Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label kamut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamut. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Jadi Lumpur Yang Gimana Dulu?


Jika dalam sekubang lumpur di pertambangan emas kita ambil, kemudian tinggal di usahakan sedikit agar diantara keduanya terpisah menjadi dua bagian yang berbeda, emas dan pasir...
Maka seperti yang kita tahu, hasilnya adalah butiran emas yang sangat berharga.
Apakah ini mengherankan jika hasilnya selalu saja emas-emas yang berkilauan? tentu tidak.
Karena yang namanya emas memang sudah indah dari sananya.

Inputnya sudah bagus, tinggal diasah sedikit saja outputnya pun akan menjadi sangat menakjubkan.

Lain halnya dengan lumpur.
Sesuatu yang nampak menjijikkan, tidak berguna, bahkan sering kali hanya dianggap sebagai pengotor lingkungan saja. 
Hingga akhirnya datanglah para pengrajin yang kemudian mengelola lumpur tersebut menjadi aneka hiasan gerabah, genting, juga batu bata. Dengan kualitas pembuatan yang baik, semua itu akan menjadi hal-hal yang menjanjikan, menghasilkan dan berubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan harga di pasaran.

Inilah tantangan!

Akankah kita menjadi yang terbuang dan terabaikan? maka, jadikanlah diri kita gerabah-gerabah indah yang bernilai sangat tinggi. Dengan usaha dan kerja keras yang total, kamu bahkan akan mampu mengalahkan keindahan para emas dan mengalahkan setinggi-tinggi harga jual mereka.

Sekarang, kita tidak perlu iri dengan tetangga kan? =))
Nggak ada yang nggak mungkin.
Dengan mimpi, pertimbangan prospek kedepan, strategi, juga action.
kecuali kayak kata devy (my deskmate): yang nggak mungkin ya mbangunkan "polisi tidur". hehehe

Rabu, 02 Januari 2013

Senja yang kusuka

Aku suka senja
dia yang tenang selalu terlihat bijaksana.
nampak sendu dengan rona kemerahannya.
Mengingatkanku pada harmonisnya hidup hanya dengan memandangnya.

Aku suka senja
dia yang ceria dengan bertorehkan ribuan warna.
Berpadu dan membahu, membangun prisma-prisma berpendar indah.
Menegurku untuk tak lupa bertasbih atas segala kebahagiaan ini.

tapi aku tak suka senja
yang segera saja tertelan malam tanpa perlawanan,
ke dalam gelapnya ke-ghaib-an.

Setidaknya itu menjagaku untuk selalu ingat akan hidup yang tak selamanya

Terima kasih senja
                               Terima kasih Allah :)

Rabu, 05 Desember 2012

Pengkristalan karakter untuk kekayaan mental


Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!" 
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak. 
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.
Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang." 
Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om." 
Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya." 
Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.
Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?
"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.
Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira. 
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu." 
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."


RENUNGAN!
Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.
Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

(by: Ikhwah Gaul)

Kamis, 08 November 2012

Ikhlas vs Kepercayaan

Gadis itu mengeluarkan semua uangnya yang berjumlah Rp 20.000,00 yang terdiri atas pecahan 10rb-an, 5 rb, dan sisanya seribu. pinginnya sih dimasukin dompet. Tapi, karena dompetnya masih ada di dalam tas, ia pun menunduk lagi, mengaduk-aduk isi tas, mencari dompetnya.

Setelah dompetnya ketemu, ia kaget, "Lhoh, uang Rp 10.000-ku ke mana? AKu yakin banget tadi ngelihat ada uang warna ungu itu..." 

Wajahnya pucat. Ia bingung. Hari Senin masih 4 hari lagi. Tinggal itulah sisa uangnya. Ia langsung terbayang bensin dan pulsanya yang habis. "Pasti nggak boleh minta lagi,"

tapi ia terus berpositif thinking.

Di sebelahnya, duduklah sahabatnya. Yang juga ikutan panik melihatnya bingung. "Kamu cari apa, sih?"

"Uangku 10 rb... Duh, di mana ya? Perasaan, aku tadi naruh uang Rp 10.000, 00 di sini..." kata gadis itu sambil mengecek ke sekitar tempat duduk dan tasnya. Nihil.

Hatinya berkata, ya udahlah, pasrahkan saja... Pasti ada ganti yang lebih baik, kok.

Tiba-tiba, sahabatnya bertanya, "Kamu, percaya sama orang nggak?"

"Ya, tergantung sih. Kalo aku udah kenal banget dan tahu watak orang itu seperti apa, atau aku nggak kenal orang itu sama sekali, aku nggak percaya2 amat sama dia. Tapi kalo orang itu biasa aja, dan kenalnya dengan aku pun sebatas kenal, aku percaya."

Sahabatnya itu, tersenyum2 sendiri, "Kamu biasa positive thinking sama orang, nggak?"

"Tergantung, sih. Kalo lagi mood baik, every person is kind. Kalo lagi jelek, ugh, bisa jadi jelek semuanya."

"Terus, sekarang, moodmu apa?" tambah lama, sahabatnya itu makin aneh pertanyaannya.

"Setengah-setengah," bingung lebih tepatnya.

"Hahahahahaha. Kasihan aku sama kamu. Nih, kukembaliin uangnya. Kenapa nggak curiga sama aku sih, kan cuma aku yang di sebelahmu..."

kata sahabatnya itu sambil mengipas-ngipaskan uang 10 ribu ke hadapannya.


Moral value: Bahkan, sahabat pun bisa keterlaluan, tapi tetaplah positive thinking. ^_^




Wrote by : Anisa Rochma Sari / Smalabaya
(muup ye kagak ijin '_'v)

Sabtu, 18 Agustus 2012

Mungkin tak ada lagi ksempatan kedua


Alhamdulillah, akhirnya hari kemenangan tiba :) 
Setelah sebulan penuh kita lalui bulan Ramadhan yang penuh berkah itu dengan ibadah-ibadah dan pemenuhan target, semoga semua amal ibadah kita di terima serta menjadikan kita meraih gelar muttaqin, dan seluruh dosa serta kesalahan kita di ampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala... Sekarang kita semua telah kembali terlahir dalam keadaan fitri, mari kita usahakan agar tak ada lagi sesuatu yang mengganjal di hati yang akan mengeruhkan sesuatu yang telah bersih.

Mungkin ini Ramadhan terakhir kita, siapa yang tahu?
Mungkin sudah tak ada lagi hari esok untuk kita, siapa pula yang menduganya?

Sebelum semuanya berlalu dengan penyesalan di belakang, bukankah bijaksana jika kita mengusahakan semuanya selagi ada waktu? InsyaAllah kita tidak akan menjadi hamba yang merugi.

Rasulullah SAW bersabda: "Maukah kalian aku tunjukkan akhlaq yang paling mulia di dunia dan di akhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu, dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu" (HR. Baihaqi)

Alangkah indahnya hidup ini bila penuh dengan keharmonisan dan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara. Alangkah bahagianya bila melihat saudara kita di seluruh muka bumi ini tertawa senang karena kebersamaan dan perbedaan yang saling melengkapi.


Rapatkan barisan, satu kan langkah...

Mari kawan, sudah tak ada lagi waktu untuk menunda-nunda suatu niatan baik. Kita saling memaafkan ya? Biarpun sering ada perbedaan dan mungkin banyak kesalahpahaman, itu lumrah kok. Tapi jangan biarkan itu menodai hatimu yang suci dan memeliharanya hingga bercokol dan berakar di sana. Kalian tahu, ikhlas itu sungguh indah. Karna ikhlas akan menampakkan sesuatu yang penuh lubang menjadi terlihat seakan-akan itu  sangat sempurna. Jika ada seseorang yang melukai perasaanmu, mungkin ia tak sengaja melakukannya. Tapi sengaja atau tidak itu tak penting, karena kita adalah saudara, maka yang penting adalah hatimu memaafkannya =)

Mungkin sudah tak ada lagi kesempatan kedua. Sekarang juga, perbaiki dan rajut kembali benang ukhuwah yang pernah merenggang atau terputus!

Imam Hasan Al-Bashri berkata: "Aku tengah menasehati kalian, bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, andaikata seorang muslim tidak memberi nasehat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi sempurna, niscaya tidak akan ada yang mengajak pada kebaikan, dan tak ada pula yang mencegah pada kemungkaran"

NOW or NEVER! 

Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban Yaa Ramadhan


Ramadhan sudah tinggal se-jengkal lagi lho... Kalian sudah menyiapkan target apa saja nih teman-teman?
Seperti moment special lainnya, kita tak mungkin menghadirinya dengan tampilan biasa-biasa saja bukan? So, harus ada perencanaan yang matang nih selagi ada kesempatan mendapat pahala dengan harga obralan.

Jangan ditanya, kenapa kok kita harus ada persiapan? setiap hari aja ada moment special, yakni sholat 5 waktu. Setiap seminggu sekali pun ada, yakni hari jum'at. Apalagi setahun ini, momen besar sepanjang satu bulan, jangan di sia-sia kan begitu saja ya teman. Bahkan ini nggak sekedar kesenangan sesaat seperti saat hari ulang tahun seseorang yang sebenarnya justru memperingati hari berkurangnya umur hidup dan umur kesempatan mencari pahala. Tetapi ini moment obral pahala rek, untuk bekal sepanjang hidup pula. Dunia akhirat meen!

Jadi, apa aja yang bisa mulai di siapkan?

Pertama, seperti kata my Murobbi, temukan ibadah andalanmu. Yang rutin paling kamu gemari dari pada yang lain. Ini bukan berarti benci atau nggak suka sama ibadah yang lain ya, hanya saja kalau sudah ada yang di andalkan, kamu bisa melakukannya dengan ringan secara rutin. Contoh: target tadarus sehari 2 juz, kalau sudah biasa itu jadi tantangan kecil. Kalau nggak terbiasa, boro-boro dua juz, satu juz aja sudah alhamdulillah *upss ^^v*

Selain itu coba dirinci amalan-amalan lain yang nggak biasa kita lakukan di hari biasa. Misal menetapkan target untuk sholat dhuha satu minggu X kali, atau sholat malam sekian kali, atau rajin-rajin sodaqoh-infaq gitu. Karna meskipun tidurnya orang yang berpuasa itu sudah berpahala, kenapa nggak sambil melakukan kegiatan yang bermanfaat aja? Pasti yang bisa kita raih jadi berlipat ganda.

Yang terakhir, semua target bukan hanya jadi melulu target. Tapi harus kalian perjuangkan untuk di khatamkan semua target tadi. So, be Istiqomah ya rek :D

Dan secara keseluruhan, Ramadhan ini kesempatan untuk kita mengembalikan kesucian diri dari kesalahan-kesalahan satu tahun yang lalu. TAPI jangan coba-coba dengan santainya kembali melenceng dan melanjutkan bermaksiat setelah di sucikan. Apalah arti semua itu jika akhirnya hanya akan terhapus dengan sia-sia? Iya kalau kita masih punya waktu untuk bertobat, tapi umur manusia siapa tahu?

Umur yang paling berarti dan dinilai adalah umur di saat-saat terakhir. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan hari terakhir itu, kita sudah seharusnya dengan sadar diri senantiasa menjaga umur kita untuk tetap memiliki akhir yang baik kapan itu. Lakukan kebaikan selalu yaa *bukan menurut baiknya dirimu, tetapi baik menurut Allah, Rasulullah, Al-Qur'an, dan As-Sunnah-Nya*

Pokoknya ikutin dan patuhi rambu-rambu yang benar, kita semua pasti tidak akan tersesat :))

Akhirul kalam, Wina minta maaf sama teman-teman kalau selama ini sering berkata kasar dan melakukan perbuatan yang menyakitkan hati. Wina juga minta maaf kalau sering mengecewakan, juga kalau aja janji2 yang terlupakan, atau khilaf yang terlewatkan begitu saja. Oiyaa, kalau merasa Wina punya hutang sama kalian, tagih aja aku langsung. Seharusnya aku nggak melupakannya, tapi kalau memang ada hutang yang terlupa, aku mohon sama kalian untuk meng-ikhlaskan semuanya ya.

"Taqobbalallahu minna wa minkum siamana wa siamakum minal 'a'idin wal fa'izin. 
Mohon maaf lahir dan batin :)"

-Wina Zhonniwa-

Senin, 21 Mei 2012

bintang kepada bulan


Malam ini, bintang-bintang kecil nampak tersenyum malu-malu
kilau mungil dalam balutan langit kelam penuh misteri
sunyi nan damai, terhanyut dalam harmoni sebuah symphony merdu
Saat ketentraman hadir dalam ilusi nyata
menghantar mimpi-mimpi penuh warna dalam asa
mengusik kesedihan hingga membawanya tiada di jumpa

Kesendirian tak lagi mencekam
menghanyutkanku dalam larutan bait-bait rindu
Ketika sebuah renungan menyusup lembut ke dalam kalbu
mencuci segala noda tak luput pula sejumput debu

Dalam kesunyian panjang yang seakan tak berujung tiada tara
kesadaran utuh menyanggah malam teruntuk siang
menjaganya hingga tak lagi tergelepar tanpa daya
menyanggah segala gundah dan kebimbangan tak berbayang
mengaduk pikiran-pikiran padat seakan tak lagi tersedia secelah pun ruang

Alangkah syahdu berdiam dalam kepompong
tanpa tekanan tanpa paksaan
hanya demi secuil kepastian dalam benderang sinar bulan
menanti esok...
Esok yang tak lagi sama tanpa secercah pun keraguan.



Minggu, 20 Mei 2012

Belajar untuk baik

Ketika aku berpikir negatif pada seseorang. Tanpa sadar, aku telah menghakimi orang itu.

Lebih mudah mana? Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka?

Lebih mungkin mana? Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?

Lebih mudah mana? Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembaranganatau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung? 

Lebih penting mana? Berusaha menguasai orang lain atau belajar menguasai diri sendiri?

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku, melainkan bagaimana aku berusaha baik pada orang lain.

Bukan orang lain yang bikin aku bahagia, melainkan sikap diriku sendiri-lah yang menentukan, aku bahagia atau tidak.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.

Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua

JATUH, berdiri lagi ..
KALAH, mencoba lagi ..
GAGAL, bangkit lagi ..

-Kembang Aggrek-
https://www.facebook.com/pages/Kembang-Anggrek/197674079227

Minggu, 29 April 2012

Sedekah

Bismillahirahmaanirahiim


pernahkah kamu mendengar kisah yang begitu mengetukmu..?
baru saja, kujumpai kisah.. yang sekali lagi begitu menyentuh hati~

dan semoga kisah ini dapat menyentuh hati banyak orang dan membawa p.e.r.u.b.a.h.a.n yang lebih baik bagi diri ini, dan orang lain~

inilah kisah sang kakek tua, penjual amplop di ITB~
Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB, Rinaldi Munir.

adalah kisah tentang seorang kakek, yg tidak lelah dan gentar berjuang untuk hidup, dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di masjid salman itb.

sahabat, zaman sekarang..
amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan,
tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya
dan pulang dengan tangan hampa,

mari kita dengar, kisah sang penulis

"setiap menuju ke masjid salman itb untuk shalat jumat, saya selalu melihat seorang kakek tua yg duduk terpekur, di depan dagangannya. hmm.. taukah apa yang ia jual?

ia menjual kertas amplop yg sudah dibungkus di dalam plastik, sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yg memenuhi pasar kaget di seputaran jalan ganesha setiap jumat.

pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, dvd bajakan, barang mainan anak, sepatu, dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yg tdk terlalu dibutuhkan pada zaman serba elektronis ini.

masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun kakek itu tetap menjual amplop. mungkin kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yg serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yg tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba.
siapa sih yang mau membeli amplopnya itu?
tidak satupun orang yg lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid salman seolah tidak mempedulikan kehadiran kakek tua itu.

kemarin ketika hendak shalat jumat di salman, saya melihat kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur, saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkannya.

yah, sekedar ingin membantu kakek itu melariskan dagangannya.

seusai shalat jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu.

“seribu”, jawabnya dengan suara lirih.

oh tuhan, harga sebungkus amplop yg isinnya sepuluh lembar itu, hanya seribu rupiah? uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala, pada pedagang gorengan di dekatnya! uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan, kala mendengar harga yang sangat murah itu.

“saya beli ya pak, sepuluh bungkus" kata saya

kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar.
saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop?
kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir.
tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp750.

“kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya.

jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si kakek tua.

Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dg menaikkan harga jual, sehingga keuntungan berlipat-lipat, kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yg tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja, keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan.

siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang?
dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar, sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis.

saya segera bergegas pergi meninggalkannya, karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata.
sambil berjalan saya teringat status seorang teman di facebook,

yang bunyinya begini:
“kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yg tak laku-laku, ibu-ibu tua yg duduk tepekur di depan warungnya yg selalu sepi"
carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal, dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”

si kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku.

cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka, adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka, meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal dari pada harga di mal dan toko.

tetapi dg membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya,
karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

dalam pandangan saya kakek tua itu lebih terhormat, daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. para pengemis itu mengerahkan anak-anak, untuk memancing iba para pejalan kaki.

tetapi si kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yg keuntungannya tidak seberapa,

di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yg saya beli tadi, mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu, tetapi uang sepuluh ribu yg saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si kakek tua.

kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya.

mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini.
tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata.

mari kita bersedekah lebih banyak, kepada orang-orang yg diberikan kemampuan ekonomi lemah. 
Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.
semoga bermanfaat."

subhanallah walhamdulillah~
wallahualam bishowab,
wassalamualaykum warahmatullah wabarakatuh,
barakallahu fiikum

~*aisyah asyafiyah*~


Diambil dari : 
notes mbak @Almira Qatrunnada Qurratu'ain 
dari mbak @ Aisyah Asyafiyah 

Rabu, 18 April 2012

Shadow

I'm so happy to know you, who taught me many things about your world.
which made me learn more about our lives

maybe.. because we are in A shadow, of yours and mine

(=  Thank you  =)

Just for her, who has shadow on me


Minggu, 19 Februari 2012

Dakwah itu panjang, Sayang

.:: Kepada kalian, saudara-saudariku, adik-adikku, yang terlahir dari rahim mujahidah dakwah. yang dibina mula-mula di madrasah cinta oleh dua aktivis dakwah yang dulunya juga pernah melalui masa-masa kalian hari ini. kini saatnya kalian meneruskan langkah mulia mereka ::.

-juga bagi kalian yang telah Allah limpahkan rahmat mahabesar untuk berada di jalan ini bukan melalu perantara orang tua. semoga dari rumah yang akan kalian bangun nanti, semakin bertambahan madrasah-madrasah peradaban yang akan mencerahkan manusia, dunia, dan isinya.-

-----------------------------------------------------------------------------------------

Dakwah itu Panjang, Sayang.


Puluhan tahun yang lalu
Aku mengenal jalan dakwah ini
Dengan segala asa, secercah harapan kuraih
Dengan bismillah, segala rintang kuterjang
Dengan bismillah, aku iyakan ketika laki-laki shalih mengucap ijab qabul untukku
Bahkan ketika ijasah dokter masih jauuuh tergantung di angan-angan

Dakwah itu panjang Sayang ……
Hari demi hari kami rajut kehagiaan
Hari demi hari semakin kurasa gerak jantung dan tendangan kakimu di perutku
Hari demi hari semakin kuat mual dan muntahku
Hari demi hari aku kuatkan diriku
Kutolak cemooh semua orang, kasak kusuk semua orang, tuh mahasiswi kedokteran sudah punya anak, nrecel lagi,huh mau jadi apa dia
Kuteriakkan dengan pada mereka : kulahirkan karunia Allah buat dakwah, kulahirkan anak generasi Qur’an, kulahirkan anak penerus estafet asaku, agar tidak ada lagi keputus asaan
Karena engkau telah kunadzarkan untuk dakwah sejak dalam kandungan
Karena kamulah Sayang……aku kuat sampai sekarang

Dakwah itu panjang Sayang
Sekarang belasan tahun berlalu
Kusadari betapa semakin besar fitnah menghadang asaku
Semua mengepungku…..karir, kesibukan, internet, narkoba, pergaulan bebas sahabat-sahabatmu dan itu membuat peranku sebagai ibumu semakin tersisih
Engkau sudah bisa menolak ketika kuajak acara dakwah
Engkau sudah pintar dengan segala alasan untuk tidak dekat dengan dakwah
Sementara… rambutku semakin memutih, tulangku semakin linu, mataku semakin rabun, tenagaku semakin menipis……

Sementara kita semakin malu menyebut sebagai orang Indonesia
Yang menjadi budak di negeri orang, tapi menjadi koruptor di negeri sendiri
Wahai….masih adakah asa kusampirkan pada pundakmu Anakku Sayang
Kudengar bisikan malaikat untukku dan untukmu : Dakwah itu panjang Sayang
Wala taiasu…..jangan putus asa, itu firman Allah untuk kita….

Dengan tarbiyah akan kuraih asaku kembali
Dengan liqo-liqo rutinmu kutitipkan harapanku kembali
Dengan bimbingan murobi engkau melihat jendela dunia sebenarnya
Bahwa bangsamu, negaramu, Indonesiamu, sedang terpuruk jatuh…..

Engkaulah semangat itu
Engkaulah penyelamat bangsa
Engkaulah penerus estafet dakwah ini
Ijinkan dengan semakin keriputnya kulitku
Kutitipkan, kuamanahkan semua ini padamu…..

Dakwah itu panjang Sayang…..
Tidak hanya panjang, tapi juga berliku…. dan terjal berbatu
Sepanjang umur kami sampai mau berakhirpun….. kemenangan itu juga belum teraih
Engkaulah harapan itu….
Peganglah dakwah, perjuangkan dakwah, niscaya hidupmu akan mulia
Tinggikan dakwah, muliakan dakwah, niscaya jannah menunggumu
Sungguh….. harapan itu hanya ada padamu

----------------------------------------------------------------------------------------

Puisi yang dibacakan dalam acara yang diperuntukkan bagi para Wader (wanak kader) :) 

Rabu, 25 Januari 2012

Saat Hati Komplikasi

Suatu hari,ada seseorang berkisah. “Untuk pertama kalinya saya pergi ke sebuah klinik untuk melakukan check-up kesehatan rohani. Ternyata, saya menderita beberapa penyakit.

Berikut ini hasil dari checkup-nya :

- Ketika tekanan darah saya diukur, hasilnya ternyata saya memiliki kelembutan hati yang rendah.
- Ketika suhu tubuh saya diukur, termometernya menunjukkan derajat kegelisahan hampir mencapai 40 celsius.
- Ketika jantung saya diperiksa, ternyata saluran arterinya tersumbat oleh berbagai kekecewaan, kesedihan, kesepian, kemarahan, dan dendam.

- Saya pun diberitahu bahwa tulang-tulang saya banyak yang retak karena tersandung oleh rasa cemburu dan iri. Pantas saja, saya tidak dapat berjalan di sisi saudara-saudara saya dengan nyaman dan sayapun tidak bisa merangkul sahabat-sahabat saya.
- Ketika saya memeriksakan mata saya yang mulai terganggu, diketahui penyebabnya adalah karena saya hanya melihat kekurangan-kekurangan orang di sekitar saya, sehingga kemampuan mata saya untuk melihat hal-hal yang lebih indah dan baik mulai tertutup.
- Ketika saya mengeluh mengenai pendengaran saya yang mulai berkurang, terapis di sana menyarankan saya untuk mulai latihan mendengar suara Tuhan dan sesama manusia, setiap hari, agar pendengaran saya lebih sensitif.

Stelah menjalani semua pemeriksaan itu, saya mendapatkan konsultasi gratis untuk mengobati semua penyakit saya tersebut.Obat yang diberikan adalah obat alami yang murah meriah.Setiap hari saya harus mengonsumsi:
- segelas penuh rasa SYUKUR atas segala yang saya miliki.
- sesendok rasa KEDAMAIAN.
- satu pil KESABARAN, satu cangkir rasa PERSAUDARAAN dan satu piring KERENDAHAN HATI – sedosis CINTA
- setiap malam sebelum tidur harus minum sebuah kaplet SUARA HATI yang jernih, serta sebuah pil ANTI KEPUTUSASAAN karena peristiwa-peristiwa yang saya alami hari ini, dan tidur berselimutkan DOA dan HARAPAN.

Rabu, 30 November 2011

Wanita Suci


Dari sebuah note di facebook, oleh seorang teman yang pada hari Sabtu lalu menghadiri acara di SMAN 5 Surabaya, Flower. membahas tentang kewanitaan yang top luar dalam (psiko+fisiknya). Dan di salah satu slide ppt-nya terdapat bait-bait ini.


****************************

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.

Wanita suci,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.


"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah."
(HR Muslim)


~Thanks a Lot, to : Wida and Mbak Sania :* ~

Sabtu, 19 November 2011

Jalan Cinta para Pejuang

wahai diri…
tak bosan bosan aku mengingatkanmu, bahwa kita masih dalam perjalanan panjang……
jalan para pejuang dan para pujangga peradaban nan mulia. jalan peperangan panjang para kesatria yang miliki kekuatan ruhiyah dan kemurnian ibadah. jalan tak bertepi hingga menapak tamantaman syurga. hingga syahid menjadi akhir dari segala….
apa kau letih kawan? kau lelah?
aku pun iya

tapi, lupakanlah!
tak ada waktu untuk berkesah
teruslah bergerak, berhentilah mengeluh
pegang erat pundakku dan saling menguatkan ketika mulai terjatuh
hancurkan thagutthagut yang merupa dalam hati. memenggal setiap leherleher berhala yang bersemedi di jiwa. menerjang belantara hawa nafsu yang kian meraja dan setan yang terus menggoda…
dan doa-doa yang kita titipkan dalam sujud-sujud panjang. juga mimpi-mimpi yang kita rangkai di langit-langit malam bersama milyaran bintang. tak hanya sekadar merasa bisa, tapi juga bisa merasa. sejarah masih mencari aktoraktor baru untuk menuntaskan skenario abadi ini…
tidakkah kau ingin ikut mengambil bagian? menapak jejak-jejak kesholehan. menggenggam kuat dua pusaka yang telah diwariskan: alQuran al-Karim dan sunnah Rasul yang mulia. juga surat yang dituliskan dengan dua warna: hitam pena para ulama dan merah darah para syuhada’….
wahai Rabb,

sampaikanlah salamku padanya,
pada mereka yang dulu berteriak lantang: Hayya Bil Jihad!!
pada mereka yang dulu merangkulku erat dan menasehatiku agar tak jatuh.
sampaikanlah salamku padanya,
pada mereka yang dulu berjanji untuk selalu bersama dakwah.
pada mereka yang dulu mengajariku arti perjuangan dan makna keikhlasan.

kembalilah!!

kembalilah pada bingkai garis keteladanan yang mulia…
kembalilah pada barisan Ghuroba’ yang mencintai Allah dan Allahpun mencintaiNya.
berapa banyak lagi tamparan yang kau butuhkan untuk menyadarkanmu? tidakkah kau lihat fitnah bertebaran membolak balikkan haq dan batil dalam seketika. juga bumi yang semakin renta. semua manusia sedang menanti kedatangannya. saatnya hampir tiba. umat telah memanggil-manggil jiwamu. Islam telah menantimu menuju puncak kejayaan…..


from : tarbiyahislamiyah.net

Kamis, 10 November 2011

Kini aku melihatmu



Dulu kalau aku tak begitu kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak disitu kini dimana aku?
Kini kalau aku begini kelak, bagaimana aku?
Kini kalau aku disini, kelak dimana aku?
Tak tahu kelak ataupun dulu....
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku disini
Dan kini aku melihatmu :)


# Prolog novel -Summer in Seoul-

Minggu, 23 Oktober 2011

Doa ku ada tuk kebersamaan kita :')

Jika aku selalu bisa bersama dan membersamaimu dalam tiap derap langkah dakwah ini, 
ketahuilah itu ada dalam do'aku...


Bukan do'a tuk bersama dalam nyata... Tapi do'a tuk bersama dalam semangat, 
do'a tuk bersama dalam satu visi, do'a tuk bertahan dalam berbagai kondisi, 
do'a agar selalu tersemangati, dalam setiap sesi kisah yang berbeda...


Allah telah mengenalkan dan mengajarkan kita dengan berbagai pelajaran kehidupan, 
dengan yang terbaik.


#Yaa, Allah... Dekap eratlah kami, jagalah kami.........



Satukanlah kami dalam setiap derap langkah perjuangan ini, Ya Allah 

Selasa, 27 September 2011

Mendekat, dan berdo'alah



Suatu hari, aku teringat pada sebuah bacaan yang membuatku tertegur malu, “Kamu hanyalah manusia, seonggok daging yang tercipta dari tanah. Makhluk lemah nan kecil, yang bahkan dari satelit pun tak nampak meski diperbesar seribu kali. Lalu apa yang membuatmu berjalan begitu angkuh dimuka bumi ini? Sedangkan kamu hanya berpijak pada bumi yang diciptakan oleh Dzat yang Maha Perkasa.”

Dan orang yang angkuh adalah yang enggan untuk berdo’a. Maka, segera bersujudlah memohon ampunanNya. Meski dalam keadaan paling tersudut, tersungkur dan hancur, terus angkatlah kedua tanganmu dan berceritalah sepuasmu padaNya. Jangan pernah berhenti dan melupakan nikmatNya. Niscaya kau akan merasakan betapa penyayangnya Ia sehingga mampu membuatmu semakin kuat, mengangkat beban hatimu, dan selalu merengkuhmu dalam keharibaan-Nya. Beruntunglah bagi yang merasakan kebahagiaannya.

Minggu, 21 Agustus 2011

Mau Maksiat? cukup 5 Syarat ^^V



Pada suatu masa ada seorang pemuda yang menemui Ibrahim bin Adham r.a. dan berkata, “Ya Aba Ishak! Saya ini suka melakukan dosa. Tolong dong, ada tips nggak biar saya bisa nggak maksiat lagi.”



Mendengar hal ini, Ibrahim bin Adham r.a. pun berkata, “Jika bisa memenuhi lima syarat berikut ini, kamu bebas untuk melakukan perbuatan maksiat.”
“Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?” Lelaki itu tak sabar mendengar berita gembira itu.”
“Syarat pertama,” Ujar Aba Ishak, “jika kamu ingin bermaksiat pada Allah, jangan mengkonsumsi rezeki-Nya.”
Lelaki itu bingung dan berkata, “Lha, terus saya mau makan apa? Kan semua ini adalah rezeki dari Allah.”
“Kalau begitu, apa pantas kamu makan rezeki-Nya sedang kamu melanggar perintah-Nya?”

“Oke deh, syarat keduanya apa?”
“Kalau kamu mau bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya.”
“Hah? Waduh. Terus aku mau tinggal di mana? Bumi dan seisinya ini kan milik Allah.”
“Ya Abdallah, mikir dong, apa kamu pantes makan rezki Allah dan nge-kos di bumi-Nya sedangkan kamu bermaksiat pada Allah.”

“Ya... iya deh. Terus syarat ketiganya apaan?”
“Kalau kamu mau bermaksiat kepada Allah, tapi juga ingin memakan rezki-Nya dan tinggal di tempat-Nya, bermaksiat-Nya di tempat yang nggak diliat-Nya aja.”
“Ya Ibrahim. Ini nasehat macam apa? Mana mungkin saya ngumpet di tempat yang tidak dilihat-Nya.”

“Nyerah deh. Syarat keempatnya apa?”
“Kalau malaikat maut datang menjemput kamu, bilangin ke dia, “nanti aja matinya. Saya masih mau tobat dan beramal saleh dulu.””
“Ya Ibrahim, mana mungkin malaikat mau nurut omongan saya.”
“Lha, kalo kamu sadar bahwa kematian nggak bisa ditunda, terus jalan apa yang bisa membuat kamu keluar dari murka Allah?”

“Ya sudah, sekarang syarat kelimanya.”
”Nanti di akherat, kalau malaikat Zabaniyah datang untuk membawa kamu ke neraka, jangan ikut sama dia.”
“Ya Aba Ishak. Mana mungkin malaikat Zabaniyah menerima keberatan saya.”
“Kalau begitu, gimana lagi supaya kamu bisa selamat dari murka Allah?”
Lelaki itu kemudian menangis. “Ya Ibrahim, cukup ... jangan kau teruskan lagi. Saya akan bertaubat nasuha kepada Allah.”

Lelaki itu menepati janji. Semenjak itu ia bertaubat dan menjalankan perintah Allah.



yang mau dpet "Free card" maksiat?

cukup 5 syarat bukan? ^^v

Jumat, 08 April 2011

Segalanya adalah yang Terbaik untukmu

Dari air kita belajar ketenangan...
Dari tanah kita belajar kehidupan...
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri...
Dari padi kita belajar rendah hati...
Dan dari Allah kita belajar kasih sayang yang sempurna..

Melihat ke atas: Memperoleh semangat untuk maju
Melihat ke bawah: Bersyukur atas semua yang ada
Melihat ke samping: Semangat kebersamaan
Melihat ke belakang: Sebagai pengalaman berharga
Melihat ke dalam: Untuk Introspeksi diri
dan dengan Melihat ke depan: Kita berlatih untuk menjadi yang lebih baik

Untuk setiap langkah kita, DO YOUR BEST!! karna setiap detik yang kita lalui adalah hembusan nafas hidup kita. Sesungguhnya telah ditentukan bagimu rezeki dan jalan hidupmu.

Jumat, 18 Maret 2011

What does it mean? Friend??

A friend cannot be considered a friend until he is tested in three occasions:
- In time of need
- Behind your back
- and After your death

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters