Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Sabtu, 08 Oktober 2011

Teens Club Proudly Present


LDK-TC
"Latihan Dasar Kepemimpinan Teens Club"


caranya, ketik : LDKTC [spasi] NAMA
kirim ke Izzah : 083857274045


Jangan lupa, kosongkan agenda anda pada tanggal 15 dan 16 oktober 2011

---- jam 8.00~selesai, di Akademi kebidanan unair, seberang FK-----

Andai Berkah yang mereka cari


(waktu lagi searching, tiba2 nemu artikel ini. miris sekali negeriku ini)

Aku sedang membaca buku ketika sebuah sms masuk ke handphoneku. Lihat **tv, sekarang! begitu isi sms yang ternyata dikirim oleh salah satu sahabatku di Surabaya. Penasaran, segera kuhidupkan televisi dan memilih saluran yang ia sebutkan. Astaghfirullloh! Ucapku beberapa detik kemudian.
Bukan satu atau dua kali, tapi berkali-kali. Setidaknya dua kali dalam seminggu, setiap Sabtu dan Minggu, stasiun tv ini menayangkan berita semacam ini. Kecurangan para pelaku usaha ( bahan ) makanan dan minuman semakin sering terjadi, membuat miris di hati.
Rekondisi. Selama ini aku mengenal istilah ini hanya untuk barang-barang elektronik, selain itu tak ada lagi. Tapi hasil investigasi reporter yang kusaksikan di televisi sore itu mengungkap fakta bahwa rekondisi bukan saja untuk barang-barang elektronik, tapi juga pada makanan. Daging rekondisi, begitu istilahnya. Astaghfirulloh!
Andai berkah yang dicari, tak mungkin orang melakukan perniagaan dengan cara-cara keji semacam ini. Menjual makanan berbahan dasar ‘sampah’, makanan yang sudah tidak layak konsumsi seperti yang terjadi pada daging rekondisi, hingga bangkai hewan seperti ayam dan berbagai produk olahannya yang ternyata berasal dari (bangkai )ayam tiren ( mati kemarin ). Astaghfirulloh!
Bukan berkah yang diutamakan, tetapi jumlah. Menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan yang besar, prinsip ekonomi yang tak bernurani. Sesungguhnya mereka tiada menipu selain diri sendiri. Bukan keuntungan yang sebenarnya mereka dapatkan tapi kerugian yang - sangat-sangat – besar. Mereka mungkin tak melihat sekarang, tapi di akhirat kelak mereka tak mungkin menutup mata. Segala kecurangan yang merugikan orang lain akan berbalik kepadanya, tanpa ia sangka sebelumnya di dunia. Nauzubillah!
Andai berkah yang dicari, tak mungkin mereka – para pelaku usaha makanan dan minuman - tega mencampurkan bahan-bahan berbahaya seperti formalin, borax dan zat pewarna pakaian pada produk-produk yang mereka hasilkan. Tak mungkin berani me reka-reka sampah, ( bahan ) makanan yang sudah tidak layak konsumsi menjadi produk baru tanpa sedikitpun merasa perlu bertanggungjawab terhadap segala resiko yang akan dialami konsumennya.
Selama ini, selalu faktor ekonomi yang dijadikan alasan pembenaran atas apa yang mereka lakukan. Sulitnya mencari pekerjaan seolah-olah menjadi dasar halalnya tindakan penipuan. Menghalalkan segala cara demi mengejar sesuatu yang menurut mereka tinggi dan mulia. Padahal, sesuatu menjadi mulia itu tak bisa lepas dari niat dan tata cara mengusahakannya.
Andai berkah yang mereka cari, tak perlu kita khawatir apa yang kita beli dan konsumsi adalah makanan dan minuman berbahan dasar ‘sampah’, berpengawet dan pewarna kimia yang berbahaya. Andai berkah yang mereka cari, tentu tak selalu menjadikan jumlah sebagai yang utama. Andai berkah yang mereka cari, tentu tak akan mereka berlaku keji semacam ini, menjual sesuatu yang tak lagi layak konsumsi, seperti daging rekondisi. Astaghfirulloh!

Jumat, 30 September 2011

LDKS Tahap 2 masa bakti 2011-2012

Huaa.. sudah seminggu yang lalu kita semua balik dari lokasi LDKS yang ada di Claket-Pacet, Mojokerto. Tapi semua kejadian disana masih terngiang-ngiang jelas dalam pikiranku. Jadi kangen kepingin ngulang lagi =)

Pagi itu aku brangkat sekolah dengan sangat terburu-buru, karena disibukkan oleh banyaknya check list barang bawaan. Alhasil, aku sampai di sekolah terlambat. tapi untunglah pagi itu ada kerja bakti, jadi kedatanganku nggak kentara.

Sepulang sekolah, selagi yang cowok sholat jum'at, kita yang putri harus kumpul di bangsal (read: aula) karena ada keputrian giliran kelas XI. Semua barang sama tas-tas ransel anak-anak juga sudah pada berserakan di depan aula, dijadikan satu. Kakaknya bilang, jam satu, kita hasrus sudah kumpul di aula semua tanpa terkecuali. Tapi pada akhirnya, kami pun berangkat jam setengah2.

Keberangkatan awal masih penuh dengan canda tawa. Aku (ungu) beserta kelompok biru dan kuning naik di garnisun yang sama dengan nomor T-30. bahkan di tengah jalan, anak-anak dengan berani mengeluarkan benda-benda yang seharusnya dilarang untuk dibawa. Salah duanya adalah HP dan kartu remi (main trik sulap kecil). Nggak ada yang menduga kalau seorang MPK dan 2 Osis yang ada disitu dan hanya tersenyum melihat kita ternyata justru jadi kunci malapetaka.

Hari pertama: Full sama materi sampai jam 10 malam. nggak terkira betapa ngantuknya kita, yang pada akhirnya menjadi satu lagi titik hitam dalam list kakak2 senior.

Besoknya... BRRrrrr.. dingin polll. kita semua di suruh keluar tanpa ada yang menggunakan jaket. Setelah pemanasan yang lebih mirip joget kayak cacing kepanasan karena saking dinginnya (biar hangat), kita lari entah berapa putaran. Setelah itu ada PBB, dan lagi-lagi ada saja kesalahan yang kami lakukan.




Setelah itu sholat subuh dan bersih diri. Lagi-lagi materi sampai dhuhur. (lagi-lagi kita dimarahi habis-habisan sama kakak-kakaknya gara-gara ngantuk dan ada yang ketiduran pas lagi materi -,-)


Tapi disini ada beberapa materi asyik, khususnya yang di peggang sama guru olah raga. Ada yang kita di suruh tidur 10 menit (sukses besar, sampai ada yang ngorok juga lho), ada juga yang pijet-pijetan. asiiik beuth. Kata gurunya sih biar nggak stress, dan kita jadi lebih rileks.



Sampai akhirnya, kita baru boleh tidur waktu jam 12 malem dan di wanti-wanti agar bangun jam 1 dini hari. Sebelum berangkat tidur, kita wajib pakai jaket, kaos tangan, bawa pluit, senter, kaos kaki, dan segala tetek bengeknya. Akhirnya.. kita bisa sedikit beristirahat. =)

"BANGUN DEEEKK!!!!" teriak salah satu kakak osis. tanpa komando ulang, semua langsung kocar-kacir untuk baris menurut kelompok.  Ternyata kita ada api unggun lhooo.. tapi, semua di suruh nutup mata dan gandengan tangan. Sampai kemudian per dua anak dipanggil namanya (cowok-cewek) untuk angkat tangan setinggi mungkin. Aku dapet sama nizar. kita langsung di bisikin dan dibimbing salah satu kakak osis untuk keluar dari lingkaran dan melepas ikatan kepala.

Di pikiranku.. "kok kayaknya serem gini?" kita masuk ke hutan dengan mengikuti jalur yang ada obleknya, dan setiap nemui panitia mengucap kata kunci -hitam putih- . Semua kakaknya kan pakai jaket yang rata-rata ada ponconya. Ada yang tidur di tengah jalan, di semak-semak, jadi patung. Tapi sayangnya karena itu bumi perkemahan, agak kurang seru. tanahnya ada beberapa yang ada pavingnya, ada kandang kambing lah, tangganya rapi pula. bukan tanah becek. kecuali satu bukit yang agak curam untuk kita daki.


Disini, aku kehilangan slayer warna kelompokku. Ungu. untung bukan slayer ijo kesatuan kita. :))

Paginya, kita di bersih diri. Nggak boleh mandi, dan waib mengenakan atasan seragam LDKS dan bawahan training olah raga sekolah. kita semua di beri pengarahan sebentar oleh bapak-bapak yang akan melatih kita. Setelah itu, kami pun kumpul di lapangan untuk berbaris dan mendengar perintah dari kakak osis.


Setiap kelompok di beri satu pak plastik untuk di isi air. Air boleh dari mana saja, yang penting banyak-banyak'an. Dan yang terbanyak akan berangkat outbound duluan.



Tim ungu berangkat sebagai pasukan ke dua bersama tim F, entah warna apa mereka. Kami pun mulai menyusuri jalanan yang semakin lama semakin menanak dan melelahkan. Tapi semua sirna ketika kami dengan suara membahana menyanyikan lagu naik-naik kepuncak gunung versi bilingual ala pak Irawan. Hahahaha..

begini liriknya.....

"naik munggah kepuncak pucuk, tinggi duwur sekali.... nemen..
naik munggahh kepuncak pucuk, tinggi duwur sekali... nemen.

Kiri kiwo kulihat ndelok, banyak akeh  pohon-pohonan... wit wit
kiri kiwo kulihat ndelok, banyak akeh pohonan... wit wit."



ini kelompok D waktu balapan holahop


Kelompok D menanti wktu giliran game karena crash sama tim lain.

Ada game holahop, jaring laba-laba, titian tali, flying fox, dll. begitu sampai, kita semua sampai lagi di area kemah kita, kita semua istirahat dan heboh sama cerita-cerita, sambil menggeje ria. =D ternyata, ada satu jebakan buat kita. kita dibagi menadi dua kelompok dengan BDE adi satu tim dan ACF adi satu tim. masing-masing harus melindungi oblek yang nyala dari lemparan air.

Oh noooo!!! senjata makan tuan. Air yang kita kumpulkan tadi, ternyata sudah di ambil alih oleh kakak-kakak osis yang bersembunyi di atas bukit dan balik pohon. Perang air pun teradi dengan hebohnya.

Aaaa, akhirnya HAPPY ENDING :))


Ini beberapa guru pembina osis dari sekbid I - sekbid X. Juga beberapa pendamping lain


Kakak-kakak panitia dari OSIS, MPK, Tim MEL, beserta KETUA EKSKUL.


Para calon regenerasi.


VIVA SMADA!! 

semoga tahun pemerintahan kita selanjutnya bisa lebih baik dari pada tahun ini dan sebelumnya..

VIVA SMADA! VIVA SMADA!

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters