Assalamu'alaikum

pink purple flowers
Tampilkan postingan dengan label Pengingat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengingat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

Akankah saya tak ikut lagi aksi bela islam 212 ???

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia..

Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya..

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 saya juga,, jgn kalian tanya2 soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang2 respek pada saya, temanpun aku banyak...tiap kotak sumbangan aku isi..

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sdh bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi jakarta... Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada,, saya tak mau terbawa2 arus seperti teman2 kantor yg tiba2 juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari2 sensasi... paling juga mau selfie2..

Sampai satu saat....

,sore ini dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki, saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih2, rompi hitam dan hanya beralas sendal,, muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah2 itu.. mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yg mau melintas, tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh2 atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal2an.... Ini aneh, biasanya kalau sdh bertemu orang ramai2 di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif.... Sore ini, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah2 dan baju putih mereka yg basah terkena gerimis,...

Papasan berlalu, aku setel radio lain...ada berita,, rombongan peserta aksi jalan kaki dari ciamis dan kota2 lain sudah memasuki kota, ada nama jalan yg mrk lalui... Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu... Aku tertegun...

Lama aku diam ,, otakku serasa terkunci, analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yg sesuai dengan pemikiranku, apa yg membuat mereka rela melakukan itu semua?? Apa kira2?.. aku makin sibuk berfikir.... Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka2 ikhlas itu.... Apa mereka ada tujuan2 politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.... Apakah orang2 dgn tujuan politik yang gerakkan mereka itu?.. aku hitung2, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi,, berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu... Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi krn nilainya sangatlah besar....

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga... Terlihat di pinggir2 jalan anak2 sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue2 warung ke mereka, sepertinya itu dr uang jajan mereka yg tak seberapa.... Aku terdiam makin dalam... Ya Allah....kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini??? Kenapa hanya hal2jelek yang mau aku lihat tentang agamaku... Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku??

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar...aku lihat sendal2 jepit lusuh banyak sekali berbaris...aku ambil wudhu...

Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer,, muka mereka lelah sekali, mereka duduk,, ada yg minum, ada yg rebahan, dan lebih banyak yg lagi baca Quran...  Hmmm

Aku sholat sendiri,, tak lama punggungku dicolek dr belakang, tanda minta aku jd imam, aku cium aroma tubuh2 dan baju basah dari belakang.... Aku takbir sujud,, ada lagi yang mencolek,. Nahh....Kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa... hatiku bergetar sekali, aku sujud cukup lama, mereka juga diam... Aku bangkit duduk,, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.... Ya Allah... Aku tak pantas jadi imam mereka,. Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka.... Bagiku agama hanya hal2 manis, tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya , in style ..bla bla bla,... Walau ada hinaan ke agamaku aku harus ttp elegan, berfikiran terbuka...  Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah, kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka?? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku??....

Hanya 3 rakaat aku imami mereka,, hatiku luluh ya Allah.... mataku merah nahan haru... Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu tapi tetap senyum.. agak malu2 aku peluk dia, dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali... Ini bisa jadi dia anakku juga,. Apa yg telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini?? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh... dia demam sedikit aku panik... Aku nangis dalam hati.... di baju putihnya ada tulisan nama sekolah,. smp ciamis... Ratusan kilo dari sini.... kakinnya bengkak karena berjalan sejak dari rumah, dia cerita bapaknya tak bs ikut krn sakit dan hanya hidup dr membecak, bapaknya mau bawa becak ke jakarta bantu nanti kalau ada yg capek, tapi dia larang... Aku dipermalukan berulang2 di masjid ini... Aku sudah tak kuat ya Allah... Mereka bangkit, ambil tas2 dan kresek putih dr sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid,, rasa2nya melihat punggung2 putih itu hipang dr pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yg menuju syurga... Kali ini aku yg norak,, aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat,, air mataku keluar lagi.... kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian..

Sudah jam 5an,, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini...miting dgn klien sptnya batal... aku mikir lagi soal ke islamanku, soal komitmenku ke Allah, Allah yg telah ciptakan aku, yg memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini.... dimana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini??? Ada dimana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?...

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi,. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yg telah lepas dalam benakku selama ini... Ada satu kata,. Sederhana sekali tanpa bumbu2... Ikhlas dalam bela agama itu memamg nyata ada...

Aku mampir di minimarket,, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap... Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional.... Ini kebangganku yg pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali... Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalanMu yang lurus, yg lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati....

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara2ku yang sebenarnya,. Orang2 yang sangat ikhlas membela Mu... Besok, tak ada jarak mereka denganMu ya Allah... Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yg basah kuyup hari ini....tak ada penggargaan dr manusia yg kuharap, hanya ingin Kau terima sujudku... Mohon Kau terima dengan sangat... Bismilahirahmanirahiim....

(1 Desember 2016 , Ditjeriteratakan oleh Joni A Koto, Arsitek, Urban planner.. alumni ITB 93)

Senin, 11 Januari 2016

Abu - abu

Besok besar mau jadi apa? Duluu sekali pertanyaan itu kerap di lontarkan. Hingga kini pertanyaan itu pun berkembang seiring meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti yang diduga karna jawaban selalu dalam satu tema bidang.

Hingga satu statement yang menjadi titik balik semuanya.

Menjadi salah satu anak flash, cucu ironman, dan majikan bold. Tapi kalau ditanya, besok lulus mau jadi apa? Jawabmu “abu-abu”. Memang bukan jalan yang salah karena cita-cita besar yang terselip disini menjadikannya layak untuk diperjuangkan. Cuma belum menemukan caranya menuju kesana.

Someone said, “hakekatnya orang multi talent itu orang bingung”. Iya, Abu-abu sampai bisa memutuskan mau jadi putih atau hitam.

Senin, 15 Juni 2015

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .


reblog dari : https://lapislazulum.wordpress.com/2013/09/27/menurutmu-kami-bahagia-terlahir-sebagai-anak-kader/

Dalam banyak diskusi dan orang orang yang kutemui, mereka selalu berharap lahir dari pasangan kader. Menurut mereka dibesarkan | pastinya akan bahagia ketika orangtuanya adalah para kader.  Ah, aneh sekali bagiku ! Justru, aku begitu kagum ketika melihat hijrahnya seseorang dan perubahannya karena murni juang ia sendiri mencari hidayah | ada yang harus sembunyi sembunyi memakai kerudung, ada yang dibiarkan saja justru orang tua nya mendukung untuk berpacaran,dll. Entahlah, berapa banyak aku, kami yang dilahirkan dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan yang juga berfikir seperti itu. Menurutmu kami bahagia ?
Bagi sebagian kami itu kebalikannya, yang ditakdirkan oleh Allah lahir dari rahim abi umi, yang sering disebut banyak orang sebagai anak kader. Ah, panggilan itu begitu menyesakkan. Karena kami dinilai dan dikenali dari abi umi kami. Kami dinilai apakah kualitas kami seperti abi umi. Setiap acara yang kami datangi selalu ada kolom khusus nama orang tua. Selalu dan selalu. Dalam setiap acara selalu berhadapan dengan pertanyaan, bagaimana abi umi ?  Menurutmu kami bahagia ?
Berapa banyak orang yang aku temui, yang aku yakin belum pernah menemuinya sebelumnya tapi mengetahui namaku. Ah, ini anaknya ***. Dikenali dari siapa orang tua kami. Di absen dan dicari berdasarkan siapa orang tua kami.  Sering ditinggalkan ketika kecil oleh abi umi dengan alasan dakwah. Di tinggal sendirian dirumah dan menghabiskan banyak waktu bersama khadimat (asisten rumah tangga). Menurutmu kami bahagia ?
Uang jajanku akan dipotong jika aku tidak berangkat mengaji *sebut halaqoh. Bahkan saat sekolah dasar seperti itu, abi umi akan selalu setia mengantarkan aku-kami jika waktu rutinan telah hadir. Menonton tv berlebihan, tidak segera sholat ketika adzan, tidak menyetorkan hafalan, tidak memakai kerudung ketika keluar rumah. Ah itu semua akan berakibat fatal – dipotongnya uang jajan. Menurutmu itu menyenangkan ?
Aku – kami dan seluruh adiku hampir menghabiskan waktu lebih banyak dengan khadimat sejak kecil hingga sekarang.  Abi umi selain bekerja di luarkota, waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, untuk mengisi ini itu – rapat ini itu – datang acara ini itu. Untuk sekedar cerita saja, harus membuat janji. Menurutmu kami bahagia ?
Adikku pernah lupa dijemput dan miskomunikasi hingga tertinggal di sekolah lebih dari 4 jam. Tapi untuk kajian abi umi G pernah lupa. Menurutmu kami bahagia ?
Kami bahagia ! Aku bahagia sepenuhnya dan bersyukur atas segala takdirNya !
Aku dan kami semua yang terlahir dari rahim rahim tarbiyah sejak dalam kandungan bersyukur dan ingin membisikkan padamu abi umi, “ Terima kasih telah lahirkan aku dari rahimmu.  Abi umi, jazakallah khairan katsir atas segalanya. “
Aku teringat, ketika dahulu kecil kami harus mengikuti aksi ini itu di terik matahari. Ketika dalam sebuah pemilu dahulu, aku pernah bertanya “ umi, ngapain sih kita pake bikin kotak makan sebanyak ini ? Kenapa G orang lain aja ? repot. Emang buat siapa sih ? “.  Dengan pelan umi jawab “ ini buat amih amih yang jaga di TPS kak. Nanti, Allah akan ngasi kakak rejeki yang banyak banget kalo kakak mau bantu umi. “ Ah, sekarang aku tau, saat itu umi diamanahi untuk menyiapkan konsumsi bagi semua saksi. Tenang saja umi, kami sekarang sudah terbiasa menghabiskan banyak uang dan itu tidak masalah. Sudah terbiasa aksi ini itu tidak peduli kulit hitam.
Aku teringat pesannya, kami dibina sejak kecil agar menjadi barisan terdepan di saat saat seperti ini. Saat dakwah abi umi dicaci dan banyak yang akan menghancurkannya, maka aku pastikan, bahwa kami akan ada di garis terdepan untuk menegakkannya dan melindunginya. Tragedi di 2013 ini, menyadarkan banyak dari kami atas apa yg sudah diperjuangkan selama ini. Aku menangis ketika seorang anak kader menangis menceritakan apa yang disampaiakn umi abinya sebelum tragedi kedholiman besar itu “ Kakak baik baik ya. Apa kakak akan baik baik saja jika abi umi ditangkap?”. Harus baik baik saja. Bahkan jika itu suami kamipun, kami harus siap ! karena itu kami dibina sejak belia.
Untuk para umi amah, yang memperjuangkan jilbab di era 80 an– yang menghadapi teror akademis universitas ataupun teror kematian. Untuk amah amah yang tertembak mati secara misterius | tidak ada barangnya yg hilang – juga tidak ternodai sedikitpun | aku ingin menyampaikan | jazakumullah khairan katsir.
Untuk para abi yang pulang larut malam namun tetap melanjutkan untuk rutinan ataupun mengisi disana sini | Yang sudah merelakan kehilangan banyak waktu bersama putra putrinya | Sungguh kau membuat putri putrimu mendambakan pendamping sepertimu. | Jazakumullah khairan katsir
Pesan ustad Hamy selalu terngiang “ Abi dan umi kalian bertemu dalam dakwah untuk menghasilkan generasi yang jauh lebih cinta dakwah. “
Dan aku pun mempercayainya “ Aku akan bertemu dengan abi, ayah dari anak anak ku di jalan ini, untuk melahirkan generasi yang jauh jauh lebih cinta dakwah. ”
Kami dibina sejak kecil agar saat ini, kami berada di garis terdepan pembelaan terhadapNya. Bersyukurlah bagi kalian yang dilahirkan dalam keluarga dakwah. Tetap bersyukurlah, bagi kalian yg tidak dilahirkan dalam kondisi ini, karena kalian telah membuat kami iri sepenuhnya.
Aku ingin | aku harap |  dan akan membuat buku yang secara khusus ku persembahkan dari himpunan tulisan seluruh putra putrimu untuk seluruh abi umi,  yang telah melahirkan generasi yang dinanti itu | mereka putra putrinya yang didoakan siang dan malam untuk mampu melanjutkan yang sudah mereka mulai. Aku bersungguh sungguh ingin menghadiahkan itu kepada seluruh abi umi, amah ami, ustadz dan ustadzah kami semua yang telah melahirkan kami dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan. Jazakumullah khairan katsir
27 September 2013
=======================================================
Entah ya, rasanya campur aduk banget bacanya...
Of course aku sangat bangga dan bahagia terlahir sebagai anak kader. Tapi ya gitu, entah bagaimana selama ini aku begitu nakal dan betingkah yang nggak nggak. Jadi ingat gimana halaqoh jaman aku SD, apapun yang dibicarakan sama amahnya cuma masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Bahkan sampai sekarang masih ababil gini. Punya pemikiran sendiri, susah diatur, ditegur, apalagi kalau pakai nada tinggi. Meledak-ledak sampai yang lihat bingung. Padahal aku juga tau betapa besar harapan yang ditumpukan ummi abi di pundak-pundak kecil kami. Dan sebenarnya aku juga punya cita-cita besar yang sering kali dalam pencapaiannya susah untuk dikomunikasikan, jadi lebih sering disalahpahaminya dari pada enggak. Percayalah, aku insyaAllah bisa jadi seperti apa yang kalian harapkan, mauku sih lebih. hehe. 

Aku percaya, cita-cita besar kaum muslimin semua pasti akan terwujud.
Sudah janji Allah kan?
Meski sekarang masih dalam barisan yang terpisah-pisah, dalam wajihah yang berrupa-rupa, juga dengan pengambilan metode yang berbeda. Aku percaya kelak semuanya perlahan akan bersatupaham, bahwa pada dasarnya tujuan kita adalah sama.

_Islam is the way of life_
ini capture dari blog miruna : http://mirunasays.blogspot.com/2015/06/jadi-harus-hormati-siapa.html

Bismillah!

Minggu, 26 Januari 2014

Perbanyak Sahabat-sahabat mukminmu!

Copas dari salah satu group fb :




Imam syafi'i berkata:
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"

Sahabatku fillah luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini...

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Mereka bertanya tentang Sahabat-sahabatnya kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..
"Yaa Rabb...Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami..."
Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabat nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى tentang aku:
"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami ttg ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"

Sahahabatku fillah
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu ttg اللّهُ تعالى .. Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..

Yaa Rabb...
Aku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu...

آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ

--
Wahai sahabatku sekalian..

Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah tentang diriku, dan semoga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka..
.
Ana uhibbukum fillah...

Kamis, 26 Desember 2013

reblog: Toleransi Tak Sebatas Selamat Hari Raya

Oleh: Darwis Tere Liye


Saya akan sampaikan maksud dan tujuan ini dengan cerita saja. Seolah fiksi, tapi bentuk kongkretnya bahkan lebih cemerlang dibanding ini. Amat sangat cemerlang malah, saat akhlak yang sungguh baik, terpancar begitu indah dari seorang muslim, tanpa harus merusak akidahnya. Karena sejatinya, ketika seorang muslim mempunyai akhlak tersebut, dia pasti akan membuat nyaman siapapun di sekitarnya.


Kita sebut saja Bambang. Orangnya biasa saja. Rajin shalat ke masjid, bergaul dengan tetangga, suka membantu, dan amat menyantuni fakir miskin serta anak yatim. Dia dikenal oleh banyak orang, satu kampung hafal dengan Pak Bambang ini. Terlebih kampung itu dihuni oleh warga heterogen. Beragam agama, banyak suku bangsa, kebiasaan, tumplek jadi satu.


Saat tetangga sebelah rumahnya, Pak Sihombing, asli Batak, hendak pergi ke gereja di suatu hari Minggu, mobil tetangganya ini malah mogok, tidak bisa dibawa, Pak Bambang dengan senang hati meminjamkan mobilnya, "Silahkan dipakai." Tersenyum tulus. Toh, seharian minggu itu keluarga Pak Bambang hanya kumpul di rumah. Saat tetangga lain rumahnya kena musibah, kebakaran, Pak Bambang tidak perlu dua kali berpikir memberikan bantuan, membuka pintunya untuk menampung, padahak jelas-jelas tetangganya ini Hindu. Pak Bambang menyantuni anak anak yatim piatu, tidak perlu bertanya ini agamanya apa. Bahkan saat sebuah kampung yg dekat dgn kampung mereka kena musibah, banjir bandang, meskipun sekampung itu Kristen, ada gereja yang rusak, Pak Bambang tidak perlu berpikir dua kali untuk membantu mengirimkan sembako, dan sebagainya.


Tapi seumur-umur, tetangganya tahu persis Pak Bambang tidak akan pernah mengucapkan 'selamat natal', 'selamat waisak', dan selamat lainnya kepada tetangganya yang berbeda agama. Tidak akan. Lah, tega sekali pak Bambang ini? Apakah dia ekstrem kanan hingga tidak mau hanya sekadar bilang kalimat itu? Maka tanyakanlah pada tetangganya yang berbeda agama. Tidak terbersit sekalipun mereka menganggap Pak Bambang ini ekstrem. Yang ada, jelas sekali Pak Bambang ini tetangga yang baik, nyaman, dan selalu menghormati mereka.


Kita tanyakan ke Pak Bambang kenapa dia tidak pernah bilang 'selamat natal'? Maka jawabannya sederhana: 'ada batas yang tidak bisa dilanggar dari akidah'. Jawaban simpel yang menjelaskan banyak hal. Itu benar, membantu tetangganya, meminjami mobil, tidak ada sangkut pautnya dengan akidah, keyakinan. Membantu tetangga menumpang, menyantuni anak2 yatim piatu berbeda agama, tidak ada sangkut pautnya dengan akidah, keyakinan. Termasuk membantu satu kampung yang seluruhnya Kristen, mengirimkan makanan karena mereka terkena musibah, itu bukan urusan akidah, melainkan SUNGGUH cerminan ahklak prima dari seorang muslim, dan diajarkan langsung oleh Nabi kita, tidak pandang bulu. Tapi mengucapkan kalimat 'selamat natal', menghadiri acara misa, natalan, dsbgnya, itu jelas ada hubungannya dengan akidah, keyakinan.


Tapi itu kan hanya sepotong kalimat saja? Dari sisi mana itu akan merusak akidah? Kenapa Pak Bambang serius sekali. Maka, duhai orang orang yang masih saja meributkan masalah ini, kalau itu hanya sepotong kalimat saja, kenapa pula kalian ribut? Itu hak mutlak dari Pak Bambang untuk bilang atau tidak, dan kalaupun dia tidak bilang, bukan berarti dia jahat, bukan berarti dia berbahaya, punya paham ekstrem. Lihatlah dengan mata kepala, toleransi yang dimiliki oleh Pak Bambang melebihi hanya sekadar kata kata. Karena boleh jadi, orang2 yang ribut dengan kalimat ini, ya hanya ribut pada level kalimat saja. Pernah meminjamkan mobil ke tetangganya? Pernah memberikan rumah sbg tempat menumpang sementara bagi tetangga Hindu? Pernah tidak? Pak Bambang simply meyakini, dia takut kalau dia mengucapkan kalimat tersebut ke tetangganya, maka terbersit di hatinya sesuatu yang bisa merusak akidahnya. Tapi bukankah Pak Bambang bisa memastikan tidak bermaksud demikian? Tidak bermaksud ikut meyakini perayaan hari besar agama lain tersebut? Itu benar, tapi demi kehati-hatian, dia memilih untuk tidak melakukannya. Dan semua orang seharusnya menghormati pilihannya, bukan justeru berpasangka yang tidak-tidak.


Diskusi ini selalu berulang ulang setiap tahun. Dan entah sampai kapan akan dipahami banyak orang. Saya pribadi, tidak akan bilang kalimat selamat natal, selamat hari raya agama ke teman2 pemeluk agama lain–karena eh karena, duh, saya saja yang muslim nggak pernah bilang selamat hari ulang tahun Nabi Muhammad, selamat tahun baru hijriyah, selamat isra' mi'raj, atau selamat2 lainnya ke banyak orang, sesama muslim. Saya tidak akan mengada adakan hal baru, dan tidak akan mengikut ikut trend yang ada. Yang ada dan jelas ada saja saya keteteran menjalankannya. Tetapi secara pribadi, saya akan meneladani Pak Bambang. Toleransi, menghormati agama lain 'beyond' kata kata, kalimat, dan itu lebih kongkret memunculkan rasa nyaman bagi siapapun.


Karena saya yakin, mengeluarkan akhlak prima sebagai seorang muslim, otomatis mengeluarkan toleransi terbaik yang pernah ada di muka bumi ini.


*Saya minta maaf kalau ada yang tidak berkenan dengan pemahaman ini. Dan boleh jadi pendapat saya keliru. Saya sudah berusaha menuliskannya hati2. Nah, jika kalian membutuhkan pondasi yg lebih kokoh, silahkan merujuk pada penjelasan Buya Hamka soal ini, di search, di googling. Beliau adalah ahli tafsir, dan dalam banyak kesempatan, saya mendengarkan penjelasannya.


Sumber:
http://diniehz.blogspot.com/

Jumat, 28 Juni 2013

Hidayah dari Allah

Mungkin teman dekat kita, mungkin juga yang lainnya. 
Hidayah ini rahasia Allah. 
Siapa pula yang bisa memaksakan seseorang untuk mengerti apalagi mengikuti sesuatu yang sudah lebih dulu kita pelajari dan pahami. 
Seperti pula iman ini, iman tentang indahnya berislam.

Banyak contohnya.
Tentang orang-orang yang begitu memuji hingga meneliti perihal islam, perihal Al-Qur'an.
Tapi berapa banyak yang merasa perlu untuk mengimaninya selain memahaminya sebagai sebuah keajaiban dalam kehidupan.
Atau mungkin seorang non-muslim yang selalu dikelilingi oleh orang-orang islam setiap harinya.
Berapa banyak yang merasa tergoda untuk mendalami, melainkan sekedar mencoba saling mengerti dan membiarkan besarnya perbedaan itu apa adanya.
Atau... Orang yang sudah berislam.
Apakah sudah merasa yakin benar bahwa "islam"mu itu benar?
Sudahkah sesuai Al-Qur'an dan Al-Hadist?
Karena ini semua bukan sekedar tentang kepercayaan, kebiasaan, tradisi kedaerahan yang sudah berjalan turun-temurun, atau pun yang lainnya.

Karena hidayah itulah pembedanya.
Sebuah hadiah besar yang Allah persembahkan bagi orang-orang yang dicintainya.
Bahkan kalaupun kita memaksakan seseorang untuk belajar islam dan Allah belum menurunkan hidayahnya, sampai meninggal pun semuanya tak akan menghasilkan apa-apa.
Bukan berarti kita membiarkan semuanya berlalu begitu saja.
Tapi justru... 
KITA WAJIB MENCARINYA!
juga bertugas untuk mengajarkannya pada orang-orang yang kita sayangi.

Hidayah itu...
Ibaratnya sebuah oase.
Yang memberi kesejukan dan ketentraman dalam hidup bahkan ditengah padang gersang.

Hidayah..
Yang seringkali tak mampu kita capai dengan logika dan rasionalitas seorang manusia.
Bahkan manusia paling cerdas pun tak akan mampu menemukan ujung dari sebuah hidayah dan keimanan, kecuali Allah sepenuhnya yang Maha Tahu.

Terkadang apa yang kita percayai memang tak masuk akal.
Maka dari itu, berhati-hati lah kau akan terperdaya karena ketidaktahuanmu.
Semuanya bisa terjadi.
Dikiranya ini adalah sebuah hidayah, tapi bisa jadi itu adalah jalan yang membuatmu semakin jauh.
Semakin tersesat dari islam yang haq.

Jadi...
Satu hal mendasar yang bisa kita jadikan landasan adalah dengan berdo'a.
Memohonlah...
Memohonlah kepada Allah.
Memohon untuk selalu menaungi kita dengan hidayah-Nya, tidak dari bisikan yang lain.
Memohon untuk senantiasa menaungi kita dengan rahmatnya.
Juga memohon untuk tak pernah melepas kita dari cengkraman lindungan dan kasihnya.

Ayooo! Buatlah target journeymu.
Dan.. sampai jumpa kelak.
Semoga kita dapat bersua di surga Allah.

Selasa, 25 Desember 2012

Bukan ukhuwah kita yang rombeng


  Karena saat ikatan melemah
                       saat keakraban kita merapuh...
                                Saat salam terasa menyakitkan
       saat kebersamaan serasa siksaan
                                           saat pemberian bagai bara api
 atau saat kebaikan justru melukai....

Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita, hanya iman-iman kita yang sedang sakit atau mengerdil, mungkin dua-duanya... Mungkin kau saja...
Tentu terlebih sering imankulah yang compang-camping.

(Salim A. Fillah' quotes)

Rabu, 05 Desember 2012

Pengkristalan karakter untuk kekayaan mental


Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!" 
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak. 
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.
Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang." 
Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om." 
Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya." 
Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.
Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?
"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.
Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira. 
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu." 
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."


RENUNGAN!
Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.
Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

(by: Ikhwah Gaul)

Sabtu, 01 Desember 2012

Cintaku berlabuh di Gaza


Hanya lima hari..
Ya… hanya lima hari aku singgah di bumimu
Tapi serasa aku sudah menjadi bagian darimu
Seakan aku lahir dan besar bersamamu
Bermain berlari dan bekerja di atas tanahmu

Saat kakiku akan menginjak tanah gaza
Aku mengira akan disambut wajah duka
Guratan luka dan penampilan nestapa
Tangan meminta serta mimik menghiba

Ternyata tidak
Aku tlah salah sangka dan salah duga
Engkau sambut kami dengan penuh suka
Wajah ceria dan hati gembira
Seolah kami malaikat yang turun dari sorga

Gaza…
Pertama kali aku shalat shubuh di masjidmu
Aku berdecak kagum atas ramainya jamaah di situ
Sekaligus tertunduk malu atas diriku
Karena masjid-masjid di negeriku tidak begitu

Ketika aku shalat zuhur berjamaah
Di masjid ‘Umary nan tertua dalam sejarah
Aku kira itu adalah hari jumat yang penuh berkah
Ternyata memang mereka sudah biasa shalat berjamaah

Gaza…
Walaupun roket-roket Israel sering menghantammu
Pesawat-pesawat siluman datang tak menentu
Panglima-panglima utamamu syahid satu-persatu
Namun perjuanganmu justru makin menggebu

Seorang lelaki tua datang kepadaku bertanya
Hai anak muda.. anda dari Indonesia?
Bagaimanakah pemuda-pemudi di sana?
Apakah jihad bersemayam di dada-dada mereka?

Gaza…
Engkau punya anak-anak muda dan orang tua
Yang jihad fiisabiilillah adalah jalan hidupnya
Mati syahid adalah cita-cita tertingginya
Sorga Firdaus adalah kampung abadinya

Izzuddin Al Qassam, Ahmad yasin sebagai Panglima
Abdul Aziz Rantisi, Shalah syahatah yang mulia
Syekh Shiyam dan Ahmad Ja’bary yang perkasa
Adalah putra-putra terbaikmu yang tlah bergelar syuhada

Khalid Misy’al, Musa Abu Marzuq dan Ismail Haniya
Muhammad Dhaif, Mahmud Zhahar dan Abu Ubaida
Abu Yusuf, Izzuddin Dahnun dan selain mereka
Masih banyak lagi dan terus berjanji setia
Gaza… cintaku tlah berlabuh di sana…


(Padang, 22 Nov 2012, Hari kemenangan Gaza)
Puisi : Ust. H. Irsyad Syafar Lc, MA (Ketua KNRP Sumbar, Utusan Penyerahan Bantuan Ke Gaza, Alumnus Timur Tengah, Ex Ketua PPI Mesir)







“Mengapa mereka begitu semangat menghafalkan Al Quran?”

“Karena syarat untuk menyertai Brigade Izzudin Al Qassam ialah harus Hafal Al-Quran 30 Juz. Anak-anak ini berlomba-lomba ingin menyertai mereka dan syahid karena-Nya”

Kita..???

********
Simak kisah ini...











Minggu, 18 November 2012

Untukmu Palestina tercinta {}



  • dari Mas Yoga:

    Untuk saudara-saudara kami di Palestina.... bergembiralah... Allah membuka kesempatan yang lebar bagi kalian untuk syahid di sana... semoga Allah merahmati perjuangan kalian....

    Untuk Israel, saya tidak akan mendoakan kehancuran bagi kalian, semoga Allah membuka pintu rahmat dan anugerahNya bagi kalian, semoga Allah membukakan mata dan hati kalian untuk kembali dalam fitrah Islam, semoga Allah melahirkan dari rahim-rahim kalian generasi masa depan yang akan mengucapkan laa ilaha ilallah muhammadar rasulullah....

  • dari Mbak Ritsa
    GAZA will never defeated,
    Israel will be Deleted..


  • dari Minha:
Yaa Allah.. Lindungilah saudara-saudara kami di palestina dari kekejaman tentara Zionis Israel. Kirimkanlah bala tentara-Mu untuk melawan kedzoliman Israel. Allahu Akbar!!!
"Kemenangan akan tetap milik mereka orang-orang yang dipenuhi oleh cahaya Keimanan" 
#Pray for Palestine (˘ʃƪ˘)
Allahummanshur ikhwaanan almujaahidiina fii Ghaza wa fii kulli makaan. Yaa Rabbal Mustadh'afiin, yaa Rabbal 'Arsyil 'Adzim...



Pesan Mbak Fahima untuk ikhwahfillah 

ketika tahun baru hijriah baru lewat beberapa jam, sholat subuh warga palestina harus disertai dengan sholat jenazah..

Sekarang ketika kita meminta prayforgaza pada orang disekitar kita, mereka mengatakan 'untuk apa ? Negeri sendiri masih kacau'
Perlukah kita merasakan berada diposisi yang sama dengan mereka untuk bisa saling mendoakan ?

  • dari Mas Hakim:
satu syuhada syahid, dua syuhada syahid,nevermind.
Allah SWT akan menyiapkan 10 mujahid berikutnya...
satu orang tak peduli palestina, dua orang tak peduli saudaranya..
nevermind.
saya peduli, banyak teman saya peduli. Allah SWT peduli.
Allah akan mempedulikan siapa yang mempedulikan apa yang ia pedulikan.
begitu pula sebaliknya.


#prayforgaza

Kamis, 08 November 2012

Ikhlas vs Kepercayaan

Gadis itu mengeluarkan semua uangnya yang berjumlah Rp 20.000,00 yang terdiri atas pecahan 10rb-an, 5 rb, dan sisanya seribu. pinginnya sih dimasukin dompet. Tapi, karena dompetnya masih ada di dalam tas, ia pun menunduk lagi, mengaduk-aduk isi tas, mencari dompetnya.

Setelah dompetnya ketemu, ia kaget, "Lhoh, uang Rp 10.000-ku ke mana? AKu yakin banget tadi ngelihat ada uang warna ungu itu..." 

Wajahnya pucat. Ia bingung. Hari Senin masih 4 hari lagi. Tinggal itulah sisa uangnya. Ia langsung terbayang bensin dan pulsanya yang habis. "Pasti nggak boleh minta lagi,"

tapi ia terus berpositif thinking.

Di sebelahnya, duduklah sahabatnya. Yang juga ikutan panik melihatnya bingung. "Kamu cari apa, sih?"

"Uangku 10 rb... Duh, di mana ya? Perasaan, aku tadi naruh uang Rp 10.000, 00 di sini..." kata gadis itu sambil mengecek ke sekitar tempat duduk dan tasnya. Nihil.

Hatinya berkata, ya udahlah, pasrahkan saja... Pasti ada ganti yang lebih baik, kok.

Tiba-tiba, sahabatnya bertanya, "Kamu, percaya sama orang nggak?"

"Ya, tergantung sih. Kalo aku udah kenal banget dan tahu watak orang itu seperti apa, atau aku nggak kenal orang itu sama sekali, aku nggak percaya2 amat sama dia. Tapi kalo orang itu biasa aja, dan kenalnya dengan aku pun sebatas kenal, aku percaya."

Sahabatnya itu, tersenyum2 sendiri, "Kamu biasa positive thinking sama orang, nggak?"

"Tergantung, sih. Kalo lagi mood baik, every person is kind. Kalo lagi jelek, ugh, bisa jadi jelek semuanya."

"Terus, sekarang, moodmu apa?" tambah lama, sahabatnya itu makin aneh pertanyaannya.

"Setengah-setengah," bingung lebih tepatnya.

"Hahahahahaha. Kasihan aku sama kamu. Nih, kukembaliin uangnya. Kenapa nggak curiga sama aku sih, kan cuma aku yang di sebelahmu..."

kata sahabatnya itu sambil mengipas-ngipaskan uang 10 ribu ke hadapannya.


Moral value: Bahkan, sahabat pun bisa keterlaluan, tapi tetaplah positive thinking. ^_^




Wrote by : Anisa Rochma Sari / Smalabaya
(muup ye kagak ijin '_'v)

Jumat, 10 Agustus 2012

Kunjungan walikota ke sekolah ^^

wina nampang juga rupanya :3 tidak menyangka..

Senin, 6 Agustus 2012

Pagi itu, pelajaran Kimia yang membahas mengenai elektrolisis tengah di langsungkan dengan seru-serunya. Baru memasuki jam ke-3 pelajaran dari 10 jam kami. Tiba-tiba, seseorang masuk ke dalam kelas dan meminta kami semua beberes dan menyegerakan diri menuju bangsal (read: aula). Konon katanya, ini dikarenakan adanya kunjungan langsung dari walikota Surabaya ke Smadabaya. Wah, jadi nggak sabar..

Ternyata hanya ada 5 kelas saja yang di undang ke bangsal. p1, p2, p6, p7, dan p8 (kalau bener sih).

Dan hari itu, disanalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Tidak hanya bu Tri Risma H., walikota Surabaya... Tetapi juga beberapa jajaran atas yang mungkin bahkan biasanya muncul di koran.

Yang pasti, Bu Risma telah menularkan semangatnya kepada siswa Smada untuk terus berjuang tanpa henti. Memberi banyak sekali pemikiran dan masukan mengenai motivasi beliau hingga dapat berdiri sebagai walikota saat ini, Juga semua hal yang harus bisa kita teladani untuk memajukan Surabaya, membanggakan Indonesia, dan melanjutkan mimpi-mimpi Bu Risma ke dalam kepala kita.

Dua hal, yang sangat saya ingat adalah ketika Nizar dan Nia bertanya kepada beliau...

<Nizar: apa motivasi beliau> 
Motivasi terbesarnya adalah untuk membanggakan ke dua orang tuanya. Untuk menunjukkan bahwa mereka melahirkannya ke dunia dengan tidak sia-sia. Kalau kita melihat seseorang disana bisa melakukan sesuatu yang hebat, seharusnya kita juga bisa. Kenapa tidak untuk kita mencobanya? Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Roda dunia ini terus berputar, kita juga bisa berada di atas dan membanggakan bagi yang lain. Karena masing-masing dari kita ini sebenarnya sudah terlahir dari bibit yang hebat, kenapa kita tidak melanjutkan saja perjuangan itu? Dulu, beliau katanya juga nggak pernah bermimpi untuk jadi walikota. Dulu beliau ingin sekali masuk FK, tapi justru akhirnya di terima di jurusan arsitek. Tidak apa. we must go on! jalan aja teruss.. Yang sudah kita lalui, ya itu lah jalan kita. Perjuangkan dan jadilah yang terbaik!

<Nia: Musuh terbesar adalah diri kita sendiri. bagaimana cara mengalahkannya>
Ya, musuh terbesar kita adalah sugesti dan pemikiran yang sudah jauh tertanam di dalam alam bawah sadar kita. Sebagian besar adalah rasa malas. Bagaimana caranya? Kita bisa memaksakan diri kita meski mulanya itu tersa berat. tapi selalu tanamkan di dalam diri kita, "nggak boleh malas, ayo mereka bisa kita juga harus bisa!" . Mulai biasakan diri untuk mengabaikan rasa malas dan mengedepankan tujuan atau terget pencapaian kita. Yang beliau lakukan untuk menggapai kemajuan adalah dengan mengurangi jam tidur. Kalau dia pintar dan belajarnya satu jam, berarti kita yang dirasa biasa saja harus melakukan lebih. Kita belajar 3 jam, kalau bisa bahkan 5 jam perhari, misalnya. "kenapa kita harus banyakin tidur? tidur itu kan sama saja belajar mati." canda beliau. "Saya tidur bisa mulai jam 1 malam, tapi jam 3 jam 4 saya pasti sudah bangun. Saya ingat waktu itu lagi di eropa, baru jam 5 pagi saya sudah membangunkan yang lain. Padahal itu bukan di Indonesia dan berarti masih sangat larut malam." Jadi, kurangi waktu tidur. kalau kalian takut jatuh sakit, jangan hawatir! jangan pernah hawatir karena semangat itu akan mengalahkan segalanya. Tujuanmu apa, gapai terus! perjuangkan betul-betul jangan sampai lengah apa lagi berleha-leha.


Mengingat musuh terbesarku adalah ngantuk. Berarti aku harus punya semangat yang sama untuk mengalahkan ngantuk. Entah bagaimana, tidur sudah cukup.. di sekolah sejak datang sampai pulang, masih saja terus-terusan nguap. Entar malam belajar, baru satu nomer, sudah ketiduran. Lagi ngaji, baru satu lembar aja sudah bacanya mlenceng terus sambil teklak tekluk.. ngghh banget!! >.< However, I must kick those feel one by one until all of my dreams become true and never be a loser anymore! (- -)9 <fighting!>

Minggu, 05 Agustus 2012

Happy Birthday My Beloved school, SMADA!

(Re-post dari Blog Aulia Wahyu Maulidya)

Assalamualaikum Wr. Wb

Dini hari tadi angka 31 di kolom bulan Juli sudah tak berlaku lagi, berganti menjadi angka paling istimewa pertanda bulan yang kita pijak sekarang adalah bulan ke - delapan, AGUSTUS!



1 Agustus 2012.. Ada apa hari ini? Rasa-rasanya ada sesuatu yang sangaaaat istimewa sekali?
Zap..Zap..Zap...
Ternyata, tepat hari ini SMADABAYA -SMAN2 SURABAYA-, sekolahku tercinta sudah 62 tahun tegak dan kokoh berdiri. Melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas tak hanya secara akademik, namun juga mumpuni dengan generasi-generasi emas non akademiknya. Mulai dari Ir. Soekarno -Bapak Proklamataor dn Presiden pertama RI- sampai Ahmad Dhani -Pentolan Dewa 19- juga yang tak kalah hebatnya, dengan bangga beberapa ALUMNI SMADABAYA kembali ke almamater tercinta dan mengabdi, turut mengandung dan melahirkan putra-putri terbaik SMADABAYA untuk bangsa.


Ga terasa banget, sekarang kelasku pindah ke gedung lama, wilayah kekuasaan kelas XII yang artinya tahun ini aadalah masa-masa terakhir perjuanganku di SMADABAYA. Setelah itu aku, dan 277 murid kelas XII lainnya akan lahir dan menatap kehidupan yang sederhana di luar sana, menyusul kakak-kakak kami yang terlebih dulu berlari, tak hanya tersebar di seantero Indonesia, tapi juga berjaya di kancah Internasional. Aamiin.


SMADABAYA lebih dari sekedar sekolah! Tak hanya bagiku, tapi aku yakin arek-arek smada pun sepakat menyetujui statemen ini. Tak hanya bangunan uniknya, kehebatan pendidik, kegokilan arek smadanya, aaah semuanya membuatku bangga pernah merasakan rahim SMADABAYA selama 2 tahun lebih ini. Ya, SMADABAYA telah menyatu bersama setiap langkah kami. Banyak hal yang mungkin tak dapat kami temukan di sekolah-sekolah lain, bahkan SMADA-SMADA lain pun belum tentu sehebat SMADABAYA, Almamater kebanggan kami.


VIVA SMADA!! VIVA SMADA!! VIVA SMADA!!
Aku masih ingat betul, budaya LORONG VIVA SMADA yang cuma di smadabaya bisa ditemui. Teriakan demi teriakan penuh bangga dari siswa-siswi SMADABAYA. Suasana yang seketika mengantarkanmu pada sebuah euforia luar biasa, detik itu juga sebuah rasa bangga, senang dan hormat kepada almamater menyeruak ke dalam dada.


"Salam persaudaraan ke seluruh persada Indonesia
Putra SMA Negeri 2 berjanji berikrar setia
Belajar tekun untuk nusa, membangun negara di hari depan
Dengan tekad membaja tuk kejayaan Indonesia
Sanjung indah negeriku, Indonesia tercinta nan jaya
Sebagai putra yag berguna sedia berbakti padamu
Bekerja keras bersahaja dengan seluruh jiwa dan ragaku
Bersatu tuk berkarya, demimu bangsa negaraku.."

Senandung khidmat penuh makna yang menjadi aset milik almamater, aaaaaaah semuanya menjadi satu bagian tak terlupa dalam memori hidupku..


SELAMAT ULANG TAHUN SMADABAYA-KU. TETAPLAH BERDIRI KOKOH TUK MELAHIRKAN GENERASI EMAS BANGSA.
TETAPLAH MENJADI KEBANGGAAN TERSENDIRI, ALMAMATER TERCINTA! ^^


Hanya ini yang bisa ku persembahkan di hari jadimu, SMADABAYA. Terima kasih atas peran yang sangat besar dalam sebagian masa remajaku. Terima kasih telah mengijinkanku tuk tinggal dan mencicip pahit manis asin serta asam kehidupan SMA bersamamu. Terima kasih telah mempertemukanku dengan berbagai orang hebat di tempat terhebat ini. Semoga, kandunganmu yang sekarang, tahun depan dapat melahirkan 288 anak-anak bangsa yang berkualitas dari segala sisi. Aamiin.. Tetaplah berjaya, tetaplah dengan segala kehebatan dan keindahanmu..




Beberapa ucapan dan harapan arek smada: (selengkapnya bisa dilihat via twitter di #HUTSMADA)


Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban Yaa Ramadhan


Ramadhan sudah tinggal se-jengkal lagi lho... Kalian sudah menyiapkan target apa saja nih teman-teman?
Seperti moment special lainnya, kita tak mungkin menghadirinya dengan tampilan biasa-biasa saja bukan? So, harus ada perencanaan yang matang nih selagi ada kesempatan mendapat pahala dengan harga obralan.

Jangan ditanya, kenapa kok kita harus ada persiapan? setiap hari aja ada moment special, yakni sholat 5 waktu. Setiap seminggu sekali pun ada, yakni hari jum'at. Apalagi setahun ini, momen besar sepanjang satu bulan, jangan di sia-sia kan begitu saja ya teman. Bahkan ini nggak sekedar kesenangan sesaat seperti saat hari ulang tahun seseorang yang sebenarnya justru memperingati hari berkurangnya umur hidup dan umur kesempatan mencari pahala. Tetapi ini moment obral pahala rek, untuk bekal sepanjang hidup pula. Dunia akhirat meen!

Jadi, apa aja yang bisa mulai di siapkan?

Pertama, seperti kata my Murobbi, temukan ibadah andalanmu. Yang rutin paling kamu gemari dari pada yang lain. Ini bukan berarti benci atau nggak suka sama ibadah yang lain ya, hanya saja kalau sudah ada yang di andalkan, kamu bisa melakukannya dengan ringan secara rutin. Contoh: target tadarus sehari 2 juz, kalau sudah biasa itu jadi tantangan kecil. Kalau nggak terbiasa, boro-boro dua juz, satu juz aja sudah alhamdulillah *upss ^^v*

Selain itu coba dirinci amalan-amalan lain yang nggak biasa kita lakukan di hari biasa. Misal menetapkan target untuk sholat dhuha satu minggu X kali, atau sholat malam sekian kali, atau rajin-rajin sodaqoh-infaq gitu. Karna meskipun tidurnya orang yang berpuasa itu sudah berpahala, kenapa nggak sambil melakukan kegiatan yang bermanfaat aja? Pasti yang bisa kita raih jadi berlipat ganda.

Yang terakhir, semua target bukan hanya jadi melulu target. Tapi harus kalian perjuangkan untuk di khatamkan semua target tadi. So, be Istiqomah ya rek :D

Dan secara keseluruhan, Ramadhan ini kesempatan untuk kita mengembalikan kesucian diri dari kesalahan-kesalahan satu tahun yang lalu. TAPI jangan coba-coba dengan santainya kembali melenceng dan melanjutkan bermaksiat setelah di sucikan. Apalah arti semua itu jika akhirnya hanya akan terhapus dengan sia-sia? Iya kalau kita masih punya waktu untuk bertobat, tapi umur manusia siapa tahu?

Umur yang paling berarti dan dinilai adalah umur di saat-saat terakhir. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan hari terakhir itu, kita sudah seharusnya dengan sadar diri senantiasa menjaga umur kita untuk tetap memiliki akhir yang baik kapan itu. Lakukan kebaikan selalu yaa *bukan menurut baiknya dirimu, tetapi baik menurut Allah, Rasulullah, Al-Qur'an, dan As-Sunnah-Nya*

Pokoknya ikutin dan patuhi rambu-rambu yang benar, kita semua pasti tidak akan tersesat :))

Akhirul kalam, Wina minta maaf sama teman-teman kalau selama ini sering berkata kasar dan melakukan perbuatan yang menyakitkan hati. Wina juga minta maaf kalau sering mengecewakan, juga kalau aja janji2 yang terlupakan, atau khilaf yang terlewatkan begitu saja. Oiyaa, kalau merasa Wina punya hutang sama kalian, tagih aja aku langsung. Seharusnya aku nggak melupakannya, tapi kalau memang ada hutang yang terlupa, aku mohon sama kalian untuk meng-ikhlaskan semuanya ya.

"Taqobbalallahu minna wa minkum siamana wa siamakum minal 'a'idin wal fa'izin. 
Mohon maaf lahir dan batin :)"

-Wina Zhonniwa-

Minggu, 17 Juni 2012

Ikhwan Lugu dan Akhwat Berjilbab Biru






ni cerita cinta seorang ikhwan yang masih lugu…
Baru aktif ngaji beberapa pekan yang lalu..
Disebuah ta’lim dia bertemu dengan seorang akhwat berjilbab biru..
Hati sang ikhwan langsung berdesir tak menentu..
Pulang ke kos langsung merenungkan kejadian itu…
Ah…dia pun bertanya pada diri sambil tangannya menopang dagu..
Apakah yang sedang terjadi denganku?
Mengapa bayang sang akhwat tak jua mau berlalu?


Di tempat lain sang akhwat pun ternyata begitu…
Tiba-tiba dia merasakan sesuatu..
Setelah pertemuan tak sengaja dengan seorang ikhwan di ta’lim sore itu…
Seketika ada suara hati yang menyeru…
Duhai ukhti…kau sedang jatuh cinta, ayo ngaku!!


Kedua aktivis ini pun kembali bertemu..
Dengan hati-hati si ikhwan menghampiri sembari menyerahkan sesuatu..
Ohh…ternyata itu adalah surat bersampul abu-abu…
Si akhwat pun menerima dengan hati ragu…
Pulang ke kost si akhwat langsung membuka surat itu dengan rasa yang menggebu..
Seketika wajahnya merah tersipu…
Si ikhwan ternyata mengungkapkan cinta langsung tanpa bumbu rayu…
Sang akhwat hanya bisa terpaku…


Beberapa hari pun berlalu…
Si ikhwan telah gelisah menunggu..
Menanti jawaban dari sang akhwat yang telah begitu ia rindu…
Akhirnya pujaan hatinya datang dengan wajah sendu…
Sejenak pandangan mereka beradu…
Namun sesegera mungkin si akhwat menunduk kaku…
Perasaan mereka pun bercampur aduk jadi satu…


Dengan lirih sang akhwat mengaku..
Dia pun telah memiliki rasa pada ikhwan itu…
Namun…tiba-tiba nuraninya segera menyeru…
Hentikan! Tak tahukah kau bahwa rasa itu adalah godaan bagimu?
Tidakkah kau sadar bahwa kau telah membuat Rabb-mu cemburu?
Hingga akhirnya sang akhwat terduduk lesu…
Maafkan aku ya akhi..aku tak bisa menerima cintamu…
Setidaknya untuk saat ini aku belum siap untuk itu…
Sang ikhwan pun hanya bisa menerima dengan diam membisu..
Ya…dia sadar bahwa apa yang dilakukannya telah keliru…
Akhirnya mereka pun berpisah dan menjadikan itu sebagai cerita semu…
Namun indah karena mereka telah saling menjaga untuk cinta yang satu…
Cinta Allah…cinta yang maha sempurna itu…


Di lokasi lain…sesosok makhluk hanya bisa termangu sembari menggerutu..
Ohh..ternyata dia syaitan si makhluk pengganggu..
Uh…usahaku kenapa sih gagal melulu?? Kata syaitan sambil berlalu…
Malaikat yang ada disampingnya hanya bisa tersenyum haru…
Sembari berkata pada syaitan : KASIAN DEH LU !!


copas dari http://parodikhwan.tumblr.com/

hehehehe, lutuu..makanya ku ingin berbagi denganmu... :D


Rabu, 13 Juni 2012

3 hari 3 buku dengan 3 tipe berbeda

    

-Vampire Academy, Rembulan tenggelam di wajahmu, dan merah-
Sudah pernah baca ketiganya? hehe.. sumpah diantaranya ini nggak ada cocok atau nyambungnya sama sekali! justru saling berlawanan. Yang satu mistis, dua agak islami, tiga berbau kristiani. Tapi ketiganya ada unsur fantasinya. 

Vampire Academy series (Richelle Mead) ada 4 seri.
bukunya tebal, kira-kira 4cm. 
Ini merupakan buku pinjaman dari Perpustakaan Daerah Jawa Timur. Karena sudah ku kembalikan tempo hari, jadi sekarang hanya bisa mengenangnya saja.
Kalau di lihat dari judulnya, pasti langsung bisa nebak model ceritanya. Karna waktu ada teman yang nanya "Baca apa win?" trus aku lihatin bukunya, responnya rata-rata gini : "wah wah, gini ya bacaannya Wina. ckckck.. tenyata, tidak menyangka!" *dengan gaya lebay*. Hahaha.. biarlah. Aku memang pengen baca semuanya dan semuanya. jadi kecenderungan pilih-pilih buku itu kecil, semuanya tak lahap. tapi belum tentu semua yang tak baca itu tak selesaikan.. wkwk :p

Oke, back to topic. Buku ini bukan berarti jalan ceritanya mudah di tebak lho, sama sekali enggak malah. Seperti judulnya, ini tentang sebuah akademi tempat para vampir bersekolah. Kalau aku bayangkan sih, mungkin kayak Hogwarts di Harry Potter, tapi sedikit nyrempet twilight. Tokohnya bukan hanya para vampir yakni kaum moroi (vampir hidup) dan strigoi (vampir mati), tapi juga dhampir (perpaduan moroi dan manusia), juga manusia. 

Moroi hidup seperti manusia kebanyakan, perlu makan, istirahat dan bukan makhluk terhebat. Tapi mereka bertahan hidup dengan meminum darah para donor, darah manusia. Mengapa ada manusia yang mau menyerahkan hidupnya sebagai makanan vampir, itu karena racun dari vampir membuat tubuh orang tersebut ketagihan dan melayang-layang, katanya bahkan lebih hebat dari pada mabuk atau pun narkoba. Moroi ada atas 12 keluarga bangsawan, yang anak pertamanya merupakan putri dan pangeran yang kelak mungkin dapat menduduki tahta ratu atau raja. Setiap moroi memiliki spesifikasi elemen yang berbeda, ada tanah, air, udara, api, dll *siap menjadi avatar*. Tapi strigoi mengincar kaum moroi dan tergiur dengan janji kehidupan abadi. Akhirnya, kaum moroi jumlahnya terus berkurang dan menjadi semakin sedikit, sedangkan strigoi yang terus meminum darahnya menjadi semakin kuat dan tak terkalahkan, bahkan umurnya ada yang hingga ribuan taun dan jumlahnya terus meningkat. Ancaman ini, akhirnya bisa di atasi oleh para dhampir yang sebelumnya teramat di anggap sebagai kaum yang hina. Namun dhampir memiliki kecepatan lari dan indra yang jauh lebih tajam dari pada manusia atau pun moroi. Sejak serangan-serangan strigoi yang semakin gencar, ratu pun menetapkan peraturan bahwa satu moroi di jaga oleh minimal satu dhampir, kecuali putri dan pangeran lebih dari satu. Tokoh utama di situ ada putri vasilisa, Rosalia, dan Dimitri. Lisa memiliki elemen roh yang sangat jarang dimiliki oleh moroi lain. Tidak seorang pun yang tahu kecuali fakta-fakta tersembunyi yang membuat Rose mengetahui semuanya hingga mampu masuk ke dalam pikirannya. Pada akhirnya, semua orang mengetahuinya ketika Lisa diculik pangeran Victor untuk menyembuhkan penyakit mematikan dalam dirinya, yang artinya harus mengambil roh dan menyerahkan kebahagiaan hidupnya kepada orang yang ditolongnya. Lisa pun menjadi semakin tertekan depresi, namun Rose sebagai pengawal yang shadow kissed mampu melihat apa yang juga di pandang Lisa dalam kepalanya. Dan mereka pun berhasil menyelamatkannya dari penculikan dan juga kegilaan yang bisa saja di alaminya, seperti St.Vladimir (pendiri sekolah) dan ___*aku lupa--'*. lengkapnya, baca sendiri yaa =D

Ceritanya menegangkan banget sampai aku nggak bisa tidur kalau belum namatin satu buku, tapi seru abiss sampai susah beralih ke buku lain karena masih terngiang-ngiang. Fantasi poll, jadi nggak salah kalau aku jadi semakin mengkhayal-khayal. Tapi ini tidak ku sarankan untuk anak di bawah umur ya.. hahaha *sok gedhe*

Besoknya, aku sudah nimang-nimang novel satunya, "Rembulan tenggelam di wajahmu". Bimbang : Baca-enggak-baca-enggak-baca. Akhirnya tak paksain baca biar bisa menghilangkan kenangan dari para vampir itu --"


Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Tere~liye) terbitan Republika.
bukunya... kurasa tidak lebih tebal dari buku vampir di atas. 
Ini buku juga berasal dari pinjaman, yakni: Aulia W.M.
Judulnya memang puitis, jadi waktu lihat covernya itu masih mikir kira-kira gimana sih isi ceritanya. Kupikir mungkin sejenis cerita melayu kayak Hafalan Shalat Delisa. eh, ternyata tebakanku meleset.

Baru baca 5 halaman pertama aja, aku langsung terenyuh. bener kata teman yang pinjam sebelumku, bikin nangis-nangis bacanya. apalagi sekarang aku yang baca-,-. Alur maju cuma di 10 halaman pertama, selanjutnya alur mundur dan kemudian maju lagi sampai kembali ke saat-saat 10 halaman pertama.

Namanya Rehan Raujana. Malam itu ia hanya terbaring tak berdaya di sebuah bangsal rumah sakit karena menderita komplikasi pada 6 tahun terakhir hingga angka 60 adalah umurnya, genap tahun itu. Sudah 6 bulan ia tak jua segera sadarkan diri, hingga akhirnya... malam itu.. sesuatu terjadi. Ketika cahaya-cahaya terang melingkupinya, dan fisiknya kembali kuat menjekkan kedua kakinya berdiri di hadapan terminal tempat masa kecilnya. Dan sesorang yang tak ia kenal berdiri di sampingnya, ia hanya berkata "percuma, kau tetap tidak akan tahu siapa aku walau ku jelaskan".

Ia kembali ke pantinya, panti tempat tinggalnya sepanjang ia mulai memahami dunia, ketika ia selalu di bentak oleh penjaga panti, dihukum, dibiarkan terlantar di luar kehujanan dan merasakan perihnya pecutan rotan. "Tahukah Ray, hari ini kita akan mengenang perjalanan hidupmu. Kesempatan untuk mendapatkan jawaban. Jawaban atas lima pertanyaan besar dalam hidupmu. Kau bertanya lima kali, aku menjawabnya lima kali. Semoga dengan demikian kau akan mengerti banyak hal..." ucap orang berwajah menyenangkan di sampingnya.

-Ray-
"pertanyaan pertama : kenapa aku menghabiskan masa kanak-kanak ditempat menyebalkan itu? Buukankah ada puluhan panti di kota itu? kenapa tidak di tempat lain?
pertanyaan kedua : Apakah hidup ini adil?
pertanyaan ketiga : kenapa langit tega sekali mangambil istriku. Kenapa takdir menyakitkan itu harus terjadi?
pertanyaan keempat : ternyata setelah sejauh ini semuanya tetap terasa kosong, hampa. Semua yang ku miliki tidak pernah memberikan kebahagiaan seperti saat masih ada istriku. Padahal aku memiliki segalanya, memiliki banyak. Mengapa?
pertanyaan kelima : Kenapa aku harus sakit berkepanjangan? kenapa takdir sakit itu mengungkungku?"

-orang berwajah menyenangkan-
"Sederhana saja. Hidup ini adalah sebuah bentuk sebab-akibat, Ray. seperti sebuah bola besar yang berisi benang-benang yang saling terhubung menggambarkan peta kehidupan ini. Tidak ada kehidupan di dunia ini yang sia-sia...
  • Mengapa panti itu? karena kau menjadi sebab bagi garis kehidupan Diar. Anak yang menjemput takdir hidup bagai saputan pelangi di langit saat kematiannya tiba, yang seribu malaikat takjim mengucapkan salam ketika menjemput di penghujung umurnya yang masih amat muda. Ketika hari terakhir hidupnya, kau juga terbaring di sampingnya karena tusukan berkali-kali pisau di sekujur tubuhmu. Ketika penjaga panti akhirnya merasa terenyuh melihat kalian berdua, bocah sekamar yang kondisinya sama-sama mengenaskan di hari yang juga bertepatan. Kau menjadi sebab bagi Diar, dan Diar menjadi sebab bagi penjaga panti. Diar orang pertama yang sadar. Dan ucapannyalah yang membuat penjaga panti tersadar dan kembali. Ia memintanya untuk menyelamatkanmu ketika kondisinya tak lebih baik darimu, dan Diar menghembuskan nafas terakhirnya. Penjaga panti pun mendapatkan hidayahnya, ia mengambil semua tabungan hajinya yang ingin kau curi untuk biaya perobatanmu. Ya, pada akhirnya semua uang itu memang untukmu, Ray
  • Ya, hidup ini adil. Kau tau, Ray? Kebakaran disengaja yang menewaskan kedua orang tuamu itu memang benar. Dan Plee adalah salah satu pelakunya. Namun tidak berarti ia jahat, Ray. Itu dilakukannya karena ia diberitahu bahwa akan ada yang membangunkan penduduk, yang ternyata sama sekali tidak ada. Mulai saat itu ia ingin menebus semuanya. Seperti yang dikatakannya, sebagai pedagang berlian ia hanya perlu menjualnya. Ia mendapatkannya dengan mencuri, namun hasilnya ia bagikan kepada yang tak berpunya. Ia juga sangat terkejut tak menyangka ketika melihat potongan koran -tentang kebakaran masa kecilmu- yang selalu kau bawa hingga saat ini, juga yang selalu menghantui hidupnya, hingga akhirnya hukum gantung menantinya. Ketika kau terkena tembak saat melakukan pencurian besar itu, ia yang menyelamatkanmu dan menyerakhan dirinya ke polisi. Plee  menepati apa yang di sumpahkannya sebelum eksekusi, ia berkata ia bekerja sendirian. Dan kau selamat, Ray. Saat itulah jalan kembali untuk plee terbuka. Dan kau menjadi sebab untuk Plee.
  • Ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah dari sisi yang meninggalkan, bukan dari yang di tinggalkan. Kau menjadi sebab bagi istrimu, Ray. Agamanya memang tak bagus, namun ia memahami sebuah kalimat indah saat pernikahan kalian -Istri yang meninggal dan suaminya ridha padanya, maka pintu-pintu surga dibukakan lebar-lebar baginya. Hanya itu yang dipahami istrimu, Ia ingin kau ridha atas segala perlakuannya. Amat sederhana. Dan ketika harinya datang, seribu malaikan bertasbih turun mengungkung kota. Malaikat yang satu sayapnya saja mampu menutupi seluruh cahaya rembulan dan bintang-gemintang. Istrimu menjemput penghujung yang baik, Ray. Dan sebuah rahasia kecil istrimu yang perlu kau tau, istrimu adalah bayi yang dikandung oleh istri dari partner plee ketika kebakaran itu. Ia mengetahuinya, hanya tidak ingin memberi tahumu.
  • Karena kau terlalu cinta dunia, Ray. orang yang terlalu cinta dunia tidak akan pernah merasa puas dengan semua perolehannya. Sedangkan orang-orang bijak akan berhasil menghaluskan hatinya secemerlang mungkin, membuat hatinya bagai cermin. Maka ia bisa memantulkan ke bahagiaan orang lain ke dalam dirinya bahkan bisa merasakan kebahagiaan melebihi orang terkaya sekalipun. Bisnismu semakin menggurita diselamatkan oleh Koh Cheu, merelakan semuanya hingga harta kekayaannya tak bersisa lagi. Dan kau tahu, Ray? dia melakukannya untuk menebus masa lalunya yang menyakitkan. Istrinya menemukan potongan koran milikmu, dan mereka semakin kaget saat mengetahui istrimu hadir pada hari di eksekusinya Plee sebagai satu-satunya kerabatnya. Ia lah dalang dari kebakaran yang di sengaja itu.
  • Dan yang terakhir. Lihatlah gadis itu, namanya Rinai. Umurnya enam tahun. Ingat hari ketika Vin meninggal? kau hampir bertabrakan dengan mobil lain karena kau membanting setir. Malam itu kau menyumpahi mengapa berkali-kali kau hampir saja melewati bangunan panti terkutuk ini. TAHUKAHH KAU! malam itu kau merenggut janji kehidupan anak kecil ini. KAU SUNGGUH MERAMPASNYA. Mobil itu menghantam jeruji besi yang menyeruak dari tepi jalan.. Sementara kau sudah melesat pergi, tidak peduli. Kenapa gadis kecil itu harus selamat. membuat gadis kecil ituharus menjalani masa kanak-kanaknya dengan sesak bertanya dimana ayah-ibunya. Membuat kota ini selalu terbungkus hujan setiap kali ia menangis.
Ray tersungkur bagai sehelai kapas di jalanan basah. Ya Tuhan, dia tidak pernah tahu itu. Dia Tidak tahu...

Orang disampingnya berkata kembali "sesuai janjiku, aku akan memberitahu kenapa kau sampai mendapatkan kesempatan perjalanan mengenang masa lalu. Kenapa kau berhak mendapatkannya? Itu semua karena rembulan. Setiap kali kau memandangnya, kau selalu berterima kasih kepada Tuhan. Kau memiliki cara berinteraksi yang luar biasa dengan kuasa langit, Ray... Selamat tinggal Ray. Kau akan punya waktu lima hari untuk memperbaiki segalanya. Kau akan kembali sehat.Menyiapkan bekal perjalanan jauh. Aku sudah menjawab seluruh pertanyaanmu. Lima pertanyaan, lima jawaban. Kembalilah"

Huaa.. selesai. Novel ini memberi dapak yangg luar biasa setelah aku membacanya. KALIAN HARUS MEMBACANYA! =D

Merah (Agnes Jessica) ada seri pelangi.
tidak seberapa tebal, mungkin 2 atau 2.5 cm.an
Setelah mengembalikan Vampire Academy, aku meminjam buku ini sama The Necromencer.
Agak kaget waktu baca ini.
Aku tahu kalau rata-rata tulisan Agnes Jessica biasanya kental sama ajaran-ajaran kristen. Uhh, Tapi tidak sekental ini. hehe.. Dulu aku pernah baca alkitab, hampir khatam malah. Itu selama kelas 8 SMP, waktu Vabella teman sebangku yang memang beragama katolik. Dan buku ini hampir full selalu disisipkan ayat-ayat alkitab. Tapi kali ini, aku sama sekali tidak mau baca ayat-ayat itu. Alhasil, setiap ada paragraf yang di cetak italic langsung tak loncati tanpa perlu ngecek. Meskipun nggak semua yang italic itu ayat-ayat al-kitab. Ceritanya nggak nakutin, tapi aku bacanya tidak tenang. Sungguh, rasanya aku takut waktu baca jadi melenceng. Karena Allah (islam) dan Allah (katolik) tulisannya Indonesianya sama. Oh sudahlah~

Ngomong-ngomong, gara-gara baca Merah ini, aku jadi tahu banyak hal tentang agama katolik. Yah, dari dulu sih sebenernya sudah tahu hal-hal itu, hanya saja ada beberapa yang lebih di detailkan di sini. Dulu waktu aku nanya teman sebangkuku jawabannya tidak selalu memuaskan, karna pasti agak risih kalo cerita sama yang beda kepercayaan. Terkadang aku pikir... Lucu aja. Coba aja kalian baca buku-buku yang berkepercayaan lain. Disini dianggap benar, dan yang kita anggap benar itu di anggap karena kita belum mengetahui. Sama kayak sebaliknya. Eitss, aku juga tidak menyarankan untuk baca buku seperti ini ya kalo kalian nggak kuat. Kuat kan Iman kalian teman-temann :)) hahaha.

Khusus kisahnya aku malas ngetik nih. Sudah capek. Tapi aku kurang suka dengan bahasanya buku yang satu ini. Sama tokohnya juga, aku benci aja baca tokoh yang udah ngerokok, minum-minum, atau pun jadi brandalan untuk alasan apapun, tapi ending bahagianya untuk dia-,- oh, sudahlah. Kan terserah penulisnya ya.. haha ^^V

Sabtu, 26 Mei 2012

Catatan Ukhuwah Bidadari


Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, engkau senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana
Engkau selalu siap siaga membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu

Saat diri ini futur, dering smsmu di sepertiga malam menjadi obat penentram jiwa..
Saat salah satu hati benar2 membeku, kata ‘Assalamualaikum’ menjadi penyejuk hati, itu katamu..
Saat suatu masalah memuncak, saling diam ternyata membawa muhasabah diri..
Karena saling diam tidak selamanya menunjukkan kebencian..

Dan jika ingin menangis, menangislah..
Menangis adalah ungkapan jiwa dari hati yg sekarat..
Menangis tidak selamanya bahwa kita cengeng dan lemah
Menangis adalah adalah salah satu terapi mujarab bahwa kita masih punya hati..

Ukhtifillah..
Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama
Namun, persaudaraan yang kita jalin, sungguh melebihi dari persaudaraan kandung…
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan karena melihat pintar atau bodohnya aku
Bukan karena melihat cantik dan jeleknya diriku
bukan karena melihat kaya atau miskinnya keluargaku..
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya karena satu alasan….
Yaa… Fillah..karena Allah…
Dalam jalinan ukhuwah seiman dan seakidah..

Ukhtifillah…
Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segudang masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah masamku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan:
“ukhti, senyum dulu dong…”
Walaupun bibir ini teramat sulit untuk tersenyum di saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia karena engkau senantiasa menghiburku..

Ukhtifillah…
Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasehatiku jika berbuat kesalahan
Pun janganlah engkau marah jika aku menasehatimu
Semua kita lakukan demi perbaikan diri

Untuk menjadi muslimah yang benar2 kaffah dan tertarbiyah
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…

Ukhtifillah…
Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…bertahta diatas berlian..
Karena sungguh..ku mencintaimu karena alloh….

Ukhti, Masih ingatkah sabda Rasulullah: " Pada hari kiamat kelak akan ada suatu kaum yg wajahnya bersinar bagai purnama. Dia bertahta diatas mimbar-mimbar bertabur berlian yg gemerlap. Orang2pun iri padanya. Padahal dia bukan Nabi dan bukan pula orang yg mati syahid..".

Seorang sahabat bertanya," siapakah orang itu ya Rasulullah..?"
Rasulullah menjawab," Yaitu orang2 yang sewaktu didunia saling mencintai karena Allah. Mereka terdiri dari beragam suku dan bangsa. Mereka bertemu karenaNYA dan berpisah juga karenaNYA ( HR.Tabrani dan dishahihkan oleh Muslim )

Semoga qt senantiasa saling melengkapi dan berlomba berlari mengejar keridhoanNya bersama.. :))

from : mbak Nuzulida Alfisyahr

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters