Assalamu'alaikum

pink purple flowers

Selasa, 28 Februari 2012

Resensi : The Queen Must Die


Judul : The Queen Must Die (Gadis Penjelajah Waktu)
Penulis : K.A.S. Quinn
Tipe : Novel Terjemahan asal Britain
Penerbit : Metamind (Creative imprint of tiga serangkai)
Tahun terbit : 2011
Halaman : 329 halaman
Ukuran buku : 20 x 13.5 x 2 cm


Katie Berger Jones Burg
"Aide Memoire"


"Persahabatan, Cinta, dan Kesetiaan. Aku sudah banyak menghabiskan waktu dalam hal ini di banyak dunia. Semuanya sudah terbakar habis dalam diriku. Tapi, aku bisa menemukan kualitas ini pada orang-orang lain dan aku salut telah menemukannya pada dirimu. Persahabatanmu dengan Katie yang begitu tulus, kau bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan dia membawa kejahatan atau kebaikan. Cintamu kepada adikmu, memberimu kesabaran dalan menghadapi penyakitnya. Baginya, kau adalah tonik paling hebat dibandingkan obat-obatan lain yang mereka berikan kepadanya. Kesetiaanmu terhadap ibumu, Sang Ratu, begitu besar sehingga kau rela mempertaruhkan hidupmu untuk menyelamatkannya. Sayang sekali kau tidak mewarisi takhta sebagai ratu. Padahal kau lebih siap untuk memimpin negerimu." Ucap DuQuelle seraya tersenyum. Senyum yang tulus.

Cerita dalam novel ini penuh dengan fakta dan rekaan fantasi. Sebuah kisah mengenai seorang gadis NewYork abad 21 yang mengalami perjalanan waktu ke abad 18, dan jatuh tepat di kolong sofa di salah satu bangsal anak istana Buckingham pada zaman kekuasaan Ratu Victoria. Katie memiliki hobi membaca yang berlebihan. Hingga pada saat itu, Katie baru saja selesai menuliskan perjalanan hidupnya hari ini pada sebuah buku diary, kemudian ia melanjutkannya dengan membaca kisah-kisah kerajaan victoria beserta surat-surat dan kisah bersejarah di dalamnya. Kemudian ia pun jatuh tertidur dan bangun di masa baru yang lain.

Dikisahkan, ada tiga anak penjelajah waktu, yakni sang pembawa kedamain, sang pembawa kedamaian dan kerusakan, juga sang pembawa kehancuran akhir dunia. Ketiganya saling di perebutkan untuk di temukan bagi para sekelompok orang yang ingin melakukan perubahan dunia. Ada yang ingin melindungi, namun ada pula yang berniat membunuh mereka. Tak di pungkiri lagi bahwa anggota kerajaan juga semakin terancam.

Namun akhirnya, melalui kolong sofa itu pula Katie berhasil pulang ke abad 21 setelah berbulan-bulan bersembunyi dan menyamar dalam kehidupan istana.

-------------O-------------

Kisah kekuasaan Victoria sangatlah melegenda dan selalu berhasil menarik perhatian penduduk manca negara. Kebesaran negara Inggris semakin tersohor pada masa itu. Ia memiliki putri yang bernama Alice (seperti dalam cerita), iuga pangeran Leopod yang mengidap hemofilia. Demikan halnya kebenaran mengenai Joseph Paxton yang merancang dan mendirikan Istana Kristal atau lebih dikenal sebagai Panen Raya yang hingga kini tetap ramai dikunjungi wisatawan dunia.

Sabtu, 25 Februari 2012

STUBA dari SMA Negeri 1 Bogor ke SMA Negeri 2 Surabaya

STUBA atau STUDI BANDING hari ini berhasil menyisakan suasana ceria di Smada. Melihat suasana perpisahan yang begitu mengharukan, akrab dan penuh kekeluargaan seakan teman lama yang baru dipertemukan kembali karena terpisah oleh jarak dan ruang. Hampir keseluruhan dari kami berdiri di atas terotoar yang ada di halaman gerbang utama Smasa hanya untuk mengucapkan salam perpisahan dan mengantarkan setiap laju bus yang mereka tumpangi dengan lambaian tangan.

  
Sebelumnya, kabar mengenai rencana kunjungan ini sudah kami dengar cukup lama, mungkin satu bulan yang lalu. Hanya saja sejauh itu kami tidak menindaklanjuti sejak rapat pertama hingga hari rabu tanggal 21 kemarin. Alhasil, persiapan yang kami lakukan pun mendadak dilakukan sepulang sekolah. Dari membersihkan kesekretariatan, mengganti karpet, mencari banner, menentukan pertunjukan yang akan di tampilkan, juga rencana-rencana lainnya.

Tapi Alhamdulillah, semuanya hari ini berjalan dengan lancar. Smada tetap menjalani rutinitas KBM-nya seperti biasa, namun kabar kedatangan SMA Negeri 1 Bogor sudah menyebar hingga seantero sekolah sehingga cukup ramai menjadi topik hangat perbincangan antar siswa. Keputrian untuk Akhwat SKI pun tetap berjalan layaknya pada jum'at-jum'at sebelumnya. Hingga se-usai sholat jum'at, panggilan bagi para osis-mpk dikumandangkan melalui speaker kelas, menyebabkan materi keputrian kami terpotong dan harus di selesaikan saat itu juga (Karena cukup banyak di antara kami adalah sasaran dari panggilan tersebut).

Dengan sedikit terburu waktu, para akhwat SKI ini segera menuju masjid unttuk menunaikan sholat dhuhurnya dengan santai dan tenang. Begitu pula diriku yang tetap santai sampai akhirnya Tities menergurku dan memintaku untuk meletakkan tas kami semua di takmir masjid As-Salam Smada. Rupanya bis tumpangan sahabat jauh kami itu sudah nyaris sampai, sedangkan kita belum bersiap sama sekali untuk menyambut kedatangan mereka. Aku dan Tities harus lari untuk segera berkumpul dengan osis-mpk yang lain, tapi melihat mereka telah mengenakan slayer membuat kami pun kembali harus berlari ke lantai dua untuk absen dan mengambil slayer juga di salah satu mpk.

Tak lama kemudian, ketua MPK Smada masuk lapangan, menandakan rombongan Smansa Bogor sudah berada dibelakangnya. Dengan barisan mendadak, para tuan rumah segera membentuk jalan bagi mereka di sepanjang tepian area menuju tangga ke aula di lantai dua.

Huaa, banyak banget mereka. Barisan yang datang seakan nggak ada habisnya, nggak nyangka kalau bakal seramai ini kunjungannya. Aku ketika itu berdiri di tengah belokan tangga bersama sang ketua MPK, Vita disampingku. Benakku langsung saja sibuk mengomentari mereka, dan yang pertama kulihat adalah "Wah, mereka kok kinclong-kinclong? sedangkan anak smada kelihatan kusam semua". Bahkan teman-teman yang biasanya ku anggap kulitnya putih jadi terlihat gosong semua. Apalagi matahari Jum'at di Smada selalu panas dan terik.


"Mbak, Surabaya memang panas sekali ya?" tanya seorang guru dari Smansa Bogor. Aku pun hanya tersenyum menjawabnya, maklum saja karena dari kota hujan ke kota kemarau ya beginilah rasanya. Haha. "Panas pak, harusnya kita bawa AC aja tadi" Gurau salah satu cowok. Bahkan ada yang bercanda dan bilang gini "eh, kamu kan arab. Pasti udah biasa dengan yang kayak gini". Kebanyakan yang melintas lapangan sampai harus menutup diri mereka dengan jas atau jaket yang mereka bawa. Hoho, kebanyangkan seberapa teriknya hari itu? AC di aula sudah nggak terlalu berimbas =D

Setelah pembukaan, kami saling menunjukkan ciri khas maupun kebanggaan dari masing-masing sekolah. Pertama, Smada menanpilkan sebuah Tari Tradisional yang kemudian dilanjutkan oleh Paduan Suara dari SYS (Smada Youth Singer), setelah itu Tari Saman dari smansa, Akustik Smansa, dan Tari Yosakoi Smada dari ekskul Sakura (Self Jepang). Acara dilanjutkan dengan sparing basket antara Basket Smada dengan Basket Smansa. Sebelum kami semua berangkat kelapangan, seluruh ketua ekstrakulikuler Smada diminta maju ke depan. Kami semua di pasangkan dengan ekskul masing-masing yang serupa, ketika perwakilan SKI'2 di panggil oleh MC Smada, Ketua DKM Ar-Rahmah pun dipanggil oleh salah satu MPK smansa. Wah, pokoknya kayak penemuan dua insan untuk menjalin sebuah persahabatan gitu. Sampai waktu ketua ekskulnya mulai satu cowok satu cewek, temanku ada yang celetuk di belakangku "kok koyok ajang golek jodoh ngene!". Dan naas-nya, di Smansa nggak ada ekskul pelajaran kayak di Smada, Jadilah aku dan para sekbid 9 yang lain kebingungan. Akhirnya kita diminta gabung sama KIR juga.

Mulanya, setiap ekskul diminta untuk mengeluarkan 2 atau 3 perwakilan. Karena IMO begini kondisinya, adikku pun dengan meminta maaf ku suruh pulang saja :( Karna perwakilan KIR dari sana cuma ada dua, masak kita 3 x 6 berarti 18 orang? ckckckk.. Dua orang yang kenalan sama aku namanya Destina (a) dan Reiza (i). Wah, eman sekali aku nggak nanya nama lengkap mereka dan nggak minta identitas mereka. Tapi Reiza yang minta data kita, jadi tergantung dia deh mau ngehub dulu kapan. Karena kita sharing sambil nonton basket, akhirnya si Destin mutusin untuk nonton basket sambil ngobrol dengan adik kelas. Dan jadilah kayak para cewek yang ngerubung satu cowok. btw, setelah nanya ke Reiza, ternyata rombongan mereka itu 3 bis sekitar 120 orang. waa kayak ungsian aja, hehe. Setelah itu kami pun mengajaknya masuk sekolah untuk berkeliling dan melihat-lihat bangunan smadabaya. Dan tibalah kita semua di masjid as-salam dan memutuskan untuk sholat ashar di masjid. Begitu lewat lapangan, sudah bisa di tebak ke arah mana pandangan dan siulan sepenjuru lapangan tertuju, tak terhindarkan lagi momen si Reiza untuk di soraki teman-temannya. haha. Waktu di masjid aku juga ngobrol sebentar sama tim jurnalis, yang dari smansa namanya Iffah sama... *ups, lupa!*. Begitu sudah turun lagi ke lapangan, semua pada tuker2an nomer hape dan saling foto. Destin entah dimana, jadilah Reiza di tengah yang paling cantik foto dengan kita, kanannya 2cewek, kirinya 2cewek. Kali ini fotonya ada di mereka >.< trus aku juga foto sama iffah juga, ini pakai kamera anak fotografi Smada =3

Jam sudah menunjukkan pukul setegah lima. Artinyaa... Mereka harus pulang. Aaa, sebentar banget! kurang lamaa... Masih pengen kenalan sama yang lain-lain juga. Yah, semoga kita bisa mengadakan kunjungan balik ke sana dan tetap melanjutkan silaturrahmi ini. VIVA SMADA - VIVA SMADA - VIVA SMADA !!!

Minggu, 19 Februari 2012

Dakwah itu panjang, Sayang

.:: Kepada kalian, saudara-saudariku, adik-adikku, yang terlahir dari rahim mujahidah dakwah. yang dibina mula-mula di madrasah cinta oleh dua aktivis dakwah yang dulunya juga pernah melalui masa-masa kalian hari ini. kini saatnya kalian meneruskan langkah mulia mereka ::.

-juga bagi kalian yang telah Allah limpahkan rahmat mahabesar untuk berada di jalan ini bukan melalu perantara orang tua. semoga dari rumah yang akan kalian bangun nanti, semakin bertambahan madrasah-madrasah peradaban yang akan mencerahkan manusia, dunia, dan isinya.-

-----------------------------------------------------------------------------------------

Dakwah itu Panjang, Sayang.


Puluhan tahun yang lalu
Aku mengenal jalan dakwah ini
Dengan segala asa, secercah harapan kuraih
Dengan bismillah, segala rintang kuterjang
Dengan bismillah, aku iyakan ketika laki-laki shalih mengucap ijab qabul untukku
Bahkan ketika ijasah dokter masih jauuuh tergantung di angan-angan

Dakwah itu panjang Sayang ……
Hari demi hari kami rajut kehagiaan
Hari demi hari semakin kurasa gerak jantung dan tendangan kakimu di perutku
Hari demi hari semakin kuat mual dan muntahku
Hari demi hari aku kuatkan diriku
Kutolak cemooh semua orang, kasak kusuk semua orang, tuh mahasiswi kedokteran sudah punya anak, nrecel lagi,huh mau jadi apa dia
Kuteriakkan dengan pada mereka : kulahirkan karunia Allah buat dakwah, kulahirkan anak generasi Qur’an, kulahirkan anak penerus estafet asaku, agar tidak ada lagi keputus asaan
Karena engkau telah kunadzarkan untuk dakwah sejak dalam kandungan
Karena kamulah Sayang……aku kuat sampai sekarang

Dakwah itu panjang Sayang
Sekarang belasan tahun berlalu
Kusadari betapa semakin besar fitnah menghadang asaku
Semua mengepungku…..karir, kesibukan, internet, narkoba, pergaulan bebas sahabat-sahabatmu dan itu membuat peranku sebagai ibumu semakin tersisih
Engkau sudah bisa menolak ketika kuajak acara dakwah
Engkau sudah pintar dengan segala alasan untuk tidak dekat dengan dakwah
Sementara… rambutku semakin memutih, tulangku semakin linu, mataku semakin rabun, tenagaku semakin menipis……

Sementara kita semakin malu menyebut sebagai orang Indonesia
Yang menjadi budak di negeri orang, tapi menjadi koruptor di negeri sendiri
Wahai….masih adakah asa kusampirkan pada pundakmu Anakku Sayang
Kudengar bisikan malaikat untukku dan untukmu : Dakwah itu panjang Sayang
Wala taiasu…..jangan putus asa, itu firman Allah untuk kita….

Dengan tarbiyah akan kuraih asaku kembali
Dengan liqo-liqo rutinmu kutitipkan harapanku kembali
Dengan bimbingan murobi engkau melihat jendela dunia sebenarnya
Bahwa bangsamu, negaramu, Indonesiamu, sedang terpuruk jatuh…..

Engkaulah semangat itu
Engkaulah penyelamat bangsa
Engkaulah penerus estafet dakwah ini
Ijinkan dengan semakin keriputnya kulitku
Kutitipkan, kuamanahkan semua ini padamu…..

Dakwah itu panjang Sayang…..
Tidak hanya panjang, tapi juga berliku…. dan terjal berbatu
Sepanjang umur kami sampai mau berakhirpun….. kemenangan itu juga belum teraih
Engkaulah harapan itu….
Peganglah dakwah, perjuangkan dakwah, niscaya hidupmu akan mulia
Tinggikan dakwah, muliakan dakwah, niscaya jannah menunggumu
Sungguh….. harapan itu hanya ada padamu

----------------------------------------------------------------------------------------

Puisi yang dibacakan dalam acara yang diperuntukkan bagi para Wader (wanak kader) :) 

Demi setapak print foot

Duri-duri di jalan selalu saja bertebaran tiada habisnya. Menginjaknya adalah suatu kesalahan yang lebih disayangkan. Tapi berterima kasihlah banyak2 kepada mereka yang menyapu jalanan, menyelamatkan dengan solusi tanpa banyak cakap :' *your fellow*

Beloved akhi wa ukhti

free counters