Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Senin, 06 Februari 2012

Karena Kami Sepadan ( ' 3')


SEPADAN bisa diartikan sebagai setara alias memiliki tingkatan yang sama. Itu lah yang kami rasakan disini untuk tidak di anak tiri-kan. Kami semua hanyalah anak-anak istimewa yang memiliki jalan dan pemikiran sedikit lebih unik dari kebanyakan. 

Jika OASIS (ia1), SEATTLE (ia3), EUFORIA (1a4), FAMILY (ia5), JURASSIC PARK (ia6), ESSENCE (ia7), SPARTAN (ia8), dan dua kelas is (Ilmu Sosial) memiliki nama-nama keren untuk sebutan kelas mereka, kami juga sempat berdebat keras untuk memilih nama yang sesuai. Akhirnya, jadilah SEPADAN dengan kepanjangan Sebelas IPA Dua Teladan yang jika dipanjangkan lagi menjadi -Sebelas IPA Dua Telah Melewati Dua Bulan- (-,-)". Ada sedikit rahasia yang di sensor disini --'

Anak IPS meneriakkan "VIVALA SOCIALE"
Anak IPA menyorakkan "VIVALA SCIENCE"
Dan saat bersatu kami semua membahanakan "VIVA SMADA" tiga kali.
Tapi... Sepadan Menggemparkan dunia dengan "VIVA EL GRACIAS" nya.

Mulanya, aku juga merasa kurang senang dengan keberadaan kami yang disatukan. Benar-benar tidak cocok dengan pergaulan dan lingkunganku yang biasa. Hampir setiap hari kejengkelanku tak berujung karena onar mereka yang sering kelewatan. Hingga pada hari itu, tanggal 16 Agustus 2011. Aku sudah kehabisan kesabaran, mereka tak satupun peduli dengan apa yang akan kami tampilkan kelak pada perayaan hari pahlawan. Dengan usul seadanya dan debat yang hampir tidak berujung, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil alih semuanya. Dari masukan dan rangkaian kata-kata yang ku tangkap, aku pun mencari teks perjuangan bung tomo saat mengusir penjajah di Surabaya lengkap dengan lirik lagu "gebyar-gebyar". Di hari H, aku masih sibuk nggunting ini itu dan membagi tugas dengan "Sepadan". Akhirnya, aku lah yang maju di hadapan khalayak beserta dua anak cowok yang salah satunya harus kulatih dengan sedikit paksaan demi kelancaran pembacaan orasi kami. Dan tak disangka-sangka, Sepadan di akui dan dinyatakan sebagai juara satu penampilan tk. kelas sebelas ^-^.

Di kelas ini juga, aku banyak mendapatkan pelajaran baru. Waktu kelas sepuluh, aku sangat hati-hati saat berkumpul dengan anak-anak cowok karena aku tahu hukum ikhtilat dan akibat dari pengalaman saat SMP yang tidak mengenakkan. Tapi di Sepadan aku tidak bisa lagi mengandalkan siapa pun, hingga membuat diriku berinisiatif dan berharap bisa jadi penerang bagi kelasku. Itu memang harapan yang kupikir sangat impossible dan mungkin terlampau sombong. Setelah dilanda kegundahan dan galau berkepanjangan, aku tetap nggak tahu apa yang harus ku perbuat untuk itu semua. Sekarang... Ini agak mengejutkan buat diriku waktu menyadari kalau di Sepadanlah aku bisa berteman dengan semua tipe orang. Bahkan sering kali aku jadi korban bullying dan guyonan anak-anak cowok. Sebenernya aku dalam hati ketir-ketir sendiri takut kelewat batas, takut melanggar hijab, dan takut-takut yang lain. Tapi apalah daya diri yang lemah ini masih berharap bisa merangkul mereka dalah dekapan ukhuwah sehingga tak ada pilihan kecuali aku bisa dekat dengan mereka :') 

Setengah tahun sudah berlalu, aku cukup terlatih dengan kesabaranku disini. Disini aku merasa naif atau entahlah, karena selalu tersenyum dan tak pernah marah pada mereka. Tapi di rumah, kenapa aku nggak bisa seperti itu sewaktu adikku membuat sedikit onar, khususnya dengan rak buku-ku?. Aku teringat masa-masa aku begitu ngebosi di SD, mengatur dan memastikan semuanya dibawah kendaliku. Tapi menghadapi Sepadan membuatku sayang dan mengerti, mereka semua hanyalah anak-anak yang kebanyakan karena kurang kasih sayang, kurang pengertian, dan sebenarnya mereka semua itu tertekan dengan kondisi saat ini.

Saat salah satu SPARTAN bertandang mengunjungiku, ia mendapatiku mengenakan headphone yang bukan kebiasaanku. Ia pun menegurku, "Tumben?" sambil menunjuk kepalaku. Aku hanya tertawa menanggapinya. Karena sebenarnya aku hanya tetap nggak tahan dengan sound sistem kelas yang memutar lagu ajeb-ajeb, komplit sama anak-anak di kursi belakang yang main poker dan teriakan misuh-misuhnya yang sahut-sahutan.   Tapi detik demi detik yang bergulir membuatku sedikit memahami mereka. Kadang-kadang aku jadi tersenyum sedih saat melihat raut yang biasanya tak nampak, ekspresi frustasi waktu ada yang mengeluh karena tidak memahami fisika sedikitpun, atau curcol yang terlontar tiba2. 

Hari ini, aku duduk bertiga sebangku. Biasanya, aku nggak pernah mau duduk selain dimeja paling depan dengan alasan nggak konsen. Saat itu, di deret terdepan yang duduk adalah 2 anak cowok, dan aku di deret kedua. Sesekali mereka bercanda dan mengajak kami (me n my deskmate) bicara ataupun tanya-tanya. Tiba-tiba si mr.G berkata, "Ternyata aku baru nyadar kalau selama ini salah pergaulan". aku pun tertawa, "Nyadar??" guyonku merasa lucu dengan ucapannya. si mr.A yang disebelahnya juga nanggapi dengan pengakuan yang sama. Tapi setelah itu sebelahnya menyahuti "Mendinglah aku jadi brrrmm brmm (read: trek2an n balapan liar) ketimbang dadi freak". Astaghfirullah... Akhirnya akupun melanjutkan pengerjaan fisika-ku karena pandangan sang ibunda guru telah mengarah pada kami. Belum ada 5 menit, si mr.G terlihat sangat frustasi sambil menjambak2 rambutnya. "Gae opo seh iki? mbare'an yo gak kanggo ae lho engkok!".  Beberapa obrolan bisik2 pun mengalir. Yang aku ingat adalah saat aku bertanya ke ms.R "Terus, apa cita-cita mu? mimpimu?". Dia hanya tertawa2 dan mencandainya ingin jadi orang kaya, "eh, tapi gampang nek iku. Garek golek bojo sing sugih!"... hmmm, aku tercenung untuk kesekian kalinya. Aku percaya, setiap pengorbanan itu nggak ada yang sia-sia, begitu pula dengan ini. Yah, memang sudah bukan hal aneh saat mendengar beberapa anak berkata seperti itu. Begitulah Sepadan. 

Berjuta lamunan sudah terlewati buatku. "Begitu banyak kesamaan di antara mereka semua. Pantaslah kami di satukan, berlawanan 180 derajat dengan SPARTAN yang keseluruhan juga setipe. Sekarang, apa berarti aku juga sama? berarti aku juga mengasihani diriku? Apa sebenarnya ada tujuan lain dengan memasukkanku kesana?" hmph -,- Ada dua orang lagi yang semodel sama aku. Mereka study oriented, hobi baca dan nggak suka ngobus di tengah pelajaran, juga pusat guyonan dan keganjenan >_< Zzz..

Logo Sepadan itu sangatlah berarti jika saja kami semua mampu memahami dan menyerap arti yang tersirat di dalamnya. Selogannya "hart arbeiten, um erfolg zu erzielen" yang berarti "bekerja keras untuk mencapai keberhasilan". Mungkin terlalu banyak kekecewaan yang mereka dapat sehingga tak mampu mempercayai lagi kata2, motivasi, maupun sugesti.
Kata sebangku-ku, " Hidup tidaklah semudah perkataan Mario Teguh"

Padahal buatku, nomer satu adalah Niat dan kemauan, nomer dua adalah percaya dan yakin.

Rabu, 25 Januari 2012

Saat Hati Komplikasi

Suatu hari,ada seseorang berkisah. “Untuk pertama kalinya saya pergi ke sebuah klinik untuk melakukan check-up kesehatan rohani. Ternyata, saya menderita beberapa penyakit.

Berikut ini hasil dari checkup-nya :

- Ketika tekanan darah saya diukur, hasilnya ternyata saya memiliki kelembutan hati yang rendah.
- Ketika suhu tubuh saya diukur, termometernya menunjukkan derajat kegelisahan hampir mencapai 40 celsius.
- Ketika jantung saya diperiksa, ternyata saluran arterinya tersumbat oleh berbagai kekecewaan, kesedihan, kesepian, kemarahan, dan dendam.

- Saya pun diberitahu bahwa tulang-tulang saya banyak yang retak karena tersandung oleh rasa cemburu dan iri. Pantas saja, saya tidak dapat berjalan di sisi saudara-saudara saya dengan nyaman dan sayapun tidak bisa merangkul sahabat-sahabat saya.
- Ketika saya memeriksakan mata saya yang mulai terganggu, diketahui penyebabnya adalah karena saya hanya melihat kekurangan-kekurangan orang di sekitar saya, sehingga kemampuan mata saya untuk melihat hal-hal yang lebih indah dan baik mulai tertutup.
- Ketika saya mengeluh mengenai pendengaran saya yang mulai berkurang, terapis di sana menyarankan saya untuk mulai latihan mendengar suara Tuhan dan sesama manusia, setiap hari, agar pendengaran saya lebih sensitif.

Stelah menjalani semua pemeriksaan itu, saya mendapatkan konsultasi gratis untuk mengobati semua penyakit saya tersebut.Obat yang diberikan adalah obat alami yang murah meriah.Setiap hari saya harus mengonsumsi:
- segelas penuh rasa SYUKUR atas segala yang saya miliki.
- sesendok rasa KEDAMAIAN.
- satu pil KESABARAN, satu cangkir rasa PERSAUDARAAN dan satu piring KERENDAHAN HATI – sedosis CINTA
- setiap malam sebelum tidur harus minum sebuah kaplet SUARA HATI yang jernih, serta sebuah pil ANTI KEPUTUSASAAN karena peristiwa-peristiwa yang saya alami hari ini, dan tidur berselimutkan DOA dan HARAPAN.

Sabtu, 07 Januari 2012

Waktu Bagaikan Pedang

“ الوَقْتُ كَالسَّيْفِ ”




Waktu muda, bagi sebagian orang adalah waktu untuk bersantai, masa untuk bersenang-senang dan menikmati hidup. Bahkan ada sebuah ungkapan yang mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.” Benarkah? Bahkan tanpa amalan sholeh? Sungguh hal ini dapat kita katakan “sangatlah mustahil”. Sebab, jalan menuju segala impian adalah usaha yang keras serta do’a yang mengiringi.

Allah SWT. Berfirman:

وَءَاتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّار
Artinya: Dan Dia (Allah) telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya, sungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Ibrahim :34)

Namun, seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata: Rosulullah SAW Bersabda: ”dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)

Dikatakan dalam sebuah Syair Arab, الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَب (waktu itu lebih berharga daripada emas). Sebegitu pentingnya kita diperintahkan untuk menghargai waktu hingga Allah mengatakannya berkali-kali, termasuk dalam (QS. Al-‘Ashr:1-3) “Demi Massa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasihati dalam kebenaran serta saling menasehati dalam kesabaran.” 

Di akhirat, harta tak lagi berlaku dan teman takkan ada yang membantu, melainkan mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing selama masa hidupnya, dan setiap amal akan mendapatkan balasannya meskipun sekecil biji sawi. “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (QS. Al-Qiyamah:14-15). ”Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS an-Nuur:24). 

Sekarang, bagaimana langkah yang kita ambil untuk mengumpulkan bekal yang cukup? Sungguh, telah tersedia di hadapan kita sebanyak-banyak peluang yang dapat kita gali informasinya untuk dipelajari. Ada berbagai ladang, Contohnya: Bermacam buku yang dapat kita baca, koneksi Internet yang tak terbatas, para guru tempat bertanya, majelis-majelis ilmu, serta teman-teman yang akan membantu kita selamat dunia dan akhirat.

Ingat, kendali pemanfaatan waktu ada di tangan kita. Apabila kita tidak bijaksana dalam memanfaatkannya, kita akan binasa karena penyesalan atas waktu yang tersia-siakan. Seperti kata sebuah pepatah : 

 الوَقْتُ كَالسَّيْفِ إِذَا لَـمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ   
(waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya maka dia akan memotongmu). Sedangkan masih ada akhirat yang menanti di depan kita dengan dua pilihan: Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai atau neraka yang panasnya 7x lipat api di dunia.

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters