Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Selasa, 05 November 2013

Berlian di tengah berbatuan

Lihat!
Apakah benar itu sebuah berlian?
Ataukah justru hanya sebuah halusinasi yang berkedok dalam rupa berlian?
Bisa jadi. Mungkin itu tak lain hanyalah secuil kaca yang terterpa sinar matahari.
Benda indah yang akan segera saja melukai tanganmu tatkala kau merengkuhnya.

Yah, semuanya memang mungkin.
Selagi bebatuan tajam nan hitam itu masihlah menjadi lingkungannya
Itu akan tampak seperti sebuah berlian yang elok nan berkilauan.

Mungkin juga tidak...

Iya, Mulanya memang iya.

Oh, setidaknya itu dulu pernah menjadi berlian.
Inilah akibat alam yang tak terjaga ke orisinalannya.

Tapi.. Aku tau, pasti ada sekeping kemurnian didalamnya.
Ia hanya terkubur terlalu dalam tanpa ada yang memperdulikan.

Bolehkah ku menyapanya?

Hai. Apa kabar berlian cantikku?
Masihkah kau setangguh intan seperti yang selalu ku tahu?
Masihkah kau setegar baja yang mampu menjadi tameng lingkunganmu?
Masihkah kau seanggun bunga-bunga ditaman seperti yang di ajarkan oleh penciptamu?

Masihkah? Masihkah?

Semoga kamu kuat berlian sayangku.
Kamu mungkin terhimpit di antara bebatuan yang kasar itu,
Tapi aku yakin kamu akan bisa memurnikan kembali semuanya.

Keep Istiqomah ya berlian cantik.
Aku tunggu ketika kamu sudah kembali cantik, berkilau indah, murni berasal darimu.


1:39 a.m
05 November 2013
Di tepi tempat tidur ditemani tugas bahan dan piranti
Juga galauan teman di FB dan twitter
*eh, gk taunya aku juga
*sekali lagi ini gara2 kamus baru yg penuh cowok

Jumat, 04 Oktober 2013

Gadis Jalanan berselubung malam

Tentang pulang malam, nggak tidur semalam suntuk untuk ngerjakan tugas, ataupun tentang ospek... Sebenarnya ini bukan dunia baru buatku. Hanya saja, mendadak kini intensitasnya meningkat hingga melebihi 50 persen dalam seminggu.

Beberapa bulan lalu, seragam abu-abu masihlah menjadi kebanggaanku. Pulang maghrib masih aja menjadi kebiasaanku. Keluyuran tak tentu arah, kesasar karena tak pernah hafal jalan masih saja menjadi rutinitasku. Tapi sekarang bukan sekedar mashrib. Nyaris setiap hari aku pulang jam 9 malam bahkan lebih. Tidur jam 12, jam set2, atau bahkan begadang semalam suntuk. Hari minggu adalah yang terberat untuk mengunci diri di rumah.

Kenapa? Ini semua nggak lebih dikarenakan oleh tugas-tugas yang bejibun.
Juga tekanan untuk bisa kompak dan kenal dengan teman seangkatan sebagai syarat lulus pengkaderan.

Tak kenal lagi dengan novel, komik, bahkan sekedar buku bacaan.
Tak kenal nongkrong, jalan-jalan ataupun bersantai ria.

Yaa.. Ini memang masih masa transisi sebelum semuanya terasa normal dan biasa.

Tentang teman cowok... Sebenarnya ini juga bukan hal baru buatku.
Mungkin anak yang baru melihatku untuk pertama kali sering mamandangku dengan berbeda. Karena penampilanku atau tentang sikapku yang sering mencoba jaga jarak dengan lawan jenis. Padahal itu hanya sebatas ideologi yang harus kupatuhi dan kujaga kuat-kuat demi menjaga keoriginalan diri. (wkwkwk.. ). Bukan berarti aku anak yg tertup dan berniat menutup diri.

Aku sempat dibuat ketawa karena ada anak cowok yang nyeletuk, Jangan terlalu anti sama cowok, nanti kamu jadi kuper. Jangan terlalu fanatik deh kayak kata dosen tadi.
Hahaha.. dia belum tau siapa aku =))

Tapi sepertinya aku terlalu PD untuk bisa konsisten dan menjalani semuanya dengan mudah.
Sekali lagi, ini bukan jaman SMA yang teman-temannya lebih polos dan mudah dibuat mengerti.

Kondisiku saat ini: Satu kelas terdiri atas 27 anak yang mana 3 diantaranya adalah kami (wina, brenda, fito), para gadis tersesat. Can you feel how confuse I'm when I knew it?

Jujur saja, dulu aku prefer berteman dengan akhwat karena ada ideologi yang sama tersebut. Jangan salah, aku juga akrab kalau sama cowok, dalam tanda kutip. Jadi setelah menjalani beberapa hari dikampus aku langsung bisa mengondisikan diriku. yaa.. kupikir All is well.

Salaman? say no. Tos? eits, tak lesi. Salim? wait, I really doubt to say yes.

Perlahan, anggapan awal sudah hilang. Tapi tak kusangka mereka menanggapinya menjadi sebuah arti yang dibaca "biasa" atau "sama saja". As you know, ada kalanya semua yang terjadi di luar kendali kita.

Minggu, 22 September 2013

Out of cave

SMA sama kuliah itu bener-bener jauh berbeda ya. Over all, emang bedaaa banget.

Kalau orang bilang masa SMA itu tidak terlupakan dan pasti kangen banget itu memang bener pol. Kukira dulu, memangnya apa yang bakal di kangenin dari masa SMA yang dihantui ulangan dan remidi. Kenapa juga mesti kangen sama pelajaran dan PR yang padet banget. Ternyata bukan itu yang di kangenin. Dulu kita bisa jalan-jalan, bersenda gurau dan bersantai-santai sama teman, sekarang sudah nggak bisa lagi. Dulu kalau yang nama pelajaran kosong, murid mesti senang. kalau ada hari libur, murid senang, guru pun tenang. Kita nggak masuk karena sakit ya cukup surat dari orang tua, itu dulu. Kita terlambat,  paling-paling disuruh keliling lapangan minimal 3 putaran. Belum lagi guru yang datang sendiri nggak usah repot-repot nelpon atau njemput di kantor.

Aku ceritain sedikit ya perjalananku melalui masa-masa transisi yang cukup berat, dari masa SMA naik ke jenjang perKULIAHan di kampus.

************************

Unas SMA 2013, nilai rata-rataku 8.55 atau totalnya 51.30
Ini karena biologiku yang 7 sih. Aku emang lemah banget sama yang namanya hafalan.
Nggak sesuai target sih, tapi toh ini cuma nilai dan nggak dipakai untuk milih kampus. Unas jujur itu nggak sulit, karena soal-soalnya sebenernya sudah familiar banget sama soal-soal latihan kita.

SNMPTN atau biasa kita sebut sebagai jalur undangan, aku memilih Arsitektur-ITS. Hanya satu, dan harapanku juga hanya satu. Tapi naasnya, diantara ke 16 temanku yang memilih arsitektur, tak satupun yang diterima di ITS. 

Selanjutnya, di SBMPTN aku lagi-lagi meletakkan arsitektur di pilihan pertama. bedanya, disini aku memilih PWK dan TL sebagai cadangannya. Sekali lagi pula aku di kecewakan karena tidak lolos ujian.

Sedih? entahlah. perasaan biasa aja.

Tiba-tiba tercetuslah ide dari ortu untuk daftar pens. Lucunya, aku maksa banget masuk elektro industri. Padahal udah diwanti wanti, itu mirip teknik mesin. Jurusan laki-laki. Tapi keputusanku sudah bulat, kalo nggak elin, aku nggak mau masuk pens.

Dan,,, taraaaa!
Aku keterima sebagai cadangan nomer 10 mbakbro, masbro. Amazing banget kaan? O_O

Disini aku baru merasa ketir-ketir takut kebuang. Aku pun mempersiapkan diri untuk darftar D3 ITS. Ternyata Allah berkata lain. Diantara semua jurusan, anak cadangan itu banyak kebuangnya kecuali D4 Elektro Industri yang di ambil 12 orang dari cadangan. Huaaaa ^^/

Ya! disinilah aku hari ini dan berharap hingga empat tahun kedepan.

TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2013/2014




Ini sedikit gambaran waktu OMB (Orientasi Mahasiswa Baru)
Aku gugus 6 kelompok 4, tepatnya ada di dua banjar paling kiri dan pualing belakang.




Lihat? kita sekelas, dari 28 anak perempuannya hanya 3 loooh. Aku, Brenda, sama Fito =3
Awalnya aneh, tapi lama-lama sudah biasa sih.
Aku cuma khawatir nggak bisa jaga hijab. Sudah kuusahakan, tapi karena perbedaan pemahaman dan tradisi, agak susah juga. Heheheh...

This is it.. My new family.
Satu D4 Elin - A



Ntar kapan-kapan aku ceritakan lagi deh gimana serunya kelas ini. Yang pasti pelajaran favoritku tapi lumayan bikin njlimet itu BENGKEL ELEKTRO MEKANIK. koyok bengkel asli, kita ngelas, nggrenda, motong plat, ngelipat plat. We O We buanget!!! =))

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters