKTC [spasi] NAMA
kirim ke Izzah : 083857274045


Jangan lupa, kosongkan agenda anda pada tanggal 15 dan 16 oktober 2011

---- jam 8.00~selesai, di Akademi kebidanan unair, seberang FK-----

Jumat, 30 September 2011

LDKS Tahap 2 masa bakti 2011-2012

Huaa.. sudah seminggu yang lalu kita semua balik dari lokasi LDKS yang ada di Claket-Pacet, Mojokerto. Tapi semua kejadian disana masih terngiang-ngiang jelas dalam pikiranku. Jadi kangen kepingin ngulang lagi =)

Pagi itu aku brangkat sekolah dengan sangat terburu-buru, karena disibukkan oleh banyaknya check list barang bawaan. Alhasil, aku sampai di sekolah terlambat. tapi untunglah pagi itu ada kerja bakti, jadi kedatanganku nggak kentara.

Sepulang sekolah, selagi yang cowok sholat jum'at, kita yang putri harus kumpul di bangsal (read: aula) karena ada keputrian giliran kelas XI. Semua barang sama tas-tas ransel anak-anak juga sudah pada berserakan di depan aula, dijadikan satu. Kakaknya bilang, jam satu, kita hasrus sudah kumpul di aula semua tanpa terkecuali. Tapi pada akhirnya, kami pun berangkat jam setengah2.

Keberangkatan awal masih penuh dengan canda tawa. Aku (ungu) beserta kelompok biru dan kuning naik di garnisun yang sama dengan nomor T-30. bahkan di tengah jalan, anak-anak dengan berani mengeluarkan benda-benda yang seharusnya dilarang untuk dibawa. Salah duanya adalah HP dan kartu remi (main trik sulap kecil). Nggak ada yang menduga kalau seorang MPK dan 2 Osis yang ada disitu dan hanya tersenyum melihat kita ternyata justru jadi kunci malapetaka.

Hari pertama: Full sama materi sampai jam 10 malam. nggak terkira betapa ngantuknya kita, yang pada akhirnya menjadi satu lagi titik hitam dalam list kakak2 senior.

Besoknya... BRRrrrr.. dingin polll. kita semua di suruh keluar tanpa ada yang menggunakan jaket. Setelah pemanasan yang lebih mirip joget kayak cacing kepanasan karena saking dinginnya (biar hangat), kita lari entah berapa putaran. Setelah itu ada PBB, dan lagi-lagi ada saja kesalahan yang kami lakukan.




Setelah itu sholat subuh dan bersih diri. Lagi-lagi materi sampai dhuhur. (lagi-lagi kita dimarahi habis-habisan sama kakak-kakaknya gara-gara ngantuk dan ada yang ketiduran pas lagi materi -,-)


Tapi disini ada beberapa materi asyik, khususnya yang di peggang sama guru olah raga. Ada yang kita di suruh tidur 10 menit (sukses besar, sampai ada yang ngorok juga lho), ada juga yang pijet-pijetan. asiiik beuth. Kata gurunya sih biar nggak stress, dan kita jadi lebih rileks.



Sampai akhirnya, kita baru boleh tidur waktu jam 12 malem dan di wanti-wanti agar bangun jam 1 dini hari. Sebelum berangkat tidur, kita wajib pakai jaket, kaos tangan, bawa pluit, senter, kaos kaki, dan segala tetek bengeknya. Akhirnya.. kita bisa sedikit beristirahat. =)

"BANGUN DEEEKK!!!!" teriak salah satu kakak osis. tanpa komando ulang, semua langsung kocar-kacir untuk baris menurut kelompok.  Ternyata kita ada api unggun lhooo.. tapi, semua di suruh nutup mata dan gandengan tangan. Sampai kemudian per dua anak dipanggil namanya (cowok-cewek) untuk angkat tangan setinggi mungkin. Aku dapet sama nizar. kita langsung di bisikin dan dibimbing salah satu kakak osis untuk keluar dari lingkaran dan melepas ikatan kepala.

Di pikiranku.. "kok kayaknya serem gini?" kita masuk ke hutan dengan mengikuti jalur yang ada obleknya, dan setiap nemui panitia mengucap kata kunci -hitam putih- . Semua kakaknya kan pakai jaket yang rata-rata ada ponconya. Ada yang tidur di tengah jalan, di semak-semak, jadi patung. Tapi sayangnya karena itu bumi perkemahan, agak kurang seru. tanahnya ada beberapa yang ada pavingnya, ada kandang kambing lah, tangganya rapi pula. bukan tanah becek. kecuali satu bukit yang agak curam untuk kita daki.


Disini, aku kehilangan slayer warna kelompokku. Ungu. untung bukan slayer ijo kesatuan kita. :))

Paginya, kita di bersih diri. Nggak boleh mandi, dan waib mengenakan atasan seragam LDKS dan bawahan training olah raga sekolah. kita semua di beri pengarahan sebentar oleh bapak-bapak yang akan melatih kita. Setelah itu, kami pun kumpul di lapangan untuk berbaris dan mendengar perintah dari kakak osis.


Setiap kelompok di beri satu pak plastik untuk di isi air. Air boleh dari mana saja, yang penting banyak-banyak'an. Dan yang terbanyak akan berangkat outbound duluan.



Tim ungu berangkat sebagai pasukan ke dua bersama tim F, entah warna apa mereka. Kami pun mulai menyusuri jalanan yang semakin lama semakin menanak dan melelahkan. Tapi semua sirna ketika kami dengan suara membahana menyanyikan lagu naik-naik kepuncak gunung versi bilingual ala pak Irawan. Hahahaha..

begini liriknya.....

"naik munggah kepuncak pucuk, tinggi duwur sekali.... nemen..
naik munggahh kepuncak pucuk, tinggi duwur sekali... nemen.

Kiri kiwo kulihat ndelok, banyak akeh  pohon-pohonan... wit wit
kiri kiwo kulihat ndelok, banyak akeh pohonan... wit wit."



ini kelompok D waktu balapan holahop


Kelompok D menanti wktu giliran game karena crash sama tim lain.

Ada game holahop, jaring laba-laba, titian tali, flying fox, dll. begitu sampai, kita semua sampai lagi di area kemah kita, kita semua istirahat dan heboh sama cerita-cerita, sambil menggeje ria. =D ternyata, ada satu jebakan buat kita. kita dibagi menadi dua kelompok dengan BDE adi satu tim dan ACF adi satu tim. masing-masing harus melindungi oblek yang nyala dari lemparan air.

Oh noooo!!! senjata makan tuan. Air yang kita kumpulkan tadi, ternyata sudah di ambil alih oleh kakak-kakak osis yang bersembunyi di atas bukit dan balik pohon. Perang air pun teradi dengan hebohnya.

Aaaa, akhirnya HAPPY ENDING :))


Ini beberapa guru pembina osis dari sekbid I - sekbid X. Juga beberapa pendamping lain


Kakak-kakak panitia dari OSIS, MPK, Tim MEL, beserta KETUA EKSKUL.


Para calon regenerasi.


VIVA SMADA!! 

semoga tahun pemerintahan kita selanjutnya bisa lebih baik dari pada tahun ini dan sebelumnya..

VIVA SMADA! VIVA SMADA!

Senin, 02 Mei 2011

Perasaan campur aduk

Duuh, bener-bener ya.. SMA ini rasanya suliiit banget. Semua yang dulu bisa santai ngelakuinnya, sekarang nggak berarti apa-apa..


"Kapan ya libur?" rasanya cuma itu satu-satunya kalimat yang selalu muncul dikepala tiap waktu. Padahal ntar kalau libur, pasti bawaannya pingin keluar rumah. bosen.. Hash, sumpek juga lama-lama. Apalagi akhir-akhir ini yang jadwal keseharianku semakin padat sampai bingung manage waktunya.


Ingin begini salah, Ingin begitu juga salah.. 
Berbuat ini salah, eh, berbuat itu juga salah..
bawaannya bad mood melulu.. suntuk abis. Haduu, pasti akhir-akhir ini aku juga marah-marah sama temen-temenku nih.. >_< Jadi ngerasa bersalah...


(weleh, malah curhat... hehe.. gk papa yah ^^V )

Sabtu, 26 Maret 2011

Melancong dari Sabang hingga Merauke

Sejak kecil sampai sekarang, ternyata melancong tak pernah berubah membosankan. 


Dulu waktu kecil, setiap hari selalu pergi main kerumah tetangga sampai memasuki maghrib. Waktu SD, hampir semua rumah teman sekolah pernah ku datangi. Dan pada saat kelas 6 SD, BIG FAMILY CRAZY (genk-ku dulu^^) berangkat naik sepeda gonceng-goncengan dari sekolah berlanjut ke pucang, terus ke jojoran, kertajaya, sampai jalan Jawa dan Nias. Ketika SMP, dengan bermodalkan sepeda pancal aku dan kawan-kawan kembali menjelajah Surabaya. pulang pergi keputih, perpusda, nginden hampir setiap hari. Sekarang SMA, sepeda ontel sudah terlupakan :( rusak tak terurus. Sebagainya motor Supra pun kugunakan. Jarak perjalanan yang kutempuh tentunya juga semakin jauh :D


Jika biasanya, perjalanan ku lakukan dengan di iringi canda tawa.. Kali ini.. -__-

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters