Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label Penyemangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyemangat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

Akankah saya tak ikut lagi aksi bela islam 212 ???

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia..

Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya..

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 saya juga,, jgn kalian tanya2 soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang2 respek pada saya, temanpun aku banyak...tiap kotak sumbangan aku isi..

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sdh bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi jakarta... Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada,, saya tak mau terbawa2 arus seperti teman2 kantor yg tiba2 juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari2 sensasi... paling juga mau selfie2..

Sampai satu saat....

,sore ini dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki, saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih2, rompi hitam dan hanya beralas sendal,, muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah2 itu.. mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yg mau melintas, tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh2 atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal2an.... Ini aneh, biasanya kalau sdh bertemu orang ramai2 di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif.... Sore ini, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah2 dan baju putih mereka yg basah terkena gerimis,...

Papasan berlalu, aku setel radio lain...ada berita,, rombongan peserta aksi jalan kaki dari ciamis dan kota2 lain sudah memasuki kota, ada nama jalan yg mrk lalui... Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu... Aku tertegun...

Lama aku diam ,, otakku serasa terkunci, analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yg sesuai dengan pemikiranku, apa yg membuat mereka rela melakukan itu semua?? Apa kira2?.. aku makin sibuk berfikir.... Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka2 ikhlas itu.... Apa mereka ada tujuan2 politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.... Apakah orang2 dgn tujuan politik yang gerakkan mereka itu?.. aku hitung2, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi,, berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu... Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi krn nilainya sangatlah besar....

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga... Terlihat di pinggir2 jalan anak2 sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue2 warung ke mereka, sepertinya itu dr uang jajan mereka yg tak seberapa.... Aku terdiam makin dalam... Ya Allah....kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini??? Kenapa hanya hal2jelek yang mau aku lihat tentang agamaku... Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku??

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar...aku lihat sendal2 jepit lusuh banyak sekali berbaris...aku ambil wudhu...

Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer,, muka mereka lelah sekali, mereka duduk,, ada yg minum, ada yg rebahan, dan lebih banyak yg lagi baca Quran...  Hmmm

Aku sholat sendiri,, tak lama punggungku dicolek dr belakang, tanda minta aku jd imam, aku cium aroma tubuh2 dan baju basah dari belakang.... Aku takbir sujud,, ada lagi yang mencolek,. Nahh....Kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa... hatiku bergetar sekali, aku sujud cukup lama, mereka juga diam... Aku bangkit duduk,, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.... Ya Allah... Aku tak pantas jadi imam mereka,. Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka.... Bagiku agama hanya hal2 manis, tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya , in style ..bla bla bla,... Walau ada hinaan ke agamaku aku harus ttp elegan, berfikiran terbuka...  Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah, kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka?? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku??....

Hanya 3 rakaat aku imami mereka,, hatiku luluh ya Allah.... mataku merah nahan haru... Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu tapi tetap senyum.. agak malu2 aku peluk dia, dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali... Ini bisa jadi dia anakku juga,. Apa yg telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini?? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh... dia demam sedikit aku panik... Aku nangis dalam hati.... di baju putihnya ada tulisan nama sekolah,. smp ciamis... Ratusan kilo dari sini.... kakinnya bengkak karena berjalan sejak dari rumah, dia cerita bapaknya tak bs ikut krn sakit dan hanya hidup dr membecak, bapaknya mau bawa becak ke jakarta bantu nanti kalau ada yg capek, tapi dia larang... Aku dipermalukan berulang2 di masjid ini... Aku sudah tak kuat ya Allah... Mereka bangkit, ambil tas2 dan kresek putih dr sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid,, rasa2nya melihat punggung2 putih itu hipang dr pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yg menuju syurga... Kali ini aku yg norak,, aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat,, air mataku keluar lagi.... kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian..

Sudah jam 5an,, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini...miting dgn klien sptnya batal... aku mikir lagi soal ke islamanku, soal komitmenku ke Allah, Allah yg telah ciptakan aku, yg memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini.... dimana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini??? Ada dimana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?...

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi,. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yg telah lepas dalam benakku selama ini... Ada satu kata,. Sederhana sekali tanpa bumbu2... Ikhlas dalam bela agama itu memamg nyata ada...

Aku mampir di minimarket,, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap... Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional.... Ini kebangganku yg pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali... Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalanMu yang lurus, yg lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati....

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara2ku yang sebenarnya,. Orang2 yang sangat ikhlas membela Mu... Besok, tak ada jarak mereka denganMu ya Allah... Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yg basah kuyup hari ini....tak ada penggargaan dr manusia yg kuharap, hanya ingin Kau terima sujudku... Mohon Kau terima dengan sangat... Bismilahirahmanirahiim....

(1 Desember 2016 , Ditjeriteratakan oleh Joni A Koto, Arsitek, Urban planner.. alumni ITB 93)

Senin, 11 Februari 2013

Jadi Lumpur Yang Gimana Dulu?


Jika dalam sekubang lumpur di pertambangan emas kita ambil, kemudian tinggal di usahakan sedikit agar diantara keduanya terpisah menjadi dua bagian yang berbeda, emas dan pasir...
Maka seperti yang kita tahu, hasilnya adalah butiran emas yang sangat berharga.
Apakah ini mengherankan jika hasilnya selalu saja emas-emas yang berkilauan? tentu tidak.
Karena yang namanya emas memang sudah indah dari sananya.

Inputnya sudah bagus, tinggal diasah sedikit saja outputnya pun akan menjadi sangat menakjubkan.

Lain halnya dengan lumpur.
Sesuatu yang nampak menjijikkan, tidak berguna, bahkan sering kali hanya dianggap sebagai pengotor lingkungan saja. 
Hingga akhirnya datanglah para pengrajin yang kemudian mengelola lumpur tersebut menjadi aneka hiasan gerabah, genting, juga batu bata. Dengan kualitas pembuatan yang baik, semua itu akan menjadi hal-hal yang menjanjikan, menghasilkan dan berubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan harga di pasaran.

Inilah tantangan!

Akankah kita menjadi yang terbuang dan terabaikan? maka, jadikanlah diri kita gerabah-gerabah indah yang bernilai sangat tinggi. Dengan usaha dan kerja keras yang total, kamu bahkan akan mampu mengalahkan keindahan para emas dan mengalahkan setinggi-tinggi harga jual mereka.

Sekarang, kita tidak perlu iri dengan tetangga kan? =))
Nggak ada yang nggak mungkin.
Dengan mimpi, pertimbangan prospek kedepan, strategi, juga action.
kecuali kayak kata devy (my deskmate): yang nggak mungkin ya mbangunkan "polisi tidur". hehehe

Kamis, 07 Februari 2013

Menyiapkan 1000 Sayap

Mungkin ini agaknya tidaklah masuk di akal.
tidaklah pula realistis di pikiran.
tapi siapa pula praduganya, bahwasana inilah idealisnya.

Lalu apa?
dengan kursi yang terbilang, juga poin-poin yang jauh dari level aman?

Inilah yang bisa ku iringkan dengan doa dan ikhtiar.

Menyusun helai demi helai bulu-bulu putih selembut beledu.
merangkai dengan sabar hingga teronce sepaket sayap siap kepak.
hanya ini, sebanyak-banyak rangkaian hingga akhir waktu.
menyiapkan 1000 sayap kokoh penuh harapan

tuk membantuku terbang, mengantarkanku ke penghujung senja yang kelabu.

semoga ini bukan bibit riya' maupun ujub.
tetapi sekadar menebar harapan agar tumbuh menjadi berpasang-pasang sayap berrusuk kokoh nan kuat, yang kan mengepak tangguh ke jenjang demi jenjang rangkaian pelangi masa depan.

Jumat, 28 Desember 2012

Keep our dreams alive

Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. 
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. 
Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.. 
Keep our dreams alive, and we will survive..
[5cm]” 
Donny Dhirgantoro


Rabu, 05 Desember 2012

Ikhlas itu....

seperti,
daun yang jatuh tak pernah membenci angin,
sepatu yang terinjak tak pernah membenci kaki,
buku yang tergores tak pernah membenci pena,
kertas yang robek pun tak pernah membenci gunting,

Juga seperti halnya surat al-Ikhlas, yang di dalamnya tak ada kata ikhlas.

Kala warna tergores dalam kanvas
segala kesucian nampak berpeluh noda
sekali dan seterusnya mengoyakku tanpa daya
Ingin sekali ku menjerit pilu
untuk tak lagi menyiksaku sedemikian rupa
seakan tersayat ribuan sembilu,
diriku tak lagi berrupa dan tak lagi teristimewa.
mungkin inilah untaian rantai-rantai tak berujung
yang membelitku dengan menyisakan setapak tanpa makna.
Hingga api hampir saja menyambarku
nyaris pula kusambut dengan pelukan rindu.
ya, aku lelah.
mungkin ku habisi saja semua kisah ini..
hanya sampai disini. 
Tak disangka
Sehembus angin pemutus duka
hadir membelaiku hingga tak lagi kuasa
menggendongku dalam bentangan sayapnya 
hinggap pada hadapan selembar hologram cahaya
bak bintang kejora turun dari nirwana.
sekejap saja memutuskan segala gelombang beta dan gamma.
Membuatku terpana, tak tahu harus berkata apa

Siapa gerangan ?
yang bersinar disana, keemasan
begitu menawan, begitu rupawan dan dermawan
.
Mungkin seharusnya beginilah hidup
Menyesal tlah terpenjara dalam kesia-siaan
menyesal pula karena tak pernah mencoba berteman dengannya
dengan sesuatu yang menjadikan segalanya indah
yang menebarkan benih-benih keharmonisan yang bersemaikan di hati 

Mungkin dialah yang sering dibicarakan orang-orang itu
ya.. kurasa begitu!
Karena dia itu tulus. dia selalu rela dan menerima.
bukan menyerah pun putus asa 
Ia hanya ber-tawakkal dan ber-tawaddhu'
Pantaslah ia nampak selalu bercahaya
seakan bernaung di bawah milyaran bintang
bersinar secerah hati-hati yang senantiasa berbalut cinta 
keikhlasan dalam hati ikhlas yang ikhlas.
itu ada karena dia... 
ikhlas :)


Sabtu, 01 Desember 2012

Cintaku berlabuh di Gaza


Hanya lima hari..
Ya… hanya lima hari aku singgah di bumimu
Tapi serasa aku sudah menjadi bagian darimu
Seakan aku lahir dan besar bersamamu
Bermain berlari dan bekerja di atas tanahmu

Saat kakiku akan menginjak tanah gaza
Aku mengira akan disambut wajah duka
Guratan luka dan penampilan nestapa
Tangan meminta serta mimik menghiba

Ternyata tidak
Aku tlah salah sangka dan salah duga
Engkau sambut kami dengan penuh suka
Wajah ceria dan hati gembira
Seolah kami malaikat yang turun dari sorga

Gaza…
Pertama kali aku shalat shubuh di masjidmu
Aku berdecak kagum atas ramainya jamaah di situ
Sekaligus tertunduk malu atas diriku
Karena masjid-masjid di negeriku tidak begitu

Ketika aku shalat zuhur berjamaah
Di masjid ‘Umary nan tertua dalam sejarah
Aku kira itu adalah hari jumat yang penuh berkah
Ternyata memang mereka sudah biasa shalat berjamaah

Gaza…
Walaupun roket-roket Israel sering menghantammu
Pesawat-pesawat siluman datang tak menentu
Panglima-panglima utamamu syahid satu-persatu
Namun perjuanganmu justru makin menggebu

Seorang lelaki tua datang kepadaku bertanya
Hai anak muda.. anda dari Indonesia?
Bagaimanakah pemuda-pemudi di sana?
Apakah jihad bersemayam di dada-dada mereka?

Gaza…
Engkau punya anak-anak muda dan orang tua
Yang jihad fiisabiilillah adalah jalan hidupnya
Mati syahid adalah cita-cita tertingginya
Sorga Firdaus adalah kampung abadinya

Izzuddin Al Qassam, Ahmad yasin sebagai Panglima
Abdul Aziz Rantisi, Shalah syahatah yang mulia
Syekh Shiyam dan Ahmad Ja’bary yang perkasa
Adalah putra-putra terbaikmu yang tlah bergelar syuhada

Khalid Misy’al, Musa Abu Marzuq dan Ismail Haniya
Muhammad Dhaif, Mahmud Zhahar dan Abu Ubaida
Abu Yusuf, Izzuddin Dahnun dan selain mereka
Masih banyak lagi dan terus berjanji setia
Gaza… cintaku tlah berlabuh di sana…


(Padang, 22 Nov 2012, Hari kemenangan Gaza)
Puisi : Ust. H. Irsyad Syafar Lc, MA (Ketua KNRP Sumbar, Utusan Penyerahan Bantuan Ke Gaza, Alumnus Timur Tengah, Ex Ketua PPI Mesir)







“Mengapa mereka begitu semangat menghafalkan Al Quran?”

“Karena syarat untuk menyertai Brigade Izzudin Al Qassam ialah harus Hafal Al-Quran 30 Juz. Anak-anak ini berlomba-lomba ingin menyertai mereka dan syahid karena-Nya”

Kita..???

********
Simak kisah ini...











Minggu, 12 Agustus 2012

Datang dari hati, Jadi pemimpin yang peduli! (^o^)9


"SAY NO TO GALAU!!!"

Sejak jum'at tanggal 10 lalu hingga hari ini, 12 Agustus 2012, aku mengikuti sebuah acara yang sangat istimewa meskipun mulanya ragu dan berawal dari paksaan orang tua. Tapi.. yaa.. gue emang harus bilang WOW gitu deh :)) 

tampak peserta sedang mengantri untuk daftar ulang

Acara "Tunas Indonesia 2012" ini di adakan oleh beastudi Etos dan Dompet Dhuafa yang dilaksanakan serempak di 4 kota besar yakni Jakarta, Medan, Jogja, dan Surabaya. Bertempat di asrama haji sukolilo Surabaya, Hall C (aula utama) dan D2 (tempat penginapan)... Tapi yang paling penting adalah.. *jeng-jeng*..
Alhamdulillah gratiss tiss tiiisss =))

Seharusnya hari itu angkatanku di berangkatkan untuk pondok Ramadhan di pondok pesantren Assalafi Al-Fitrah di daerah kedinding. Tapi, saya tak di ijinkan orang tua gitu, eh, malah di suruh ikut ini. Jadilah aku satu-satunya anak dari SMA Negeri 2 Surabaya. Waktu datang, aku sudah menyiapkan mental untuk tetap "stay cool", sambil bawa novel dan cadangan beberapa amunisi supaya menututup kedok seseorang yang sedang dilanda kebingungan karena kesendiriannya._. haha *alay mode: on*

Aku mendaftarkan diri ketika memasuki pukul 10 pagi, kupikir sudah sangat terlambat. Tapi begitu sms mas Iklil (cp), Alhamdulillah ternyata masih bisa. Tapi dasar anak sanguin, entah bagaimana bisa begitu santainya padahal sudah memasuki H-3 jam. Dresscode kita adalah seragam putih abu-abu, yang pada hakekatnya baru saja ku kucek beberapa puluh menit setelah pendaftaranku dinyatakan sukses. *omg!*. Akhirnya nuraniku tergerak untuk prepare barang setelah ditegur sang Ummi, dan barulah aku merasa "bingung", bahwa ini waktu yang sungguh sangat mepet dari pukul satu siang. Alhasil, h-15 menit, aku masih setrika baju dengan sedikit santai *hanya sedikit* dan mulai kalang kabut karena sudah mau setengah 2 tapi aku bahkan belum mandi dan ganti baju. -oke.. ini di skip aja.. wkwk-

Sampai di sana sekitar pukul set3 siang, dan.. *jeng-jeng*.. masih sepi! Alamak! Setelah daftar ulang, aku pun bertanya pada si mbak panitia, eh, ternyata mulainya memang masih bada Ashar-,-. Okelah, saatnya ku keluarkan jurus stay cool ala Wina. Haha.. Sebenarnya dalam hati ini di penuhi tanda tanya dalam banyak hal. Tapi, satu: tebar senyum dan tidak kikuk, dua: pede aja bin es-ka-es-de alias sok kenal sok dekat, aku pun mulai ngobrol dan kenalan sana sini. Yang banyak itu peserta dari SMKN 1 Surabaya dan Madrasah Aliyah Maskumambang Gresik. Ada pula yang dari SMAN 1 Driyorejo Gresik, SMAIT Al-Uswah Sby, SMKN 10 Sby, SMA Trimurti, SMK Ipiems, SMAN 7 Sby, dll. Yang pasti, orang pertama yang mengajakku bicara bernama Fitri dari MA Maskumambang :D

Peserta akhwat saat meneriakkan jargon

Kami dibagi menjadi beberapa kamar yang maing-masingnya ada 7 anak. Di kamarku ada Fitri (nggak nyangka kita sekamar), Nona, Titin, Rida, Rizka, juga Aisyah. Nah, 4 orang di baris terdepan itu Wina and the gank :))

Jargon yang harus kita teriakkan banyak banget. Karna pembicara satu dan yang lain di malam awal, masing-masing meneriakkan satu, yang pada akhirnya di teriakkan semua bergantian selama 3 hari itu.. melatih konsentrasi dan ingatan kali ^-^

>> Apa kabar semua?
Alhamdulillah, Luar biasa, ALLAHU AKBAR!!! <ini sudah biasa dan selalu ini>
>> Apa kabar Tunas Indonesia?
Datang dari hati, jadi pemimpin yang peduli!
>> Tunas Indonesiaaa....
Berkontribusi, Berkarya, untuk Indonesia!
>> Siapa Kalian???
Siswa Peduli! <di hari terakhir di ubah> Pelajar peduli! 

Dua orang dari kanan : Wina
Tanda tangan dan tanda partisipasi untuk saling menyemangati dalam membangun Indonesia

Di sana, kami di beri banyak sekali bekal untuk di tuang dalam kehidupan nyata. Agar kami, sebagai tunas Indonesia, dapat tumbuh dan berkembang dengan membawa pembanggunan dan membanggakan Indonesia. Ternyata, pendidikan karakter yang selama ini di sekolahku sering di lakukan namun ku anggap remeh, baru kusadari betapa pentingnya itu. Bagaimana besarnya harapan Indonesia tertumpu pada kami sebagai generasi muda yang mereka yakin kita mampu memba kemajuan dan perubahan.

Selama ini, banyak sekali anak-anak desa yang telah sukses di kota enggan untuk kembali dan mengabdi atau menerapkan ilmunya untuk pembangunan wilayah yang belum tersentuh banyak oleh pendidikan. Banyak pula yang sekolah hingga ke luar negri namun memilih untuk menetap disana, bekerja dan enggan kembali lagi ke Indonesia. PADAHAL KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI??

Begitu banyak fakta yang membutuhkan segenap perhatian kita. Meskipun kau merasa memiliki banyak sekali urusan yang penting, merasa sangat sibuk dan tak ada waktu untuk mengurus hal-hal seperti ini... Tapi satu hal, hidup kita tiada memiliki arti jika keberadaan kita tidak membawa manfaat bagi sesama. 

Kami ditekankan dan dididik pada Sosiopreuner, atau sosial enterpreuner. 
Contoh: Ada sesorang yang memulai usaha sebagai seorang wirausaha. Ia bermula dari nol, dan mengembangkan semunya berakar dari dirinya. Mungkin usahanya pada akhirnya berhasil dan menggurita, namun yang di dapat, sepenuhnya akan kembali pada sang usahawan tadi.

Tapi sosiopreuner berbeda. Ini adalah satu program kita sebagai wirausaha dimana keberadaan kita akan membawa manfaat besar dan kemajuan bagi sesama.
Contoh: Mulanya seseorang itu membukan sebuah rumah makan,  orang itu pun memperkerjakan tetangga dan orang-orang di sekitar situ sebagai karyawannya. (1, mengurangi jumlah pengangguran). Kemudian tetangganya yang lain ia pesan untuk membuatkan satu menu yang kemudian ia borong dan di jual di rumah makan itu (2, ia telah mencoba untuk berbagi hasil). RM itu semakin besar, maka ia meminta pada tetangga sebelah untuk lahannya digunakan sebagai parkiran dan uangnya dibagi hasil (3, membantu perekonomian rumah tangga lain). Setelah sedemikian maju, RM itu membutuhkan pasokan daging ayam dalam jumlah besar. Dari pada kulak di luar, ia pun mengusulkan pada warga kompleknya untuk membuat peternakan ayam yang hasilnya akan ia beli untuk RM-nya.. dan terus demikian. "Mungkin hasilnya tidak sebera besar yang di dapat wirausahawan tersebut, tapi ia sangat membantu mensejahterakan masyarakat wilayah itu dalam perekonomian dan juga yang lain"


Inilah kami, Tunas Indonesia 2012 dari Surabaya :)
Semoga dengan ini, kami telah siap terjun ke tengah masyarakat untuk melaksanakan pembangunan.
Hari itu, aku benar-benar OPTIMIS dengan mimpi ku, menjadi seorang arsitek dunia. Akan ku bangun Indonesia menjadi negara yang tertata dan berpendidikan maju. Memiliki generasi berpemikiran terbuka, revolusioner dan kreatif dalam menciptakan Masyarakat Madani. Aku percaya, di tahun 2030 nanti, seperti yyang sudah di perkirakan, Indpnesia akan menduduki 7 besar "Negara Maju di Dunia \(^O^)/ Ganbatte ne!

Jumat, 10 Agustus 2012

Kunjungan walikota ke sekolah ^^

wina nampang juga rupanya :3 tidak menyangka..

Senin, 6 Agustus 2012

Pagi itu, pelajaran Kimia yang membahas mengenai elektrolisis tengah di langsungkan dengan seru-serunya. Baru memasuki jam ke-3 pelajaran dari 10 jam kami. Tiba-tiba, seseorang masuk ke dalam kelas dan meminta kami semua beberes dan menyegerakan diri menuju bangsal (read: aula). Konon katanya, ini dikarenakan adanya kunjungan langsung dari walikota Surabaya ke Smadabaya. Wah, jadi nggak sabar..

Ternyata hanya ada 5 kelas saja yang di undang ke bangsal. p1, p2, p6, p7, dan p8 (kalau bener sih).

Dan hari itu, disanalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Tidak hanya bu Tri Risma H., walikota Surabaya... Tetapi juga beberapa jajaran atas yang mungkin bahkan biasanya muncul di koran.

Yang pasti, Bu Risma telah menularkan semangatnya kepada siswa Smada untuk terus berjuang tanpa henti. Memberi banyak sekali pemikiran dan masukan mengenai motivasi beliau hingga dapat berdiri sebagai walikota saat ini, Juga semua hal yang harus bisa kita teladani untuk memajukan Surabaya, membanggakan Indonesia, dan melanjutkan mimpi-mimpi Bu Risma ke dalam kepala kita.

Dua hal, yang sangat saya ingat adalah ketika Nizar dan Nia bertanya kepada beliau...

<Nizar: apa motivasi beliau> 
Motivasi terbesarnya adalah untuk membanggakan ke dua orang tuanya. Untuk menunjukkan bahwa mereka melahirkannya ke dunia dengan tidak sia-sia. Kalau kita melihat seseorang disana bisa melakukan sesuatu yang hebat, seharusnya kita juga bisa. Kenapa tidak untuk kita mencobanya? Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Roda dunia ini terus berputar, kita juga bisa berada di atas dan membanggakan bagi yang lain. Karena masing-masing dari kita ini sebenarnya sudah terlahir dari bibit yang hebat, kenapa kita tidak melanjutkan saja perjuangan itu? Dulu, beliau katanya juga nggak pernah bermimpi untuk jadi walikota. Dulu beliau ingin sekali masuk FK, tapi justru akhirnya di terima di jurusan arsitek. Tidak apa. we must go on! jalan aja teruss.. Yang sudah kita lalui, ya itu lah jalan kita. Perjuangkan dan jadilah yang terbaik!

<Nia: Musuh terbesar adalah diri kita sendiri. bagaimana cara mengalahkannya>
Ya, musuh terbesar kita adalah sugesti dan pemikiran yang sudah jauh tertanam di dalam alam bawah sadar kita. Sebagian besar adalah rasa malas. Bagaimana caranya? Kita bisa memaksakan diri kita meski mulanya itu tersa berat. tapi selalu tanamkan di dalam diri kita, "nggak boleh malas, ayo mereka bisa kita juga harus bisa!" . Mulai biasakan diri untuk mengabaikan rasa malas dan mengedepankan tujuan atau terget pencapaian kita. Yang beliau lakukan untuk menggapai kemajuan adalah dengan mengurangi jam tidur. Kalau dia pintar dan belajarnya satu jam, berarti kita yang dirasa biasa saja harus melakukan lebih. Kita belajar 3 jam, kalau bisa bahkan 5 jam perhari, misalnya. "kenapa kita harus banyakin tidur? tidur itu kan sama saja belajar mati." canda beliau. "Saya tidur bisa mulai jam 1 malam, tapi jam 3 jam 4 saya pasti sudah bangun. Saya ingat waktu itu lagi di eropa, baru jam 5 pagi saya sudah membangunkan yang lain. Padahal itu bukan di Indonesia dan berarti masih sangat larut malam." Jadi, kurangi waktu tidur. kalau kalian takut jatuh sakit, jangan hawatir! jangan pernah hawatir karena semangat itu akan mengalahkan segalanya. Tujuanmu apa, gapai terus! perjuangkan betul-betul jangan sampai lengah apa lagi berleha-leha.


Mengingat musuh terbesarku adalah ngantuk. Berarti aku harus punya semangat yang sama untuk mengalahkan ngantuk. Entah bagaimana, tidur sudah cukup.. di sekolah sejak datang sampai pulang, masih saja terus-terusan nguap. Entar malam belajar, baru satu nomer, sudah ketiduran. Lagi ngaji, baru satu lembar aja sudah bacanya mlenceng terus sambil teklak tekluk.. ngghh banget!! >.< However, I must kick those feel one by one until all of my dreams become true and never be a loser anymore! (- -)9 <fighting!>

Minggu, 05 Agustus 2012

Happy Birthday My Beloved school, SMADA!

(Re-post dari Blog Aulia Wahyu Maulidya)

Assalamualaikum Wr. Wb

Dini hari tadi angka 31 di kolom bulan Juli sudah tak berlaku lagi, berganti menjadi angka paling istimewa pertanda bulan yang kita pijak sekarang adalah bulan ke - delapan, AGUSTUS!



1 Agustus 2012.. Ada apa hari ini? Rasa-rasanya ada sesuatu yang sangaaaat istimewa sekali?
Zap..Zap..Zap...
Ternyata, tepat hari ini SMADABAYA -SMAN2 SURABAYA-, sekolahku tercinta sudah 62 tahun tegak dan kokoh berdiri. Melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas tak hanya secara akademik, namun juga mumpuni dengan generasi-generasi emas non akademiknya. Mulai dari Ir. Soekarno -Bapak Proklamataor dn Presiden pertama RI- sampai Ahmad Dhani -Pentolan Dewa 19- juga yang tak kalah hebatnya, dengan bangga beberapa ALUMNI SMADABAYA kembali ke almamater tercinta dan mengabdi, turut mengandung dan melahirkan putra-putri terbaik SMADABAYA untuk bangsa.


Ga terasa banget, sekarang kelasku pindah ke gedung lama, wilayah kekuasaan kelas XII yang artinya tahun ini aadalah masa-masa terakhir perjuanganku di SMADABAYA. Setelah itu aku, dan 277 murid kelas XII lainnya akan lahir dan menatap kehidupan yang sederhana di luar sana, menyusul kakak-kakak kami yang terlebih dulu berlari, tak hanya tersebar di seantero Indonesia, tapi juga berjaya di kancah Internasional. Aamiin.


SMADABAYA lebih dari sekedar sekolah! Tak hanya bagiku, tapi aku yakin arek-arek smada pun sepakat menyetujui statemen ini. Tak hanya bangunan uniknya, kehebatan pendidik, kegokilan arek smadanya, aaah semuanya membuatku bangga pernah merasakan rahim SMADABAYA selama 2 tahun lebih ini. Ya, SMADABAYA telah menyatu bersama setiap langkah kami. Banyak hal yang mungkin tak dapat kami temukan di sekolah-sekolah lain, bahkan SMADA-SMADA lain pun belum tentu sehebat SMADABAYA, Almamater kebanggan kami.


VIVA SMADA!! VIVA SMADA!! VIVA SMADA!!
Aku masih ingat betul, budaya LORONG VIVA SMADA yang cuma di smadabaya bisa ditemui. Teriakan demi teriakan penuh bangga dari siswa-siswi SMADABAYA. Suasana yang seketika mengantarkanmu pada sebuah euforia luar biasa, detik itu juga sebuah rasa bangga, senang dan hormat kepada almamater menyeruak ke dalam dada.


"Salam persaudaraan ke seluruh persada Indonesia
Putra SMA Negeri 2 berjanji berikrar setia
Belajar tekun untuk nusa, membangun negara di hari depan
Dengan tekad membaja tuk kejayaan Indonesia
Sanjung indah negeriku, Indonesia tercinta nan jaya
Sebagai putra yag berguna sedia berbakti padamu
Bekerja keras bersahaja dengan seluruh jiwa dan ragaku
Bersatu tuk berkarya, demimu bangsa negaraku.."

Senandung khidmat penuh makna yang menjadi aset milik almamater, aaaaaaah semuanya menjadi satu bagian tak terlupa dalam memori hidupku..


SELAMAT ULANG TAHUN SMADABAYA-KU. TETAPLAH BERDIRI KOKOH TUK MELAHIRKAN GENERASI EMAS BANGSA.
TETAPLAH MENJADI KEBANGGAAN TERSENDIRI, ALMAMATER TERCINTA! ^^


Hanya ini yang bisa ku persembahkan di hari jadimu, SMADABAYA. Terima kasih atas peran yang sangat besar dalam sebagian masa remajaku. Terima kasih telah mengijinkanku tuk tinggal dan mencicip pahit manis asin serta asam kehidupan SMA bersamamu. Terima kasih telah mempertemukanku dengan berbagai orang hebat di tempat terhebat ini. Semoga, kandunganmu yang sekarang, tahun depan dapat melahirkan 288 anak-anak bangsa yang berkualitas dari segala sisi. Aamiin.. Tetaplah berjaya, tetaplah dengan segala kehebatan dan keindahanmu..




Beberapa ucapan dan harapan arek smada: (selengkapnya bisa dilihat via twitter di #HUTSMADA)


Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban Yaa Ramadhan


Ramadhan sudah tinggal se-jengkal lagi lho... Kalian sudah menyiapkan target apa saja nih teman-teman?
Seperti moment special lainnya, kita tak mungkin menghadirinya dengan tampilan biasa-biasa saja bukan? So, harus ada perencanaan yang matang nih selagi ada kesempatan mendapat pahala dengan harga obralan.

Jangan ditanya, kenapa kok kita harus ada persiapan? setiap hari aja ada moment special, yakni sholat 5 waktu. Setiap seminggu sekali pun ada, yakni hari jum'at. Apalagi setahun ini, momen besar sepanjang satu bulan, jangan di sia-sia kan begitu saja ya teman. Bahkan ini nggak sekedar kesenangan sesaat seperti saat hari ulang tahun seseorang yang sebenarnya justru memperingati hari berkurangnya umur hidup dan umur kesempatan mencari pahala. Tetapi ini moment obral pahala rek, untuk bekal sepanjang hidup pula. Dunia akhirat meen!

Jadi, apa aja yang bisa mulai di siapkan?

Pertama, seperti kata my Murobbi, temukan ibadah andalanmu. Yang rutin paling kamu gemari dari pada yang lain. Ini bukan berarti benci atau nggak suka sama ibadah yang lain ya, hanya saja kalau sudah ada yang di andalkan, kamu bisa melakukannya dengan ringan secara rutin. Contoh: target tadarus sehari 2 juz, kalau sudah biasa itu jadi tantangan kecil. Kalau nggak terbiasa, boro-boro dua juz, satu juz aja sudah alhamdulillah *upss ^^v*

Selain itu coba dirinci amalan-amalan lain yang nggak biasa kita lakukan di hari biasa. Misal menetapkan target untuk sholat dhuha satu minggu X kali, atau sholat malam sekian kali, atau rajin-rajin sodaqoh-infaq gitu. Karna meskipun tidurnya orang yang berpuasa itu sudah berpahala, kenapa nggak sambil melakukan kegiatan yang bermanfaat aja? Pasti yang bisa kita raih jadi berlipat ganda.

Yang terakhir, semua target bukan hanya jadi melulu target. Tapi harus kalian perjuangkan untuk di khatamkan semua target tadi. So, be Istiqomah ya rek :D

Dan secara keseluruhan, Ramadhan ini kesempatan untuk kita mengembalikan kesucian diri dari kesalahan-kesalahan satu tahun yang lalu. TAPI jangan coba-coba dengan santainya kembali melenceng dan melanjutkan bermaksiat setelah di sucikan. Apalah arti semua itu jika akhirnya hanya akan terhapus dengan sia-sia? Iya kalau kita masih punya waktu untuk bertobat, tapi umur manusia siapa tahu?

Umur yang paling berarti dan dinilai adalah umur di saat-saat terakhir. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan hari terakhir itu, kita sudah seharusnya dengan sadar diri senantiasa menjaga umur kita untuk tetap memiliki akhir yang baik kapan itu. Lakukan kebaikan selalu yaa *bukan menurut baiknya dirimu, tetapi baik menurut Allah, Rasulullah, Al-Qur'an, dan As-Sunnah-Nya*

Pokoknya ikutin dan patuhi rambu-rambu yang benar, kita semua pasti tidak akan tersesat :))

Akhirul kalam, Wina minta maaf sama teman-teman kalau selama ini sering berkata kasar dan melakukan perbuatan yang menyakitkan hati. Wina juga minta maaf kalau sering mengecewakan, juga kalau aja janji2 yang terlupakan, atau khilaf yang terlewatkan begitu saja. Oiyaa, kalau merasa Wina punya hutang sama kalian, tagih aja aku langsung. Seharusnya aku nggak melupakannya, tapi kalau memang ada hutang yang terlupa, aku mohon sama kalian untuk meng-ikhlaskan semuanya ya.

"Taqobbalallahu minna wa minkum siamana wa siamakum minal 'a'idin wal fa'izin. 
Mohon maaf lahir dan batin :)"

-Wina Zhonniwa-

Jumat, 01 Juni 2012

Great! I have a new job =D

Holaa semuaa.. Teman-teman yang ada di Surabaya, Indonesia, maupun yang ada di langit dan di penjuru duniaa...

Wina lagi senang sekali. ehm, Alhamdulillah :)
kenapa? karena akhirnya aku dapat kerjaan yang lumayan menghasilkan. Kalian tau apa itu? yap, pastinya dong!  Menggambar. yuhuu.. ~(^O^)~

Ini bermula dari anak-anak yang malas amat sama pelajaran kesenian, dan wina adalah orang pertama yang menuntaskan semua tugas dari tugas I sampai VI sejak minggu terakhir pelajaran. Tapi hampir 50% dari sepadan (read: ipa2) belum nyelesaikan bahkan dari tugas dua. mulanya, aku hanya membantu mereka, satu persatu tugasnya ku selesaikan dengan senang hati. Kemuadian, karena aku sudah kelelahan dan nyerah, tangan nggak kuat lagi, permintaan mereka tak tolak. Gantian deh, anak-anak minta tolong ke temanku yang pintar nggambar, namanya ayu.

"Tarif reek! kalau mahak, pasang tarif dong. Ada harga ada rupa!" katanya seraya melanjutkan kerjaannya yang juga belum kelar-kelar. ~Tring~ Wina juga mau dong. "Teman-temaan, wina juga pasang tarif. Ada harga ada rupa, kata Ayu" haha.. aku pun foto copy dan mulai menerima job. Satu gambar baik batik maupun perspektif seharga 10.000,- tanpa warna. Kalau dia minta di warnai, nambah 10.000,- lagi. n_n

Eits, tapi nggak gitu amat kok, aku pasang tarifnya lihat-lihat, mana yang kiranya dompetnya tebel baru tak minta. Tapi kalau anaknya sudah berusaha tapi masih saja gagal *ehm, nggak bilang jelek yah* pasti aku mau aja bantuin dengan sepenuh hati. Syaratnya, dia itu orang yang baik. haha #yang jahat macam apa nih?.
Yah, pokoknya itu hukum timbal balik ala wina.

Hargaku ini paling murah lho di kelas. Dan hari ini, bahkan sebangku-ku ikutan melayanani mewarnai, padahal dia nolak terus, dan alhamdulillah dia dapat 25.000 :) sedangkan ratih sudah.. emmm, aku yakin diatas 50.000. Ayu? yah nggak usah di tanya, lebih dari 150.000, pasti! dia paling mahaaal satu sekolaah =))

Okelah, yang penting aku senang bisa ada pemasukan lagi. Mengingat sejak kelas 1 SD aku sudah hobi main jual-jualan dan bertransaksi uang, jadi kemarin waktu SMA berhenti, aku langsung beralih jual pulsa. Biar hampir nggak ada untung, enak ajaa gitu. sekarang? kerja serabutan deh, yang penting hepiii =D

Tapi mulai hari ini, aku vakum dulu soalnya besok senin sudah UKK. Saatnya bekerja keras untuk NAIK KELAS dan SNMPTN tahun depan dan UNAS dan JURUSAN ARSITEK ITS pastinya (9.^O^)9 Semangaat!!!

Selasa, 01 Mei 2012

Movie in progress

PR alias pekerjaan rumah. Entah mengapa tak pernah menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk di perioritaskan. Lagi-lagi tugas kelompok, sekali lagi segalanya semakin rumit karena otak dan mulut lebih dari satu.

Sebuah drama, sesuatu yang dulu mencoba ku geluti melalui ekskul teater di kelas 1 putih-biru. Tapi tak lagi menjadi menarik di kelas 1-1 putih-abu". Banyak hal kini lebih dipertimbangkan dengan segala kebimbangan masing-masing. Ah, Masa-masa labil. Ini gara-gara kegalauan yang tiba-tiba saja mengincar kaumku.

Tapi, bukan sesuatu yang bisa dibanggakan dengan sesuatu yang setengah-setengah. Oleh karena itu, kini aku mencoba untuk membuatnya penuh, hingga akhir yang sempurna. Tak sekedar drama.

Hampir dua minggu sudah kugarap. Meski sekali-kali penghargaan itu tak datang, tidak mengapa. berbesar hati saja. Jika memang jauh dari harapan sempurna, ayo kita mencobanya sekali-lagi. Mari berbesar hati meski terhimpit di tengah pilihan yang sulit.

Sepuluh take dalam sekali scene, yah, itu karena kami bukan profesional. Hanya berusaha untuk menjadi seseorang yang profesional.

Elok : chasing someone
Tentri : hope crash the school police
Tanti : as big boss of mafia
Hezha : angry to his brother
Prana : save the bag
Wina : after crashed by red

Prana - Wina : he asked sorry to her
Fariz : as narator

My group : read the script
Prana - Hezha : he feel sad

Itu hanya cuplikan behind the scene. Tapi, seperti yang semua orang tahu, acting kebanyakan tidaklah nyata. Apalagi kami, kita, aku. harus di akui, banyak tipuan disana. Jadi, Apa yang kamu pikirkan belum tentu sama dengan yang kamu lihat, dan yang kamu lihat belum tentu terjadi pada kenyataannya. Ilusi belaka.

Malu, tentu saja. Sungkan, apalagi. Risih, uhh, poll.
Semua kembali <siapa sih ini yang buat scrip-nya?> ^^v *haha, bercanda*
bersyukur dengan posisiku... Menyesal dengan peranku...

Rabu, 07 Desember 2011

Foto LDKS 3 @AAL Bumi Moro



Saat akan apel pembukaan, baru turun dari bis


Setelah senam pagi, akan latian PBB.
Karena benar-benar di tepi laut, ini baru sekitar jam 6an, tapi panasnya kayak jam 9 lho.


Sesi ini hanya latihan beberapa gerakan yang biasanya rumit. kayak haluan kanan-kiri, hormat kanan-kiri, Lintang kanan-kiri, dkk. 


Tanding periksa kerapian antara tim cowok dengan tim cewek. Dan dalam satu tim setiap banjar harus dengan urut saling menyusul satu langkah dari sebelahnya. Jadi waktu selesai, yang terdengar cuma sebelas, sebelas, sebelas, sebelas, sampai banjar terakhir.


My team : Batu, yang solid dan setegar karang di laut.
yel-yel : Lagu topi saya bundar. Batuuu... Anntthemmm!!! *gaya nonjok ngayun*


Mengenal diri dan kepribadian.
@winazhonniwa : Sanguinis dan Koleris
kalo sanguinis stress, dia bisa jadi berkepribadian badut. Karena dalam hati lagi buruk moodnya, si sanguinis ini jadi suka nyolot dengan guyonan2 yang meskipun lucu sering nylekit *orang jarang ada yang nyadar kalo dia lagi jengkel*. Paling komentarnya: wuiih, sakiiit.. sakiit. mak jleb pek. (pake lagak shock). Saking stressnya, sampai kelakuannya nggak jelas. *kalo ini orang selalu bilang : kamu ngapaaiiinnn???????.
Kalo koleris... kurang tau sih. tapi di kertas yang di beri ke kita menjelaskan kalo orang ini memendam amarah. 
 Dan *e'ehm* katanya bapak fasilitator AL-nya, orang yang perpaduan sanguinis sama koleris itu bagus, dia bisa menempatkan kapan saat bercanda, dan saat serius. Sanguinis yang slengek'an, bisa di netralisir sama kolerisnya yang suka mengatur. Cuman jadinya ntar kayak aku deh kalo lagi stress. Cerita atau ngeluh keteman bukan dengan tampang sedih, tapi sambil ketawa dan jingkrak jingkrak "ya'apa niiih? ya Allah, kok bisa seeh? kok bisa gitu lho. itu kan kebodohan! haduuuh, aku jadi koleng kan." dengan cengengesan, padahal kepalaku mau pecah nyut nyutan << *ah, aku juga bingung*. 


Team : Dewa Richi
Yel-yel : *kalo nggak salah* lagunya dragin ball.
itu gambar mereka lagi joget waktu main game sama para TNI.


Viva Smada!!! Viva Smada!!! Viva Smada!!!
Sayangnya para pelatih kita nggak ada semua saat penutupan. hehe *mau pamer*. Yang melatih kita dari awal sampai akhir itu bukan sekedar tentara, tapi kolonel, jendral sama pimpinannya (apa ya namanya) : /


***********

~ Di balik Layar ~

***********


Di jalan ke arah masjid. Beserta seorang TNI entah siapa xD 


My Head master talking-talking with a fasilitator.


Sekelompok mahasiswa tentara (hehe)
disana, jalan-jalannya ada markanya. Ada area langkah tegap juga. dan yang di foto adalah area bebas. tapi bebas disini ada dua pilihan, 1.Maju jalan dengan di iringi lagu mars, atau 2.Lari kecil sepanjang jalan tanpa nyanyi.


Mantan osis, alias senior kita. Sayangnya yang ikut cuma tiga ini karena ya cuma mereka yang bisa mendampingi kita. yang lain pasti sibuk (kan sudah kelas 3 )


Di belakang itu lah kita tidur. Semua gedung di sana punya nama, yaitu para pejuang AL.
Subhanallah, gedung Wiratno ini sudah lama banget nggak di tempatin. Jadi, setiap masuk ruangan kita di minta untuk selalu mengucap salam terlebih dahulu. Setiap kamar fasilitasnya sebenarnya sama, tapi jadi beda. Kita bingung sholat dimana, karna letak masjidnya entah berapa puluh meter dari situ, jadi kita sholat diatas tempat tidur. #huah, nggak khusyuk soalnya genjot2.
Kita nyapu kamar, bersih-bersih, dan lantai kamarku sampai di lap pakai tisu. Waktu tidur malam adalah saat paling nggak nyaman. Cendela nggak ada kordennya, kacanya pecah-pecah yang di tutup kertas semen yang sobek-sobek pula. Ada 4 tidur yang masing-masing berada di setiap sudut kamar yang lumayan luas itu. dan di tengah kamar ada dinding penyekat besar yang sudut seberangnya sampai nggak terlihat (membagi kamar jadi2). Temanku, ada yang kasurnya di turunin ketengah kamar karna yang dekat jendela nggak bisa tidur. Ada pula yang satu kasur jadi berdua. Beruntungnya, hanya kamarku yang posisi ranjangnya memang bersisian, dan sudut kamar adalah tempat lemari baju. Jam berapa malam, tiba-tiba kamar yang ada di seberang deret kamarku mati, air pun mati. akhirnya semua ngumpul di kamarku. Dan paginya, anak-anaknya pada rebutan kamar mandi. Ada yang airnya mati, dan ada yang katanya semalam sudah diisi, tapi pagi ini baknya kosong melompong. Huaaa.. nggak nyaman poll.

Rabu, 30 November 2011

Di Antara Langit dan Tanah


Sekarang ini kalau kuperhatikan, dibandingkan dengan orang yang suka mengagungkan diri lebih banyak orang yang suka merendah-rendahkan diri. Masalahnya, kerendahan diri itu kadang justru lebih menyayat hati pendengar lho.

Misalnya saja dialog di bawah ini..
Albi: “Aduuh.. sedih banget nih..”
Domar: “Lho Albi kamu kenapa?”
Albi: “Nilai UTS-ku.. parah banget.. nilaiku turun..”
Domar: “Ooh.. sabar ya. Emangnya kamu dapat berapa sih?”
Albi: “Kuis yang terakhir dapat 100, nilai UTS-ku 85. Sedih banget Mar :(“
Domar, dalam hati: “WOY WOYY! Nilaiku aja 77 sama 70! *%^&(^&$”
*eh, kenapa Albi dan Domar? :))


Yah, tiap orang memang punya need of achievement yang berbeda-beda. Mungkin si Albi memang nggak berniat sombong, mungkin dia sungguhan merasa sedih bahkan tertekan. Cuma satu yang kurang, mungkin dia perlu meningkatkan kepekaannya :))


Di atas langit masih ada langit. Karena itu janganlah cepat puas. Halangan terbesar untuk menjadi terbaik adalah menjadi sekedar baik.
Eh tunggu.. di bawah tanah juga masih ada tanah lho. Jadi jangan cepat kecewa juga dengan hasil yang didapat. Apalagi mengumbar rasa itu pada orang-orang di sekitar kita.



Selamat UAS bagi yang mau menjalankan. Bagaimanapun hasil UAS-mu, ikhlaskan ya! Paling tidak, nggak usahlah mengeluh di depan teman-temanmu :))


Just Intermezzo :) from Out of Cave > Afina Raida Vinci ~_^


Cukup melegakan dan menghibur, mengingat besok pagi aku benar-benar harus off dari dunia maya karena UAS. Besok mapelnya B.Indonesia sama Mulok (Wirausaha). Semoga semuanya di permudah untukku. Aamiin.

Harus semangat belajar dan jangan pernah menoleh ke belakang sampai titik darah penghabisan. Atau akan menyesal seperti waktu ujian lari olah raga minggu lalu *upss :( Yang penting jujur dalam proses mendapatkan nilai itu kan? so... Untuk hasil dari ikhtiar dan tawakkal kita, biarlah Allah yang menentukan semuanya.


Ganbatte!! Garimbasu kudasai !!!

*khususnya untuk teman-teman yang besok mau menghadapi ujian. Ayooo kita berjuang bersamaa :D
Cemunguuuuuuudh \(^O^)/



Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters